DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
243. Menjadi Badut


__ADS_3

" Ck...menyebalkan!"


" siapa suruh kau tidak mau menjadi kaki tanganku!"


"Aku tidak suka terikat!"


" Terserahmu...!"


mereka pun segera kembali ke tempat Tantan.


" Sayang, bagaimana??"


" Kita istirahat dan lihat besok kita akan menjatuhkan Bi lalu segera menjadikan Ayah pemimpin!"


" Lalu Josh??"


" Dia hanya umpan, aku tidak menanggung hidup dan matinya, itu tergantung keberuntungannya sayang!"


" Ehmmm tapi keluarganya??"


" Aku tidak akan melibatkannya!"


" Syukurlah!"


" Berhenti mengkhawatirkan orang lain sayang, pikirkan saja kebahagiaanmu dan anak kita!"


" Iya suamiku!"


"Putraku, apa kita masih harus bersembunyi??" tanya Huan Zang


" Satu hari besok kalian harus nampak terekspos!"


" apa tidak apa??"


" tidak apa, setelah itu semua ke basecamp Zero!"


" ada apa??, kita harus bersembunyi lagi??"


" Ya di sana paling aman, saat ada bentrok yang tak diinginkan!"


" Lalu apakah Suzy aman di sana??"


" Aman!!, di basecamp kita banyak ruang bawah tanah, jika perang besar terjadi kalian bisa bersembunyi di sana!"


" Lalu bagaimana dengan rakyat lain??"


" Aku akan upayakan, tidak terjadi perang, namun jika itu terjadi, aku hanya bisa melindungi 50% saja orang kita!"


" Panglima, itu tidak adil....!"


" sudah ayo cepat istirahat!, jangan banyak berpikir !"

__ADS_1


Tantan pun menurut dan segera masuk kamar dan istirahat.


...----------------...


konferensi pers


Pukul 2 siang


Panglima, Jenderal, Hatta Latif dan juga Bi.


mereka sudah duduk bersama,setelah dibuka oleh Panglima, satu persatu pertanyaan pun mulai berhamburan pada keempatnya.


" Pak, Bi...apa anda sungguh tidak tahu apapun tentang kematian pak Josh, lalu di mana keluarga pak Josh??, kenapa hilang begitu saja??"


" Ya pak, lalu tentang penculikan itu bagaimana bisa, anda sembarangan mengangkat seorang ajudan??"


" Lalu bagaimana anda bisa lolos begitu saja??, kenapa terasa janggal ya pak??"


" Kenapa pak Josh yang anda salahkan?, dia kan sudah mati, kenapa bapak melimpahkan kesalahan pada orang mati??"


" Oh ya benar, apa karena hanya orang mati saja yang bisa menyimpan rahasia??"


" Atau bapak ingin merebut kursi kepresidenan??"


" Ya pak tolong katakan sesuatu jangan diam saja, ini juga sangat janggal kenapa keluarga ajudan yang menculik anda juga tidak terlihat batang hidungnya, kemana??"


Bi, yang berharap bisa lebih menonjol dari Hatta Latif pun, di buat mati kutu dengan segelintir pertanyaan para wartawan yang tidak ada hentinya menghujam terus menerus padanya, sedangkan Panglima dan yang lain diam seribu bahasa tidak membantu sedikit pun Bi untuk berbicara.


" Ayo pak tolong bicaralah, jangan seperti itu, anda tidak memberikan jawaban sama sekali!"


" Aggg...aaaa...aaaa...!"Bi sudah dihajar mentalnya karena semua pertanyaan itu seperti tuduhan untuknya, bukan tuduhan lagi memang itu fakta.


" ehem, maaf kakak- kakak wartawan, tolong jangan mberondong banyak pertanyaan, satu persatu, melihat Pak Bi sudah berumur jadi tolong pelan - pelan!"


akhirnya Panglima angkat bicara.


" Pak Bi, coba tolong beri penjelasan pada mereka sejelasnya!"


tapi mulut Bi masih terkunci rapat, memandang ke depan yang dipenuhi dengan mata yang menatap tajam ke arahnya, Bi merasa terpojok dan terintimidasi dengan pandangan mata orang -orang yang seakan ingin memakannya, padahal mereka hanya menanti jawaban dari mulut Bi saja.


" Pak Bi...!"


Panglima melambaikan tangannya.


" Ogh,...maaf saya kurang enak badan, saya tidak bisa menjawab pertanyaan kalian!"


" lalu untuk apa, konferensi pers??"


