
" Astaga aku sangat terkejut dengan istri Panglima, dia terlihat lemah dan biasa saja, tak disangka sangat menakutkan!" Gumam Yesa masih sangat terkesan dengan Tantan.
cengkling...
" Oh ada perintah!"
Besok eksekusi Daftar orang yang sudah ku kirimkan ...
Yesa melihat daftar orang yang akan dia eksekusi besok,
" Siapa mereka?, aku bahkan tidak tahu kesalahan mereka apa?, kenapa harus di eksekusi, sepertinya aku harus melaporkan ini pada nyonya terlebih dahulu!"
Yesa segera mengirim pesan pada Zero, untuk melaporkan semua yang akan dilakukannya.
Zero segera memberikan daftar itu pada Jack dan Dex.
Dikediaman Ria,
" Ada berapa orang yang harus di eksekusi?"
tanya Tantan.
" 17 orang!"
" siapa mereka?"
" Mereka terdiri dari para pejabat tingkat 1 mereka orang lama, mereka tidak melakukan pelanggaran apapun dalam pekerjaannya selama ini!" Dex mengorek informasi dengan jelas
" kenapa harus dieksekusi?"
ujar Jack.
" 17 orang ini apa berkawan?"
" hmmm, tidak juga karena mereka dari departemen yang berbeda-beda!"
" Oh...cukup membingungkan!"
" Ya bisa saja mereka ingin menyingkirkan orang - orang lama dan menggantikan dengan yang baru!"
" Pertanyaan adalah kenapa harus dibunuh?, melengserkan itu bukan hal sulit apalagi keadaan semacam ini!" ujar Tantan berpikir
" Lalu bagaimana?"
" pasti ada tunas dibelakang mereka!"
" Apa tunas??"
" Coba selidiki keturunan atau keluarga dari orang - orang ini, jika mereka ada yang baru memasuki ranah panas ini berarti tebang tanam!"
Jack dan Dex menggaruk kepala, bagaimana bisa orang di perumpamakan pepohonan.
" Ah, benar 5 dari orang ini anaknya baru masuk , dan 12 nya kerabat, adik dan juga keponakan begitu yang tercantum!"
" Pasti mereka masuk jalur tidak sehat, selidiki lagi apakah 17 orang ini ada hubungannya dalam perkrutan tunasnya itu, jika mereka memasukan tunasnya dengan jalur kusus, biarkan dieksekusi, namun jika tunasnya sendiri yang berjalan, selamatkan!"
" aku butuh waktu Tantan untuk mencari hal itu!"
" Berapa jam? ,besok mereka dieksekusi lo!"
" 3 jam lah...!"
" Masih ada waktu lakukan bang!"
" Kau istirahatlah...Tantan sayangi tubuhmu dan janinmu!" Ujar Jack menasehati.
" Baiklah tadi aku mau tidur tapi tidak jadi karena pesan dadakan dari Yesa!"
" Sekarang kembalilah, kami akan selesaikan sisanya!"
" Ehmmm...!" Tantan pun kembali lagi ke kamarnya.
" Sayang, kau harus banyak istirahat...jangan seperti ini!" Maya sangat mencemaskan menantunya.
" Iya ibu, maafkan aku yang sudah membuat ibu khawatir!"
" Mau bagaimana lagi, keadaannya seperti ini, ibu hanya bisa membantu mendoakan saja nak!"
" Terimakasih ibu, ayo kita beristirahat!"
Mereka pun kembali pada tempat tidur nya masing-masing.
...----------------...
" Yesa, kau hanya boleh mengeksekusi 7 orang ini sisanya serahkan padaku, aku akan melindungi mereka!"
Zero memberikan daftar nama yang sudah di sortir oleh Jack dan Dex.
__ADS_1
" Baiklah, aku mengerti...!"
mereka pergi bersama mendatangi satu persatu targetnya.
" orang - orang ini menghalalkan segala cara, sangat mengerikan!"
" Kita selamatkan 10 orang ini dulu atau bunuh dulu?" tanya Yesa.
" bunuh dulu, kemudian ambil gambarnya, tanpa bukti mereka tidak akan percaya dengan kita....lagian siapa tahu ada mata-mata mengikutimu atau tidak kita tidak tahu!"
"Benar juga!"
keduanya bekerja sama untuk membunuh dan menyelamatkan orang-orang yang sudah di targetkan.
" Hebat sekali kau memancing targetmu ke tempat yang sepi...!"
" Aku semalaman mencari tahu kegiatan orang- orang ini sehari-hari jadi aku tahu di saat tepat untuk membunuhnya!"
" Kau adalah buronan negara, hahaha...!"
" Aku tidak takut masuk penjara!"
" Lalu apa yang kau takutkan?"
" Aku hanya takut kehilangan keluargaku!"
" Hmmm, mereka sudah aman, sekarang kita lanjutkan misi kita!"
" Ehmm...!"
mereka menuju ke satu persatu target yang akan di selamatkan nya,
" Tuan, nona...apa yang kalian inginkan, saya orang bersih saya tidak ingin terlibat hal yang kotor, bila anda meminta saya untuk menghianati rakyat, maka lebih baik bunuh saya!"
" Tuan, kami justru ingin menyelamatkan anda, bukankah keponakan anda baru dalam jajaran generasi baru?"
" benar, sayang sekali dia akan mati muda!"
