
" Mmmm...jadi begitu...baiklah...!"
" Apa anda bisa melakukan itu??"
" Tentu saja, terimakasih atas informasi anda Pak, sebaiknya anda tidak membuat masalah nantinya...!"
" Tenanglah Panglima, ...!"
" Oke...saya pamit"
Panglima pun keluar dari tempat itu.
" ke Bascamp...aku ingin melihat keadaan mereka!"
" Baik...!, apa rekamannya sudah selesai??'
" Sudah Panglima, kita akan mengunggahnya di saat yang tepat!"
" Hmmm......!"
Panglima dan Jack menuju bascamp
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Panglima...apa anda sudah baikan?" Tanya Ziro yang standby di depan ruangan.
" Bagaimana keadaan mereka?"
" Dex...sudah baikan karena luka di kaki, Ria juga sudah membaik, Jimmie mengalami patah tulang cukup serius...!"
" Hemmm...aku akan membawa Ria bersamaku, ...!"
" Panglima, sedari Ria tersadar sampai sekarang , dia berada di samping Jimmie terus ...!"
" Ah, begitu...kalau begitu biarkan Ria merawat Jimmie, ...!"
" Ya benar begitu Panglima...!"
" Zero...kerahkan semua pasukan untuk mecari keluarga Josh di setiap lereng gunung di negara kita...!"
" Apa??, tapi itu ...!"
" Aku harus menyelamatkan ayah mertua dan juga Jendral terlebih dahulu, sebelum Bi mengendalikanku!"
" Memangnya Jendral dan ayah nyonya ada di mana Panglima??"
" Ada di rumah kepresidenan!"
" Itu tidak akan mungkin bisa menerobosnya kan??"
" itu hanya cukup perencanaan yang lebih rinci saja, aku mau kau segera menemukan Keluarga Josh...!"
" Baik kami akan bertindak secepatnya!"
" Hmmm baiklah, aku kembali sekarang...!"
" Eh, tidak jadi melihat mereka???"
" Mereka baik-baik saja, aku harus segera mengatur rencana!"
" Baik Panglima..!"
Karna mereka baik-baik Panglima dan Jack pun segera pergi.
Zero pun masuk ke dalam ruangan
" Dex, bagaimana kakimu??"
" Sudah tidak masalah...,hanya harus di biasakan untuk berjalan saja agar cepat bisa membantu Panglima!"
" Jangan kau paksa... istirahat saja sampai benar-benar pulih...!"
" Aku juga ingin segera pulih!" Sahut Jimmie.
" Kau tidak usah aneh-aneh, tulang kakimu retak, dan tulang punggungmu baru sesai di operasi, jangan membuatku mencari pria lain!" Ujar Ria kesal karena Jimmie sangat keras kepala.
" Aih, kau sangat galak pada pasien...!"
" Hmmmm, biar sajalah...!" tiba-tiba Ria menundukkan kepalanya .
" Kenapa sayang??"
" Tidak apa-apa, hanya saja sekarang wajahku mengerikan, ada bekas goresan panjang, ini akan sangat buruk jika lukanya membaik, akan meninggalkan bekas yang jelas pada wajahku...!"
" hemm...Ria kenapa kau mengkhawatirkan wajahmu, setelah kita sembuh kita akan mendapatkan hukuman dari Panglima!" Ujar Dex kesal.
" Dex, diamlah!" tegas Jimmie
__ADS_1
" Tapi bos...!"
" Jangan bicara lagi, Zero kau pindahkan dia di ruangan lain!" Pinta Jimmie pada Zero.
" aih, ... Dex ayo ikut aku, ke ruangan lain...!"
" Huh...ya sudah...!"
Dex sangat kesal, tapi dia mau tidak mau harus segera pindah ruangan.
" Kenapa kau mengusirnya??"
" Berisik, sekarang kan tinggal kita berdua...!"
" Bisa - bisanya Kau berpikir seperti itu di saat keadaan seperti ini!"
" hahahaha, karena ini perintah Panglima, aku bisa apa??"
" Tapi, apa benar Panglima akan menghukum kalian ??"
" Ya, karna banyak yang terluka...itu misiku di anggap gagal...!"
" Tapi kau temannya bukan, kenapa Panglima begitu tidak bertoleransi!"
"Panglima sangat di siplin, kecuali saat bersama istrinya hehehe...!"
"Hmmmm...!"
" Kenapa cemberut lagi, kau sangat khawatir dengan penampilanmu??"
" Iyalah, bagaimana pun kau menyukaiku pasti juga memandang fisiklah!"
" Hahahahahahahah, benar sih itu ...tapi seharusnya kau tahu bahwa kau bukan. satu-satunya wanita tercantik di dunia ini kan??"
" Iyalah, karena itu aku sangat menyedihkan, walaupun aku tidak begitu cantik tapi kan aku tidak seburuk sekarang!"
" Hmmm, jika aku terlalu memandang fisik untuk apa aku menunggumu selama ini Ria...!"
" Ya tapi itu karena aku tidak seburuk sekarang, siapa yang tahu kau akan jijik setelah ini...!"
" Haaaaaaaaah, kenapa wanita sangat berisik...!"
" Hei kau menyebalkan...!"
" Hemmm...aku bersumpah demi nyawaku, aku tidak akan meninggalkanmu, apapun alasannya...lagian goresan itu sangat bagus, apa kau tidak kenal Samurai X, dia juga memiliki bekas luka sayatan pedang di wajahnya, apa dia terlihat buruk dengan iyu??"
"Hahauaua, mungkin kau juga akan sama...!"
"Ah, dia kan pria dan aku wanita...itu berbeda!"
