DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
24 MENYUSUN RENCANA


__ADS_3

Suzy dan Tania untuk sementara waktu tidak menimbulkan masalah, mereka berlatih dengan tertib untuk membuat Petter tidak terlalu mengawasi mereka.


Di paviliun Leon.


" Tan-Tan kenapa panglimamu belum ada kabar?" tanya Suzy heran


" kita baru satu minggu di sini Suzy, kau kira Panglima sedang liburan?, dia sedang mengemban tugas yang berat!, kita tidak tahu dia sedang menghadapi bahaya apa!"


" apa kau khawatir?"


" kenapa aku harus khawatir?, memang dia siapa?" Tania mengelak keras.


" Aiiis baiklah, kau tidak khawatir! "


hilih dari raut wajahmu saja sangat kelihatan kalau kau itu sangat khawatir...


dalam hati Suzy.


hmmm,kenapa aku jadi memikirkanya?


sudahlah dia adalah panglima kejam, tidak akan ada yang bisa menyakitinya.


dalam hati Tania.


" berapa lama panglima pergi?"


" katanya satu bulan ke depan! "


"Dia sangat baik padamu, kenapa kau tidak bersama panglima saja?"


" Baik kepalamu!, aku dan dia bersama hanya karna kesepakatan saja! "


" kesepakatan?"


"ya benar, aku membantunya menyingkirkan calon tunangannya,dan dia membantuku di sini!"


" tapi aku mengira dia tidak hanya sekedar membantumu!"


" aku tidak mau memikirkan yang lain, aku mau fokus pada orang yang aku cari!"


" haisss, ya sudah aku akan membantu sebisaku, dalam.seminggu ini apa sudah ada info?"


" ada ,tapi yang bernama Leon tidak hanya satu orang saja! dan ini sudah memasuki 5tahun ,jika aku tidak menemukanya ,maka dia akan menikah dengan orang lain!"


" ini perkara sulit! "


" tapi aku tetap akan berusaha keras!"


"Aku tahu tidak akan ada yang bisa menandingi keras kepalamu, ayahmu saja kualahan menghadapimu!"


"Apa aku seburuk itu ?"


" lebih buruk lagi pastinya,karna itu sulit diungkapkan dengan kata-kata!"


" lalu kenapa kau mau menjadi teman ku? "


" karna hanya aku yang paling bisa memahami mu sejak kecil!"


" waaaah kau menyebalkan!, aiiih aku ingat saat kita kabur dari taman kanak-kanak hanya untuk melihat om-om loreng itu berlatih!"


" Ya kau sangat terobsesi dengan senjata!"


" sedang kan kau saat kecil juga sangat terobsesi dengan para om om loreng itu!"


" Benar ,hahahahahahah kita berapa kali kena hukuman bersama saat kecil!"


" Sampai sekarang pun kita masih sama bukan?"


" Terimakasih Tantan!"


" Terimakasih juga Suzy!"


" Hari ini kita free bolehkah kita keluar?"


" tidak boleh!"


" aku ingin membeli sesuatu!"


"apa itu?"


Tok tok tok


" oh siapa?" tanya Suzy terkejut.

__ADS_1


"Aku buka dulu!" Tania segera beranjak dan membuka pintu.


"Kakak ipar aku merindukanmu!"


" Ah, Ria! kau bisa masuk?"


" tentu saja! seminggu sekali aku akan ke sini untuk memeriksa kesehatan para prajurit di sini!"


" ah, siapa ini?" tanya Suzy


" oh Ria masuk dulu!"


" Oke kakak!"


" kenalkan ini sahabatku Suzy!, dan Suzy ini keponakan panglima! "


Tania memperkenalkan satu sama lain.


mereka pun saling menyapa satu sama lain.


" Tunggu kau memeriksa semua tentara di sini?"


" hahaha tentu saja tidak!, setiap prajurit memiliki dokter pribadi!"


"oh seperti itu!"


" mmmmm, Ria bagaimana kabar ibu?"


" tante sangat baik!, oh mikel sekarang lebih tenang ya?"


ujar Ria yang melihat mikel di dekat kaki Suzy.


" syukurlah, aku rindu padanya!, iya Mikel sedikit lebih tenang! "


" ah itu bagus!, hari ini apa free?" tanya Ria.


" ah iya, Ria tolong bawa kami keluar dong!"


" apa??? mana berani aku?"


" Tolonglah!,aku juga rindu kakekku aku ingin mengunjungi makamnya!" Tania mencoba membujuk Ria untuk membantunya.


" iya dokter aku juga ada perlu mendesak!"


" kami akan menanggungnya sendiri!" ujar Suzy yakin.


" maaf aku tidak bisa membantu kalian, tapi aku akan memberitahu jalan keluarnya!"


"Dimana? " Tania sangat bersemangat.


" Kau tahu paviliun Jendral Petter? "


" Tahu!, eh jangan katakan kita harus melewati paviliun Jendral?"


