
Esok hari pun tiba.
Jack , Hatta, Ria sudah membaik..., jadi Jack dan Hatta segera menuju tempat di mana Tantan tinggal.
sementara Panglima masih tinggal menunggu untuk mendapatkan informasi dari Jimmie yang katanya akan menemui ajudan Bi.
Dan Petter bersama Dex mulai melakukan langkah awalnya.
Sang Jenderal mulai menampakkan diri, tentu saja itu mulai di setting oleh beberapa jurnalis yang di ajaknya untuk bekerja sama .
mereka melakukan sesi tanya jawab yang akan di siarkan di sebuah salah satu stasiun tv, secara live tentunya.
setelah membuka acara jurnalis itu mulai mengajak berbincang ringan kepada Jenderal Petter seperti mulai menanyakan kabar dan lanjut tentang aktivitasnya setelah dikatakan tidak terlibat dalam memonopoli sumber daya alam dan manusia di negaranya.
" Jenderal bolehkah saya bertanya, ini hal yang kami pertanyakan , tentang keberadaan anda setelah dinyatakan tidak bersalah!"
" Saya di bawa paksa saya di kurung bersama senior saya, yaitu yang tidak lain adalah mertua Panglima sendiri...!"
" Dikurung???" Jurnalis itu menampakkan wajah terkejut, meskipun semuanya sudah ia dengar secara langsung cerita gamblang sebelum melakukan Live di station tv.
" Saya tidak tahu siapa dia, yang jelas pasti memiliki kuasa besar bisa sampai mengurung seorang perwira tinggi seperti kami!"
" Lalu bagaimana anda bisa keluar dari tempat itu??, dan itu di mana??"
" Seseorang datang menyelamatkan kami, saya tidak bisa mengatakan dia siapa, dan di mana saya di kurung...untuk menghindari dugaan tidak berdasar, takutnya ada korban lagi seperti kami menjadi kambing hitam!"
" Saya sangat prihatin atas apa yang menimpa para perwira tinggi seperti anda!"
" Saya pikir hidup saya akan berakhir dengan noda busuk yang di lemparkan pada kami, namun ternyata Tuhan itu memang ada, sehingga saya masih bisa bernafas dan duduk di tempat ini, saya hanya menekankan tentang sebuah hukum alam, bukankah dalam peribahasa pasaran, itu berbicara tentang, siapa yang menanam pasti akan menuai, saya hanya berpegang pada peribahasa sederhana itu, saya tidak menanam keburukan, meskipun saya mati saat itu, seleksi alam akan bekerja dengan sendirinya, ada lagi bukan sebaik - baiknya kita menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga, itu kata sederhana namun maknanya luar biasa bukan??"
" Benar,dan saya setuju Jenderal, oke lalu bisakah tolong anda jelaskan tentang keadaan negeri kita agar semua bisa tahu, karena masyarakat kita sebagian masih menutup mata tentang goncangan dahsyat yang menerpa kita!"
" Ya sebagian yang menutup mata adalah orang -orang yang belum terkena dampaknya, dan itu di pastikan kalangan berada, jika kalangan kebawah, sudah jelas mereka adalah orang yang slalu menerima dampak buruk dari segala sesuatu yang terjadi di negeri kita...!"
" Kenapa seperti itu??"
__ADS_1
" Jelas kalangan bawah, sudah lemah dalam ekonomi, sehingga melemahkan segalanya, dari cara berpikir dan pastinya lemah dalam mempertahankan haknya sebagai manusia, mereka hanya seperti air , yang mengalir hanya mengikuti arus, mereka tidak punya kuasa untuk menolak, jadi cerdaslah dalam memilih pemimpin yang akan datang!"
" Oh ya, soal bicara pemimpin, sepertinya ini menjadi perdebatan yang cukup panas, karena kekosongan tampat yang mendadak karena terjadi kemalangan kepada pemimpin kita!"
" Hahahahahahahahaha" Jenderal Petter tertawa remeh .
" Apa yang anda tertawakan Jenderal??"
" Tolonglah, terbuka sedikit mata kita...!"
" Soal apa itu Jenderal??"
" Soal apa??, tentu saja kematina Pemimpin kita, hahahah ini seharusnya menjadi lelucon untuk negara lain...!"
" Kenapa seperti itu??"
" Ya, aku rasa orang bodoh itu pasti sedang panas dingin melihat siaran kita!"
" Oh ya???"
" apa yang aneh dengan itu Jenderal??"
" Pertama, seorang pemimpin tidak akan pernah lepas dari penjagaan ganda,kedua laju mobil yang ditumpangi pemimpin akan melaju dengan aman, tidak ugal-ugalan, tidak terlalu lambat, ketiga di mana semua penjaga , sopir dan yang ada slalu di samping pemimpin??, kenapa tidak ditemukan korban lain ??"
