DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
83. Waktu Indah


__ADS_3

" apa yang kau lamunkan sayang? "


" tidak sayang, terimakasih karna hatimu masih sama!"


" Kau khawatir aku akan berpaling darimu, karna keadaanmu yang sekarang? "


" Ya tadinya aku berpikir bahwa Panglima akan berubah!"


" husssssssssttttt, aku tidak suka dengan perkataanmu itu sayang tak usah kau lanjutkan!"


" baik aku diam!"


"hehehe, kok ngambek?"


" aku hanya menyampaikan rasa khawatirku ,masa tidak boleh?"


" itu namanya kau masih meragukanku!"


" tidaklah...!"


" Iyalah, aku kira kau adalah orang yang paling mengerti semuanya tentang diriku, aku salah, rupanya calon istriku ini sama sekali tidak mengerti ku!"


" namanya juga masih dalam keadaan seperti ini ,siapa yang tidak down?"


" Iya sudah, seharusnya aku tak perlu mengatakan hal ini beruang kali, karna aku bukan orang yang mudah berubah pikiran!"


" mmmm, maaf karna aku sangat takut kehilanganmu Panglima! "


" Bagus, jika kau punya rasa takut, tapi kau harus tahu bahwa kapan pun itu kau memang harus siap kehilanganku!, meskipun aku bukan seorang panglima. bukan berarti kau tidak akan kehilanganku jika Tuhan sudah ingin memanggilku!"


" mmm, aku tahu Panglima...! "


" Iya...aku seorang panglima tidak akan mengingkari janjiku, entah apa yang akan terjadi padamu aku akan tetap sama, tidak akan berubah!"


" maka aku percaya! "


" Jadi jangan menanyakan hal konyol lagi ,mengerti? "


" Ya, Panglima aku mengerti! "


" Ayo kita ke depan menikmati suasana malam di pinggir pantai, aku sudah menyiapkan pesta berbeqeu untukmu !"


" Waaaaa, mauuuuuuuu.....!"


" Ayo sini naik, biar aku gendong di punggung!" Panglima berjongkok , Tania pun segera mengakungkan ke dua tanganya ke leher Panglima.


" wah, sepertinya berat badanmu naik ya?"


ujar Panglima menggoda.


" apa berat?"


" hmmm lumayan sayang masih cukup nyaman untuk dipeluk kok!"


" heheheheh, sayang jalan-jalan di pinggir sana yuk!"


" Okey, ....mau lari atau jalan sayang?"


" Lariiiiiiiii!" Jawab Tania bersemangat.


" Oke, pegangan yang kuat ya, aku akan membawamu lari samapai ke sana!"


" Ya, Ayo Panglima kau yang paling hebat, aku siap!" Tania mengeratkan pegangannya.


" satu, dua , tigaaaaaaaaaaaaa....lariiii!" Panglima membawa Tania berlari.


" Waaaaaaaaaaa...Panglima lebih cepat lagi!"


" Oke, lebih cepat! " menambah kecepatan berlari.


" Yeaaaaaa, waa.....Panglima luar biasa, ...kita sampai Yea!"


" huuuuuh, apa kau puas?, atau mau lagi?" sambil ngos-ngosan


" Puas puas, lihat saja jika nanti aku sudah bisa berjalan aku akan menantang Panglima lomba Lari!"


" kau harus memegang janjimu itu ya!"


" Ya, pasti....!"


" Ya sudah kita kembali ya, kita makan malam ,kita berpesta !"


" Okey,.....!"

__ADS_1


" Pegangan lagi aku akan membawamu lari lagi!"


" Ya.... mauuuuu , satuuuuu, duaaa ,tiiiigaaaaaaa lari Panglima! " Teriak Tania kegirangan.


Syukurlah kau bisa melepas beban penat mu sekarang, aku akan melakukan apapun itu selagi itu membuatmu bahagia.


dalam hati Panglima.


" Sampai yea....Panglima kau sungguh setrong!"


" oh jelas itu tidak bisa dipungkiri, sekarang duduklah aku akan menyiapkan makan malamnya!"



" Sayang kau pandai memasak!"


" Tentu saja, semua juga pakai belajar sayang tidak ada orang lahir langsung bisa masak!"


" Heheh, iya butuh proses dan kesabaran ekstra aku berapa kali hampir menyerah belajar, akhirnya aku berhasil dan membawakan masakan untuk ibu!"


" Wah curang sekali, ibu yang lebih dulu memncoba masakanmu!"


" hehehe, nanti aku masakan beberapa menu yang sudah berhasil ku pelajari dari bibi Chu!"


" kau untuk sementara tidak usah memikirkan itu sayang, berusahalah untuk bisa pulih setelah itu kau bebas melakukan apapun!"