" apa? aku takut!" ujar Suzy.


"Hanya di paviliun Jendral Petter saja yang temboknya agak rendah!"


" apa?"


" apakah tidak ada jalan lain?" tanya Tania.


" Tidak ada!, Jalan itu melewati samping sisi paviliun Jendral !, jadi mau tidak mau kau harus bisa masuk dari depan dulu baru bisa memanjat tembok samping!"


" astaga, kita ini bukan tahanan !, kenapa serasa seperti tahanan yang ingin kabur dari penjara!"


" masa pendidikan 3 bulan memegang Handphone saja tidak boleh apa lagi keluar!"


"Ya ponsel kamu saat masuk di minta panglima!"


ujar Suzy.


" Urungkan saja niat kalian ini, itu sangat berbahaya!, Jendral Petter ini sulit untuk di ajak negosiasi!, jika sampai kalian tertangkap basah oleh Jendral!"


" Ah, aku setuju Jendral memang mengerikan!" sambung Suzy.


" ah, sudah hampir 10 , aku harus mulai pekerjaanku!, bye bye!" Ria bergegas pergi dengan terburu-buru.


Tania dan Suzy saling memandang...


"apa kau berani?" tanya Tania pada sahabatnya.


" tentu saja apapun pada akhirnya kita tanggung bersama!"

__ADS_1


" oke kita susun rencana!"


kedua sahabat itu menyusun rencana mereka untuk keluar diam-diam dari Distrik militer.


Tania melempar mainan Mikel ke paviliun Jendral Petter, dan Mikel pun berlari ke arah paviliun Jendral dan kembali tanpa berisik.


Tania segera memberi kode aman pada sahabatnya.


mereka pun memasuki paviliun Jendral Petter dan segera menuju samping paviliun.


" lalu bagaimana?, kita tidak tahu diluar aman atau tidak?" ujar Suzy.


Tania berjongkok sambil berpegangan pada tembok.


" ayo cepat naik, kau lihat situasi diluar aku akan mengangkatmu!"


tanpa buang waktu Suzy segera naik ke pundak Tania.


" bagaimana?"


"aman!"


" kau lompat lebih dulu!" ujar Tania.


Dengan bersusah payah Suzy melompat lebih dulu, dan mendarat dengan selamat.


" Mikel giliranmu!" perintah Tania pada Mikel dan memberi punggungnya untuk pijakan Mikel melompat.


" aah, Mikel ternyata sangat mantap pijakannya!, Anjing panglima memang berbeda!,giliranku!"


Tania segera memanjat tembok dan mendarat tanpa kesulitan.


" Fyuh, kita berhasil!" Tania merasa sangat lega merangkuk sahabatnya.


" ohoh oh kenapa wajahmu bengkak?, apa kau terjatuh?, atau terbentur?"


" Mikel mendarat tepat di wajahku!" Jawab Suzy menahan sakit.


" pufffffftttttt hahahha,hahahahhahahah!" Tania tertawa lepas.


"ayo sudah kita pergi dari sini dulu!" ajak Suzy.


mereka pun segera meninggalkan distrik militer dan pergi mengunjugi makam kakek Tania terlebih dahulu karna tidak jauh dari distrik militer.


" apa kau sudah lega?" tanya Suzy


"mmm, kita lanjut apa yang ingin kau beli?"


"aku ingin membeli jam tangan untuk ayahku, besok ulang tahunnya, aku akan mengirimnya lewat ekspedisi!"


"oh kau ingat ulang tahun ayahmu?"


" tentu saja!"


"aku bahkan tidak tahu tanggal ulang tahun ayahku!"


" maaf Tania aku tidak bermaksud membuatmu sedih!"


" tak apa, aku hanya terkadang iri dengan hubungan anak dan ayah orang lain, mereka bisa dekat satu sama lain!, hehehe ya sudah ayo kita beli jam tangan !" Tania mengubah ekspresinya dengan cepat.


Suzy mengerti apa yang dirasakan sahabatnya itu, karna mereka besar bersama-sama.


Suzy sangat mengerti tentang kesibukan ayah Tania yang hampir tidak ada waktu untuk sahabatnya dan lagi ayahnya sering kali memarahinya saat sahabatnya minta dibelikan mainan pistol-pistolan.


"Paman sebenarnya orang yang sangat peduli padamu Tantan, hanya saja sifat protektifnya yang membuat kalian tidak bisa rukun!" ujar Suzy


" apa yang kau bicarakan?"


dengan nada ketus.


" heheh tidak ada!"


***nanti, ada saatnya kau mengerti Tantan,


aku dulu juga sempat mengira bahwa paman Latif adalah ayah yang kejam, tapi sekarang aku mengerti dia sebenarnya amat sangat menyayangimu, hanya saja Caranya salah.


dalam hati Suzy


Bersambung,....


Like dan komen jangan lupa ya!


maaf karna baru update hehehe***

__ADS_1


__ADS_2