DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
193 Gurau di saat kacau


__ADS_3

" Apa yang terjadi ?? kenapa bisa begini?" gumam Tantan.


" Nyonya, kejadiannya begini....jadi saat aku dan Zero sampai di markas Tom, kami berdua diserang untuk di uji setelah kami lolos, kami langsung mendapat tugas menghabisi 3 keluarga, aku meminta Dex mencari informasi tentang keluarga itu dan kami menyelamatkan 3 keluarga dan membunuh 2 orang dalam satu keluarga!"


" Lalu??"


Yesa menceritakan semuanya dengan detail pada Tantan.


" Lalu setelah misi selesai?"


" kami lapor pada Panglima lebih dulu, namun panglima meminta agar keluarganya di sembunyikan!"


" Apa??"


" Kenapa nyonya??"


" Tidakkah kau tahu, kita masuk perangkap musuh!"


" Apa?? " semua terkejut.


" Kau di minta membunuh orang itu pasti diikuti orang kan??"


"Benar... mereka akan melapor pada Tom jika kami sudah melaksanakan tugas kami!"


" Salah mereka mengambil bukti kau membantai satu keluarga!"


" Apa??"


" Dan setelah misi kau pasti melaporkan pada Panglima...mereka pasti menunggumu di tempat Panglima di tahan, dan mereka ingin menangkap kita untuk menambakan bukti yang memberatkan Panglima dan Jendral!"


" Jadi...mereka sudah menyadari sejak awal, dan kita menggigit umpannya?"


" Ahhhh? kenapa abang dex dan Jack tidak memberitahu ku saat kalian mendapatkan misi?"


" Kakak kau akhir - akhir ini sangat kelelahan, mereka pasti juga mengkhawatirkan!" sahut Ria.


" Ya tapi bagaimana sekarang,?" Tantan mulai panik.


Tidak aku harus tenang, kemungkinan besar Panglima dan Jendral akan di jatuhi Vonis Eksekusi, aku tidak boleh membuat semua panik, baik - baik berpikir.


Tantan terdiam cukup lama sepanjang perjalanan pikirannya tidak beristirahat, dia mencoba memikirkan cara yang dapat membantu Panglima.


" Tantan, apa ini akan berdampak fatal pada Jendral dan Panglima?" tanya Maya memecah keheningan.


" Tidak , mereka akan. baik - baik saja asalkan kita tidak menambah masalah untuk mereka ibu!"


" Syukurlah....!" Suzy merasa lega


" Yesa, berapa banyak orang yang selamat dalam pembantaian yang diperintahkan Tom?"


" Sekitar 30 orang nyonyaku...!"


" Aku tahu, sekarang harus berbuat apa!, Yesa apa masih jauh?"


" Kira - kira 1 jam lagi nyonya!"


" Ibu Ria dan Suzy kalian tidurlah dulu ya!"


" Tapi,..."


" Kita butuh istirahat, jika berhenti untuk istirahat bersama takutnya itu malah berbahaya!"


" Yesa jika kau lelah menyetir katakan padaku!"


" Tidak nyonya, aku sudah terbiasa...Nyonya ambillah Cincinnya!"


mengulurkan jarinya, dan Tantan segera mengambil Cincin itu dari jari Yesa.


Tantan mencoba mempelajari Cincin itu...


" Apa ini untuk Voice note?"


"Ya nyonya...!"


" Abang, aku berada di hutan dalam di area pinggiran perkotaan, cepat bawa kami berkumpul dengan yang lain!"


Tantan mengirimkan pesan suara pada Dex.


Tantan masih dalam pikiran yang sangat berat,


Siapa yang melindungi Tom ini, bagaimana bisa melakukan kejahatan dengan sangat bersih, pembantaian yang dilakukan pun tidak tercium ke publik...


Tantan memegangi kepalanya dengan pijatan - pijatan ringan, Tantan sangat pening memikirkan semuanya.


" Nyonya...jangan banyak berpikir, bukankah anda sedang hamil?"

__ADS_1


" Benar, aku mencoba untuk bersantai tapi isi kepalaku sangat banyak membuatku tidak tenang!"


" Tapi nyonya...!"


" Iya baik -baik, aku serahkan semua pada Tuhanku, aku percaya Tuhan akan memberi jalannya!" Tantan menyerah pada pikirannya, dia harus bijak dalam menghadapi masalah, semua harus dihadapi dengan tenang, tidak buru-buru, dia harus menjaga amanah Tuhannya yang berada di dalam kandungannya, jika terjadi sesuatu padanya dan calon bayinya maka itu hanya akan menambah masalah.


" Nana,nananana...nananana...!" Tania bersenandung untuk merilekskan pikirannya.


" Nyonya kita sudah sampai!"


" Oh sudah sampai....aku hampir tertidur!"


Ria hendak membuka pintu karena dia sudah menahan pipis yang cukup lama.


"Ria, jangan membuka pintu mobil, tutup rapat jendelanya!"


" Ah,kakak ipar aku mau pipis...aku sudah tidaj tahan!"


" Pipis dalam mobil....!"


" Aaaaaa...mana bisa...!"


" Sana di bangku belakang!, pakai plastik, pakai tisu...!"


" Kakak, sebentar saja!"


" tidak...kita tidak tahu ada hewan buas seperti apa yang sedang bersembunyi ,atau musuh yang sedang menunggu kelengahan kita!"


