
" tiga...Cepat tekan !!!" teriak Panglima sambil menangkap bos Meng.
" bagaimana mungkin, ini bagaimana bisa?"
menekan berkali-kali .
"bisa saja kami sudah menjinakkan bomnya,beberapa hari lalu!, hari ini tamatlah riwayatmu!"
" Hehehe,hahahahahahah, hahahahhah ,kau mau membunuhku?? hahahaha mimpi!!!"
" Jleeeepppppp"
mengeluarkan balati kecil dan menusukkan pada perut Panglima.
" hahahahhah, kau dulu pergi ke neraka hahahahah!"
tertawa dengan menggila.
"Panglima!"
teriak Budiana yang terkejut.
" kau sekarang memihaknya, lihat dia sudah mau mati di tanganku, setelah ini giliranmu!"
" Doooorrrrrrrrrr!"
"aghhh..."
" Beraninya kau menyakiti Panglima kami!, Maaf panglima saya terlambat, orang-orang asing tadi begitu merepotkan!"
" Tak apa kau datang tepat waktu! "
" Segera bawa panglima ke tenda pengobatan!" perintah Zoo pada anak buahnya.
"ughhh, sisanya ku serahkan padamu!"
ujar Leon Zang yang sudah mengeluarkan banyak darah.
" Baik!"
"Dooorrrr, dooorrr,doooor!!"
Bos Meng pun mati, terkena 4 tembakan di dadanya.
" Bawa mayat mereka ke markas, kita terpaksa membunuh lawan karna melawan!, habisi sisanya seperti yang dikatakan Panglima jangan sampai meninggalkan sisa masalah di masa depan!"
"Laksanakan!"
Markas Militer...
" Bagaimana dengan Panglima? "
" itu bukan luka serius untuk Panglima, namun harus banyak istirahat,agar lukanya tidak terbuka!"
" mmm baik!"
" Kapten Zoo, apa Panglima baik-baik saja?"
Budiana datang menanyakan keadaan Panglima.
" Panglima baik-baik saja!"
" Syukurlah, kapten Zoo bagaimana dengan anak yang minta aku selamatkan?"
" Dia ada di tenda sebelah!"
" Oh, baiklah Terimakasih kapten Zoo!"
" Kau jangan senang dulu kalian tetap akan menjalani hukuman setelah kembali nanti!"
" Ya saya akan menjalani hukuman untuk saya!"
" Bagus ,semoga kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi!"
"oh ya Kapten, apa uang saya nanti juga akan di sita oleh polisi?"
" tentu saja, uang yang kau dapat itu hasil dari kejahatan tentu saja kami akan menyitanya!"
__ADS_1
" bolehkah saya mengambil sedikit untuk kebutuhan anak dan istri saya, apalagi istri saya akan melahirkan"
" Kau tega sekali memberi makan anak dan istrimu dari uang haram ini, tak usah mengkhawatirkan keluargamu, kami akan memberi pengarahan terbaik!"
" baik!"
" Oh ya aku ingin bertanya, kenapa ada banyak anak- anak kecil di kapal pengangkutan Meng?"
" Bos Meng juga menculik anak-anak dari negara-negara lain untuk di lelang di pasar gelap!"
" melihat seperti itu apa kau tak merasa miris, kau juga seorang ayah!"
" sangat miris, namun jika saya mrngkhianatinya keluarga saya yang tidak akan beruntung!"
" Kau bahkan tidak ada basic penjahat bagaimana bisa kau menjalani profesi seperti ini?"
" semua demi keluaga, Kapten sudah terlanjur basah, maka nekat saja!"
" Hahahahhahaha!"
" Kapten,lalu bagaimana dengan anak-anak itu?"
" kami akan mencari identitas mereka, dan mengantar mereka pulang ke negaranya masing-masing!"
" Ah begitu... syukurlah!"
" mmm, ya sudah kembali ke sana kita akan segera meninggalkan tempat ini!"
Rumah Sakit Militer.
" Dokter Donie, bagaimana hasilnya?" Hatta Latif mengharapkan kabar baik.
" mmm, Tuan Tania memiliki cidera di kepala cukup serius, seperti nya dia mendapat pukulan di kepalanya cukup keras!"
" apakah harus oprasi?"
" kami akan coba alternatif selain oprasi, meskipun serius ,sepertinya tidak perlu operasi!"
" Tolong berikan perawatan yang terbaik Dok!"
" apakah ada resiko lain setelah sadar nanti?"
"Pulihnya kesadaran orang yang mengalami koma biasanya terjadi secara bertahap. Ada sebagian penderita yang dapat sembuh total dari koma tanpa mengalami kecacatan sedikit pun. Sebagian lainnya tersadar, namun dengan penurunan fungsi otak atau bagian tubuh tertentu, bahkan kelumpuhan, mengalami kecacatan setelah koma harus mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui beragam terapi, mencakup fisioterapi, psikoterapi, dan terapi okupasi!"
