DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
43 Bersumpah


__ADS_3

" Jendral, Jendral ,apa kau mendengarku?"


Suzy menggoyak tubuh Jendral Petter untuk menyadarkan.


" Apa yang memutuskanmu untuk berhenti?"


" ah, aku kira dulu itu adalah pekerjaan paling keren bisa menyelamatkan 2 nyawa sekaligus, seorang ibu dan bayi, dalam proses melahirkan, namun ternyata ada juga hal yang diluar pikiranku, harus menyelamatkan salah satunya atau tidak ada yang selamat sama sekali, setelah itu aku berhenti, aku orang yang melow yang mudah terbawa perasaan, itu sulit sebaiknya aku menganggur saja!, heheh heheh "


Astaga anak ini ,seharusnya aku tidak buru-buru menilainya baik, dia memang gadis bodoh, tapi bagaimana pun dia sudah membuatku terbuka dalam berpikir, aku rasa dia memang tidak buruk, hanya saja menyebalkan!


dalam hati Jendral Petter.


Jendral Petter sedikit menarik bibirnya tersenyum dan segera menghabiskan sup nya.


" aku sudah selesai makan,bawa ini turun!, aku akan berganti baju, setelah itu aku antar ketempat ayahku! "


" Siap laksanakan Jendral! " Pergi dengan Sigap, kemudian menyiapkan masakannya untuk dibawa ke toko Ayah Jendral.


Di toko Ayah Jendral Petter.


" Paman, paman aku sudah sembuh, paman ...!"


berteriak dengan girang.


" Siapa yang kau panggil paman, panggil aku ayah!"


" ah lupa ayah, trimakasih sudah memasakan Suzy saat sakit!"


" Bukan apa-apa, kau sudah sehat, ayah sangat bahagia melihatnya!"


" Ayah, lihat apa yang ku bawa untuk ayah!"


" apa itu coba ayah lihat!"


Suzy membuka apa yang di bawanya.


" Taraaaa, Sup Ayam Brokoli!"


memperlihatkan dengan bangga.


" Sup Ayam Brokoli?" Mata Anton berkaca-kaca.


" Ayah, Ayah kenapa menangis?"


"Nona, Sup ayam brokoli adalah masakan andalan mendiang nyonya!" sahut Robin.


Suzy melihat ke arah Jendral Petter...


" Maaf ayah, Suzy tidak tahu!"


" Terimakasih menantuku, Ayah akan memakannya!, Robin ambilkan sendok!"


Robin segera mengambil sendok untuk Anton.


" Ini tuan, ..."


Anton tanpa ragu melahap sup buatan Suzy dengan berderai air mata.


Suzy mendekati Jendral Petter,


" Jendral, apa suzy sudah membuat kesalahan?"


" Tidak, Tenanglah!"


jawab Jendral Petter santai.


" Suzy, trimakasih nak, sup mu dapat mengobati rasa rindu ayah pada mendiang ibu mertuamu!"


ibu mertua?, sejak kapan aku ada hubungan dengan Jendral?, aih sudahlah Ayah sedang dalam suasana seperti ini biarkan saja.


" Ayah, Suzy yang berterimakasih pada ayah karna sudah sangat baik kepada Suzy yang bukan apa-apa ini!"


" kamu menantuku, mana bisa bukan apa-apa?, eh anak busuk itu tandanya kekasihmu sedang mengodemu untuk segera dinikahi, bagaimana bisa kamu tidak peka!"


" apa?" Jendral dan Suzy terkejut.


" ayah, ayah bukan seperti itu maksud suzy, itu itu"

__ADS_1


" tenang saja, kamu akan segera mendapatkan status istri Jendral dengan segera, tenanglah menantuku!" Sambil melirik ke arah Putranya.


Robin sangat terkesima dengan kelicikan tuannya,


***Wah, tuan memang seperti rubah tua yang licik,


sangat pandai memanfaatkan situasi dan kondisi,


aku sangat bangga mengikutinya selama ini.


dalam hati Robbin memuji tuanya***.


" Jendral Jendral tolong jelaskan pada ayahmu, untuk maksudku!" Suzy sudah kebingungan.


" Ayah, jangan seperti itu, ini bukan seperti yang kau pikirkan! "


" heiii, dia sudah tinggal di rumahmu kau mau lepas tanggung jawab?, aku akan menghajarmu sampai mati, jika kau tidak segera menikahinya!"


" Hajar saja anakmu ini sampai mati!"


" Anak tidak tahu diri!" Antos segera masuk mengambil tongkat baseballnya .


*sepe**rti nya ini giliranku


dalam hati Robin*


" haduh, nona, nona selamatkan Jendral tuan akan benar-benar memukul Jendral sampai mati!"


" Apa???" Suzy terkejut.


Anton keluar dengan tongkat baseballnya dan menyeret putranya ke halaman belakang, sambil berbisik ditelinga putranya.


" Kau tidak mau menikahinya?, akan ku cincang sekarang! "


" Ayah, dia tidak suka padaku, dia menyukai Donie!"


