DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
25. Rubah- Rubah Kecil


__ADS_3

Mereka pun segera menyelesaikan keperluan mereka, dan segera kembali ke Distrik militer.


" Tania, bagaimana kita masuknya?"


"mmmm, biarkan Mikel masuk lebih dulu!"


" lalu?"


"lalu seperti tadi lihatlah gerak-gerik Mikel!"


" okeh!" Suzy mengangguk paham


Mikel pun melompat masuk, dan Tania mengangkat Suzy untuk mengawasi Mikel.


" Mikel terlihat tenang! "


"Cepat melompat!"


Suzy pun segera melompat, Tania pun segera menyusul.


mereka mendarat sempurna,...


Mereka bergegas keluar dari paviliun Jendral Petter.


Ternyata di atas balkon ada yang mengamati mereka tanpa mereka sadari.


"astaga, jantungku rasanya mau copot!,ternyata menjadi maling itu tidak mudah!, hufffft!" ujar Suzy merasa lega.


"hahaha dasar apa kau bercita-cita menjadi maling?"


" mana ada?, sembarangan!! "


"hahahah, apa kau mau keluar lagi?"


" aku tidak mau, melelahkan sekali!, tapi jika aku tidak mengirimkan ayah hadiah, ayah pasti akan segera pulang! "


" ah itu lebih menakutkan kita akan ketahuan di sini!, dan ayahku pasti akan tahu dan segera menjemputku!"


" Ya sudah cukup sekali ini saja kita keluar!,


tapi Tan, ayahmu memang tidak berkunjung ke sini?"


"ah, itu aku juga baru ingat!, pasti itu tapi semoga saja kita tidak bertemu!"


" Ya semoga saja!,kalau begitu aku tidur dulu, besok apel pagi!" Suzy segera tidur


" mmm, aku juga sangat lelah!, Ayo Mikel cepat tidur!"


****


Seperti biasa Sirine berbunyi sangat keras pertanda bahwa semua prajurit harus segera berkumpul.


Tania da Suzy segera masuk ke dalam barisan dengan sigap.


Memang begitulah keseharian seorang prajurit,


lanjutnya.


Dikala negara dalam keadaan damai tugas prajurit adalah berlatih dan berlatih serta menyiapkan satuannya dalam rangka siap mendukung operasi dalam melaksanakan tugas apabila sewaktu-waktu dibutuhkan Negara. Untuk itu, cek kesiapan prajurit sangat perlukan sekaligus memudahkan kontrol kepada prajurit yang melaksanakan tugas baik dalam markas maupun di luar markas.


"Okey formasi lenkap!!, ingat para kapten!, jangan pernah melindungi prajurit berlindung dengan alasan apapun bentuknya karena malas ikut apel, karena sama saja memberikan kesempatan menumbuhkan rasa malas, membunuh tingkat disiplin bagi oknum prajurit!!, karena disiplin dan loyalitas bagi prajurit TNI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi!, Mengerti!!!!" Teriak Jendral Petter dengan lantang


" Siap!" jawab sigap kepten regu.


Begitulah keseharian para prajurit


Apel pagi dan siang merupakan hal sepele kalau dilihat dari satu sudut pandang, namun berbeda bagi prajurit militer, apel pagi merupakan kewajiban serta  tuntutan yang harus dilaksanakan dalam setiap hari. Diawali apel pagi sampai dengan berakhirnya bekerja ditutup apel siang.


" Hmmm akhirnya hari ini selesai!" ujar Suzy


"Ya, kenapa aku merasa dari tadi Jendral menatap kita dengan tatapan yang tak biasa ya?"


" aku tidak terlalu memperhatikannya!,tapi memang seperti itu bukan, tampang Jendral, sangat kaku, apa orang - orang seperti itu tidak pernah tertawa?, kasihan sekali hidupnya!"


" Hei, apa yang kau bicarakan? "


" Lihat saja wajah panglima dan Jendral apa kau pernah melihatnya tersenyum?, apa mereka tidak pernah bahagia?"

__ADS_1


" Kau sangat benar suzy, aku heran apa menjadi tentara harus memasang wajah seperti itu terus?, aku juga tidak pernah melihat ayahku tersenyum!"


"tapi kenapa kau mau jadi tentara?"


" aku sangat menyukai tantangan, dan juga bermain senjata!"


" hei kau kira menjadi tentara itu bermain-main?"


" Tentu saja tidak!, aku sangat mengerti saat kita menjadi seorang prajurit tentu jiwa dan raga kita siap mati untuk negara!"


" Jadi kau tidak takut mati di medan perang?"


" Tidak, meskipun kita tidak bertempur,lambat laun kita juga akan mati bukan?, kenapa harus takut?"


