DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
143.Penangkapan


__ADS_3

Sampailah Panglima ,Jendral Dan Pasukan Panglima sudah kembali namun mereka masih diperbatasan kota, mereka masih menutup rapat kepulangan mereka.


Setelah satu hari Jimmie mengabari jika tugasnya selesai,


Panglima segera menyerahkan bukti yang di milikinya pada kepolisian, dengan perjanjian, penyelidikan secara diam - diam jika memang itu benar - benar terungkap maka kasus ini harus dipublikasikan, dan akan dipantau seluruh masyarakat.


Setelah, selesai memberi bukti, panglima dan pasukannya menyiarkan kabar kepulanganya.


Hal itu terdengar ditelinga Luxian, dia terkejut rupanya dia sudah masuk dalam jebakan Panglima dan Jendral Petter.


" Apa???, Jendral dan Panglima beluma mati???!!!"


" Ya tuan, mereka kembali dengan selamat!"


" Tidak mungkin, di di dalam pasukan Panglima dan Jendral Petter ada penghianat!"


" Untuk berapa pasukan yang tersisa aku tidak tahu tuan!"


" Sialan, di pasti sudah menemukan bukti kuat untuk menjatuhkanku!" Luxian mulai panik.


Luxian modar mandir ,mondar mandir berpikir keras.


" Kita harus pergi ke luar negeri!, aku akan bersembunyi di tempat persembunyianku dulu, kalian harus memantau kondisi, jika ada kesempatan untukku kabur, kalian segera buatkan identitas baru untukku"


" Tuan lalu Bagaimana dengan nona?"


" Biarkan saja!, dia tidak akan mati, justru sebaiknya aku akan mati jika semua ketahuan!, Pukul 2 pagi lihat situasi di luar, jika aman aku akan pergi ke barat!"


" Baik tuan!"


Pukul 02.00 pagi petang Luxian pergi ke tempat persembunyiannya yang terpencil,


Sementara, pihak Kepolisian sudah berada dilokasi tersebut dengan membawa beberapa anggota dan bersembunyi menununggu kedatangan Luxian.


Dan sampailah Luxian di lokasi pukul 05.00 pagi,...


Luxian menghirup nafas lega sambil berjalan masuk, ...


Maafkan Ayah anakku, jika semua dipenjara makan Ayah tidak akan bisa mengeluarkanmu, tunggu Ayah, tolong bersabar....


Luxian mengawasi para penjaganya,


sambil membuka pintu...saat akan melangkah masuk,


" Angkat tangan!!!" suara itu membuat jantung Luxian sangat terkejut.


Luxian, menengok...ke arah penjaganya ternyata perasaan mengganjalnya benar, semua penjaganya sudah disabotase, dan dia sudah di kepung, Luxian tidak bisa melawan atau pun kabur.


Mau tidak mau dia menyerah, kedua tanganya di borgol, dia melihat Beberapa anak buahnya ditangkap kecuali 2 orang yang mengantarnya ke lokasi.


" Kakalian berkhianat!!!" Ujar Luxian sangat marah.


" kami tidak berkhianat, karna pada dasarnya kami adalah milik panglima!"


Luxian sangat terkejut,


Bajingan Kecil itu sudah mengincarku sejak lama...benar - benar aku sudah meremehkan anak kemarin sore itu, huh...tapi aku juga akan menyeret keluargamu, Lihat saja.

__ADS_1


dalam hati Luxian...


Proses hukum masih berlanjut panjang, karna pihak berwajib ingin mengupas secara menyeluruh dan tuntas, siapa saja yang terlibat, dan mengusut semuanya dengan terperinci agar tidak ada satu pun yang terlewatkan.


Dan sementara, Kasus Xian - xian masih berlanjut juga, ... dan menunggu sidang keputusan akhir, karna Xian juga terbukti menjadi dalang percobaan pembunuhan berencana, Luxian dan Xian - Xian sudah pasti mendapat pasal berlapis.


...----------------...


Panglima dan Jendral Petter dapat menyelesaikan tugas besar,


Panglima membawa Pasukannya utuh,meskipun beberapa orang terluka,


Panglima tidak menutupi Fakta jika sebagian Pasukannya telah melakukan pengkhianatan,


meskipun itu mereka lakukan karna keterpaksaan, Panglima mencopot jabatan mereka dan Menghukum mereka, dengan hukuman penjara 9 tahun 4 bulan.


Hari kepulangan para pejuang itu sudah dinanti - nanti oleh keluarganya mereka salaing berpelukan melepas rindu.


" Suamiku...!" Suzy yang berurai airmata menyambut kepulangan suaminya.


