
Zero mendekap Yesa dengan mesra sambil berbisik.
" Bungkam mulutmu, sampai Misi selesa, apa yang di ajarkan Jack dan Dex lakukan segera!"
Yesa mengangguk paham.
Yesa memutar - mutar cincin pemberian Dex, mengarahkan permata cincin itu pada daftar nama orang yang akan di bantainya.
Data itu pun segera terkirim sampai pada Dex, yang slalu standby pada laptopnya.
Dex segera mencari tahu menyeluruh informasi tentang orang - orang di targetkan oleh Tom untuk dibunuh.
" Keluarga ini sangat baik - baik saja di mana mereka menyinggung Tom?"
Gumam Dex fokus melihat layar
" apa lagi??"
" Yesa mengirimi daftar 3 Keluarga yang harus di bantai...!"
" Aku panggil Tantan dulu!"
" Jangan panggil Adik kita, coba kita kupas dulu perlahan, ...!"
" berapa waktu yang dia minta?"
" 3 jam, kita harus memberi keputusan!"
"Baiklah cukup, kita tidak usah merepotkan adik kita...Satu Jam Fokus pada Daftar pertama!"
" Yaya kita kupas satu jam untuk satu keluarga, jaraknya juga cukup jauh dari satu keluarga ke keluarga yang lain!"
" Ini apa hubungannya dengan Panglima atau Jendral?, sepertinya mereka menolak kerja sama yang bodoh itu!"
" Ya, jika akan di bantai itu pasti hanya ada 2 jawaban satu gagal dalam misi, dua menghilangkan kerikil kecil!"
" Tom paling aktif di sini, yang lain masih belum menunjukkan wujudnya!"
" Justru Tom ini adalah bonekahnya, sedangkan yang tidak aktif itu pasti Dalang yang sebenarnya!"
" Kali ini lebih rumit dari urusan rumah tangga, ya nasib Panglima dan Jendral sangat tidak beruntung!"
" Itu juga bergantung bos, di mana dia bisa menemukan pemompa dana itu tidak, juka akarnya sudah ditemukan maka batang dan rantingnya juga tidak akan bisa hidup lama!"
" buktinya ada pohon cangkok!"
" Anjaaaaay... benar juga, berarti ini penyakit yang cukup mematikan bukan?itu kenapa Zero harus menumpas dari bawah ke atas!"
" Ya, Zero dan bos adalah orang yang paling bertanggung jawab!"
" Keluarga ini hanya memiliki satu anak, dan masih kuliah...lalu apa yang menyebabkan mereka di targetkan?"
" coba, kita mencari tahu dari istri orang ini...!"
" Oh, rupanya istrinya baru masuk di jajaran pejabat, oh wanita memang mudah tertipu daya!"
" Apa sudah pasti??"
" Tidak tahu juga...hehehe...!"
" Seriuslah Dex...!"
" Ya sabar kau kira mengorek informasi seseorang seperti mengorek kerak kulitmu!"
" Sialan, ayo lah jangan lambat!"
" Aku tahu kau diam saja...!"
"Tapi aku merasa janggal dengan hal ini Dex... sepertinya ada yang salah ya??"
" Apapun rencananya kita ikuti saja...!"
" ketemu...keadaan mereka saja sangat sederhana, kenapa di targetkan, tabungannya saja tidak lebih dari 500 juta...!"
" Hmmm....kita tunggu laporan dari rekan kita, aku sudah memintanya menyelidiki keadaannya sekarang!"
"okey...!"
Setelah mereka menunggu 45 menit masuklah email .
__ADS_1
"Mereka adalah orang yang di tekan untuk kesaksian palsu, namun mereka menolak!"
" Orang ini tidak bisa di bunuh!"
" Kirimkan Voice note pada Yesa...!"
...****************...
"Mereka mengirim pesan suara !"
" Mana?" Zero menarik tangan Yesa dan menciumnya .
" Apa yang kau lakukan?"
" diam saja...!" Zero mendengarkan pesan suara yang sangat pelan itu dari cincin Yesa.
" Kita tidak boleh membunuh keluarga di daftar pertama!"
" Mana bisa begitu, kita diikuti pastinya, jik kita menyelamatkan mereka maka sama saja Dengan kita bunuh diri!"
" Tenang, tenang...waktu tersisa hanya tinggal 10 menit, diamlah biarkan aku berpikir sejenak!"
" berpikirlah, kita masih harus mengintai Target, kita hanya memiliki waktu 6 jam untuk mengintai dan membunuh eh Tinggal 5 jam lagi... seharusnya kita bunuh saja....semua maka aman!"
" Tidak Panglima meminta untuk tidak membunuh orang yang tidak bersalah!"
" Lalu bagaimana??"
" Ah... aku punya ide..., seharusnya aku membawanya !" Zero mencari - cari di bag bawaanya.
" Ahhhh ini ini... melempar 2 pistol pada Yesa!"
" Kau memberiku pistol untuk apa?, aku juga punya!"
" Ini bukan pistol biasa...tugasmu adalah menembak, aku akan menangkap korban... sebelum kau menembaknya!"
" Jadi sama saja kan dengan pistol ku??, aku kembalikan!"
" Letakkan pistolmu jika kau ingin menyelamatkan panglima dan Jendral!"