" dimengerti Panglima! "


" Bagus.... oke sabar ya sebentar lagi selesai!"


" Siap komandan!!!"


Semua pun selesai di panggang, Leon segera membawa hasil panggangan pada Tania.


" Ayo, kita nikmati malam ini dengan bahagia sayang!"


" Waaaaaaa ini terlihat sangat Lezat, aku makan duluan!"


Tania segera menyantap masakan Leon.


"eh tung..."


" owwwwww woooo wooo panas, ssssssss...!"


" huhuhu, sseeehhhh sakit....huhuhuhu...!"


" Coba lihat, julurkan lidahmu!"


" wleeeeeeeeeee.....!"


" mmmm, tak apa tak lecet pun,...untungnya lidahmu kebal!"


" kebal apanya?, huuuuuu....!"


" hehehe, apa mau ku obati?"


" mana bisa?"


" Bisa dong....!, tutup matamu...!"


" apa?, kenapa harus tutup mata?"


" sudah tutup saja!"


Tania pun menurut menutup kedua matanya, Leon sudah tersenyum nakal, tanpa membuang kesempatan, terjadia peraduan kedua bibir insan itu.


Tania terkejut,


rupanya Panglimanya sedang mencuri kesempatan saat musibah menimpanya.


" Ah...jahat sekali!"


" siapa?"


" Panglima! "


" kok Jahat?, aku sedang mengobatimu!"


" mana ada seperti itu, itu namanya mengambil ke untung an dari orang yang terkena musibah!"


" heiiii mana ada seperti itu?"


" ada itu kau panglima kejam!" sambil melahap makanan .

__ADS_1


" buktinya kau sudah baikan, berarti pengobatanku berhasil!"


" mana ada, berhasil?"


" itu kau bisa makan dengan lahapnya!"


"uhukkk uhukkk...!"


"pelan-pelan lah kalau makan, tidak ada yang berebut dengan mu!" sambil menepuk punggung Tania.


" Panglima kau hampir membuatku mati tersedak!"


" Hahahahah, kau saja yang tidak hati-hati.... hemmm niatnya ingin menikmati malam romantis tapi sayang sekali yang diajak romantis terlalu kaku!"


"hiiiii h siapa yang kaku?"


"Tania namanya....!"


" siapa itu aku tidak kenal?"


" jangan kenal, dia anak nakal, susah dibilangin, Sebentar-bentar marah, galak pun juga!"


" wah, Tania sangat terlihat buruk dihadapan Panglima ya!"


" Iya dia yang terburuk dari yang paling buruk pokoknya!"


" Apa?, parah sekali dia memang ya, ya sudah cari yang lain saja sana!, jangan dengan Tania yang buruk itu!"


" Eh marah?"


" siapa marah!" sambil tetap mengunyah makanan


" luar biasa hanya dirimu saat kesal masih punya selera makan !"


" biar saja, kesal pada orang juga butuh tenaga ekstra, apalagi tak berdaya untuk melawan!"


" hmmmmmm,....tenanglah meskipun seperti itu dia satu-satunya wanita yang membuat seorang Panglima jatuh hati padanya, apapun yang dilakukan selalu bisa diterima oleh panglima!"


" Aku tidak dengar bisa diulangi?" Karna terlalu fokus makan .


" Haisss...sulit sekali mendapatkan Feel romantis denganmu sayang!"


" jangan salahkan aku, karna otakku sepertinya sedang dalam perbaikan juga sayang!"


" hahahahahhahah, lalu aku harus menyalahkan siapa?"


" salahkan pada panggangan itu karna panas! "


" hahahahah, sudahlah, apa kau sudah puas makan?"


" nyimm mmmmm miimm mommm nummm inmmm bimmmm"


"?????" Leon sedang mencoba mencerna perkataan Tania yang mulutnya dipenuhi makanan


" hahahahahahhahahhahahhahah,hahahahahha"


Leon tertawa lepas melihat mulut Tania seperti bebek yang penuh dengan makanan


" sayang, pelan-pelan semua untukmu, dan jangan berbicara saat makan, oke?"


" Imenmmmmommmm.,...emmmm, nommmmm"


masih berusaha berbicara.


" kau sangat menggemaskan, Aku hanya ingin melihat mu slalu seperti ini slalu ceria dalam keadaan apapun!"


Tania segera menelan makananya,...


" mmmm, terimakasih jika menggemaskan kan memang sudah takdirku Panglima! "


" iya takdirmu luar biasa!"


" hahahahahah, Panglima memang yang terbaik peluuuukkk!" merentangkan tanganya


Leon pun langsung mendekap Tania tanpa basa basi,


***hehe, sifat kekanakanya yang tidak pernah membuatku bosan...


Bersambung...


Author


Like dan komen jangan lupa ya guys

__ADS_1


terimakasih***


__ADS_2