" mmm, kau memang bernyali besar!"


tok tok tok


"Jendral Petter memanggil kalian!"


teriak seseorang dari luar.


"Apa?, kenapa jendral memanggil kita?, kita kan sudah berusaha disiplin?" ujar Suzy khawatir.


" Mana ku tahu, ya sudah hadapi saja!"


"Aku takut !"


" jika kita tidak ke sana itu lebih menakutkan lagi!"


Tania segera berdiri dan berjalan keluar menuju paviliun Jendral Petter


Suzy mengikuti dari belakang dengan langkah yang ragu-ragu.


tok tok tok


Tania mengetuk pintu kediaman Jendral Petter.


" Masuk!!"


Tania menarik Suzy masuk ke dalam.


tanya Tania penasaran.


" memang apa yang kalian perbuat?, aku belum mengatakan apa pun!"


" oh, maafkan atas kelancangan Tania Jendral! "


kalian kira aku tidak melihat kalian melompat tembok keluar masuk apa?


dalak hati jendral Petter.


"Besok ada kunjungan dari petinggi ,jadi apa rencanamu?"


" ah,apa?" Tania terkejut.


" Nah, baru kita bicarakan, ayahmu akan berkunjung!, tamatlah kita jika ayahmu sampai tahu!" ujar Suzy.


"Jendral, Jendral bisa membantuku?"


" apa yang bisa ku bantu?, aku tidak bisa memberikan hak istimewa ke siapa pun!"


" Jadi kita tidak boleh sembunyi?"


" Tidak!,


tapi kamu bisa pakai masker wajah saat berlatih!"


"Ah, Terimakasih Jendral!"


" Ya, aku hanya ingin menyampaikan itu saja!"


"Jendral kau orang yang baik sekali ternyata!


sambung Suzy.


"Baik?, oh ya ,jika sampai aku melihat kalian lompat tembok lagi maka aku akan menghukum berat kalian!"

__ADS_1


" Je je je Jendral tahu?" tanya Suzy terkejut.


" Apa yang tidak aku ketahui aku ada di atas balkon!"


" apa?" Tania terkejut.


"tapi kenapa Jendral tidak menghentikan kami?"


tanya Tania heran


" tentu saja tidak kalian bersama anjing panglima, untuk masalah dihukum itu bisa kapan pun!, kalian boleh mengulangnya lagi untuk menambah hukuman!"


"Astaga!, kami minta maaf Jendral,kami sudah berniat tidak mengulanginya lagi!, sungguh!"


"Ya, Jendral itu semua karna Suzy jangan libatkan Tania, karna Suzy ingin membelikan hadiah untuk ayah Suzy saja!,jadi tolong hukum Suzy saja!"


" Tidak,tidak ,tidak, Tania pun juga salah karna ingin mengunjungi makam kakek!"


"Tidak Tania ini semua ideku, kau hanya menemaniku dan sekalian kau mempir ke makam kakekmu!, Jendral hukum Suzy saja!"


" Tania juga harus dihukum Jendral! "


Mereka berdebat berebut kesalahan satu sama lain tiada henti,


Jendral Petter berusaha menghentikan keduanya, namun tidak digubris oleh keduanya.


Panglima apa kau sedang menghukumku?,


dengan menitipkan ke dua trouble maker ini padaku.


Jendral Petter memegangi pelipis kepalanya.


Di tempat lain


"Hacchuuuuu, Siapa yang berani membicarakanku dibelakang!" Gumam Leon Zang, yang sedang di dalam medan pertempuran.


kembali ke Distrik militer lagi.


" Berhenti!!!" Teriak Jendral Petter menghentikan kegaduhan mereka.


mereka yang masih ribut seketika menutup mulut dengan rapat.


" bisakah kalian tidak membuatku marah?"


Tania dan Suzy hanya menunduk diam,tak berani berbicara.


"tadinya aku akan memaafkan kalian, namun kalian benar-benar membuatku sangat kesal!"


" Sekarang potong rumput, di seluruh halaman ini!,Cepat!!"


"kau sih, tau tadi tidak usah ribut!"


" kau duluan yang mulai!"


mereka masih berdebat lirih..


" Apa mau di tambah lagi hukuman kalian?!!!"


" Laksanakan Jendral! "


Tania segera berlari ke halaman.


" Eh, siap Jendral!, Tantan tunggu!" Suzy pun berlari menyusul Tania.


Jendral Petter benar-benar kesal namun sedikit tersenyum melihat kedua bocah yang slalu membuatnya jengkel.


selera panglima memang sedikit liar tapi sangat polos...


rubah-rubah kecil ini hampir mebuatku naik darah setiap hari.


dalam hati Jendral Petter.


Bersambung...


author


LIKE DAN KOMENYA TOLONG DITINGGAL KAN!

__ADS_1


TERIMAKASIH...


__ADS_2