DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
202.Yang tertuduh


__ADS_3

Tom dan kawan - kawannya terlihat sangat bahagia mereka sangat tidak sabar melihat darah mengalir di Depan mata mereka.


" Tunggu - tunggu...!" Tom menghentikan para tim eksekusi.


" Tuan, anda sungguh mengganggu!" tegas komandan Eksekusi.


" Aku ingin mereka di tembak satu persatu!" pinta Tom.


"apa??, anda kenapa sangat plinplan?, kami seharusnya mengeksekusi secara terpisah, anda meminta kami menjadikan mereka satu dan secara masal!"


" Ya... aku berubah pikiran , aku ingin Panglima lebih dulu dieksekusi, dan biarkan 2 orang ini melihat dengan mata kepala mereka saat terakhir dari Panglima perang sebelum mereka menyusul!"


" Tom cepatlah!" tegas Bordin.


" Ya cepat lakukan sesuai perintah ku!"


Akhirnya petugas itu menuruti permintaan Tom, mata kedua orang itu dibuka, mereka berdua di minta untuk melihat kematian Panglima secara langsung, Hatta Latif dan Jendral Petter merasa sangat tertekan hati mereka seperti di cabik - cabik puluhan ribu serigala , Hati keduanya itu menangis namun air matanya tak bisa keluar.


" Ini lebih menyakiti hatiku, dari pada aku di tusuk pisau sebanyak 1000x,sebaiknya aku yang lebih dulu mati!" Ujar Jenderal Petter tak berdaya.


" Kenapa tidak dilakukan bersama??, aku tidak bisa menyaksikan generasi mudaku mati tersiksa di depan mataku!" sambung Hatta Latif.


Pria yang di tutup matanya, dan diikat kedua tangan dan kakinya di tiang itu adalah menantunnya, dia adalah Dinding kuat putri tercintanya, jika dinding itu hancur lalu bagaimana dengan putrinya yang sedang mengandung Cucunya itu, Hatta Latif sesenggukan namun tak bisa mengeluarkan air matanya.


" Tuhan...Aku tahu kau melihat Kami, tolong jaga keluarga kami...!" Teriak Jenderal Petter dengan sangat lantang.


" Hahahahah...bagus bagus...ini akan menjadi dokumentasi terbaik sepanjang sejarah!"


" Tuan Tom bisa kami mulai??"


" Ya, ya...!" Jawab Tom sangat Yakin.


" Ayah, Jenderal...buka mata kalian baik-baik, aku tidak akan mati!" Ujar Panglima tersenyum.


Jenderal dan Sang Perwira membuka mata mereka dengan lebar, menuruti permintaan terakhir dari Sang Panglima.


Pedang pun terangkat...


" Dooooorrrr...doooorrrrr,...dorrrrr...!" peluru mulai berterbangan melesat mengarah Jantung Panglima,darah segar pun menodai pakaian berwarna putih yang dikenakan oleh Panglima.


Dua pasang mata itu akhirnya meneteskan air mata sangat deras..


" Hentikan!!!!, selamatkan Panglima!!!" Teriak Jack dengan lantang


Jack membawa orang - orangnya menghentikan jalannya eksekusi itu dengan segera,


" Lanjutkan!" teriak Tom.


" Kami membawa surat banding, kalian sungguh tidak sabaran, kalian seenak kepala kalian memajukan eksekusi, kami juga berhak menundanya!" tegas Jack dengan menunjukkan lembaran dari Kejaksaan.


" Apa???" Tom dan kedua rekannya terkejut.


" Selamatkan Panglima!!" Teriak Jenderal dengan keras.


Dokter dan ambulans yang sudah di bawa Jack segera memberikan pertolongan pertama pada panglima yang hampir sekarat itu karna 3 peluru menembus dadanya.


Tolong amankan ketiga orang ini terlebih dahulu.


" Hahahaha, kalian hanya akan menundanya saja, hahahaha, baik - baik mari kita lihat!" Ujar Tom percaya diri.


Jack segera menghampiri Jenderal Petter dan Ayah Tantan.


" Maafkan saya terlambat Jenderal, Tuan perwira!" Jack membantu melepaskan borgol pada tangan dan kaki keduanya.


" Selamatkan menantuku...!" Ujar Hatta latif


" Jack...kembalilah dan jaga keluarga kami...kami akan baik-baik saja!"


" Keluarga kalian sangat aman, dan Saya akan meminta seseorang menjaga panglima karena tugas ku belum selesai!"


" Nak Jack...Tom memberikan chip pelacak di tubuh Yesa.


" Apa??"


" Cepat kembali dan jaga keluarga kami...!"

__ADS_1


" Jenderal,Tuan perwira....jangan khawatir, keluarga kalian sangat aman , Jenderal Petter seharusnya tahu, jika keamanan tempat itu sangat cukup baik, meskipun mereka menemukan lokasinya,mereka tidak akan menembus masuk ke dalam dengan mudah!"


" Baiaklah, kalau begitu selesai kan tugasmu dengan baik!"


" Tentu saja...!"


Jenderal dan perwira segera dibawa kembali ke dalam tahanan, sementara Jack melanjutkan tugasnya


...----------------...


"Cekling..."


" Apa itu abang Jack??"


Tanya Tantan.


" Mungkin!" Dex segera membuka email masuk.


" Loe ini dari Panglima!"


ujar Dex.


" Apa, apa yang di kirim panglima??"


" Tunggu aku akan menjernikannya, sepertinya ini rekaman suaranya!"


" Oke....kenapa malah Panglima yang memberi kabar??, apa yang sebenarnya terjadi??, perasaanku dari tadi sangat gelisah!" ujar Tantan yang tidak tenang.


