DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
27. Pembekukan


__ADS_3

" Jendral apa ayahku sudah pergi?" tanya Tania yang muncul dari dalam ruangan.


" Sungguh kalian luar biasa untuk melibatkan orang dalam masalah!, Cukup sekali ini saja aku tidak akan membantu kalian lagi!"


" Maafkan kami Jendral, ini salah Suzy!"


"Syukurlah jika akhirnya kau sadar diri!"


" untuk kalian berdua Terimakasih karna sudah membantu, kalian bisa kembali ke asrama!"


perintah Jendral Petter.


Dua orang wanita yang ditugaskan untuk menggantikan Suzy dan Tania pun segera kembali.


" Jendral, bagaimana kau tahu jika ayahku akan ke sini?"


" Kau anaknya, apa tidak tahu sifat ayahmu?"


" Aku tahu, ayah slalu menyelidiki hal yang membuatnya penasaran, tapi aku tidak menyangka ayah sampai datang ke sini sendiri untuk mencari jawabannya!"


"Untuk sementara kalian aman, ingat dalam satu bulan sekali, ayahmu pasti ada kunjungan ke sini!, selanjutnya aku tidak bisa membantu jika sampai ketahuan!"


" Bagaimana pun Terimakasih Jendral, atas bantuannya, jika Jendral tidak membantu, hari ini pasti ayah akan mengirim Tania ke luar negeri lagi!"


" ke luar negeri lagi? kakekmu sudah tiada, apa ayahmu akan mengirimmu ke luar negeri? "


" Mmmm di sana masih ada paman dan bibi, jika sampai itu terjadi aku akan menjadi tentara sungguhan di sana!"


" kau dan ayahmu tidak adakah jalan berdamai?"


"Entah Jendral hubungan kami tidak sesederhana itu!"


" Keluargamu sama rumitnya dengan panglima, kalian cepat istirahat!, aku kembali!"


Jendral Petter meninggalkam paviliun panglima.


" untuk sementara kita amanlah, entah untuk lain kali!"


" Ya sudah, kita istirahat saja dulu, aku janji akan lebih disiplin lagi dan tidak akan menimbulkan masalah ke depannya!"


" mmmm,aku tidur dulu!" Tania segera merebahkan tubuhnya, begitu juga dengan Suzy.


*****


Kabupaten Nduga,Papua.


Panglima Perang harus turun tangan,untuk menangani aksi teror yang tiada habisnya di Papua,


Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Hengwang adalah pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Aksinya tersebut bukan pertama kalinya dia menjadi dalang aksi teror di Papua.


Hengwang merupakan aktor juga di balik penculikan 15 guru dan sejumlah tenaga kesehatan di Mapenduma. Mereka disandera selama 14 hari.


Pasukan di bawah pimpinan panglima,mengepung sebuah rumah yang diyakini adalah markas mereka.


panglima memberikan kode isyarat pada pasukanya untuk tetap waspada dan hati-hati.


Dan mengisyaratkan untuk memberi tembakan peringatan bahwa markas itu sudah dikepung.


"DOORRRR,DOORRR DOOOR"


tembakan perlawanan pun terjadi untuk memberi tahu pada pasukan militer bawha mereka juga bersenjata lengkap.


" Ingat, jangan sampai menembak mati!" Panglima mengingatkan pasukannya.


dan mengisyaratkan pasukanya untuk berhenti menembak, dan menunggu 4 dengan bersembuyi tanpa menimbulkan suara, untuk memancing mereka keluar.


setelah menunggu dengan sabar, mereka keluar bersamaan dengan tembakan membabi buta ke segala arah, dan berusaha untuk kabur.


panglima mengisyaratkan untuk melawan, aksi tembak-tembakan pun terjadi,sedikitnya tiga pemberontak lainnya terluka dalam pertempuran dengan pasukan keamanan panglima, tetapi berhasil melarikan diri ke hutan dekat kota pertambangan Tembagapura, bersama beberapa pejuang Papua lainnya yang dipersenjatai dengan senjata kelas militer serta kapak dan panah.

__ADS_1


Hengwang, adalah seorang pemimpin Organisasi Papua, yang terkepung di dalam merkas mencoba melarikan diri, salah satu pasukan panglima mengarahkan senapan dan menembak dengan berkali-kali tembakan


"Hentikan!!" panglima terlambat untuk menghentikannya.


dan satu dari pemimpin OPM tertembak mati.


“HengWang memang bertanggung jawab atas penembakan itu,namun belum saatnya dia mati!, kita harus menyusun strategi lagi karna kaki tanganya berhasil melarikan diri, ini akan membuat mereka semakin brutal,karna pimpinannya kita bunuh!" ujar Leon zang yang memeriksa sekujur tubuh Hengwang.


Hengwang juga termasuk dalang yang memimpin penyergapan di jalan menuju tambang pada Juli lalu yang menewaskan delapan orang, termasuk penambang Australia Drew Nicholas Grant, dan melukai 37 lainnya.


" Amankan jasadnya, kembali ke markas!"


perintah panglima.


kembali ke Distrik militer.


" sudah 2 minggu lebih, makanan Mikel habis saatnya ke tempat pelatihan Anjiing!"


gumam Tania sambil membersihkan halaman paviliun panglima.


