DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
189. Identitas kedua


__ADS_3

" Yosi apa berhubungan dengan orang luar?"


" Benar...tuan!"


" Biarkan dia selesaikan urusan ini setelah selesai beri imbalan lalu bunuh!"


" Tapi saya tidak tahu orang luar itu berbahaya atau tidak untuk kita!"


" Habisi keduanya sekaligus!"


mendengar hal itu Yesa sangat terkejut,


namun dia tetap berusaha menunjukkan ekspresi seolah tidak tahu apa-apa.


" Yos...ini imbalanmu...setelah tugasmu selesai kami tidak ada urusan lagi denganmu!" Ujar Asisten Tom.


Yesa segera menerima uang yang di berikan oleh Asisten itu .


" Apa aku sudah tidak dibutuhkan lagi tuan?"


" Ya,...kerja sama kita cukup sampai di sini!, terimakasih atas pengabdianmu!"


" Oh, baik...jika begitu saya akan segera menyelesaikan tugas terakhir saya!"


Yesa pun segera pergi meninggalkan Markas Tom,


Sialan, sudah memakai jasaku begitu lama, seenaknya saja main bunuh, untung aku bertemu Zero, dan sudah mendapatkan tuan baru, pembunuhnya pasti sudah mengikuti ku sejak tadi, sebaiknya aku pergi ke tempat yang ramai - ramai dulu, sambil memberitahu Zero jika kita sudah di targetkan.


Yesa segera mengirim pesan pada Zero, dan memperingati agar Zero tidak dekat -dekat padanya lebih dulu karena mereka berdua sudah di targetkan.


Namun Tak lama Zero pun sudah muncul di hadapan Yesa.


" Bodoh, bodoh...apa yang kau lakukan di sini?"


" Menemuimulah...!"


" Cepat pergi, kita sudah akan di bunuh, kenapa kau malah datang?"


" Aku sudah membereskan pembunuhnya, ternyata Kau sangat di pandang tinggi,Tom mengirin 8 orang penembak jitu untukmu!, namun sayangnya mereka tidak mengerti strategi mengintai mangsa!"


" Apa sudah dibereskan?, sejak kapan?"


" 2 jam yang lalu...!"


" Lalu???"


" Lalu ikut denganku...!" Zero menarik Yesa menuju toilet.


" Hei kau mau apa?"


" Kata nyonya kau tidak berguna, baru di jadikan bagian Informan sudah gugur!"


" Ah, benar...aku malu bertemu nyonya !"


" Kata nyonya, Kaum Informannya sudah gugur, tapi dia masih memiliki Yesa, cepat ganti pakaianmu dan temui nyonya!" Zero memberikan pakaian wanita yang di buat oleh Maya.


setelah selesai berganti pakaian Yesa pun keluar,


Wah gila, cantik sekali


dalam hati Zero.


" Lalu bagaimana selanjutnya?"


" mana pakaian lamamu?"


" Ini!" memberikan pakaian lamanya.


" Hari Ini pembunuh bayaran Yosi sudah resmi gugur, sisanya serahkan padaku...kau cepat temui nyonya untuk mendapat tugas selanjutnya!"


" Baik....apa kau tidak ikut ke tempat nyonya?"


" Nanti aku akan menyusul...!"


Zero segera pergi ke tempat para pembunuh yang sudah di lenyapkannya tanpa sisa. Dia mengganti 2 orang mayat pembunuh itu dengan pakainya dan pakaian Yesa, kemudian mengirimkan mayat itu ke pintu Markas Tom.

__ADS_1


" Tuan, Yosi dan rekannya sudah di bunuh...!'


" Kau sudah lihat dengan jelas apakah itu sungguh Yosi dan rekannya?"


" Sudah Tuan...!"


" Bagus...kita tidak boleh lengah sedikit saja, kau cari seorang pembunuh lagi untukku,harus lebih baik dari Yosi...untuk membunuh Yosi aku sudah mengeluarkan banyak uang...aku harap orang selanjutnya tidak mengecewakan!"


" Ya...Tuan akan saya lakukan!"


Asisten itu segera menemui penembak jitu yang mengantar kedua mayat pada Asisten Tom sebut saja dia Andre.


" Kau ini upahmu...!" Melempar amplop tebal pada pemuda yang masih berdiri di depan gerbang Markas.


" Tuan, apakah ada perintah lain?"


" Carikan aku seorang yang ahli dalam membunuh!"


" Apkahan harus laki - laki?"


" Tidak , kau tahu pasti keahlian targetmu hari ini ,cari yang lebih hebat darinya!"


" Saya akan mengirimkan orangnya untuk Tuan Uji, dalam waktu 3 hari...jika tidak cocok dibunuh saja bagaimana?"


" Oke setuju, ini uang mukanya!"


pemuda yang tak lain adalah Zero yang sedang menyamar itu segera mengambil upahnya dan segera pergi dengan kilat.


Andre, melihat ke arah kedua mayat itu... Andre tidak menaruh curiga pada mayatnya karna pakaiannya sama dengan Pakaian Yosi saat keluar meninggalkan Markas.