" apakah anakku akan lumpuh?"
" Kita fokus pada yang utama dulu tuan, kita akan tahu setelah Tania sadar nanti!"
" Baiklah, ....!"
" Kalau begitu saya harus lanjut memeriksa pasien lain dulu Tuan!"
Tania, kau harus segera bangun , kau membuatku sangat khawatir..
dalam hati Donie merasa sangat sedih.
***********
" Makanlah, ayo buka mulutmu!"
Jendral masih berusaha membujuk Suzy yang sudah mogok makan beberapa hari.
kerjaan Suzy hanya melamun saja menatap ke arah Jendela, Suzy tak pernah membuka mulutnya sedikit pun sejak dia tersadar.
Dia sudah dilecehkan, dan teman baiknya terluka parah karna berusaha keras menyelamatkannya.
Jendral hampir putus asa, dengan kesabarannya.
" Pagi Jendral, pagi Suzy!" Donie ye datang untuk memeriksa.
" Donie ,apa dia baik-baik saja dia tidak mau makan. tidak mau bicara!"
" Untuk keadaan Fisik dia jauh lebih beruntung dari Tania, karna dia tidak mengalami luka parah hanya saja, sepertinya melakukan Psikoterapy!"
" apa?"
__ADS_1
" Dia mendapatkan trauma berat dan dia tidak bisa mengatasinya sendiri!"
" Tidak, aku tidak mau!" Jawab Suzy tanpa merubah posisi.
" Jika tidak mau tidak apa-apa, tapi kau harus makan!"
" Tidak, temanku koma mana boleh aku makan dengan enak!"
" Suzy, apa kau tak kasihan pada orang tuamu, lihatlah mereka begitu sedih melihatmu seperti ini!" Donie mencoba untuk membujuk Suzy.
terlihat ibu Suzy menangis dipedekapan suaminya.
" hiks hiks hiks, semua gara-gara Suzy, Tania jadi seperti ini, jika saja Suzy menurut, mungkin Tania tidak akan seperti ini, hiks hiks hiks, aku bukan sahabat yang baik hiks hiks, aku malah merengek pada Tania yang sudah tak berdaya untuk menolongku! hiks hiks hiks"
" Tanpa kau meminta jika aku menjadi Tania, aku pasti akan mati-matian melindungimu!" Ujar Dokter Donie
" Benar yang di katakan Donie, Tania sudah mati-matian melindungimu malah kau menyiksa dirimu!"sahut Jendral Petter
" Mmm, kau tidak menghargai pengorbanannya!"
" Aku, aku , bukan bermaksud tidak menghargai nya!"
" jika kau menghargainya, sekarang kau makan!"
tegas Anton yang datang.
" Ayah,...!"
" Iya Suzy ...kau harus segera bangkit lalu kau bisa menjaga Tania dengan baik!"
" hiks hiks baik Ayah!" dengan air mata berlinang.
" Sini, mangkoknya ,membujuk dia makan saja tidak. becus!" mengambil Alif mangkok yang dibawa Jendral Petter.
Jendral Petter menggaruk kepala, dia mrmang merasa tidak mampu untuk mengerti wanita.
" ingat untuk makan tepat waktu, kau pikir Tania tidak membutuhkanmu?, dia butuh kau di sampingnya, mengerti?" sambil menyuapi dengan sabar.
" Aih, baguslah kalau begitu saya undur diri! " Dokter Donie berpamitan.
kedua orang tua Suzy juga bisa tenang, karna anaknya sudah mau makan dan semangat kembali.
" mama,papa pulang dan istirahatlah, kalian pasti lelah!"
" Iya besan biar saya yang bergantian menjaganya!"
" aduh, saya sangat tenang jika besan dan Jendral menjaga Tania, kalau begitu kami kembali dulu, nanti malam. kami akan datang untuk berganti menjaganya! "
" Serahkan pada kami Besan!"
Kedua orang tua Suzy pun segera kembali untuk beristirahat.
" Lanjutkan menyuapi!" mengembalikan mangkok pada Jendral Petter.
" Baik ayah!"
" Aku mau melihat Tania!" beranjaka pergi.
kini hanya tinggal keduanya di dalam ruangan dengan keheningan.
namun Jendral mencoba untuk memecahkan keheningan di antara mereka.
" Ayo lanjut makan!"
menyodorkan sendok pada Suzy.
" Jendral,....! "
" Ya..."
" Sebaiknya Jendral membatalkan pernikahan kita!"
"Apa?"
Bersambung...
Author
__ADS_1
aduh kok minta di batalin sih Suzy!