DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
94 Trik kecil


__ADS_3

Maya dan Tania masih asyik menyusun rencana licik nya untuk Panglima.


Sementara di kediaman JendraL.


" Mei, bukankah bibi melarang kita untuk menginjakan kaki kita sebelum waktu siang?" Sammy mengingatkan Meimei.


" Sssssstttt,kakak ku itu agak payah, kita harus membantu mereka!" ujar Meimei bisik-bisik.


" apakah, kita tidak akan menimbulkan masalah?"


" Tenang saja,... mereka akan berterimakasih pada kita!"


" Baiklah kalau begitu!, aku akan mengikuti rencanamu!"


" Ya sudah kita menyusup pelan-pelan!" ujar Mei mei memberi arahan.


mereka masuk mengendap - endap ke dalam paviliun Jendral.


" Kenapa sepi sekali apa Jendral belum bangun?"


" Sssstttt, kakakku pasti sedang bersantai di balkon atas,tapi aku tidak tahu dengan kakak ipar,kau tetap di sini aku akan melihat ke dapur!" Memei segera mengendap - endap berjalan ke pintu dapur mengintip apakah ada orang atau tidak.


"Apa?, kenapa kakak yang di dapur?" Memei segera kembali menghampiri Sammy.


" Ada apa?" tanya Sammy bingung.


" Anuuu, kita ke atas...!" Menarik tangan sammy


perlahan -lahan mereka berjalan menyusuri tangga dan mengendap menuju pintu kamar Jendral.


" Kakak ipar sepertinya masih tidur...!"


" sebaiknya kita segera kembali Mei!" Sammy ketakutan


" Sssst...diamlah, bagaimana jika kita menakuti kakak ipar hihihi!"


" Tidak - tidak aku tidak berani aku segera kembali saja!" Sammy tidak ingin mendapat masalah.


" Tunggu!" Mei mei memegangi tangan Sammy


" Lepaskan!" sekuat tenaga melepaskan diri.


" Jika kau turun dan berpapasan dengan kakak ku maka aku tidak akan membantumu!"


" apa?, Lalu bagaimana aku keluar?"


" aku akan membantumu keluar, jika kau membantuku!"


" Baiklah, maju mundur sama - sama lebur!" Sammy pasrah.


" Bagus, jadi begini!" Mei membisikan sesuatu pada telinga Sammy.


" Okey baik aku paham!!!"


"Bagus, Ayo lakukan !!" mei mei penuh dengan semangat.


" tunggu bukan aku yang mengatakan paham!" Sammy terkejut.


" Sudahlah kau tidak usah bercanda Semmm!, ayo cepat lakukan!" sambil membuka tasnya


Sammy menengok ke belakang, ternyata Jendral Petter sudah berdiri di belakang mereka.


Jendral Petter mengisyaratkan Sammy untuk diam dan pergi terlebih dahulu.


Sammy segera pergi secepat kilat,


Mei mei semoga kau selamat kali ini,bukan maksud aku tega, berkhianat namun kakakmu sungguh mengerikan.dalam hati Sammy.

__ADS_1


" Sammy, Ini aku sudah menyiapkan semuanya dari semalam, karna aku sangat tahu bahwa kakakku itu hanya besar di otot saja, dia sangat butuh bantuan ku untuk hal ini!" Sambil merogoh - rogoh tasnya.


" Oh kau sungguh adik yang baik Mei!" Jendral menjawab dengan suara yang dibuat-buatnya.


" iya, tentu saja, tunggu nanti kakakku pasti akan sangat berterimakasih padaku, hahahaha!" berbangga diri sambil mengeluarkan dandanan dari dalam tasnya.


Jendral petter terkejut,


" Bagaimana kau bisa mendapat barang itu?"


" hihihi aku meminjamnya dari kamar bibi maya, tapi aku belum sempat bilang, hehehe tak apa bibi sangat baik!" ujar Mei mei santai.


" wah nyalimu besar sekali, lalu untuk apa kau menggunakan itu?"


" aku akan meriasi wajahku dengan bedak dan lipstik ini seperti hantu di film horor semalam itu!"


Jendral Petter menahan tawanya...


Dasar anak nakal ini sungguh membuat orang khawatir


dalam hati Jendral Petter.


"ini kau juga pakai!" memberikan peralatan dandanan pada orang ya g dibelakangnya tanpa menoleh.


" Aku tidak bisa!"


" Bodoh sekali kau ini!, pakai lah sendiri aku akan mengetuk pintu...jika kau sudah siap!"


