DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
122. Pengawal multitalent.


__ADS_3

kediaman Perwira.


" Bagaimana caranya memberi pelajaran pada nenek sihir itu?"


" Maksud anda, lacur itu?"


" Ya itu, sedikit kasar!"


" Tapi nona, dia memanggil anda wanita ******!"


" Ya, biarkan saja!, suka - suka dia!"


" sementara ini dia pasti akan tenang nona!, tidak asik jika kita menyerang duluan!"


" Lalu?, aku harus menunggu dia menyerangku?"


" Mmmmm...biarkan dia slalu menjadi tersangkanya!, dan kita hanya sebagai korban yang membela diri!"


" Bagus, Jack, bagus...itu tidak terpikirkan olehku!"


" Nona, lebih baik memanasi nenek sihir itu!" sambung Si Dex.


" Oh?? bagaimana?"


" Beberapa hari lagi ayah Panglima pulang, anda bisa menghabiskan banyak waktu dengan keluarga panglima!" Dex juga memberikan idenya.


" Iya itu adalah titik membuat lawan semakin kebakaran jenggot!, Tapi Dex ?, bagaimana kau tahu jika paman Huan akan pulang dalam beberapa hari ini?"


" hehehehe...itu bukan hal sulit untuk kami nona!"


" Kalian Hebat, jadi aku akan bersenang-senang dan bahagia bersama keluarga panglima hehe he!"


" Nona, jangan khawatir tentang keselamatan!, kami slalu ada untuk nona!, nona hanya perlu hidup seperti biasa, jangan takut, kami akan siaga menjaga anda!"


" Tentu saja , aku juga tidak takut!!!"


" Wah, wanitanya panglima memang sangat berbeda!"


" Kalian sangat pandai menyanjung orang!"


" Tidak nona itu benar adanya!"


" Bos kalian itu seperti apa?, dia kelihatan berantakan!, apa benar dia adalah teman panglima?"


" Tentu saja, bos kami juga satu angkat dengan panglima, hanya saja bos kami tidak bisa tinggal di dalam sangkar, bos kami sangat suka terbang bebas kemana pun dia mau!"


" Oh itu memang terlihat seperti itu!"


" apa nona tidak ingin keluar?" ujar Jack bertanya.


" Hmm, aku ingin pergi membeli sesuatu untuk keluarga panglima!"


" Boleh...kami akan menemani!" Dex sangat bersemangat.


" okey, aku ganti dulu!"


" Nona, bolehkah kami berpakaian biasa?"


tanya Jack


" Iya Nona, biarkan kita terlihat seperti saudara atau teman anda!" tambah Dex memberi alasan.


" Tentu saja ,itu senyaman kalianlah, aku tidak keberatan tentang penampilan kalian!"


" Oke, kalau begitu kami juga siap - siap!"


mereka pun bersiap - siap untuk keluar.


setelah selesai bersiap Tania menunggu Jack dan Dex yang masih belum selesai bersiap.


" Astaga 2 orang ini melebihi wanita sat berdandan!"

__ADS_1


gumam Tantan sambil melihat ke arah jam.


satu jam kemudian...


" Maaf nona, kami terlalu lama!" ujar Jack yang melihat tania sudah tertunduk mengantuk.


" Aiiis kalian terlalu LA mm mm mm...what????, siapa kalian???"


" Kami Jack dan Dex!, eh panggil kami Zawa dan Seva!"


" Whatttttt????, maksud kalian itu berpenampilan biasa itu seperti ini???"


" Tentu saja ini paling aman!, dan tidak mencurigakan!"


" tapi apa kalian, tak apa - apa berjalan dengan sepatu tinggi seperti itu??"


" kami sangat terlatih nona tenang saja!, lihatlah!" Dex dan Jack berjalan lenggak lenggok bak seperti model terkenal sambil mengibas kan rambutnya.


" Oh, tidak Wignya lepas!" Dex segera mencari wig yang terlepas dari kepalanya.


" Ini apa ??" Bibi Chu yang sedang membersihkan patung kuda milik perwira terkejut melihat kudanya berambut.


" Buaahahahahahaah hahahahahaahaa hahahshhahshahs hahaha hah!" Tania tertawa terbahak - bahak hingga tawanya memenuhi seisi rumah.


" bibi itu WIG saya!" dengan suara ngebasnya.


" Astaga, kamu siapa?" Bibi chu tidak mengenali Dex yang berdandan.


Dex segera mengambil Wig itu dari kepala kuda dan segera memakainya kembali.


" Maaf, bibi saya Seva..!" nadanya berubah menjadi lembut dan kemayu.


" Buakakkakakakakk ahahaahah, astaga Ya Tuhan!, hahahaha" Tania masih tertawa terpingkal - pingkal.


" Nona, mereka siapa?" tanya Bibi Chu


" Mereka Dex dan Jack bibi!"


" Apa???, ada apa dengan mereka?"


" Ah tahulah,..." Bibi Chu tidak mau pusing dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tania dan 2 orang bawahan Jimmie pun pergi.