Tuah Tom sangat mengerikan, mungkin bisa saja besok aku yang menjadi Yosi.


dalam hati Andre yang kini sekarang mulai was - was dengan tuannya sendiri.


...----------------...


Zero segera menuju kediaman Ria, dengan membawa uang pemberian Andre tadi.


Aku dengar nyonya sangat menyukai uang, dia pasti senang aku membawa setumpuk uang cuma - cuma ini padanya


" Zero apa yang ada di tanganmu?" tanya Tantan


" Ini adalah uang, ...!"


" Uang??"


" Iya benar ini untuk nyonya...ini seharusnya upah para penembak jitu itu...dan yang ini uang muka, untuk merekrut orang baru pengganti Yosi!"


" Aku tahu maksudmu Zero... terimakasih uangnya aku terima dengan lapang dada dan dengan kesungguhan hati, kau bisa membawa Yesa, dengan identitas barunya menghadap Tom!" sambil menghitung tumpukan uang dengan sangat senang.


" Nyonya, kau ingin mengirimku seperti ini? pada Tom?"


" Ah, karena Yosi Gugur, maka Yesa boleh maju !, jika kau bisa berada di dekat Tom 24 jam itu lebih baik!"


"itu berarti aku tidak bisa mengirim pesan pada nyonya!"


" Bisa, nanti abangku akan memberimu benda ajaib hehehe...ini untuk Yesa, ini untuk Zero...!"


" Wah, nyonya tidak usah itu untuk nyonya saja!"


" Jangan menolak, atau jangan panggil aku nyonya kalian lagi!"


" Baik nyonya terimakasih!" Zero mengambil bagiannya namun Yesa masih belum mengambil bagiannya.


" Apa kau tidak mau Yesa??"


" Nyonya saya terima uangnya, tapi bolehkan itu di berikan pada kakak dan keponakkan saya!"


" Kau titipkan pada Zero jika itu...!"


" Terimakasih nyonya...!"


" Zero jika nanti dapat upah selanjutnya ambil dan bagi dua dengan Yesa ya!"


" Baik nyonya... terimakasih!'

__ADS_1


" Tidak tidaka itu memang bagian kalian bukan, itu uang kalian!"


Astaga, nyonya ku sangat materialistis tapi tidak pelit dalam hati Yesa.


" Yesa, kau akan di dandani oleh Ibu dan sahabatku saat nanti akan dibawa ke tempat tom!"


" Baik!"


apa aku ini dijual oleh nyonya.???


dalam hati Yesa.


" Aku tidak menjualmu...kau hanya perlu tampi berani saja jika Tom macam - macam kau hanya perlu tegaskan dengan senjatamu bahwa kau hanya dibayar untuk membunuh saja, jika diperintahkan lebih maka gunakan senjatamu untuk menolak!"


" saya mengerti nyonya!"


Nyonya bisa membaca pikiranku, aku malu sekali dalam hati Yesa.


" Bagus ...Zero, bagaimana perkembangan Nisa?"


" Dia masih belajar ketahanan Fisik nyonya!"


" Ajarkan dia serangan - serangan jarak dekat, bagaimana dengan kemampuannya?"


" Sebenarnya lemah tapi , semangatnya liar biasa dia tidak pernah menyerah dalam kelelahan!"


" Bagus itu yang di cari!"


" Benar nyonya...!"


" Lalu kapan Panglima akan bertindak Zero?"


" Panglima masih memperhitungkan langkahnya, namun itu masih membutuhkan bantuan nyonya!"


" Kalau begitu kita hana bisa memulai dari Yesa!"


" Aku??"


" Ya semua bergantung padamu...jaga dirimu dan jaga kepercayaan Tom padamu!"


" Oh baik Nyonya saya mengerti...!"


" Yakin mengerti?"


"Ya....!"


" Baiklah....abangku akan mengajarimu cara berkomunikasi yang baik dan benar tanpa resiko ketahuan...."


"Nyonya kenapa anda tidak memakainya dengan Panglima itu memudahkan bukan?"


" Di dalam Penjara militer jangan kau samakan dengan di Luar Yesa...!"


" Oh maafkan saya!"


" Kau ini kenapa mengajari nyonya!" sahut Zero kesal.


" Maaf ....!"


" Tidak apa, santai saja berpendapat sangat boleh!"


" Terimakasih nyonya....!"


" Kau bisa ikut abangku Jack dan Dex mulai dari sekarang, nanti Zero akan menjemputmu bila waktunya tiba...!"


" Baik!"


" Nyonya, jika begitu Zero pamit undur diri!"


" Baik Zero... terimakasih untuk hari ini!"


" Sama - sama nyonya...!"


Zero menghilang dengan sekejap.


" Kau bisa beristirahat di kamarmu Yesa, aku lelah aku juga ingin istirahat!" Tantan memegangi kepalanya yang akhir -akhir ini terasa sangat berat.

__ADS_1


__ADS_2