DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
156. Sungguh Indah


__ADS_3

" Suzy perutmu sudah terlihat buncit!" Ujar Tantan.


" Heheh iya, kau tahu Tantan??, mengandung adalah tugas yang paling menyenangkan bagi seorang istri...!"


" Benarkah?"


" Ya kau coba saja sendiri jika tidak percaya!"


" aku sudah mencobanya, apa aku harus ke dokter sekarang?, untuk mengetahui aku sudah mengandung atau belum?"


" Pffffffftttttttt...!" Jendral dan Huan zang menahan tawanya.


" Anakku, itu juga perlu proses... wanita hamil itu ada tanda-tanda nya kok sayang, seperti mual, sering pusing, dan pastinya terlambat datang bulan!"


" hmmmm begitu ya bu?"


" Ya, pelan - pelan, yang penting kalian berusaha keras setiap saat biar cepat bisa mendapatkan momongan!"


" Sepertinya, yang bekerja keras Panglima saja Tantan, hanya ..emmmmmm...!"


Suzy segera menyumpal mulut Tania dengan kue


" Tantan kau tidak boleh membicarakan urusan ranjangmu di depan banyak orang apalagi ada Seon dan Meimei!"


"ehmmmm!" Tantan mengangguk sambil menelan kuenya.


" hehehe...kau boleh sharing dengan orang yang kau percaya saja nak, namun bicarakan secara privasi ya sayang, karna itu sangat tabu untuk konsumsi publik!"


Maya menasehati menantunya dengan lembut.


" Maaf ibu, maaf ayah...!"


" Iya, tak apa memang kau ini anak yang terlalu terus terang, dan yang dikatakan ibumu dan Sahabatmu itu benar...!"


" Iya ayah Tantan akan mengingatnya!"


" Bagus, menantu kami sangat pintar!"


mereka mengobrol seharian, penuh dengan canda tawa...sampai Panglima kembali.


...----------------...


Tenda Darurat.


" Fyuhhhh... akhirnya bisa istirahat!"


" Kau sangat lelah pasti hari ini??"


" Kakak, kau belum tidur?"


" Hmmm, aku kesulitan tidur sejak dulu!"


" oh iyakah?"


" Ya benar.... syukurlah Panglima memberikan bantuan tepat waktu!"


" Ya ... karena tempatnya lebih baik dari tempat kemarin, di sini mereka masih bisa menghirup udara segar, sumber air melimpah, dan tempatnya masih sangat asri...!"


" Hmmm, dan memisahkan yang sakit dan yang sehat!"


" Tapi kenapa hanya banyak perempuan, orang tua dan anak - anak saja ya??"


" Ya kami membawa para laki - laki yang produktif untuk bekerja dengan kami membangun dan memperbaiki tanak kelahiran mereka yang sudah rusak!"


" kenapa harus mereka?, mereka adalah korban?"


" Kami memberikan pekerjaan untuk mereka, setelah rumah mereka selesai, mereka bisa menempati dan mengisi kebutuhan mereka dengan hasil kerja mereka!"


" Ehhhmmmm begitu?, sangat bagus...mereka memiliki ketrampilan dan tabungan untuk melanjutkan hidup mereka!"


" Ya, aku juga ingin mengajak para wanita yang sehat dan produktif untuk bercocok tanam, dan membuat pakaian...lalu memasak dll!"


" Benar juga sih mereka korban, namun mereka juga harus berusaha bangkit bersama, jika hanya menunggu bantuan datang mereka tidak akan makan tepat waktu, dan itu juga bisa membuat mereka tidak jenuh!"


" Ya, anak - anak akan tetap mendapatkan pelajaran sesuai dengan usia mereka, besok para relawan akan datang untuk mengajar anak - anak!"


" Wah, kakak kenapa tidak jadi presiden saja, semua sangat kau pikirkan dengan begitu kami rakyat biasa tidak akan kesusahan, hidupnya makmur sehat sentosa!"

__ADS_1


" Hahahah, nanti ya jika aku sudah memiliki orang yang ku cintai aku akan mencalonkan presiden!"


" Ahahahahahahh, aku tidak bisa membayangkan gimana jadinya jika kakak menjadi presiden hahahahaahah, itu pasti Kak Eon dan Jendral akan mengundurkan diri !"


" Ahahahahh, iya aku kan bisa membuktikan bahwa aku bisa lebih dari mereka wkwkwkkwkw, ah aku sangat senang membayangkan Panglima dan Jendral berada di bawah naunganku hahahahah!"


" Hahahahahahah!" mereka tertawa lepas bersama.


" Aduh, sudah - sudah...di sini banyak orang kesusahan kita malah tertawa!"


" Kenapa?, bagaimana pun keadaan kita...kita harus slalu bahagia, jika menangis itu bisa menyelesaikan permasalahan, lebih baik mereka menangis saja!"


" Ah, benar juga ya?"


" Hmmm, lihat saja anak - anak itu sangat bahagia... mereka tetap bisa tertawa...meski saat ini mereka tak memiliki rumah, mainan...!"


