
Hari Persidangan pun tiba,
Terlihat, Luxian sangat percaya diri dalam persidangan tersebut.
Panglima dan keluarganya pun hadir di persidangan itu.
" Anggap saja ini senyum terakhir mu!"
Gumam Panglima.
" Iya dia terlihat sangat percaya diri sekali!"
sahut Tantan.
Dan terlihat, Luxian melihat ke arah Panglima dan Tantan sambil tersenyum sampai terlihat giginya.
( lagi endorse pasta gigi kali ya, Luxian)
Namun, senyumnya lenyap saat Tuan Hakim membacakan jumlah kekayaan Luxian, wajah Luxian tiba - tiba menjadi suram.
Bajiingan, kenapa kekayaan ku tidak sesuai, siapa yang mengambilnya?, berani sekali , atau Panglima yang sudah mengambilnya, namun dia tidak pernah mengungkit masalah hartaku, jangan - jangan benar jika orang - orang uang bekerja sama denganku, ini tidak berniat membantu ku, Jika begitu aku juga tidak akan tinggal diam.
dalam hati Luxian yang terlihat sangat kesal.
" Luxian, akan di eksekusi pada tanggal 2 bulan 3!"
" Yang Mulia Hakim, bolehkah saya berbicara?"
"katakan!"
" Sa, sa,..aggghhhhhhhh...aggghhh aghh!"
" Ada apa ini?" semua orang sangat terkejut dan panik, melihat Luxian mengeluarkan busa dari mulutnya.
Team medis segera memberikan pertolongan pada Luxian, namun nyawa Luxian tidak tertolong.
" Panglima, ada apa ini?" Tantan juga panik.
Panglima hanya mengepalkan tangannya.
" Jelas, dia diracuni, aih...!" Panglima menggandeng tangan istrinya dan keluar dari ruang persidangan yang memanas itu.
" Wah, ini sepertinya tidak akan selesai dengan mudah, rencana kita gagal!" Ujar Tantan.
" Ya, sudah kita beri kesempatan mereka untuk bermain-main , sebelum mengirim mereka menyusul Luxian!"
" Yea....kita bertugas lagi!" Tania sangat kegirangan.
" Sementara ya kita nikmati waktu kita saja dululah!" ujar Panglima tersenyum penuh makna.
" Panglima, tidak bisakah kau memberiku cuti sehari saja!"
" Tidak bisa, berapa tahum aku menunggu mu, ini juga moment yang aku tunggu, kenapa aku memberikan mu Cuti?"
" Tapi, jika aku membaca di internet ,jika ingin memiliki anak kita tidak boleh terlalu sering!"
" Bodo amat dengan internet, jika Tuhan sudah percaya menitip kan kita anak, maka juga akan ada, tenang saja aku akan lembut !"
" Aku tidak percaya padamu, kau slalu bilang lembut, tapi ranjang kita sudah ganti 2x!"
" Ahahahahahah, akan aku coba ya sayang, ayo kita cepat pulang!"
" Tidak mau!"
" Ayooookkkk!"
Panglima sangat bersemangat, membawa istrinya pulang.
...----------------...
3 minggu setelah persidangan.
" Panglima, Bagian utara dan selatan sudah membaik, hanya tinggal bagian timur!"
" Hmmm, apakah wabahnya masih belum tertangani?"
" Sudah, yang masih sakit masih di rawat di tenda darurat, yang sudah membaik, di karantina dalam waktu 2 minggu, sebelum di pulangkan ke tempat tinggalnya!"
" lalu apa yang masih di perbaiki di sana?"
" warga sudah mendapatkan rumah dan sertifikat, sumber air sudah baik, hanya tinggal, membangunkan gedung sekolah dan rumah sakit!"
__ADS_1
" Oh, cepat sekali tahap pembangunannya, Jimmie memang bisa di andalkan!"
" Tuan Jimmie mengajak para warga untuk bekerja sama membangun rumah mereka, dan memberi upah pada mereka, dan bahan - bahan material juga datang dengan cepat, memang design rumah mereka sangat sederhana, yang terpenting bangunan layak huni, dan cepat bisa di tempati!"
" Ya itu cukup, yang penting mereka ada rumah, urusan ingin memperbaiki lebih baik, ya itu biarkan mereka berupaya sendiri, kita sudah membantu sesuai kebutuhan mereka!"
" Ya panglima!"
" Listrik?, Limbah pembuangan, saluran air apa sudah?"
" Sudah Panglima, semua teratasi dengan aman, dan tidak mencemari lingkungan!"
" Baguslah, kau bisa kembali!"
" siap Laksanakan!"
anak buah Panglima pun pergi.
" Panglima, sepertinya ini bukan tugasmu!" Ujar Tantan.
" Jika para wakil rakyat bisa di andalkan, nyatanya tidak bisa!"
" Kau mencakup beberapa permasalahan di luar jangkauan mu Panglima, jadi detektif, jadi pengamat bangunan, mengatasi permasalaham rakyat!"
" Hehehe, apa itu salah?"
" Tidak hanya saja, mereka kerjanya ngapain, kok harus Panglima yang turun tangan!"
" Ya, sudah biarkan saja!, aku juga tidak tahu pasti kesibukan mereka sayang, tapi ngomong - ngomong aku seksi sekali, apa beniat menggidaku?"
