DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
249. Bimbang


__ADS_3

Tantan segera berlari ke tempat Nisa.


" Nisa apa kau di dalam??"


tok tok tok...


" Ada apa nyonya??"


" Nisa ajak anak-anak orang tua pindah bascamp melalui ruang bawah tanah jangan membuat mereka khawatir, katakan saja ada renovasi untuk bangunan, jadi sementara pindah !"


" Apa kita akan di serang??, bahkan di sini prajuritnya hanya ada 200 orang yang di sisakan!"


" Kau seharusnya tahu apa yang harus kau lakukan jangan membuang waktu!"


" Baiklah nyonya saya mengerti!"


Nisa pun segera melakukan tugasnya dengan baik, karena Nisa sudah cukup lama tinggal di basecamp Zero jadi dia mengerti tentang semua struktur bascamp itu, di ruang bawah tanah ada jalan rahasia menuju kepinggir hutan di sana Panglima membuat bunker, tempat persembunyian yang di manipulasi dengan pohon-pohon berukuran besar padahal itu adalah rumah bawah tanah untuk persembunyian.


Di pinggiran itu ada bunker sebanyak 200 setiap banker bisa menampung 100 orang.


" Nisa, ini justru dekat dengan kota, apa di sini aman??"


"Aman nyonya, kata kak Zero justru tempat yang paling berbahaya itu adalah tempat paling aman untuk bersembunyi!"


" Baiklah, lalu kakak iparku kenapa belum kembali??"


" Nyonya, bisakah saya titip Grey??, saya akan membantu nyonya Panglima!"


" Yayayaya, dia sedang hamil besar bagaimana jika terjadi apa -apa padanya?"


" Nona, tolong bagi kelompok untuk tugas keseharian aku serahkan pada anda, di setiap bunker ada tempat penyimpanan makanan dan di sana mereka bisa makan beberapa makanan simpanan yang ada!"


" Ok aku mengerti kau harus kembali bersama kakak iparku tanpa kekuarangan suatu apapun!"

__ADS_1


Nisa pun segera kembali ke bascamp,...


Betapa terkejutnya Nisa melihat tampilan istri Panglima, nyonyanya itu sudah berganti pakaian militer, perutnya yang buncit tidak menghalanginya untuk menaiki menara buatan dari pohon yang sangat tinggi menjulang, terselempang senapan di tubuhnya dan sebuah tali teropong melingkar di lehernya.


" Gila, nyonya sangat keren!!!" gumam Nisa terpesona.


" Nyonya, hati-hati!"


teriak Nisa dari bawah pohon.


Tantan hanya mengisyaratkan jarinya agar Nisa naik bersamanya.


Dengan Sigap nisa memanjat menara itu.


" Nyonya ini berbahaya!"


" Nisa...lihat ke sana bascamp di Utara sudah dihabisi oleh mereka!"


" Mereka langsung menyerang bascamp paling besar!" ujar Nisa menggunakan teropongnya melihat ke arah Utara, telihat asap tebal dan hitam mengudara, suara senjata dan ledakan terdengar sangat lirih, karena jaraknya cukup jauh sekali.


" Basecamp itu kosong...!"


" mereka Sulit masuk!, akhirnya mereka memilih menghancurkannya dengan kejam!"


" Sangat bodoh...!"


" Lalu mereka akan datang ke sini nyonya??"


" Ya...!"


" Nyonya ini berbahaya, bunker masih tersisa banyak, tidakkah lebih baik kita semua bersembunyi??"


" Mereka ingin menghancurkan mental panglima lebih dulu...baru menghancurkan panglima beserta pasukannya!"

__ADS_1


" Apa panglima tahu hal ini??"


" Tentu saja tahu...aku sudah menganalisa semua setelah mendapatkan laporan dari Jimmie, Panglima menyerahkan urusan basecamp padaku!"


" Apa??"


" Nisa, aku sudah mengirim paman Prass mengintruksikan semua penghuni Basecamp untuk pindah ke bunker, jadi semua aman terkendali!"


"Nyonya anda kan tidak tinggal di sini bagaimana anda tahu jika bascamp ini memiliki jalan terhubung rahasia menuju basecamp yang lain??"


" Aku memiliki denah detail setiap basecamp!"


" Anda sangat genius,,, hanya dengan Denah bisa mengatur strategi!"


" Tapi nyonya, kita apakah menunggu di serang??"


" Ini prediksi ku Nisa, setelah mereka menghancurkan Bascamp utara, mereka akan menuju Basecamp yang ini...ini di mana tempat sahabatku tinggal, saat Bascamp utara di hancur, para penghuni di sini sedang dalam perjalanan menuju Basecamp utara!"


" Tapi Basecamp utara sudah hancur nyonya!, itu berbahaya!"


" Nah untuk menuju ke bascamp utara berjalan kaki membutuhkan waktu 2 hari melalui jalan rahasia, saat mereka sampai di utara, para musuh sudah tidak ada di sana!, tentu saja tempat itu aman untuk mereka, karena para musuh akan lanjut sampai di bascamp ini secara urut, karena dia memulai dari utara maka selatan adalah tempat terakhir penyerangan mereka!"


" Ini aku pernah dengar dari kak Zero ini adalah bertahan dengan cara transmigrans!"


" Oh istri Zero memang pintar!"


" Lalu kita kemana nyonya bertahan atau juga transmigran??"


" Aku tetap di sini sih...!"


" Nyonya anda sedang hamil, itu berbahaya!"


" Aku tahu apa yang harus aku lakukan Nisa, tenanglah ...!"

__ADS_1


Nisa tertunduk diam, dia sangat bingung apakah dia harus membiarkan Nyonyanya tetap di tinggal atau membujuknya agar mau juga untuk bersembunyi


__ADS_2