DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
142. Bukti


__ADS_3

"Dorrrr!!"


" Aaman Panglima!" Ujar Tantan meringis, Tantan segera merangkak mengambil senjata pada musuh yang sudah gugur, Dan mengalungkan pada tubuhnya.


" woooooo berat sekali!" Tantan langsung terbungkuk karna keberatan.


" Ahahahahaj!" Jimmie menertawakan Tania.


Dex, Jack dan Jendral keheranan dengan tingkah Jimmie dan Tantan,


" ini adalah peperangan yang sangat kacau!" Gumam Jendral Petter.


Mereka bertempur sampai titik penghabisan.


perang selama 7 Jam pun berakhir kemenangan ditangan Pasukan tempur Panglima.


" sudah habis???" Tania merasa kecewa.


Tak lama micle pun datang bersama gerombolan anjing Hutan yang membawa bagian - bagian tubuh yang sudah mereka cabik - cabik.


" Wooooooo, woooo menjijikan sekali!" Tantan merasa.mual.


" Micle bawa pergi!" perintah panglima.


Micle membawa pergi dengan segera.


" Wueeeeeg...!" Tania muntah - muntah


" Miclle ...bagaimana dia bisa membedakan lawan kita?"


" Tanya Tania heran!"


" Tahulah...naluri Hewan tidak pernah salah!, dan lagi dia tidak bertempur sekali dua kali bersama kami, 10 tahun lebih!"


" Wah aku iri dengan micel, dia sudah lebih lama tinggal di sisi panglima!"


Panglima memeluk wanitanya itu sangat erat...


" Terima kasih Kapten!!" dengan sangat bangga.


terdengar sorak - sorak kegembiraan dari semua pasukan Panglima.


Panglima memberi tanda istirahat untuk Pasukannya.


mereka pun beristirahat sejenak, sementara Panglima, Jendral, Jimmie dan anak buahnya berkumpul membicarakan rencana mereka selanjutnya.


oh, ya tak lupa Tantan...


mereka berkumpul di dalam tenda yang dijaga oleh pasukan bayangan panglima.


" Wooooh Tantan aku akan mengangkatmu menjadi anak buahku!" Ujar Jimmie bersemangat.


" urungkan niatmu!" Panglima memperingati.


" Ya, tidak buruk untuk wanita amatiranlah!" Jendral memuji kemampuan Tania dengan wajah datar.


Panglima tersenyum...


" Aku hanya, melakukannya dengan asal saja, pasti itu membebani kalian!" jawab Tania merendah.


" Ya membuatku terbebani dalam pikiran, aku tidak yakin awalnya!" Jendral mengutarakan kekhawatirannya.


" Woooo,,, jendral kau mengkhawatirkan wanitanya panglima?"


" Ya jelas, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri!, dan dia adalah orang terpenting bagi istriku!"


" OMG, saingan kita Berat Jack!" ujar Dex


" Sudah - sudah, kita lanjutkan rencana kita!" tegas Panglima.


" Hmm, Bagaimana dengan info anak buahmu yang berada di dekat Luxian?" tanya Jimmie.


" Mereka seperti nya tidak bebas bergerak, Karna jika ketahuan ,maka kita akan melibatkan orang yang tidak bersalah!"


" Kalau begitu ,bukankah Tantan harus segera kembali?, untuk masalah persidangan?"

__ADS_1


" Oh??" Panglima memandang ke arah Tantan seakan tidak ingin terpisah.


" Panglima, jangan libatkan perasaanmu saat di medan perang!" Jendral Petter mengingatkan.


" Benar itu panglima, aku harus segera kembali, aku akan menunggumu!" Tania menenangkan hati panglima.


" Oke!" Panglima mengangguk.


" Jadi Jack, Dex kalian bawa Tantan kembali, pakailah 3 Trail itu ,Dex tahu kemana arah yang harus kalian tujuh!" Ujar Jimmie.


" Baik!"


" tinggal saja motornya di sana kalian kebalilah membawa mobil, jangan lupa segera beri kami informasi dengan cepat!"


Panglima menggandeng tangan Tania berjalan ke arah Trail yang terparkir.


" Jaga dirimu, jangan sampai terluka!"


" Siap Panglima!"


" Tunggu aku, aku akan segera pulang!"


" Ya, segera bawa aku ke pelaminan ya!"


Panglima langsung menyambar bibir Tania,


" Oh astaga begitukah orang bucin, mereka tidak tahu malu!" Ujar Jimmie kesal.


" huuuuuuuuuuuuuuuu,....cium lagi cium lagi cium lagi!" Sorak para anak buah Panglima.


" Aduh Panglima aku Malu!" Tania menutupi wajahnya


Panglima memeluk Tantan sangat erat....


" Waaaaaaaaa." Mendorong Panglima dan lari


" Aku harus segera pulang!" Tantan segera menaiki motor , dan pergi bersama Jack dan Dex.


Panglima memperhatikan Tantan sampai tidak terlihat lagi.


Mereka bertiga melanjutkan pembicaraannya.