" Sabar Tantan...!"


" Tidak tahu kenapa hatiku sangat nyeri...huffftttt!"


Tantan mencoba menarik. nafas dalam - dalam.


" Yesa panggil Doney...!"


" Baik!"


Yesa segera berlari menuju basecamp pemula.


Cengkling...


" Ya, Jack mendapatkan pengajuan banding Tantan!"


" Oh sungguh??' Tantan sangat kegirangan mendengar kabar tersebut.


" Yaz kau bisa tenang sekarang..!"


" Tidak tidak, aku kenapa masih tidak tenang, rasanya terjadi sesuatu pada Panglima!"


" Ingat pesan Panglima...!" tegas Dex.


" Aku ingat namun hatiku sangat sakit....!" Air mata Tantan mengalir dengan sendirinya.


" Tantan ada apa?" Doney yang baru tiba.


" Huhuhu...tidak tahu kak, air mataku keluar sendiri, dadaku rasanya sesak sekali...!"


" Ayo tenangkan hatimu dulu...atur nafas .jangan pikirkan apa pun, tenang ,tenanglah...semua akan baik-baik saja!" Doney mencoba membuat Tantan untuk rileks.


" Apa ada kabar buruk?" Tanya Doney.


" Tidak ada Don...Jack malah sudah berhasil mendapatkan memory banding!"


" Itu bagus...kau jangan khawatir lagi Tantan, mungkin ini pengaruh hormon jadi tolong sejenak untuk tidak memikirkan apa pun, jika sudah tenang kau bisa melanjutkan untuk membantu Panglima!"


" haaaaaaaaaah....aku akan mencobanya kak!" ujar Tantan menurut.


" Ah, berhasil...!"


" Cepat putar bang!" Pinta Tantan tidak sabar


Dex memutar rekaman yang sudah dijernihkannya itu.


Dan terdengar suara Tom,

__ADS_1


Keluarga mu dalam bahaya, aku meletakkan Chip pelacak pada Yesa...!, jadi kau tidak perlu khawatir akan berpisah dengan keluargamu , karena setelah kalian mati, kami akan mencari dan mengirim keluarga kalian untuk segera menyusul, hahahahahaha apa kau masih tuli???


Semua melihat ke arah Yesa...


" Yesa kau penghianat????" teriak Dex dengan Lantang.


Yesa menggeleng kepala, Yesa sangat terkejut.


" Yesa, apa kau menghianati kami?"


" Demi Tuhan Yesa tidak tahu apa-apa nyonya!"


" Omong kosong, cepat kalian geledah tubuhnya, jika harus membuatnya telanjang, telanjangi dia, Setelah itu tembak dan buang ke tengah hutan bersama Chip yang di bawanya!!" ujar Dex sangat marah.


" Huk huk...nyonya, sunggu Yesa tidak menghianati, jangan perlakukan Yesa seperti binatang nyonya tolong!" Yesa berlutut memohon pada Tantan.


" Yesa, kau sangat menakutkan !" Doney juga ikut marah.


" Tuan dokter, aku sungguh setia pada nyonya, karena sudah menyelamatkan keluargaku,mungkin memang benar pelacak itu ada tapi aku sungguh tidak menyadarinya, aku akan membunuh diriku sendiri, dan pergi jauh dari tempat ini tapi tolong, jangan permalukan aku, aku tidak ingin mati dengan tubuh telanjang!" Yesa sungguh berlinang air mata.


" Siapa yang memasukan dia??"


tanya Doney


" Zero...!"


" apa Zerooo??"


" Ehmmm...!"


" Yesa, nyawa keluargamu di tanganku, apa yang bisa kau lakukan untuk kami agar kami tetap mengampuni keluarga mu??" ujar Tantan yang sangat kecewa.


"Nyonya...anda tidak percaya pada saya??!"


" Aku sangat percaya, namun kepercayaan itu tidak cukup !"


" Apa??, lalu saya harus bagaimana nyonya??"


" Bukankah sudah ku katakan padamu, kau harus memperhatikan hal sekecil apa pun meskipun itu hanya seekor semut!, bukan hanya kau yang celaka saat ini tapi semua orang celaka karena kau tidak memperhatikan hal-hal kecil itu!"


" Huhhhuhu, nyonya...saya akan keluar dari tempat ini...!"


" Tidak itu tidak akan menyelesaikan semuanya dengan baik!"


"mereka kan tidak akan menuju ke sini jika chip itu masih ada di tubuhku!"


" Abang, di mana orang - orang sini menjinakkan hewan buas?"


" Ada di utara!"


" Minta orang untuk membawa Yesa ke sana!"


" Baik!"


" Bantai habis semua yang datang ke sini!"


" Baik!, kami punya pemburu Jitu...kita akan membunuh mereka semua tak tersisa!"


" Nyonya, jika Yesa tidak dapat bertahan hidup apakah nyonya mau mengampuni keluarga ku??"


" Mereka tidak bersalah, cepat kerjakan dengan benar!"


" Baik!" Yesa pun diantara menuju hutan utara.


" Tantan apa kau akan mengantarkan dia untuk mati, di sana hewan-hewan sangat buas dan ganas...!"


" Dia tidak akan mati, dia seorang pembunuh... bagaimana bisa dia tidak bisa hidup melawan hewan yang tidak berakal!"


" Tantan sedang mengasah sensor sensitif Yesa Don!"


" Lalu kenapa kau menyudutkannya tadi??'


" Kami juga perlu menguji mental kejujuran dan kesetiaannya!"


" Apa kalian sudah menyiapkan naskah??"

__ADS_1


" Tentu saja tidak!"


" Kalian mengerikan saat membuli orang !" Ujar Doney menggeleng kepala.


__ADS_2