
" oke selamat untuk ujian awal lolos, kita makan dan istirahat dulu!" ujar Jack.
" Terimakasih abang!"
mereka pun ke sebuah gubuk kecil, disitu terdapat beberapa orang yang sedang memasak,
" Oh...berlarian selama 12 jam membuatku sangat bugar!" ujar Tantan segera meneguk minumanya.
" Aihhhh...itu membuatku terkejut, 7 x Dex menyerangmu, kau bisa selamat dan kau 4 kali melukainya!, apa kau sebenarnya sudah pernah berlatih khusus?"
" mana boleh, saat di distrik pun, aku lebih sering dihukum dari pada berlatih!"
" Sungguh?"
" Hmmm, kenapa tidak percaya, abang boleh tanya Jendral Petter!".
" Lalu?, bagaimana cara membuatmu lolos dalam serangan - serangan Dex!, dia dan Panglima sangat seimbang jika di adu!"
" Kata Panglima, aku harus mengenali musuhku untuk bisa menang!"
" Jadi???"
" Abang hanya menggertak saja saat di awal, aku sangat mengenalnya, dia beberapa kali melempari belati hanya untuk menggertak bukan menyerangku, abang tidak sungguh - sungguh melatihku!" Ujar Tantan.
" Haiiis...kau salah, dia slalu sungguh - sungguh saat memegang senjata!, itu sudah otomatis masuk dalam nalurinya!"
" Entahlah, jika lawanku kalian berdua itu membuatku agak kesulitan untuk memutuskan langkah yang harus diambil!, huh...memikirkan hati Panglima pasti juga akan sulit melukai orangnya sendiri yang berkhianat!"
" Ini tugas beratnya,biasanya anak buah yang harus melindungi Komandan,ini dia slalu melindungi pasukannya agar tidak terluka, namun kini pasukannya sendiri yang akan dihadapinya!"
" Panglima pasti tidak akan melukai mereka!"
" Entah juga, namun pengkhianat harus dihabisi!, itu penyakit yang akan menggerogoti semua anggota!"
" hmm, jika Panglima tidak bisa menghabisi pasukannya, mari kita habisi!!" ujar Tantan percaya diri.
" Heiiii itu Medan pertempuran bukan tempat pelatihan kau ini slalu omong kosong!" u jar Dex yang datang dengan banyak Luka yang sudah dibalut.
" Oh abang, maafkan Tantan ya!!!"
" Hmm mm... ku akui kau sama kejamnya dengan Panglima, salah kau lebih kejam dari Panglima, panglima tidak pernah melukai orangnya sendiri!" Dex mengomel
" Oke, oke aku kejam, kalau begitu kita makan saja dulu!"
" Hmmm...!, aku rasa pelatihan tahap 2 tidak perlu!, langsung saja duel di tahap 3!"
" Baik!!"
" Lawanmu orang lain maka kau jangan ragu untuk mengambil langkah!"
" Kalau begitu aku harus makan yang banyak, tidur dulu baru latihan !"
" kau kira kita sedang main - main?, jangan terlalu banyak makan!, istirahat sebentar lanjut!"
" Baik!"
Setelah makan dan beristirahat sebentar, mereka pun menuju ke tempat latihan tahap 3.
Tantan memasuki area pertarungan, 1 lawan 1,
mereka harus, bertarung tanpa senjata.
namun Tantan mendapat hasil seri dengan lawan.
" Aihhh abang aku tidak kalah dan tidak menang , haaaahhhh" terengah - engah.
Jack dan Dex masih tak percaya melihat aksi Tantan yang luar biasa meski pun hasilnya seri.
" Abang, kalian kenapa melihatku seperti itu?"
" oh....tak apa!, sudahlah...anggap saja kau menang!" sahut Dex.
__ADS_1
"mana bisa, aku tidak akan puas jika hasilnya tidak seperti yang ku harapkan!"
" Sudah - sudah, kau sudah menang Tantan!, itu kau seharusnya bisa melihat kemampuanmu sendiri!, lawan ditahap 3 jelas bukan main - main!"
" Aku tidak merasa Menang, latihan macam apa ini?" Tantan tidak merasa puas
"Seharusnya aku mendengarkan perkataanmu!" Bisik Dex pada Jack.
" Haiiih, sudah terlanjur dia memiliki darah seorang Perwira!"
"ibunya juga tentara bukan?, oiiih....pantas saja panglima tidak melatihnya sungguh - sungguh ,anak ini tidak perlu dilatih!"
"Iya hanya saja, kelemahanya itu kecerobohannya!"
" sudahlah kita pulang saja...kita lanjut membuat rencana selanjutnya!"
mereka pun pulang, ke kediaman Perwira.