Di Mall...


" Kalian piawai sekali menggunakan hak tinggi!"


" Ya, tuan kami melatih kami sangat keras,butuh perjuangan untuk bisa memakai sepatu wanita ini!"


" iya benar, aku sangat heran dengan para wanita ,mereka sangat suka mempersulit diri seperti ini!"


" Ya, apa yang membuat mereka menyukai hak tinggi?"


" Mereka akan terlihat Sexy tentunya.


" Oh ya???,kenapa aku yang pria tidak berpikir seperti itu??" Dex merasa tak puas dengan jawaban Tania.


" Aku juga terkadang,jika melihat wanita berbadan tinggi menggunakan hak tinggi, mereka terlihat seperti Jerapah dimataku!"sahut Jack.


" Ahahahahahh, itu dari mata kalian?, dimata yang lain mungkin tidak seperti itu!"


" Ya mata mereka rusak berarti!" Jack berteguh dengan pandangannya.


" hahahah sudahlah, kalian mengomentari kami kaum wanita seperti itu, kenapa masih menggunakan hak tinggi?, apa kalian tidak melihat bentuk kalian di kaca?"


" Ahahahahah, do skakmat langsung dong sama nona?" Jack tak bisa berkata-kata lagi.


" Nona Tani...ini namanya pembunuhan kata!" sahut Dex.


" Tani???, panggil yang lengkap!"

__ADS_1


" ku rasa itu tidak buruk untuk panggilan Tani Nona!" Jack setuju dengan Dex


" Terserah kalian, aku mau lihat dasi-dasi di sana!"menunjuk ke arah yang dimaksud.


ke dua bocah itu mengikuti jalan Tantan yang sangat cepat.


" Dex, kita salah pakai sepatu!"


" Kan sudah ku bilang kita ini mau jalan-Jalan, wanita asli saja juga tidak akan memakai ini saat jalan-jalan!"


" Ya mana ku tahu,,,kita nanti beli sandal saja!"


" Huhhh...ya nanti kita minta ijin pada nona dulu!, kita tidak boleh lengah!"


"okey...!"


mereka segera menyusul Tantan yang sudah jauh di depan.


" Kalian lambat!!!" ujar Tantan.


" Maaf, nona...tapi nona kenapa ke sini?, bukankah mau ke sebelah?"


" Di sini lebih lengkap, kalian gantilah sandal atau sepatu biasa, itu di sana!" Tania menunjuk bagian sepatu sandal.


" Nona, terimakasih sudah memperhatikan kami!" Dex merasa tersentuh dengan Tania.


karna disikap cueknya Tania, tania bisa memahami kesulitan orang lain,padahal mereka berdua itu membuat kesulitan itu sendiri.


mereka berdua sibuk memilih sepatu untuk mereka dan Tania sibuk memilih kado untuk keluarga Panglima.


" Dex, matamu tetap mengawasi nona!, jangan memalingkan sedetik pun ke tempat lain!" Jack mengingatkan temannya.


"Cepat pilih lalu gantian!" Jawab Dex yang sudah tak sabar untuk segera berganti sepatu.


akhirnya Jack selesai memilih,


"Aku ke kasir dulu!, ingat jangan lengah!" Jack segera menyelesaikan pembayarannya.


lalu bergantian dengan Dex untuk memantau Tantan.


"Nona, apa belum menemukan hadiah yang tepat?" Jack menghampiri tantan


" Belum...aku bingung...!"


" Nona, beli yang Satu set saja...! lihat di sana!"


" Oh apa itu?"


" Nona, itu adalah paketan hadiah, ada macam - tergantung harga ,untuk paket 5 itu ada, isinya dasi, jam tangan, parfume, sepatu dan ikat pinggang, itu untuk pria dewasa anak-anak dan perempuan!"


" Ya sudah kita ke sana!, tapi apa kalian sudah selesai membeli?"


" saya sudah tapi Dex belum, dia sangat lama kita tinggal saja Nona!" Menarik tangan Tantan ke tempat lain.


" Hei...tunggu temanmu dulu lah!"


" Dia mudah menemukan kita!" jawab Jack santai.


" Oke!" mengikuti kemauan Jack.


" Nah nona, pilihlah...isinya bisa sesuai kemauan nona!"


" Untuk paman, aku mamu memberikan 3 PCs saja parfume dasi dan jam tangan, tapi aku tidak tahu parfume paman Huan!"


" Oh, itu nanti tanya Dex saja!, nona mau cari untuk siapa lagi?"


" IBU, Sammy ,paman Ziieee!"


" Oh paman Ziie belikan jam tangan saja Dia suka jam tangan ,yang seperti ini!, jika ibu panglima, belikan parfume, dan gelang ini, lalu aku tidak tahu Sammy itu siapa!" ujar Jack.


**Gila, anak buah teman panglima ini bukan kale ng-kaleng...

__ADS_1


dalam hati Tantan.


Bersambung**...


__ADS_2