" Ini ada bukti jika Luxio, adalah dalang dari semua ini, dia menerima uang dari negara lain jika dirupiahkan sebesar 200 T"


" Fantastis, itu nominal gila - gilaan!" Jendral Petter terkejut.


" Kasus, Xian - xian benar - benar menutup jalannya" Ujar Panglima.


" Oh, aku tidak tahu kasus apa itu?" Jendral Petter tidak tahu menahu.


" dia Viral karna video 21+ nya!" ujar Jimmie.


" Oh???, dengan siapa??"


" Eh Jendral, kau penasaran???, ayo lihat sini!" Jimmie menarik Jendral Petter.


karna penasaran Jendral Petter ikut melihat,


" Hei, jika kalian terbagunkan, akan repot sendiri!" Panglima mengingatkan.


Jendral Petter pun merenges,


" Oh ya , Panglima masih Original ya???" Jendral mengejek.


" Hahahahahhhahah, benar panglima lihat sini, ini adalah edukasi untuk yang belum berpengalaman!" Jimmie menggoda Panglima.


" Kalian sangat Brengjeeeeeekkkk!, lanjutkan Jimmie!"


" Oh ya panglima juga sudah tidak tahan mari


percepat!" Jimmie menggoda lagi.


Panglima melemparinya dengan sepatunya.


" Wooooo tidak kena!" Jimmie berhasil menghindar.

__ADS_1


" Jimmie sudahlah, kau ini Jomblo ,jadi tidak mengerti hati kita!" Sahut Jendral Petter.


" Sialan kau Jendral!"


" Wahahahahahah" Panglima menertawai Jimmie.


" oke oke, Lanjut...., lihat aku menemukan rumah lain milik Luxian!"


" Oh ya?, dimana itu?"


" ada di bagian barat, dia membangun tampak kecil dan sederhana, namun dia memiliki 2 lapis ruang bawah tanah untuk menyimpan semua kekayaannya!"


" oke, mengerti...aku akan pergi bersamamu ke sana , Jendral tolong jaga Pasukanku!"


" Tapi, jika ini diketahui negara pasti akan di ambil alih semua dan entah itu akan menjadi apa, aku tidak mau itu!" Ujar Jimmie.


" Matamu, tidak bisa lepas dari uang!, bayar


anku apa tidak cukup?" Ujar Jendral Petter kesal.


" Kau membayarnya Jendral???" Tanya Panglima.


" Ya...Aku hampir menghabiskan 1/4 kekayaanku untuk bocah ini!" Jawab Jendral jujur.


" Oh,aku harus Cari tempat buang hajat!" Jimmie mencoba melarikan diri.


" Heeeeh BrengZeeeeekkkk, kau kejam sekali dengan rekan mu sendiri!!!!"


" Kenapa Panglima?, aku tak apa kok, yang penting tugas kita, terselesaikan, kan nanti kita dapat bonus besar juga!" Ujar Jendral santai.


" Kau sungguh ikhlas???" Tanya Panglima.


" Ya, lagian dia juga bukan orang lain kan Panglima!"


" Ya itu benar, Jendral memang orang yang sangat tidak pergitungan!" sahut Jimmie.


" Jendral, aku sudah menghabiskan setengah kekayaanku untuknya, dan kau tahu saldo dia lebih banyak dari milikku 3x lipat!"


" Kau tanya sendiri pada bocah tengik ini!"


" Sungguh itu Jimmie???'


" Hehehehe iiiii iii yaaaa!"


" " Apa setengah?, 3x lipat????' Jendral Petter sangat terkejut.


" Oh, aku sudah tidak tahan, ...!" mencari celah untuk kabur.


" Bangcaaaaaattttttttt...!"


" Jendral, kau bilang ikhlas, kau sangat tidak konsisten!"


" Cukup,cukup!, kita beri pelajaran anak ini nanti, sekarang kita fokus dulu!"


" Ya kita fokus lagi!" Ujar Jendral.


" Baik, kita akan bawa 300 pasukan bayanganku, kita akan ambil setengah kekayaan Luxian, untuk memperbaiki sumber daya yang bisa diperbaiki, dan mengatur perekonomian masyarakat yang telah diperdaya!"


" Apa itu cukup Panglima???"tanya Jimmie


" Itu tugasmu, Jadilah seperti Robin Hood, itu tidak sulitkan?"


" iya benar, kita tidak bisa mengambil semua, jika mengambil semua kita tidak bisa menjatuhkan Luxian!"


" Okelah, aku akan memindahkannya sendiri dengan anak buahku!" ujar Jimmie.


" No problem!, kita percepat saja aku , Jendral dan Pasukanku akan segera kembali , Luxian pasti akan sangat ketakutan, lalu dia pasti akan datang ke tempat tinggalnya itu untuk bersembunyi!"


" Benar...!"


" begini, setelah kau memindahkan setengah harta itu, segera kabari aku, aku akan menyerahkan kasus ini pada kepolisian!, tapi tetap dalam pantauan kita!"


" Boleh...!, aku berangkat sekarang!" Jimmie segera menyelesaikan tugasnya.


Panglima bersama Jendral dan Pasukan Panglima pun kembali secara diam - diam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2