
" Masuk...!"
Maya pun segera masuk ke dalam ruangan...
" Aku ingin membicarakan sesuatu padamu dan Aku membawa teh terbaik untuk kau coba!"
" oh apa itu?"
Maya meletakan Tehnya di meja ...
" Katakan apa yang ingin kau katakan!" Huan Zang meletakan bukunya dan melihat ke arah istrinya, matanya terbelalak dengan penampilan sang istri, Huan teringat akan pandangan pertamanya yang telah meluluhkan hatinya saat itu, setelah jatuh cinta pada pandangan yang pertama, dia segera meminta orang tuanya untuk melamar wanita dihadapannya itu, meskipun Orang tuanya tak mengizinkan dia berusaha mati-matian membujuk kedua orang tuanya untuk merestui nya.
Bagus, terpancing...
dalam hati Maya, sedikit lega...
"mmmm...aku minta maaf!" Maya mencoba menekan gengsinya.
" Apa???"
" Ya aku minta maaf...!" ujarnya sekali lagi.
" hmmm....Ya aku maafkan aku juga yang salah karna tidak memahami mu!" Huan Zang memang menyadari hal itu, istrinya memang dari dulu juga sulit dikendalikan, namun itulah yang membuat hatinya tergoyahkan.
" Sungguh???"
" Iya, istriku ini keras kepala..."
" Dan suamiku sangat keras hatinya!"
" Hahahaha...katakan apa keinginanmu?, melihat wanita keras kepala ini berinisiatif meminta maaf lebih dulu, mana mungkin tanpa niatan bukan?"
" Aihhh karna sudah ketahuan, aku juga tidak usah berpura-pura lagi!"
" Oh ?"
Maya menghampiri suaminya dan duduk dipangkuan Huan Zang dan bersandar manja.
" Kita sudah bukan anak muda lagi, apakah membiarkan aku berkeliaran keluar itu, hal yang menyenangkan bagimu?"
Huan Zang memeluk tubuh istrinya, sudah sangat lama, dia tidak pernah mencium aroma yang slalu menenangkan hatinya dan slalu menghilangkan kelelahannya dengan tingkah manja istrinya yang terkadang sangat usil.
" Hahaha...sejak awal aku mengenalmu, tidak seharipun kau berhenti membuat keributan, slalu saja membuat orang pusing , aku hanya memberikan apa yang ingin kamu lakukan, setelah puas bukankah kau akan kembali lagi?"
Rupanya rubah tua ini, tidak pernah salah menilai ku...
semuanya benar, dia pasti sudah memprediksi semuanya,
" paman Huan...memang yang paling mengerti Maya ini, lalu Maya sudah kembali, apa paman Huan, tidak merindukan Maya?" dengan nada manja yang menggoda.
Maya dan Huan terpaut 15tahun, jadi saat itu Maya memanggilnya paman...karna lebih tua, paman Huan ini mati-matian mengejar Cinta si maya yang 15tahun lebih muda, karna usia yang lumayan jauh itulah orang tua Huan tidak menyetujuinya.
" Hahahahaha..." Huan tertawa sangat puas dan merasa geli dengan Maya yang Mencoba merayunya.
" Apa yang kau tertawakan?" meruncingkan bibirnya.
" Rasanya berbeda jika Maya yang saat ini memanggilku paman,hahahahah"
" Hisss... menyebalkan!!" memukul dada Huan dengan sangat kesal.
"Hmmm...tapi istriku memang sangat cantik dan tidak pernah berubah, meski sudah memasuki umur matang pun masih sangat menggoda!" sambil mencium leher maya dan tangannya mulai bergerilya.
" Tu tu tu...nggu...!"
" Ya?"
" Kita buat kesepakatan dulu!!"
__ADS_1
" Apa?"
" Aku, aku tidak akan memaksa mu untuk mengakhiri perjodohan yang kau atur itu..!"
" Apa??? apa kau tidak salah bicara?"
Maya meraba dada suaminya,
" Tidak, tapi tolonglah...!"
" Tolong apa?"
" Tolong kau perhatikan gadis pilihan anakmu itu lebih dulu, jika memang dia tidak baik ya sudah, aku tidak akan membantu Leon Zang lagi!"
Huan terdiam...
" Tampaknya kau sangat puas dengan gadis itu, meskipun baik aku tidak bisa sembarangan mengakhiri perjodohan ini tanpa alasan!, jadi urungkan saja soal memperhatikan itu!"
"Apa hanya butuh alasan, untuk mengakhiri perjodohan itu?"
" Ya alasan yang dapat membuatku berubah pikiran, meskipun menurutmu gadis itu baik, kau juga harus tahu Xian-Xian juga tidak buruk bukan?"
" Ya sudah begitu sajalah...!" Maya berdiri
" Hey mau kemana?"
" sudah malam, aku akan tidur...kau pasti lelah karna bekerja seharian, kau juga harus segera tidur!"
" Oh Mayaku, ... sudah menggoda lalu pergi begitu saja??" Huan meminum secangkir teh yang dibawa oleh maya tadi...
" Hmmm,... lain kali aku akan menggodamu lagi selamat malam!" Maya segera meninggalkan ruangan .
" Hahahah hahahahah, dia tidak pernah berubah untuk membuat orang sakit kepala!" Huan tidak akan kaget dengan kelakuan istrinya itu, jadi mau marah pun tetap akan kalah dengan istrinya.