...----------------...
" Bos, dapat pesan!" membisikan di telinga Jimmie.
" Hmm, ...kau bisa kembali!"
" Baik bos!"
" Ada APA???, apa Tania dalam masalah?" tanya Jendral Petter
" Bukan Panglima dalam masalah!"
" mana mungkin!"
" Hmm...beberapa pasukannya adalah musuhnya!"
" Apa???" Jendral Petter terkejut.
" hmm...namun panglima masih aman jika belum kembali ke markas!"
" Aku harus menyelesaikan pekerjaanku baru bisa menemui dia!"
" Kalau begitu aku akan mengirim anak buahku!"
" Tidak, bisa juga saat ini sebagian anak buahmu juga musuhmu!"
" Aiiihhh....anak buahku yang Kain sedang menjalankan misi besar!, tinggal Jack dan Dex!"
" Kirim saja!" pinta Jendral Petter.
" Ehhhh mereka menjaga Tania!"
" Tania akan aman jika dia tidak keluyuran!"
" Baiklah, aku akan menyuruh mereka!"
" Ya!"
" emmmm, Jendral...kau harus memperhatikan pasukanmu!, ini bukan orang sembarangan, mereka juga mengendalikan militer!"
" Apa yang sebenarnya terjadi?"
" ini penjarahan sumber daya alam kita, melalui orang dalam!, bukan pemberontakan lagi, orang luar memberikan sokongan dana, pada orang - orang yang memegang wewenang, kemudian mereka mencari daerah yang kaya sumber daya alam, lalu membuat aturan yang menjajikan di awal, jika tempat itu sudah tidak menghasilkan lagi mereka akan meninggalkan tempat itu dan mencari tempat lain, dan teror - teror itu dari masyarakat yang merasa diterlantarkan setelah tidak berguna lagi!"
" Aihhh...pantas saja kita slalu tertinggal satu langkah...ada mata - mata di antara kami, gerak gerik kita diawasi!, dan pantas saja Panglima sampai mengandalkanmu!"
" ya begitulah...!, Jendral aku akan menyelesaikan tugas terakhirku, setelah itu aku akan membantu menyaring pasukanmu!, sementara aku belum kembali, tetaplah berdiam diri, sampai aku kembali, kita akan membereskan penghianat - penghianat itu!"
" Segera lah kembali!"
" Baik!"
...----------------...
__ADS_1
" Dex, Bos meminta kita membantu Panglima!" Ujar Jack berbisik ditelinga Dex agar tidak didengar oleh Tantan.
" aabang aku mendengarnya!" bisik Tantan yang berada dibelakang Mereka.
" Wohhhh...!" Jack terkejut.
" Tantan tetaplah di sini, kami akan memastikan Panglima Aman!"
" Tidak, aku harus ikut memastikanya sendiri!"
" Tidak!!!" Jack dan Dex serempak
" Kalau begitu aku akan berangkat sendiri nanti!"
" Keras kepala, tetaplah dirumah!"
" Tidak mau!"
" Ya sudah ikut saja, Tapi jika panglima tahu, mungkin kami tidak selamat!" Dex menakut - nakuti.
" Heiii...panglima tidak sekejam itu...tenanglah, tidak akan ketahuan!'
" ha???"
" jika kalian bisa menyamar menjadi wanita, aku bisa menyamar menjadi pria!"
" Sudahlah, ikut saja!, ingat jangan sampai ketahuan!"
" Siap!!!!"
" Bersiaplah, lebih cepat lebih baik!" ujar Jack.
Tantan segera berlari ke kamarnya untuk bersiap - siap.
2jam kemudian.
" Abang aku siap!"
Jack dan Dex pun terkejut dengan perubahan Tantan.
" What???"
" Apa kau Tantan kami?"
"Tentu saja!"
" Kau masih terlihat sama meski memakai wig itu!" ujar Dex.
" Lalu kenapa kalian terkejut tadi?"
" Pura - pura saja!" Sahut Jack meberikan masker pada Tania
"pakai ini juga!" Dex memberikan topi Hitam.
" Jangan bicara diam saja! jika bertemu Panglima, gerak - gerik bola matamu, perhatikan!"
" Apa panglima sedetail itu?"
" Kau akan lihat Sisi lain Panglima dimedan perang!"
" Oh jadi kita akan perang?, asyikkk!"
" Bukan itu, maksudnya sisi lain panglima saat bertugas!"
" oh begitu, jadi kita tidak ikut perang?"
" Sudah ayo berangkat!"
mereka bergegas berangkat untuk menemui Panglima.
Bersambung...
__ADS_1