" Hei, matamu sebelah mana yang melihatku menggodamu!, mata panglima saja yang mesum!"
" Hahah, astaga saat kau galak saja sangat sexy!"
" Panglima, apakah sebenarnya kau ini orangnya maniak?"
" Hmmm, semua yang berhubungan tentang istriku itu, aku tidak bisa mengendalikan pokoknya mau lagi, lagi, lagi ,lagi!"
" Panglima, kau harus bertaubat!"
" Ha???, apa aku berbuat dosa padamu?"
" Haha...tak apalah, jika kau terpaksa pahalamu akan lebih besar!"
" Panglima, lihat belakangmu!"
Panglima menoleh ke belakang.
" Apa tidak ada apa - apa!, ooh dasar anak nakal, hahaha!"
" Panglima aku ke tempat Suzy dulu!" melompat jendela kabur.
" Hahahahah...padahal aku penuh kasih sayang padanya, kenapa dia merasa tersiksa?" gumam Panglima bingung.
" Hosssst ....hosssttt...hosssttt...huuuu untung hari ini dia tidak mengejar ku, aku bisa patah tulang lama -lama!"
" Tantan..."
" Woooooooo astaga , Jenderal kau membuatku terkejut!, hooooissst....!"
" Apa kau main kejar-kejaran lagi dengan Panglima?"
" Ah, haaaaa...aku berhasil kabur Jenderal, oh dari mana Jendral?"
" urusan kerjaan, masuklah Istriku di dalam!, sepertinya kau sangat kualahan mengahdapi Panglima!"
" Ya, dia akhir - akhir ini sangat egois!"
" Oh ya??" Membuka pintu
" Ya, di mana Suzy?"
" Sayang, Tantan datang ...!" Jenderal Petter memanggil istrinya.
" Ah, Tantan...apa kau sedang menghindari Panglima?" Suzy menebak.
" Ah, kalian sampai hafal ya!"
" Hahahah, setiap hari kalian berbuat gaduh, sampai terdengar ke sini, untunglah kalian tidak hidup dikampung!"
Jendral Petter menggeleng kepala.
__ADS_1
" Ya, setiap hari kalian teriak - teriak, kalian ini terlalu heboh, seperti orang bertengkar setiap hari!" Sambung Suzy.
" Untung kami adalah orang yang bisa memaklumi kebisingan kalian berdua!" ujar Jendral Petter.
"hihihi, apakah benar sampai sini?"
" iya, kau kira kami membual, sebaiknya kau membuat dinding peredam suara!"
" Ah, begitu ya ...heheheh jadi malu aku!"
" Sejak kapan kau ini tahu Malu Tantan!"
" Suzy, kau ini menyebalkan!"
" Memang dari dulu istriku menyebalkan Tantan!" Sahut Jendral.
" Oh, iya memang sih!, tapi Jenderal juga mau sama Suzy!"
" Jika bukan aku dan Panglima ,siapa lagi yang mau dengan wanita barbar yang slalu menguji kesabaran setiap saat!"
" wah , Jenderal kau keterlaluan sekali!" Tantan tidak terima.
" Beruntunglah kalian, bujang Tua memiliki istri muda seperti kami!" sahut Suzy.
" Benar, ahahaha...!" Tania tertawa lepas.
" Yayaya...itu kami tidak bisa menyangkal!"
" hohohi, Jenderal sudah selesai cuti?"
" Hmm, ya...aku ambil cuti sebentar , Panglima mengambil cuti panjang!, kau pasti sangat bahagia!"
" Aku , tersiksa setiap saat!"
" kenapa begitu?"tanya Suzy
" Jendral, apa kau melakukan dengan Suzy setiap hari?" Tanya Tantan.
" Pertanyaan macam apa itu?"
" Bukankah kita sangat dekat untuk Sharing - sharing?"
" Puffffffttt...Tantan, hahaha...kalian kan baru menikah itu wajar, kami juga saat baru menikah juga sering melakukannya!"
" sehari berapa kali?"
" 5x atau bisa lebih!"
" Ah, itu masih sedikit...jika kami dirumah berdua kita bisa melakukanya sepanjang hari, pinggang ku sangat sakit!"
"wah, .... panglima Hyper ya?"
" Wkwkekekkekeke, kau jangan menceritakan urusan seperti ini ke orang lain Tantan!, itu ranah pribadi, Panglima adalah, pria normal yang sangat energik!"
" Itu terlewat batas suamiku!" ujar Suzy.
" wajarlah, kami memang memiliki stamina lebih, dari pria - pria normal biasa!"
" Sayang, saatnya pulang!" Panglima yang tiba-tiba menyusul
" Woooooo, tidak mau!"
" Jenderal ,Suzy bolehkah aku menjemput Istriku?"
" Boleh silahkan dibawa pulang!" Jendral memegangi Tania yang ingin kabur.
" Jenderal kau jahat!!!"
" Ah, adikku patuh dengan suami adalah kewajiban seorang istri!"
" Puffffttttt....!" Panglima menahan Tawanya.
" Suzy, tolong aku!"
" Maaf Tantan, aku tidak bisa ikut campur urusan orang lain!"
" Istriku, ayo pulang....!" Panglima segera menggendong istrinya pulang.
" Jendral , Suzy kalian jahattttt!"
Jenderal dan Suzy hanya melambaikan tangan sambil tertawa.
__ADS_1