" Tania, jika free begini apa kita harus tetap didistrik militer,apa kita masih belum boleh keluar? " ujar Suzy bertanya.


" aku mau ambil makanan Mikel dulu tolong jaga mikel baik-baik dan jangan membuat ulah!"


" Oh, bagaimana jika kami ikut?"


" Ya sudah kalau ikut, tapi Mikel tetap disini jagan paviliun panglima!, okey!" tegas Tania memberi perintah.


"ooooug ouuuug!"


" Anjiing pintar, ayo!" ajak Tania pada suzy.


mereka berjalan menuju tempat pelatihan anjing.


" Kenapa kita tidak sampai-sampai?, apa kau mengerjaiku?"


" memang jauh, aku tidak memaksamu ikut juga!"


" Apa kau sedang memulai targetmu untuk mencari seseorang! "


" bisa jadi!"


" oooooh sweat, kenapa tidak ikut termehek-mehek saja, mungkin itu lebih cepat dari hal melelahkan seperti ini!"


" jika kau lelah kau bisa pulang Suzy, dan bagaimana bisa aku ikut termehek-mehek, ayah ku akan menembakku ditempat!" ujar Tania kesal.


" hahahahahh, kau kira aku bodoh?, mana mungkin paman setega itu?"


" baguslah jika kamu Tidak bodoh,berhenti mengusulkan hal-hal konyol itu !"


" oke,oke tapi Tan apa kau tidak mencurigai Jendral Petter, bisa jadi dia orang yang kau cari!"


" apa?" Tania menghentikan langkahnya.


" apa?, aku hanya menebak saja karna Jendral sangat peduli pada kita, siapa tahu nama Jendral adalah Leom Petter! "


" buahahahahhahahah, itu kedengaranya aneh sekali Suzy, hentikan pikiran bodohmu itu!"


" kalau begitu bagaimana dengan panglima Zang?"


" apalagi Suzy hentikan!, kau mau mengatakan bahwa panglima. bernama Leon Zang?"


" Iya kan bisa jadi!"


" apa?, Leon Zang?"


Tania merasa tidak asing dengan sebutan ini.


Leon Zang, Leon Zang, kenapa kedengaranya nama ini tidak asing ditelingaku.

__ADS_1


"Hei, apa yang kau lamunkan?"


" oh tidak, kita sebentar lagi sampai,Ayo! "


Tania mempercepat langkah kakinya menuju tempat pelatihan Aanjing


" Siang kak Wang, aku datang untuk meminta makanan untuk anjiingku!" ujar Tania


"oh Tania, hari ini kau tidak sendiri lagi, apa kalian jalan kaki ke sini?"


" Ya kak, jauh sekali tahu begitu aku tidak mau ikut!" ujar Suzy mengeluh.


" lumayan juga sih, jika untuk pemula seperti kalian berjalan dari asrama ke sini!"


" kami tidak,-"


" kami dari sana kak wang, (sambil menujuk ladang pertanian) kami jalan-jalan sekalian mampir heheh!" Tania sengaja memotong pembicaraan Suzy.


astaga aku hampir keceplosan


Dalam hati Suzy.


" oh jalan-jalan,aku kira kalian juga ikut bercocok tanam!"


"apa?, bercocok tanam?" ujar Suzy terkejut.


" iya kami para prajurit harus bisa bercocok tanam, lalu memanen hasih menanam.kita sendiri!"


" apa kakak tidak bercanda?"tanya Suzy tak percaya.


" ah, kalian masih 2 minggu kan di sini, nanti kalian juga akan merasakannya!"


" sungguh?" Suzy masih belum percaya.


" hahahah, itu juga ilmu yang baik, karna sebagai prajurit kita harus bisa bertahan hidup saat mendapat tugas di alam liar!"


" pintar, Tania sangat pintar!"


" memangnya di hutan tidak ada buah-buahan yang bisa dimakan?, pasti kan banyak!"


" sudahlah kak, jangan menanggapi kawanku, aku mau ambil jatah makanan untuk Mikel !"


" oh baik 10kg kan?"


" Ya, kak!"


" apa kau mau mengangkatnya pulang ke asrama sendiri?"


tanya Leon wang.


" iya juga sih!, lumayan juga kalau harus bolak balik membawa ini !"


" di depan ada motorku, kau pinjam saja dulu!, nanti kau bisa kembalikan sore saat aku selesai jaga di sini! aku akan mengantarmu ke asrama!"


" kakak, maaf jika Tania merepotkan! "


" tentu saja tidak!"


" Kalau begitu Terimakasih kakak, nanti sore Tania akan kembali lagi!"


" okey!"


Tania pun berboncengan dengan Suzy membawa 10 karung makanan untuk Mikel.


" kakak itu namanya Leon Wang!, apa dia itu orang yang kau cari?" ujar Suzy.


" aku juga tidak yakin!, tapi dari umurnya aku mungkin bisa tahu, dia Leon yang ku cari atau bukan!, nanti aku akan menanyakanya!" ujar Tania yang tetap fokus mengemudi motornya.


Bersambung...

__ADS_1


author


Like dan komen jangan lupa


__ADS_2