" Persetnan dengan Donie, cepat nikahi dia, maka tidak ada kesempatan untuk yang lain!"


" Ayah, jangan memaksanya, tidak ada yang mau pada putramu ini!"


" Ayah, kita tidak saling mencintai. kita baru saja bertemu itu tidak akan baik ke depannya!"


" Ayah, tidak peduli itu, yang ayah pedulikan kau harus menikahi dia, Diamlah aku akan menghajarmu cukup parah, mendapatkan wanita baik dan cantik itu butuh pengorbanan, apalagi seprti Suzy itu, Kau pria sejati maka tahan pukulan Ayah!"


***Astaga, apa hanya Ayahku yang memiliki cara ekstrim untuk mendapatkan menantu?


sudahlah, ikuti saja.


dalam hati Petter pasrah***.


" Kau harus menikahi dia!, Jika tidak hari ini kau mati!"


Dosa apa aku di masalalu, kenapa aku bisa memiliki ayah seperti ini.


" bukkk, booooookkkk, buuuuuukkk, boookkkk"


terdengar pukul keras.


" nona, Jendral pasti mati, nona harus menyelamatkan nyawanya, ku mohon!" dengan wajah tak berdaya.


gila, ternyata ada yang lebih kejam dari Ayah Tantan. tapi bagaimana aku menolongnya?


" paman ,bagaimana aku menolongnya?"


"katakan pada tuan jika memang kalian sudah ada niat menikah!"


" apa?, apa tidak ada cara lain?"


" Tidak nona, hanya itu yang bisa meredakan hati Tuan !"


booookkk, buooook buooook


" Berdiri!, kau ini Jendral kenapa begini saja jatuh?, bangun!"


" oh tidak, nyawa Jendral terancam, huhuhuhuhu" Robin tak kuasa menahan tangis buayanya.


Suzy segera berlari kehalaman belakang, terlihat wajah Jendral sudah babak belur dihajar ayahnya sendiri.

__ADS_1


astaga, Jendral benar-benar dipukul habis pleh ayahnya.


suzy tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ayah hentikan !" teriak Suzy


" tetap di sana, ayah akan mendidiknya menjadi pria yang bertanggung jawab!"


" Ayah Jendral sudah terluka parah, tolong hentikan!"


" Tidak nak!, Ini belum seberapa!" Anton menarik Jendral Petter berdiri sambil berbisik.


" Jika aku memukulmu dan dia memohon padaku untuk mengampunimu, kau harus menikahi dia!"


" Lakukan Ayah!" jawab Jendral Petter , karna penasaran dengan apa yang akan dilakukan Suzy.


bouuuuukkk booooookkkkk,


" Ayah hentikan, pukul Suzy saja!, Jendral sudah terluka parah! " sambil menghalangi


" minggir nak, ayah tidak akan berhenti jika dia belum mau menikahimu!"


" Tidak jangan lanjutkan lagi, kami akan menikah!"


tegas Suzy tanpa pikir panjang.


" apa?" Anton dan Jendral Petter terkejut.


Jendral sudah hidup dalam penyesalan panjang atas kematian ibunya, jika dia mati di sini aku akan sangat menyesal seumur hidup, ini semua karna aku yang tidak berpikir panjang untuk tinggal di kediamannya, jika aku tidak tergesa-gesa semua tidak akan seperti ini


dalam hati Suzy merasa sangat bersalah.


"Kau tahu apa yang kau katakan?" Tanya Jendral Petter untuk meyakinkan.


" Ya!" tegas Suzy


Ayah kau berhasil membodohi anak orang untuk menikahi putramu. kau lebih licik dan kejam dari para bandit-bandit yang pernahku temui.


dalam hati Jendral Petter.


"Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu nak?"


" Ya ayah, namun orang tua Suzy tidak sedang dalam negeri karna masih mengurus urusan penting di luar negeri, mohon ayah memberi waktu!"


" Ya, ya, ya, yang penting kalian harus berjanji benar-benar akan menikah, bersumpahlah kalian berdua!"


Ayah, kenapa kau tidak jadi Panglima saja?


strategimu sungguh tepat sasaran,membuat pihak lawan mau tidak mau harus menyerah padamu


dalam hati Jendral.


" Suzy bersumpah akan menikah dengan Jendral Petter! "


mampus sudah, masa depan yang indah akan hilang, huhuhuhu Suzy kenapa kau tidak membiarkan Jendral Petter mati saja,


kau mempertaruhkan masa depanmu sendiri untuk nyawa orang lain, kau sungguh mulia Suzy.


dalam hati Suzy mencoba menghibur diri.


"kau anak busuk!, kau tidak mau bersumpah?"


" Aku bersumpah!"


" Bagus, bagus. aku lega sekarang! Robin papah Jendral masuk dan obati!" pinta Anton.


"Biar aku yang mengobati Jendral ayah!"


" Baik- baik!, Robin siapkan anti lembam!"


Anton merasa sangat bahagia, akhirnya dia akan memiliki menantu yang baik.


bersambung...


Author


Astaga, Ayah Jendral sangat bar-bar...

__ADS_1


__ADS_2