Hmmmm... Tehnya lumayan juga, dari mana dia belajar menyedu teh seenak ini?
aku kira dia tidak bisa melakukan hal lain selain membuat onar...
namun dalam tegukan terakhir tubuhnya merasa tidak nyaman dan merasa sangat gerah,...
" Ada apa ini??? tubuhku sangat tidak nyaman!" Wajah Huan terlihat memerah, pikirannya pun mulai tidak jernih...tanpa sadari dia sudah berdiri di pintu kamar istrinya.
Ceklek...
Huan tanpa berbicara segera menubruk tubuh istrinya
" Heyyyy...apa yang kau laku....!"
Lanjutan ya di skip...😂😂
...----------------------------...
"Ayah, aku membuat ini untuk ayah cobalah!" Tantan memberikan kue buatannya pada Hatta Latif.
" Wah... kau belajar keras hari ini...baik ayah coba ya!" Hatta Latif pun mencoba kue buatan putrinya itu.
" Iiii...ini kue apa?"
" Aku juga tidak tahu ayah, aku baru bereksperimen apa tidak enak?"
" Astaga... ini sangat pahit sebenarnya apa yang kau buat?, baru kali ini ayah memakan kue sepahit ini!"
" Oh astaga!... masak?" Tantan segera mencicipi kue buatnya.
" Bluhhhh bluhhhh bluh...ayah jangan di makan, aku seperti nya salah memasukan kopi hitam...aduh kopi hitam dan bubuk coklat hampir mirip... maaf ayah, aku akan membuat ulang !" segera mengambil kuenya dan membawa pergi.
" Hahahahah anak ini, aku baru melihat ekspresi lucu dan menggemaskanya, sepertinya aku telah membuang waktu berhargaku dengan putriku begitu sia-sia!"
__ADS_1
" Heheh semenjak tuan bersikap lembut, nona sangat ceria , saya merasa sangat bahagia tuan!" Ujar Bibi Chu.
" Iya Bibi, meskipun terlambat namun sebaiknya terlambat dari pada tidak sama sekali!"
" Iya Tuan...nyonya pasti juga ikut bahagia!"
" Benar...semakin dewasa dia sangat mirip dengan ibunya, semua kecerobohannya juga sangat mirip mendiang ibunya!" wajah Hatta Latif berubah kusut seketika karna merasa sangat rindu pada istrinya.
" Iya Tuan, jangan bersedih...tuan harus bahagia untuk mendiang nyonya!"
" Iya bibi kau benar, ...!"
" Baiklah , saya akan menemani nona dulu !" Bibi Chu bergegas ke dapur.
...--------------------...
" Nyonya, apa kau baik-baik saja?"
" Baik-baik kepalamu!!!, pinggangku rasanya mau patah...dasar rubah tua sialan, sudah tua begitu kenapa masih sangat bertenaga!" Maya merintih kesakitan.
" Ah, mari saya bantu untuk mandi nyonya!"
" Tidak aku tidak bisa bergerak dari tempat tidur!"
Tunggu, dia biasanya bisa menahan diri, dia tidak akan melakukannya jika aku tidak mau...
tapi sepertinya dia sudah berubah?
eh apa ada yang tidak beres?
dalam hati menerka - nerka.
Maya melihat ke arah salah satu anak buahnya.
" Bobby, apa kau yang melakukannya?"
" A?? melakukan apa nyonya?" Pura-pura bodoh.
" Rubah tua itu sangat kuat menahan hasratnya,dia tiba - tiba datang ke kamarku dan menganiaya ku sepanjang malam, ini bukan seperti rubah tua itu!" sambil memegangi pinggangnya dan di sekujur tubuhnya juga penuh tanda cinta.
" Bobby, katakan!!!" sudah mulai kesal.
"Ampuni Bobby nyonya...Boby hanya membantu nyonya saja mencampur obat perangsang dalam teh yang Bobby Buat!" berlutut meminta maaf.
" Bobbyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy, aku akan memukul kepalamu nanti!!!!"
emosi jiwa meledak-ledak.
" Nyonya sabar nyonya, biar Nesa bantu nyonya untuk mandi air hangat agar lebih rileks!" nesa anak buah perempuan satu-satunya mencoba menenangkan Maya.
" Iya nyonya, Rici juga akan menyiapkan sup ayam untuk nyonya, yang terpenting pulihkan saja dulu tenaga nyonya setelah itu baru nyonya bisa membereskan Bobby!"
" Haiiiih...baiklah aku ikuti kalian!" Maya mulai mereda.
Mati aku mati, nyonya pasti akan memukul kepala sungguhan...
Ya Tuhan tolong lah Bobby yang lugu ini...
Bobby komat kamet berdoa.
"Bobby, kau seharusnya pikir lagi jika hubungan nyonya dan tuan tidak baik itu akan memperkeruh keadaan kau sangat ceroboh, takutnya tuan yang mengira itu adalah perbuatan nyonya...itu akan memperkeruh suasana lebih dari dipukul kepalamu!!"
ujar Rici menasehati Bobby.
**Benar aku terlalu ceroboh...
bagaimana jika Tuan membenci nyonya maka sia-sia nyonya kembali...
__ADS_1
jika hanya di pukul itu aku juga tidak apa-apa namun jika merusak rencana nyonya itu malapetaka.
Bersambung**....