" apa kita akan langsung menakuti kakak Suzy didepan pintu?"


" Ya, nanti saat dia membuka pintu dan menjerit kita langsung lari kebalkon di sana ada tangga turun langsung ke paviliun Panglima!"


Dasar anak nakal, dia sudah menyiapkan semuanya dengan rapi, sungguh anak cerdas.


dalam hati Jendral petter.


" okey ,aku akan. mengetuk pintu , ingat saat kakak ipar menjerit kita segera lari!, kakakku pasti akan datang dan ya begitulah nanti hihihihi "


tok tok tok


Mei mei mulai mengetuk pintu


tok tok tok tok tok.


Tak lama pintu pun terbuka, ...


Susy, tak melihat mei mei yang sudah sangat totalitas dengan kostum dan akting nya, yang Susy lihat justru Jendral Petter...karna Mei sangat kecil jadi terabaikan oleh sesosok yang tinggi besar di belakangnya.


apa?,kakak ipar apa masih belum genap nyawanya bagaimana bisa tidak melihatku.


dalam hati Mei mei bingung.


" Jendral!" Susy sangat bingung kenapa Jendral harus mengetuk pintu kamarnya sendiri untuk masuk.


Apa? Jendral?


seketika tubuh Mei mei merinding dari ujung rambut sampai kaki.


Mei mei menoleh perlahan kebelakang...


" Heheh....." Mei mei meringis...


tunggu aku tidak bisa seperti ini ...


" Ih ih ihihihi aku hantu hihihi!"


aku harus melanjutkan aktingku sampai akhir

__ADS_1


dalam hati Mei mei yang sudah keringat dingin.


Susy melihat kebawah,


" ah?,Mei mei apa yang kau lakukan ?"dengan ekspresi biasa saja.


" Apa?, kakak tidak takut padaku?"Memei sangat bingung.


" hahahahahah, apa ini kau yang menyuruh kakakmu untuk memnakutiku?" Tanya Susy tertawa


" Mana ada, anak ini merencanakannya sendiri?" mengelak


Mampus lah aku harus kabur, Sammy kurang ajar, aku akan membuat perhitungan padamu


dalam hati Mei mei


" mau kabur?,anak nakal harus diberi pelajaran!" menjewer telinga Mei mei.


" Ah ah ah, ampun kakak tua ampun!" memohon ampun pada Jendral.


" Jendral,lepaskan dia hanya ingin bercanda!" membela mei mei.


" apanya yang bercanda, bahkan anak ini sudah menghujatku mengatakan. aku sangat payah!"


" Tidak tidak ,tidak benar!"


" Tidak mau mengaku?"


" Iya iya ampuni aku kakak!, mei mei yang salah mohon ampun!"


" Jendral tolong lepaskan Mei mei!" Suzy segera mengambil mei dan membawanya masuk.


" Aduh kakakmu sangat keras menjewer telingamu ya?"


terlihat telinga Mei mei sangat merah.


" Iya, maaf kakak ipar Mei mei memang salah!" mengakui kesalahan nya.


Suzy membantu membersihkan wajah Mei mei dengan tisu basah...


" Hahahah, kau ini bisa bisanya ingin mengerjai kakak!"


" Maaf kakak , Mei tidak akan melakukannya lagi!"


" iya terimakasih Mei hehehe !"


" Kenapa kau berterimakasih pada anak nakal ini?"


" Sudahlah sangat dia hanya anak-anak lupakan saja!"


" iya kakak, aku kan berniat baik!" Mei mei membela diri.


" Hmmm aku memaafkanmu karna aku memberi muka pada kakak iparmu!" ujar Jendral tegas.


" hahahaha, Mei...mei...kau ini ada ada saja, tapi terimakasih jika tidak ada kau kakak akan bangun. lebih siang lagi, Baiklah kakak akan pergi memasak dulu!"


" Aku sudah sesai masak, dan naik ingin membangunkan mu tapi malah melihat pertunjukan bagus!"


" hahahaha, iya aku kesiangan, maaf suamiku ya, besok aku akan lebih pagi bangun ya!" penuh dengan semangat.


" heheh, bangunlah sesuka hatimu, kau juga pasti kelelahan!"


" Tidak bisa aku adalah seorang istri harus bisa mengurus rumah dan suamiku!"


" Kau harus ingat sayang, kau ini adalah istriku bukan pelayanku, kau hanya perlu bahagia dengan apapun yang ingin kau lakukan !"


Suzy tersipu malu mendengar perkataan. sang Jendral yang sangat menyejukan hatinya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2