
" sudah habis, panglima ingin minum apa?"
" air putih hangat!"
" oke segera datang!"
Tania segera memberikan minuman untuk panglima.
" oke, panglima bisa tidur!"
" kau kira aku babi, makan tidur?"
" oh, astaga maksud Tania ,istirahat! "
" langsung saja apa kau butuh bantuanku?"
"mmmmmm" sambil memainkan kedua telunjuknya.
" katakan apa yang bisa ku bantu?"
" Tania sudah berusaha mencarinya, tapi masih belum menemukannya, Tania harus segera menemukannya, jika terlalu lama di sini dan ayah tahu, maka ayah akan mengirimku ke luar negeri lagi!"
"Jika aku bisa membantumu menemukannya apa kau benar-benar akan menikahinya?"
" iya aku sangat menepati janjiku!"
" Bagaimana jika dia jelek?, atau dia sudah menikah?"
" Rupa bukan masalah untukku, tapi jika dia sudah menikah, aku berarti itu kesalahanku karna terlambat menemukannya!"
" Kau ini kenapa bodoh sekali, kau mengajak orang menikah, tidak mengingat nama bahkan rupanya!, apa yang membuatmu menyukainya?"
" Hmmmm, saat itu kakak itu benar-benar keren, tidak takut, dia juga Cerdas, dia baik hati, saat itu dia juga masih muda namun memiliki tekad kuat, untuk menyelamatkan kami para sandraan, aku memang bodoh, aku tak ingat rupa dan namanya!"
" apa kau yakin jika dia masih menunggumu? "
" Harus yakin dulu pokoknya!" Tania penuh semangat yang membara.
" siapapun itu yang kau cari, apakah kau tidak menyesalinya?"
" Tidak akan!" Jawab Tania tegas.
Tidak buruk, aku menunggu selama ini gadis kecil,
aku ingin tahu apa reaksimu jika kau tahu itu aku.
dalam hati Leon.
" jika yang kau cari itu aku, apa kau akan menerimanya?"
" apa?" Tania terkejut.
" aku tanya, kenapa kau seperti melihat setan?"
" bagaimana bisa itu Panglima, aduh panglima suka bercanda Ya?"
" haiiiis kau memang bodoh ,sudah lupakan saja, kau juga bukan dari keluarga biasa, mencari informasi untuk orang itu bukan hal yang sulit!"
" aku sudah mencaritahu sepertinya, informasi tentang 5 tahun lalu, tidak ada informasi apapun,ayah sepertinya menutup tentang kejadian tentangku 5 tahun yang lalu dengan rapat!"
masuk akal, bagaimana pun dia adalah anak seorang perwira, itu sangat konyol bisa menjadi sandraan, anak sendiri saja tidak bisa dilindunginya bagaimana melindungi negara.
dalam hati Leon.
" masalahnya hanya satu saja!"
" apa itu?"
" Kau bodoh!"
" hissssss, memang tidak akan pernah ada solusi ketika berbicara pada panglima! ,menyebalkan sekali!"
aduh manis sekali saat dia kesal.
dalam hati Leon.
" Ayahmu sangat pengecut!"
" kenapa kau memaki ayahku?"
__ADS_1
" itu kenyataanya, kau saja tidak akur dengan ayahmu! "
" sepertinya Panglima sedang membicarakan diri sendiri, bukankah panglima juga sama?"
Sial, dia pandai sekali membalikkan perkataan.
Leon sangat kesal.
" Baiklah, aku akan membantumu untuk memanggil semua nama Leon di sini besok, lalu kau bisa melihatnya!"
" tidak perlu, panglima hanya perlu memberikan data pribadi semua orang yang bernama Leon di sini untukku, aku hampir ketahuan ayahku, aku yakin ayahku pasti menempatkan mata-mata di sini, aku tidak bisa bergerak bebas lagi!"
" Wooow aku melewatkan tontonan menarik, Ayahmu bukan orang yang mudah di bodohi, bagaimana kau bisa lolos?"
" Jendral Petter yang membantuku, jadi aku selamat!"
Petter?, hei... apa yang dia pikirkan?, kenapa dia sangat senggang untuk mengurus masalah orang lain, ini bukan seperti Petter.
dalam hati Leon.
"ah, semakin menarik!, baiklah aku akan mengirim semua data pribadi orang yang bernama Leon di sini, jika tidak ada kau akan mencari kemana?"
" ke Distrik lain!"
Gadis ini terlalu bodoh, atau polos?
salam hati Leon.