" Iya kak....!"


" Ria kau harus tidur!"


" Kan tendanya penuh, sebagian masih dalam perjalanan kan?"


" Tunggu sebentar!"


Jimmie segera menuju ke mobil nya...


tak lama kemudian Jimmie kembali membawa tenda camping.


" Uwahhhhhh???, kakak kau membawa perlatan Camping?"


" Ya, ini adalah barang pokok, yang harus dibawa!" Jimmie segera mendirikan tenda yang di bantu oleh Ria.


" Waaaaa...ini bertugas sekalian liburan dong!"


" ahehehehehe...kau bisa beristirahat dengan baik , aku akan berjaga diluar tenda!"


" Ah?, kakak kenapa tidak istirahat?"


" tenanglah, kau cepat tidur, jangan sampai sakit, banyak orang yang membutuhkan mu!"


" Siap kakak, Ria istirahat dulu jika begitu!"


Ria istirahat dan Jimmie berjaga di luar...


...----------------...


2 minggu kemudian...


" Bagaimana, sudah benar-benar membaik?"


" Sudah , lihat aku sudah bisa melompat!" Tania melompat - lompat ringan.


" Wah kekebalan tubuh istriku ini luar biasa, ayo jalan - jalan sayang!"


" Ya, ...!"


mereka berdua berjalan di halaman depan, sambil melihat para pasukan berlatih.


" Panglima, lalu bagaimana kelanjutan dari Luxian?"


" Jika Luxian mau mengaku, maka kita tidak perlu repot!"


" Lalu bagaimana cara membuatnya mengaku dan mengatakan semua antek - antek nya?"


" Dalam sidang kan akan di beberkan semua total kekayaan Luxian...!"


" Ehnmm lalu...?"


" Kita akan mengunjunginya hari ini!"


" Ke Penjara?"


" Iyalah, masak ke pasar?"


" heheheh, Panglima garing amat ngelawaknya!"


" Tapi kenapa kau tertawa?"

__ADS_1


" Hahahha iya ya, padahal tidak lucu sama sekali loe!"


Panglima tersenyum, melihat Tania yang tertawa


" Kenapa melihatku begitu!"


" Aih, apakah ada kata lain yang lebih baik untuk mengatakan, kau sangat cantik,indah, lucu dan menggemaskan?semua keindahan yang aku ucapkan kenapa rasanya tak cukup, untuk mengurai keindahan istriku ini!"


" Panglima, sejauh ini apa kau pernah bosan padaku?"


" menurut mu?"


" Ehmmm??, pasti mungkin pernahlah!"


" ketika aku bosan maka ,aku akan menyerah, saat kau tak bisa apa - apa dulu!, bukankah itu waktu yang tepat untuk meninggalkan?"


" ah...jadi sampai detik ini kau tidak bosan padaku?"


" Apa kau benar-benar ingin aku menjawabnya?"


" Tentu saja!"


" Aku bosan,..."


" Ya kau bosan kan?, aku juga tahu itu ...!"


" aku belum selesai bicara !"


" ah???"


" Aku bosan jika aku tidak bisa melihatmu, rasanya dalam sekejap pun aku juga tidak ingin tidak melihat mu!"


" Wah, panglima kau pandai membual rupanya ya?"


Leon menarik Tania, dan mencium bibir Tania.


" Kita masuk yuk!"


Ajak Panglima merenges.


" Oh???, bukankah kita baru keluar!"


" Sepertinya di dalam lebih nyaman!"


" Tunggu - tunggu, Panglima???"


" Hmmmm, jangan membuat suamimu menahanya terlalu lama!" Panglima segera membopong Tania di pundaknya.


" Panglima aku bukan karung, bagaimana bisa kau membawaku begini!" meronta - ronta.


Panglima menjatuhkan Tania ke ranjang ruang tamu,


" Sayang, kau mau apa di sini?"


" Mau, membuat prakarya lah!"


" Ini ,ini di ruang tamu...!"


" Kenapa memangnya sayang?"


" Ehmmm, apakah tidak terlalu ekstrim?"


" Tidak ini rumah kita, terserah kitalah mau apa!"


" Tapi emm.....!"


Panglima langsung menyambar bibir istrinya,


"rileks sayang, kita nikmati waktu kita, sebelum kesibukan datang menerpa!"


Tania melingkarkan tangannya pada leher panglima, Tania mengikuti permainan panglima yang semakin liar, nafas mereka sudah tak beraturan.


" Menantu...kuuu? woooo!"


Maya terkejut disuguhi pemandangan yang absurd


Panglima dan Tantan juga terkejut...

__ADS_1


" ah di mana ya kok sepi, ah nanti aku kembali lagi saja!" Maya segera berlari keluar membawa rantang makanannya.


Wahhhhh, aku hampir saja merusak waktu indah mereka, aduh...mereka sangat menggebu-gebu, aduh Cucu kuncepatlah kau hadir...dalam hati Maya tersenyum bahagia.


__ADS_2