
Di papua,
Pasukan panglima berhasil membekuk kawanan, pemberontak hidup - hidup.
Pemberontak di Papua telah memerangi pemberontakan tingkat rendah sejak awal 1960-an, ketika Indonesia mencaplok wilayah tersebut, bekas jajahan Belanda. Papua secara resmi dimasukkan ke Indonesia pada 1969 setelah pemungutan suara yang disponsori oleh PBB yang dianggap curang oleh banyak orang.
Tambang tersebut yang hampir setengahnya dimiliki oleh Freeport-McMoRan yang berbasis di AS dan dijalankan oleh PT Freeport Indonesia, dipandang oleh para separatis sebagai simbol pemerintahan Indonesia dan sering menjadi sasaran pemberontak.
Cadangan emas dan tembaga tambang Grasberg yang sangat besar telah dieksploitasi selama beberapa dekade oleh Freeport-McMoRan, merusak lingkungan sekitarnya sekaligus memberikan pendapatan pajak yang signifikan bagi pemerintah Indonesia.
Namun, orang asli Papua hanya mendapat sedikit manfaat, serta lebih miskin, lebih sakit, dan lebih mungkin meninggal di usia muda dibandingkan orang lain di Indonesia, Associated Press mencatat.
itu adalah pemicu konflik yang tidak pernah ada habisnya di papua.
Tugas, Panglima kali ini selesai, sisanya adalah urusan pemerintah,
Tugasnya hanya memerangi hal yang mengancam keamanan nengara, menangkap pemberontak-pemberotak yang meresahakan negara.
Distrik militer.
" Hari ini panglima kembali!" Jendral Petter memberitahu Tania.
" Benarkah Jendral? "
" tetu saja!"
" apakah panglima baik-baik saja?"
" Dia seorang panglima, siapa yang bisa menyakitinya?"
" aku berharap juga begitu!"
" Ya sudah istirahatlah,...!"
" Baik Jendral Terimakasih! "
" Wah panglima sudah kembali,apakah nasib kita di sini akan lebih baik nanti?" ujar Suzy yang mengharapkan kenyamanan hidup.
" Kau kira panglima lebih baik dari Jendral Petter? "
" siapa tahu, karna panglima adalah yang paling di takuti di sinu!"
" astaga, kau berharap terlalu tinggi!"
" kan siapa tahu, kau tidak pergi melihat Panglima?"
"aku?"
" siapa lagi?, masak aku?, siapa aku untuk panglima? "
" Lah, lalu siapa aku juga untuk panglima?"
" kau adalah kekasihnya kan?"
" itu hanya kesepakatan!"
" tapi tetap saja kau harus datang memberi selamat untuk panglima apalagi dia sudah memudahkan jalanmu!"
"apa harus seperti itu?"
" kau memang tidak tahu berterimakasih!" ujar Suzy kesal.
" Ini kan paviliun nya, seharusnya dia datang ke sini bukan?, tapi dia tidak ke sini dan aku tidak tahu sekarang dia di mana?"
" Lah di sini kan kita tinggali, mungkin dia tidak ingin membuat kita tidak nyaman, tapi paviliun ini kan tidak kecil, di belakang masih banyak ruang dan kamar!"
Tok tok tok tok...
" eh siapa malam-malam mengetuk pintu?"
" oug ouuug ouuugg ouggg" Mikel menggonggong berlari ke arah pintu.
Tania dan Suzy saling memandang
"Tania itu pasti panglima !" ujar Suzy
" apa?"
" Cepat kau buka pintu, aku mau tidur duluan!"
__ADS_1
Suzy segera menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.
Menyebalkan sekali kau ini...
dalam hati Tania.
Tania bergegas menuju pintu dan menenangkan Mikel terlebih dulu.
" Ada apa Mikel?, siapa di depan pintu?" Tania membuka pintu secara perlahan.
" Ooooougg oooouggg " Mikel segera melompat keluar .
" wooooo, aku kira kau tidak akan merindukanku Mikel, kau kenapa semakin gemuk?, itu tidak baik untuk anjing Militer! "
" Panglima, kau sudah kembali?, selamat atas kesuksesanmu dalam menyelesaikan tugas!"
" Ya, Terimakasih!, apa aku tidak boleh masuk ke dalam paviliun ku sendiri? "
" oh tentu boleh!"
" tapi kau menghalangi pintu masuknya!"
"oh" Tania segera memberikan jalan pada panglima.