" Yaz baiklah...!"
mereka segera keluar dari mobil dan segera menyergap masuk ke dalam.
" Kita langsung tembak kan??"
" Tidak sandra anaknya dulu, aku yang akan menyandra!"
" Apaan terlalu lama, bunuh ya bunuh saja!"
"Diam lah...!,ayo cepat...!" Terlihat anak dari target keluar dari kamar, Zero segera menangkap dan berbisik di telinga anak itu,
" Nak, aku beritahu padamu jika ingin selamat, beritahu ayah dan ibumu setelah ditembak kalian harus berpura-pura mati!"
" Hnnnmmm, hmmmmm....!"
" Sekarang merontalah dan aku akan melepasmu lari ke kamar orang tuamu bisikan padanya apa yang ku pinta!"
anak itu meronta - ronta, dan terlepas anak itu berlari menuju kamar kedua orang tuanya, dan berbisik pada kedua orangtuanya.
Yesa pun segera masuk ke kamar itu.
" Wah, kalian memudahkanku....1 doooorrrr!"
" Aachhhhhh tolong....
"2 dorrrr !"
" Ayah ,ibu...!"
"3 Dorrrrrrr, misi selesai!"
" aku akan mengecek mereka sudah mati apa belum!" Zero mendekati korban yang telah ditembak itu.
" Sebaiknya kalian tetap terbaring sampai kami memasukan dalam karung dan mobil, kami akan membuangmu ke dalam hutan, nantinya dan akan ada orang yang menyelamatkan kalian" Bisik zero.
" Sudah mati, masukan ke dalam karung!"
Satu keluarga itu di masukan ke dalam karung dan dibawa ke tengah hutan.
__ADS_1
" Apa sudah dapat gambarnya?"
" Sudah, ...!"
" Kita lapor pada bos!"
Pengikut itu pun segera pergi meninggalkan Zero dan Yesa .
"Sudah aman??"
" Sudah... lepaskan mereka!"
" ha??, mereka akan mati jika tidak di obati!"
" Memangnya mereka terluka??"
" Kau ini bagaimana apa kau buta?, darah mereka bercucuran!"
" Kau yakin bercucuran?, bukankah itu hanya noda??"
" Apa noda??" Yesa segera membuka karung dan ternyata keluarga itu masih hidup.
" Kenapa begini??"
" Yaz yang kau pakai itu senjata untuk latihan, itu hanya akan menembakan pewarna pada tubuh, itu rancangan Panglima, untung itu slalu ku bawa!"
" kenapa kau tidak bilang dari awal,membuat kaget saja!"
" Jika aku mengatakan dari awal makan aktingmu tidak akan natural!"
" Menyebalkan...!"
" kalian bawa ini untuk melindungi diri dari hewan buas, tinggal dihutan lebih aman untuk saat ini, nanti akan ada orang ku menjemput kalian, lihat kode ini pada alis mata kanan, itu berarti orang ku, sementara menurut lah, jika semua beres kau akan di kembalikan ke rumah mu!"
" Tuan apa kalian orang Panglima?"
" Tidak usah banyak bertanya, urus diri kalian sendiri sampai bantuan datang, kami masih ada urusan!"
" Baik terimakasih tuan!"
" Ayo Yesa kita pergi!"
satu keluarga itu saling berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain.
" Yesa bagaimana dengan informasi target selanjutnya?" tanya Zero.
" Bunuh 2 orang, anak pertama dan ayahnya...Sisanya selamatkan!" ujar Yesa yang sudah membaca informasi dari Dex.
"oh ...oke...!"
" Apakah terkejar?"
" Tenanglah...bukankah mereka sudah pergi?"
" Lalu bagaimana melaporkannya?"
"aku yakin mereka memberikan pelacak pada kita, kita hanya perlu sampai di semua lokasi tepat pada waktunya, laporannya menyusul saja!"
" oh baiklah!"
Setelah Mereka menyelesaikan misinya sesuai arahan Jack Dan Dex.
mereka beristirahat di lokasi terakhir selama 2 Jam beri mereka kembali untuk melapor pada Tom.
setelah selesai melapor mereka bergegas ke tempat Panglima.
" Aku merasa semua janggal, kenapa semudah itu?, jika terjadi sesuatu maka katakan pada Jimmie untuk segera menumpas akarnya, jika memang tidak ada jalan maka selamatkan keluargaku dan Jendral...!"
"Panglima di mananya yang Janggal??"
" Segera kirimkan pesanku pada Jimmie ...!, segera bawa semua keluarga ku dan Jendral bersembunyi Tidak terkecuali mertuaku, jika tidak istriku ,keluarga ku dan Jendral akan terlibat dalam kasus ini jika terlambat!,
" Baik kami segera lakukan!" Zero dan Yesa dengan buru - buru untuk segera mengirimkan pesan pada Jemmie .
" Yesa ...kau katakan pada nyonya jika semua keluarga Jendral dan Panglima harus bersembunyi tidak terkecuali ayahnya semua cepat suruh Dex dan Jack membantu segera tidak di tunda!"
" Baik ..!" Mereka pun segera membagi tugasnya .
Ada apa ini?, ada apa?, tapi aku harus segera memberitahu Nyonya.
__ADS_1
dalam hati Yesa .