" Okey sudah kembalilah!, untuk beristirahat setelah Apel siang akan ku kirim padamu data orang - orang yang kau minta!"
" Terimakasih Panglima selamat malam!" dengan hati yang girang Tania kembali ke kamarnya.
Leon segera mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.
" **Kirimkan data semua orang yang bernama Leon!"
" oh, baik apakah juga termasuk data Panglima? "
" Ya, sisipkan di bagian Terakhir!! "
" siap, laksankan**!"
panggilan pun berakhir...
dalam hati Leon yang tak sabaran.
keesokan harinya seperti biasa Tania dan Suzy menjalani kegiatan seperti biasanya sampai selesai.
DI LAPANGAN TEMBAK.
"Panglima, ini data yang anda minta!"
" Berikan pada Tania di paviliun ku!" pinta Leon.
" Baik, laksanakan!"
orang suruhan Leon segera melakukan apa yang di perintah Leon.
" apa kau sudah bosan bermain?" tanya Jendral Petter.
" sebenarnya belum, namun jika diteruskan itu akan tidak menarik, tapi sepertinya ada hal menarik untuk Jendral Petter! "
" apa yang kau katakan panglima? "
" kata Tania kau membantunya, lepas dari pengawasan ayahnya!"
" oh, jangan salah paham untuk itu, aku tidak ada maksud pada wanitamu!"
" apakah pada temannya?"
" astaga, apa yang kau bicarakan Panglima, aku hanya membantu karna dia wanitamu!"
" ah seperti itu?, tidak jadi menarik!"
DOOOOORRRRRRR
sambil menembak ke arah papan.
" keahlian menembak panglima memang tidak ada tandingannya!"
__ADS_1
" Aku tidak butuh pujianmu!"
" haiiisss menyebalkan!"
DOOOOORRRRRRR
Jendral Petter juga menembak ke arah papan.
" Yoooo, kau memang seorang Jendral, hmmmm apa yang terjadi saat aku tidak ada di sini?"
" wanitamu san temannya adalah perkara yang sulit!"
" ahahahah, apa mereka membuatmu pusing?"
" Mungkin tidak hanya pusing tapi juga Kesal sampai di dasar hati, apalagi temanya itu sangat lemah dan slalu membuat masalah!"
" ah, Jendralku sudah dibuat kesal sepertinya, apa aku perlu membalasnya? "
" mana berani, itu adalah sahabat wanitamu!"
" ahahahahahah, kau tertarik dengan sahabat Tania?"
" apa yang kau katakan, dia wanita lemah tidak cocok menjadi istri seorang Jendral!"
" Hati-hati jangan terlalu membenci!"
" Panglima hentikan ucapanmu, atau kita sebaiknya berduel !"
" Siapa takut?"
" kau masih terluka, nanti saja jika kau sudah membaik, aku tidak enak jika menang begitu saja!"
" Menang kepalamu, kau sudah berani meremehkanku!"
mereka berdua berdebat satu sama Lain.
Sementara di Paviliun Panglima.
Tania membaca berkas satu - satu yang di berikan pada orang panglima.
" Sial, ternyata banyak sekali nama Leon, katanya ada 15, ini ada puluhan, apa panglima sedang mengerjaiku?"
" hahahahah, aduh cobaan ini berat, aku bantu boleh?" tanya Suzy.
" Tidak aku harus melihatnya sendiri, aku tidak percaya padamu!"
" ini sudah 30 lembar, masih ada berapa?"
"entah!" Tania tetap fokus membaca satu persatu lembaran yang ada.
1 jam kemudian...
" Haduh, aku pusing!" Tania bangkit dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman.
" aku bantu ya!"
" Tidak!" tegas Tania.
" Okey!, kau sudah sangat berusaha keras semoga hasilnya memuaskan!"
Tania kembali membaca lembaran yang tersisa.
" Leon Zang?, aku tidak asing dengan nama ini!" ujar Tania mengingat.
" aha apa dia yang kau cari?" Suzy mengambil lembaran terakhir dari tangan Tania, dan membuka ke lembaran lain.
" Bukankah, ini mirip panglima?"
" apa?" Tania merebut kembali lembaran dari tangan Suzy.
" ah, ini panglima Zang? , dia juga bernama Leon? "
" wahhhh, kau bahkan tidak tahu jika orang terdekatmu bernama Leon! "
" Tunggu, berapa usianya?" Tania dan Suzy membaca lebih teliti lagi
"27 Tahun!" Suzy san Tania serempak dan saling berpandangan.
Bersambung...
__ADS_1
Author
LIKE DAN KOMENYA YA..