" Sudah selarut ini kenapa belum tidur? "
" aku baru saja mau tidur, lalu terdengar suara mengetuk pintu!"
" Jika aku langsung masuk ,mungkin kau akan berteriak maling!"
" ahahahha siapa yang bernyali seperti itu di paviliun anda?"
" ahahaha kau benar, kau bisa pergi tidur sekarang!"
" mmm, baiklah Panglima!"
Tania melangkah menuju kamarnya.
" apa kau sudah menemukan orang yang kau cari?"
"belum, tapi aku pasti akan menemukannya!"
" Ah, iya aku memang bodoh, kalau begitu aku pergi tidur lebih dulu!"
Tania bergegas masuk ke kamar dan menutup pintu.
Astaga jantungku, kenapa berdegup kencang seperti ini?
dalam hati Tania.
"Bodoh sekali aku ini, seharusnya aku mengambil hatinya agar dia mau membantuku untuk lebih cepat menemukan orang yang ku cari!"
Gumam Tania membuka pintu kembali.
"Panglima apa sudah makan?, oh maaf!, oh panglima kau terluka?"
Tania menghampiri Leon yang berusaha mengganti bajunya.
" kenapa kau keluar lagi?"
" aku hanya ingin menawarimu makan barangkali belum makan"
" Aku belum makan, dan jarang makan selarut ini tapi jika kau menawariku makan ,aku tidak menolak!"
astaga ,apakah sulit untuk seorang panglima mengatakan aku belum makan?,
apakah dia akan kehilangan harga dirinya jika dia mengatakan mau makan?
dalam hati Tania agak kesal .
" Apa perlu bantuan panglima? "
" Boleh jika kau tidak keberatakan!"
" apa tidak punya baju berkancing untuk tidur?"
" ada di lemari tengah, kau bisa bantu ambilkan?"
" Ya,...!" Tania segera menuju lemari yang di tunjuk Leon.
__ADS_1
Tania mencari baju yabg berkancing di lemari Panglima.
oh apa ini? pistol kecil?
ini seperti pistol,....
" apa mengambil baju selama itu?"
"oh, sudah ketemu!" Tania segera mengembalikan pistol da mengambil baju untuk panglima.
"Panglima kenapa bisa tertebak di lengan kiri?"
Sambil membantu memakaikan baju dengan perlahan.
"Ini luka kecil, yang biasa aku dapatkan!".
mmmm, tubuhnya penuh dengan bekas luka peluru, Dia memang seorang panglima, luka seperti ini dia katakan luka kecil, bahkan ada bekas luka di dadanya, dia memang sangat tangguh, astaga apa yang aku pikirkan?
perang batin Tania.
" jadi apa yang ingin kau berikan untuk makan malam ku?"
" oh, aku tidak pandai memasak, tapi aku bisa membuatkan telor dadar untukmu!"
" ya sudah buatkan!"
" baik tunggu sebentar panglima! " Tania segera ke dapur untuk membuatkan telor untuk Leon.
apa dia melihat sesuatu di lemari?
Leon segera menuju lemarinya, dan membuka.
Jadi kau melihat pistolmu tapi kau tidak mengenalinya?,
aku sepertinya sudah salah menilai tinggi IQ mu selama ini.
" aku akan menunggu kapan kau menjadi lebih pintar gadis kecil" Gumam Leon sambil menutup lagi pintu lemarinya.
" panglima , telor dadar kecap sudah siap, silahkan makan!" Tania menyodorkan piring pada panglima.
" Suapi!" Pinta Leon datar.
" oooo? su su suapi?"
" Tanganku masih sedikit nyeri!"
sepertinya aku harus menarik kata-kata ku lagi jika dia sangat tangguh...
dalam hati Tania .
" aaggghhhhh"
Leon membuka mulutnya.
" oh, baiklah!" Tania segera menyuapkan nasi kepada Leon.
" apa enak rasanya ?" tanya Tania.
" Rasanya telor!" jawab Leon santai.
" aiiiissssh, aku kira lidah Panglima bermasalah, ternyata masih dalam ke adaan baik!" dengan wajah kesal.
" apa aku salah?"
" tidak panglima sangat benar!"
" aaaaggggg!"
astaga aku berpikir saat ini dia seperti anak kecil bukan seperti panglima biasanya,
Panglima juga memiliki sisi seperti ini rupanya.
dalam hati Tania.
Tania tetap menyuapi Leon sampai habis.
Bersambung...
Author
__ADS_1
like dan komen jangan lupa