" Benar Ria, cepatlah ke bangku belakang, kita semua perempuan tenang saja!" Maya membujuk keponakannya itu.


" Ya benar aku tidak akan menceritakan hal ini pada Jimmie tenang saja!" Tantan masih sempat menggoda Ria.


" Kakak ipar...!"


" Hihihi" Suzy dan Maya terkikik


" Nyonya kau masih sempat bercanda!" ujar Yesa.


" Mau bagaimana lagi, tegang juga tidak dapat menyelesaikan masalah!'


Ria pun perlahan melompat ke bangku belakang,


" Jangan menoleh semua!" tegas Ria


" Ria apa perlu aku bantu cebok???'


" Kakak ipar....jangan bercanda, aku tidak bisa keluar - keluar!'


" Pfffffffffffttttttttt...." Tantan menahan tawanya.


Kripik kripik


" Wah, sepertinya kita dekat dengan mata air ya?"


" benar, suaranya jernih !" Sahut Maya mengimbangi candaan Tantan.


" Aroma yang memabukan!" Sambung Suzy.


" Kaliaaaaaaaaaan, menyebalkan....!" Rian hendak berdiri karena kesal.


" Bersihkan dulu dan pakai celanamu Ria...!" Sambil menahan tawa Tantan mengingatkan Ria.


Ria mengurungkan niatnya dan segera membersihkan diri dan kembali ke kursi tengah dengan wajah yang merah.


" sudah lega???" Tanya Maya pada keponakannya.


" Sudah Bibi, jahat sekali mengolokku!"


" Lah bibi hanya bertanya!"


" Iya iya bibi jangan di bahas lagi, ...!"


Cincin yang di bawa oleh Tantan pun terlihat menyala karena ada sensor kecil untuk memberi notifikasi.


" Ya, nanti ada orang pedalaman, yang datang menjeputmu, tak apa itu orang Panglima dan Jendral!"


Balasan dari Dex.


" Apa katanya?" Tanya Maya.


" Tunggu akan ada orang pedalaman yang akan menjemput kita nanti!"


" Ah...di mobil sangat jenuh, di luar berbahaya bagaimana ini??"


" Sabar bibi sabar...!"

__ADS_1


" Bagaimana jika Tantan dan Suzy lapar??, kami tidak sempat membawa makanan!"


" Bibi kita kan sedang bersembunyi bukan mau Camping, mana ada pikiran untuk membawa makanan!"


" Kasihan bayi mereka Ya Tuhan, ....mereka di dalam kandungan saja sudah sesulit ini, semoga kalian menjadi anak yang luar biasa kelak ya!"


" Aamiin...." Semua mengaminkan doa Maya .


Mereka berlima, tetap berada di dalam mobil selama 4 Jam lebih.


Setelah menunggu sangat lama, terlihat gerombolan berbaju ala suku pedalaman berwarna coklat.


" Apa mereka?" Tanya Yesa.


" Tunggu dulu sampai mereka mendekat!"


tok tok tok...


Tantan tidak langsung membuka kaca jendala, dia memastikan dulu apakah dia benar-benar orang Panglima atau bukan.


Tok tok tok...


" Nyonya kenapa anda tidak membuka jendelanya?"


" Tunggu...aku memastikan dulu mereka siapa!" Tantan memperhatikan beberapa orang yang datang itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Tok tok tok


Tok tok tok


orang - orang itu menempel mukanya mendekati Jendela karena hanya terlihat hitam saja dari luar.


" Bukalah!" pinta Tantan karna melihat ada lambang sama di gelang mereka dengan yang pernah diberikan Panglima padanya dulu.


" apakah kau orang panglima?" Tanya Tantan.


" Ya, Nyonya...mari ikuti kami!"


" Apa bisa di tempuh dengan mobil?"


" Bisa nyonya...!"


" Baiklah!'


Beberapa orang itu berjalan mendahului untuk menujukan jalannya dan Tantan dan rombongannya mengikuti perlahan dengan mobil dari belakang.


" Tantan , apa mereka jalan kaki menjemput kita tadi?"


" Mungkin ibu!"


" Lama sekali jika kita mengikuti mereka dari belakang begini!"


" Mereka ber 5 biarkan yang 3 masuk dibelakang yang dua di atap mobil kita jalan perlahan!"


ujar Tantan.


" Tunggu!" ujar Ria.


" apa Ria?, mereka orang panglima kok!"


" Bukan, di belakang masih ada kantong tebs alami, apakah bisa dibuang dulu keluar?"


" Hahahahah" Semua tertawa.


"Kau akan di denda karena mencemari hutan !"


" Ah lalu bagaimana?"


" Hihihi,...pegang saja dulu Ria!"


" Ihhhh kakak ipar...!"


"letakan di belakang Ria...!'


" Oh ya...!"


Ria segera memindahkan kantong Tebs alami ke belakang dengan hati - hati.


" Tuan, jika begini akan lebih lama, beberapa naiklah ke atap mobil dan beberapa lagi masuk memberikan petunjuk arah!"


Dan yang masuk mobil hanya 2 orang karena 2 orang itu lebih tua dari yang lain dan yang 3 duduk di atap mobil.


Dan mereka pun melaju seauai arahan menuju Bascamp tersembunyi milik Panglima.


"

__ADS_1


__ADS_2