" itu cukup mengejutkan, kami terlalu fokus pada kursi kosong ,sampai tidak memperhatikan hal sampai ke sana, jadi anda menegaskan ini adalah pembunuhan berencana??"
" berencana atau tidak semua berhak memiliki jawabannya dari isi kepala masing-masing!" Petter tersenyum kecut
" Ah, itu membuat isi kepala kami bertanya - tanya, tapi kalau boleh tahu apa rencana anda untuk mengatasi persoalan ini?"
" Saya tidak memiliki rencana, namun beberapa masyarakat yang dekat dengan saya, dan juga dengan senior saya, sempat membahas hal konyol, namun sebenarnya juga tidak masalah jika itu terwujud!"
"apa itu Jenderal kalau boleh tahu??"
" Perwira Hatta, yang kini menjadi mertua Panglima , di mengatakan untuk mengambil pensiun dini, namun kami menyayangkan karena beliau cukup membanggakan di eranya, pensiun dini itu sepertinya bukan hal yang kami inginkan, tapi beberapa masyarakat sangat berharap untuk Perwira Hatta ini menjadi orang yang tepat menduduki kursi kosong kepemimpinan!"
__ADS_1
" Wah, itu saya juga setuju Jenderal, saya sangat mengaggumi beliau meski tidak dekat, melihat kilas balik tentang apa yang telah beliau berikan pada negeri kita ini...!"
" Ehmm, itu hanya bincangan konyol saja kok, Senior saya itu tidak gila jabatan, tidak gila harta, beliau tidak akan mau duduk di kursi itu !"
" Justru kami mencari pemimpin yang tidak serakah terhadap apapun, hatinya murni memimpin untuk kesejahteraan masyarakat kita!"
" Ah, mungkin jika kalian semua menyetujui dengan bincangan konyol itu kalian bisa membujuk Tuan Hatta...saya tidak ikut-ikutan loe ya, semua keputusan ada di tangan rakyat sendiri, tapi memang senior saya ini tidak suka pencitraan untuk mengambil hati rakyat, dia akan menjalankan begitu saja tanpa mencari perhatian keputusan terbaik akan dia ambil!" Petter sengaja membicarakan tentang mertua Panglima di publik agar rakyat penasaran dan mencari tahu sendiri tentang Hatta Latif.
setelah acara perbincangan selesai, kini semua media di penuhi dengan image seorang Hatta Latif dari latar belakangnya, keluarganya dan juga putrinya yang kini menjadi istri dari Panglima, semua tentang Hatta Latif sampai mendiang istrinya yang juga seorang prajurit pun terekpos.
dengan berita - berita positif tentang keluarga Latif dan juga mendiang ibu Tantan membuat semua masyarakat jatuh hati pada keluarga luar biasa itu.
keluarga yang bukan kaleng-kaleng, dengan jiwa patriot tinggi, hingga kini putrinya juga menikah dengan pria luar biasa yaitu Panglima yang kini sedang dalam tahap pemulihan.
sedangkan Hatta Latif tidak tahu jika dirinya sedang diperbincangkan di seluruh negerinya .
Dia masih menempuh perjalan menuju tempat tinggal Tantan .
sedangkan Tantan dan mertuanya sudah mengetahui berita - berita tentang Hatta Latif.
" Wah Sara sangat cantik sekali saat mengenakan seragam TNI, lihat kau sangat mirip dengan ibumu!" Maya memeluk menantu kesayangannya itu, sebenarnya Maya masih tidak percaya jika putranya dan putri dari sahabatnya benar - benar berjodoh seperti apa yang mereka bincangkan saat masih remaja.
" Takdir memang terkadang cukup mengejutkan bukan??" Ujar Huan Zang.
" apa kau menyesal pernah menolaknya??" tanya Maya mengungkit.
" Sayang, jangan mengingatkan lagi tentang kebodohan ku, aku kan juga menerima menantu nakal ini dengan penuh cinta!"
" Hihihi Tantan pikir, dulu ayah Huan akan sangat kejam untuk memisahkan aku dan Leon, tapi malah semua di luar dugaan!"
" Suamiku ini adalah orang baik tantan, dia hanya terhasut tentang ajakan sahabatnya!"
" Eh, kau juga menyetujui tentang perjodohan Leon dan Xianxian!"
kedua mertuanya berdebat lagi, seperti biasa yang membuat Tantan menggeleng kepala, dia berpikir jika nanti sudah tua apa juga akan seperti mertuanya yang slalu mendebatkan hal-hal sepele yang sebenarnya tidak perlu di debatkan.
__ADS_1