" Pokoknya apapun yang terjadi aku akan mencintaimu...!"
" Sungguh??"
" Ehmmm sungguh...!"
Ria menggenggam tangan Jimie dengan erat dan mencium punggung tangannya.
" Sayang kau juga harus istirahat, kau masih terluka ..!"
" Emmm, bangunkan aku jika kau butuh sesuatu...!"
" Tentu saja sayang..."
Ria segera naik di ranjang pasien di samping Jimmie untuk beristirahat.
...---------------...
" Panglima...Zero meminta beberapa barang - barang milik keluarga Josh, agar lebih mudah menemukannya!, dan Zero meminta ijin untuk menggunakan semua anjiiing militer...!"
" Hmmm, Ya dia bisa memakai semua Anjjing militer kecuali Micel...!"
" Ah, itu sudah pasti , karna Micel hanya akan mendengarkan perintahmu dan Tantan!" Ujar Jack meringis.
" Antarkan Mikel pada Tantan, biarkan istriku yang memerintah micel...!"
" Siapa yang berani membawanya Panglima??"
" Haahh... benar Sepertinya harus aku sendiri, Ya sudah kita ke Yonif dulu untuk mengambil Mikel, tidak tahu apakah dia masih mengakuiku atau tidak!"
" Baiklah kita ke sana!" Jack dan Panglima pun segera pergi ke tempat pelatihan Anjiing .
" Panglima senang melihat anda kembali!" penjaga Memberi hormat pada Panglima.
" Bagaimana kabar Mikel??"
" Mikel hanya makan sedikit, dan lebih sering melamun, dan tidak mau berlatih!"
__ADS_1
" Aku akan melihatnya...!"
Panglima segera berjalan menghampiri kandang besar khusus milik mikel.
Dari luar terdengar jelas gonggongan Mikel dengan keras.
" Panglima dia tahu anda datang...!"
" Tentu saja, Dia sama terbaiknya dengan istriku untuk sebuah kesetiaan...!"
" Mikel...!" Panggil Panglima yang sudah berada di depan pintu kandang , terdengar Mikel sedang menggaruk- garuk di balik pintu .
" Kalian menjauhlah, ...!"
" kan ada Panglima, apa dia akan menyerang..?"
" Ehm....boleh jika kau mau coba, aku akan dengan senang hati menguji kemampuan Mikel ,apakah masih oke atau tidak!" ujar Panglima pada Jack.
" Ha??, Lalu bagaimana nasib pelatihnya , saat Panglima tidak ada??"
" Tuan, pelatih di sini harus menggunakan safety berlapis baja untuk masuk ke dalam kandang Mikel, jika tidak maka sama saja menyajikan diri...!" ujar penjaga itu.
" Aku, aku keluar sekarang!" Jack segera buru-buru keluar dan di ikuti oleh penjaga.
Panglima segera membuka pintu , dengan sangat bersemangat Mikel segera menubruk Panglima hingga terjatuh Mikel menggoyang tubuhnya dan menjilati tubuh majikannya yang sudah lama tidak menemuinya.
" Hahahah, Hentikan Mikel...hentikan !" ujar Panglima.
Namun Mikel tidak mendengarkan Panglima,
" Kau mulai membangkang?, kau marah karena aku tidak membawamu?? , ayolah aku masih terluka...!"
seketika Mikel menghentikan tubuhnya untuk bergoyang - goyang.
" Oh kau masih patuh, baiklah mikel untuk hal pertama, maafkan aku ya, karena tidak melibatkanmu...tapi kali ini aku akan melibatkanmu sampai akhir...!"
Oooogggg oggggg...
" kau senangkan??, apa kau merindukan istriku??"
" Oogggg"
" Ayo, tugasmu adalah mematuhi perintahnya
" Ooggg ogggg oggg...!"
" Oh ya, Istriku sedang mengandung anakku, jangan melakukan hal sama padanya, kau akan melukai istriku dan anakku, berlaku lembut padanya apa kau mengerti??"
" Oooggggg!"
" Baiklah, kau harus menjalani pemeriksaan dulu sebelum bertemu istriku, ingatlah untuk tenang jangan berulah, jika kau berulah kau tidak akan bertemu Tantanku...!"
" Oooogh...!"
" Okey kita ke tempat Doney dulu di kediaman utara, kau boleh mengerjainnya tapi tidak melukainya, mengerti??, ayo kita pergi...!"
Panglima memasang rantai pada kalung Mikel, lalu membawanya keluar.
" Ehehehehe Hiiiiaaaaaiiiii mikell....!" Sapa Jack pada Mikel .
Tapi Mikel mengabaikan Jack,
" Ayo kita ke kediaman Utara dulu!"
" Baik Panglima...!"
Mikel melompat masuk ke dalam mobil bagian depan melalui Jendela.
" Oh Mikel, sebaiknya kau di belakang saja lebih luas...ya, he...hee..he...!"
Tapi Mikel malah melengos tidak setuju dengan Saran Jack.
Panglima terkikik sambil masuk duduk di bagian belakang.
" Panglima, itu itu...!"
" Sudahlah, Dia tidak akan menyakitimu...!"
" Itu sepertinya tidak nyaman...!"
" Kalau begitu, kau gendong Mikel pindah ke belakang...!"
" Ahahah, aku menyetir sekarang...!" Jack ragu-ragu untuk masuk, namun dia tetap masuk, sambil menampilkan giginya kepada Mikel agar terlihat ramah.
" Haiii...heheheh....!"
Mikel mengabaikan Jack, dan fokus melihat ke depan, dengan sangat hati-hati Jack segera menghidupkan mesinnya dan melaju dengan kecepatan rendah.
__ADS_1