". istriku...I miss you!" Jendral Petter memeluk istrinya dengan erat, Suzy menangis sesenggukan dan memukul - mukul dada Jendral kesal.


" Hei Suzy, suamimu baru pulang kenapa di pukuli!" Ujar mama Suzy.


" Iya nak, dia mana tahu ada yang terluka!" sambung papa Suzy.


" Biarkan saja besan,...anak ini kurang ajar bisa - bisanya membawa kabar dirinya sudah meninggal!" ujar Anton yang juga kesal.


" Maaf, Karna itu bagian dari strategi kami ayah!"


" istrimu mendengar kabar kematian mu dia pingsan 3 x tidak mau makan dan minum, dan barulah datang orangmu menyampaikan kabar itu palsu, baru dia mau makan!, aku sudah hampir gila Dibuatnya bagaimana bisa kalian membahayakan anak kalian sendiri!" ujar Anton kesal.


" Ya, anak...kenapa kau baru tahu ya???, aduh kasihan sekali" Anton meledek putranya.


" Sayang, apa kau hamil???" Jendral sangat senang mendengarnya.


" Hmmmm" Suzy mengangguk berurai air Mata.


" Terimakasih, terimakasih sayang...aku akan menjadi ayah!" Jendral petter berkaca - kaca mendengar kabar bahagia itu,sambil memegang perut istrinya dan menciumnya.


" Selamat ya menantuku, Tuhan memberimu hadiah bukan setelah kau Pulang!" Ujar mama Suzy.


" Iya ibu, Tuhan sangat baik hati!"


itu adalah moment haru pertemuan keluarga Jendral.


Setelah Panglima memberi sanksi pada anak buahnya, dia keluar menyusul rekan yang lain yang sedang temu kangen dengan keluarganya masing - masing.


Dia melihat rekan seperjuangannya bertemu dengan orang - orang terkasihnya, hatinya juga ikut merasa senang.


Panglima celingukan ke kanan dan kiri, dia tidak menemukan seseorang yang diharapkan nya untuk menyambut kepulanganya.


" Aiiih dia bersembunyi di mana?, aih...terlalu banyak orang aku sulit menemukannya!" Panglima berusaha keras mencari kekasih hatinya.


Namun Panglima tidak menemukannya,...


panglima berjalan perlahan di antara orang - orang yang sedang melepas rindu, dimana orang yang dia Ingin temui,

__ADS_1


Apa dia tidak datang?


Panglima masih mencari.


tiba - tiba dari belakang ada yang menarik bajunya, Panglima segera menoleh...


" Sayang...oh???" panglima terkejut karna bukan kekasihnya.


" Kakak Tampan, Selamat!" memberikan bunga.


" Oh Meimei...!"


" Ya, kakak tampan, di mana Kakak cantik?" tanya Memei juga mencari.


" hemm, aku juga mencarinya, mungkin dia sedang sibuk,jadi tidak datang!" ujar Panglima tersenyum menutupi kekecewaanya.


" Mungkin kakak cantik bangun kesiangan!" Ujar Memei...


" Bisa jadi,...oh ya?, kenapa kau berdandan seperti ini?"


" Heheh, suka saja...apa terlihat aneh?"


" Kau terlihat cantik, tapi ini seperti untuk acara formal!"


" Oh, berarti aku salah memakai baju, aku mau menyambut kakak tuaku,jadi aku ingin terlihat cantik, ayo ikut aku kakak tampan!"


" Kemana?"


" bertemu dengan kakak tuaku!,eh kenapa keluarga kakak tampan juga tidak datang?"


" mereka biasa tidak menyambutku, jadi itu hal biasa untukku!" jawab Panglima yang masih mencari - cari kekasih hatinya.


" Ya sudah ayo ikut Memei!" Menarik tangan Panglima .


Panglima mengikuti langkah kecil Memei, namun dia merasa aneh dengan orang - orang yang kini mulai Memperhatikannya, mereka tersenyum penuh makna pada Panglima.


Ada apa dengan mereka, tidak biasanya,


sebelum- sebelumnya aku juga menyelesaikan tugas dengan baik, namun mereka tidak seaneh ini.


dalam hati Panglima kebingungan.


" Selamat panglima"


" Selamat panglima"


" Selamat Panglima!"


Semua memberikan selamat pada panglima,


Panglima hanya mengangguk kebingungan,


" Ada yang tidak beres sepertinya???"


" Kakak Tampan, kau kenapa?"


" hmmm tidak...di mana Jendral Petter dan keluarganya?" tanya Panglima.

__ADS_1


" Di sana!" menunjuk ke arah terparkirnya truk - truk pengangkut.


Bersambung...


__ADS_2