" Karena pak Bi, sedang tidak enak badan, kalau begitu biarkan pak Bi kembali, kami akan membantunya menjawab semua pertanyaan kalian, silahkan pak Bi beristirahat!, di ruangan tadi"


" Terimakasih Panglima!" Bi pun segera beranjak pergi dari hadapan Publik.

__ADS_1


Bi tidak tahu jika semua itu adalah rencana matang dari Panglima, dia hanya akan menjadi badut mulai hari ini.


" Mari kita dengar untuk rekaman pertama!"


terdengar tentang percakapan Bi dengan Tom dan rekannya, di mana Bi meminta Tom untuk membunuh orang kepercayaannya, suara tembakan pun terdengar ,suara anak buah Tom yang memohon, namun tidak ada ampun untuk mereka, dan terdengar lagi percapakan Bi dan Ajudanya di mana Bi mengungkit pengangkatan pangkat ajudannya dan menanyakan tentang kesetiaannya padanya, menjanjikan perlindungan untuk keluarganya , ancaman itu pun membuat ajudanya mengiyakan perintah Bi.


Semua orang menggeleng kepala, tak menyangka orang terpandang itu, begitu keji dan tidak punya otak.


" Oke, itu jawaban dari Pak Bi, Kita lihat Video lanjutan!"


Panglima memutarkan Rekaman Cctv yang diambil dari mobil yang di bawa untuk membuntuti Josh.


terlihat mobil iring-iringan berpisah, dan satu mobil melesat cepat beberapa orang melompat keluar dan mobil itu menabrak pagar jembatan dan masuk ke sungai.


" Wah itu pembunuhan berencana, pasti Pak Bi yang membunuh pak Josh!"


" Pantas saja dia melimpahkan kesalahan pada Pak Josh, kejam!"


" Ya jangan biarkan Bi duduk dikursi kepresidenan!"


semua orang yang hadir dan melihat tayangan Live itu pun serempak mengutuk Bi dan minta keadilan , selama ini dia adalah penjahat yang paling tersakiti.


Banyak sekali drama tidak masuk akal di negara berkembang itu, akhirnya Bi pun di amankan.


lalu semua minta Hatta Latif menaiki posisi kepemimpinan.


mereka yang menjadi kaki tangan Bi pun mulai ketar ketir tak karuan, namun mereka tidak bisa mencegah Hatta menaiki kursi itu, karena semua orang berpihak pada Hatta, yang memiliki Image menakjubkan, mereka hanya punya satu cara yaitu menjilat Hatta, dengan kehormatan,namun mereka tidak tahu, jika usaha mereka akan sia-sia seberapa hebatnya mereka menjilat, kalangan Panglima adalah anti penjilat dan penghianat, apalagi di belakang Hatta, ada Jimmie dan kedua anak buah unggulnya, yang siap membabat habis tikus yang suka sekali memakai dasi itu.


Bi pun hanya bisa mengumpat kesal karena kebodohannya masuk ke dalam perangkap Panglima dengan sangat mudahnya.


" Panglima brengsekkkkkkkkkkkk....!"


" Apa pak Bi, itu masih awal jangan kesal sekarang!" Ujar Dex yang menjaga Bi agar tidak kabur karena saat ini Polisi militer yang mengamankan Bi, bukan lagi seragam Coklat.


" lihat saja, negara ini akan hancur jika kalian memilih Hatta tak berguna itu!"


" Tolong suntikan obat penenang dulu, kupingku ternodai dengan ucapannya!" perintah Dex pada rekannya.


mereka seger memegangi Bi lalu menyuntikkan Bius pada Bi agar kehilangan kesadarannya.


" Sudah Tuan!"


" Ya bagus, masukan ke sell!"


sekarang langkah Panglima menaikan mertuanya di kursi kepemimpinan sudah sangat sukses.


Panglima memboyong semua keluarganya menuju basecamp Zero, begitu juga keluarga Tom dan rekannya, kini Tom dan rekannya sudah di eksekusi, karena tidak ada gunanya lagi untuk Panglima, mereka tetap harus menerima hukuman yang ada.


untuk Ajudan Bi kini sudah di bebaskan, dia segera mengundurkan diri seketika itu, dia dan keluarganya pun mengabdikan diri pada Panglima dan keluarganya, sehingga Panglima pun memboyong keluarga Ajudan Prasa itu ke Basecampa agar tetap aman.


bersambung dulu ya Say...

__ADS_1


__ADS_2