" Kenapa?"
" Dia naik jabatan dengan jalur tidak resmi, dia berada di pihak penghianat !'
" Tuan nona, bisakah menolong keponakan saya, dia hanya anak muda yang terlalu berambisi besar, saya tidak tahu jika dia lolos dengan cara kotor!"
"Dia sudah memilih takdirnya sendiri!"
" Maafkan kami, kami tidak bisa menolongnya karna dia sudah masuk dalam genggaman Tom!"
" Kalau begitu bunuh saya juga tuan nona, dia adalah keponakanku yang aku rawat sejak kecil, ayah ibunya meninggal saat dia masih sangat kecil, tidak bisakah kau menolong anak malang itu!"
Boookkkkkkk
Yesa memukul bagian belakang orang tua itu hingga pingsan.
" Kau sangat kejam!"
" Waktu kita tidak banyak, urus dia dengan cepat!"
Setelah semua orang yang di selamatkan sudah terkumpul, Zero membawa mereka masuk ke dalam hutan yang sangat dalam, tidak ada yang bisa keluar dari sana. tanpa Zero, karena hutan itu masih sangat asri ,dan banyak binatang buas berkeliaran.
" Kalian, menetaplah di sini, sampai semua terkendali, kalian akan di layani dengan baik tidak kurang sesuatu apapun!"
" Tuan, bagaimana dengan anak dan istri saya?"
" Dalam perjalanan, tenanglah kalian akan berkumpul, setelah semua membaik kami akan menjemput kalian lagi!"
" Terimakasih tuan!"
" Yesa...!"
" Kakak, kau juga tinggal di sini?, apa kakak tidur dan makan dengan baik?"
" Sangat baik, di dalam sana sangat luas, seperti perkampungan banyak orang banyak taman bermain, kau harus menjaga dirimu dengan baik Yesa!"
" Iya kak, aku tahu...!"
" Ayo Yesa, kita kembali ke kota!"
" oke!" Yesa menurut saja karena dia merasa lega,
" apa kau sudah lega?"
" Ya, aku sangat lega...! , siapa yang menemukan tempat itu?"
" Aku, ...!"
" Ah, pantas saja, kau kan orang pedalaman!"
__ADS_1
" Ya, benar tapi tempat itu dijadikan Panglima bascamp prajurit bayangannya, orang biasa jika masuk tidak akan bisa keluar, jika keluar maka tidak akan bisa masuk lagi!"
" Sangat misterius...!"
" Jika sampai panglima tidak di bebaskan maka, kami akan menghancurkan negara ini menjadi abu!"
" Kau akan menyakiti orang tidak bersalah...!"
" Kata panglima, jika bangsa kita tidak bisa membedakan mana yang benar mana yang tidak, maka siap - siap hancur!"
" Saat ini masyarakat masih sedikit bimbang, mana yang benar dan mana yang tidak!"
" mereka yang mudah ditipu biar rugi sendiri...!"
" baiklah, sepertinya sudah mendapat sedikit titik terang, kita sudah mengumpulkan banyak bukti bukan?"
" tetap tunggu Panglima memberi arahan, karena panglima ingin menangkap semuanya tanpa tersisa satu manusia pun!"
" bagaimana bisa kita tidak akan mampu menumpas tuntas semua, bagaimana dengan tunas - tunas kecil, bibit - bibit yang akan tumbuh!"
" kita lihat saja, bagaimana rencana nyonya dan Panglima nanti!"
" Aku sangat penasaran, sekarang aku turun di sini aku akan melaporkan pada Tom jika sudah menyelesaikan tugasku!"
" oke,hati - hati ...!"
Saatnya melaporkan pada Panglima, dan meminta arahan lagi
dalam hati Zero.
...----------------...
Markas Tom,
" Yosi, ...!"
" Iya tuan!"
" Lanjutkan misimu...jika mereka gagal bunuh satu keluarganya!"
" Baik tuan!"
Membunuh lagi?
dalam hati Yesa tak habis pikir, dia belum sempat melaporkan, tapi sudah mendapat tugas lagi.
" Tolong, tuan...saya akan mencoba lagi dengan baik!"
" Bawa dia pergi dan bunuh!"
**Begini terus...membuatku sangat bosan, Bos tom rupanya tidak berani menyerang secara terang - terangan pada Panglima, jika begini terus maka orang yang berjiwa tamak akan cepat habis sebelum bertobat dalam hati Yesa
Doooooorrrr**...
Yesa membunuh dengan pikiran kemana - mana
" Aaghhh ampunnn!"
" Yosi ada apa denganmu?"
" Maaf, aku belum makan bos!" ujar Yosi mencari Alibi.
Doooooorrrr
tepat sasaran dan langsung mati.
" Dasar, ini alamat keluarganya habisi!"
asisten Tom memberikan secerca kertas .
" Baik bos!"
Ah, aku harus merepotkan Zero lagi,
dalam hati Yesa.
" Oh ya..Yos...tunggu aku akan memberikan imabalanya sekalian, tunggu aku berbicara pada tuan dulu!"
" Ya bos!"
Asisten itu pun masuk ke dalam, dengan perlahan Yesa mendekat untuk mencuri dengar pembicaraan keduanya.
" Apa??"
Dan Yesa sangat terkejut dengan pembicaraan keduanya...
maaf bersambung dulu ya bestieeeee
__ADS_1