
" Jendral kenapa Ayah belum datang?"
" aku akan menelphonenya...!"
Jendral Petter segera mengambil ponselnya dan menelphone ayahnya.
" Ayah kenapa lama sekali?"
" ya Ayah sedang perawatan dulu, bagaimana bisa ayah yang seperti ini menghadapi calon mertuamu!"
" Ya Tuhan....!" keluh Jendral.
" ada apa Jendral? "
" Tak apa...!" Jendral Petter mematikan panggilanya.
" Ayah baik-baik saja kan Jendral? "
" Dia tidak akan kenapa- napa tenanglah"
" Nona tuan, makan siang sudah siap!"
" Oh, Jendral ayo makan siang "
Jendral pun makan siang di rumah Suzy untuk pertama kalinya.
setelah selesai makan siang.
" Jendral apa kau mau mengenakan seragammu itu terus?"
" ini sudah biasa, aku sedikit mengantuk apa aku bisa beristirahat ?"
" Boleh, aku akan tunjukkan kamarku Jendral! "
" apa kamarmu?"
" iya, kamarku ada apa?"
" bukan kah itu kurang pantas, meskipun kita ini akan menikah namun juga tidak pantas untuk beristirahat di kamarmu, aku masih orang lain! "
" karna rumah ini hanya aku tinggali dan bibi hanya ada 3 kamar saja. kamarlku, kamar bibi. dan kamar orang tuaku"
" Aku boleh tidur di sofa ini kan?"
" ah ...tapi Jendral tamu masak tidak memberikan pelayanan terbaik?"
" kau juga pasti lelah kau juga perlu istirahat, aku tak apa tidur di sini! "
" mmmm, baiklah jika perlu sesuatu ketuk pintu kamarku yang itu ya!" menunjuk kamarnya.
" ok!"
mmm, Suzy juga tidak buruk juga... semakin ke sini semakin menarik saja.
dalam hati Petter.
*****
pukul 06.00 pagi...
" kami pulang...oh, siapa ini?"
" oh nyonya dan Tuan sudah pulang?, ini tuan Jendral nyonya calon suami Nona Suzy!" ujar bibi Tin.
" Apa ? calon suami Suzy seorang Jendral???" mama Suzy sangat terkejut.
" Gubraaakkkkk" pingsan di tempat.
" Astaga, istriku, tolong bantu angkat istriku ke kamar!"
Jendral Petter segera membopong Mama Suzy masuk ke dalam kamar.
" Bibi di mana Suzy? "
__ADS_1
" Nona masih belum bangun tuan!"
" Apa???"
" Calon suaminya sudah bangun dia belum bangun?, bangunkan!!!" ujar papah Suzy.
" Tuan biarkan saja, jangan di bangunkan, sebaiknya memanggil dokter untuk nyonya!"
" tidak perlu, dia hanya Syok saja...! "
" apa saya terlalu mengaggetkan nyonya tuan?"
" hahaha iya, dia sudah sangat terkejut jika putrinya mendapatkan kekasih, kemudian terkejut karna kau bekerja untuk negara, sekarang dia terkejut ternyata kau seorang Jendral!, sudah biar kan dia istirahat dia juga kelelahan dalam perjalanan, kita bicara di luar!"
Jendral Petter mengikuti papa Suzy keluar
" duduklah,...perkenalkan. namaku Luis dan istriku bernama Jesica, siapa namamu Jendral?"
"Tehnya tuan!" Bibi Tin menyajikan Teh.
" trimaksih bibi" ujar Luis
" Panggil saja Petter tuan!"
" Baiklah Jendral Petter, apakah kau sungguh ingin menikah dengan putriku?"
" Ya, Tuan Petter! "
" Berapa lama kaliam saling mengenal?" sambil meminum tehnya.
" mungkin hampir 2 bulan tuan"
" brrrrrrrrrrrr" Tersemburlah air karna terkejut.
" maaf Jendral saya sangat terkejut, baru dua bulan sudah mantap untuk menikah? "
" Hmmm... karna di usia saya ini, bukan waktu nya untuk bermain-main tuan!"
" baiklah Jendral, itu masuk akal, namun jujur saja putri kami bukanlah tipe wanita yang bisa di andalkan , putri kami orangnya sangat ceroboh, keras kepala, hatinya sangat lemah, dia mengundurkan diri dari dunia kebidanan dengan alasan tak kuat hati, namun. lebih nya mungkin dia adalah orang yang setia !"
" Wah Jendral sungguh bijaksana, jika seperti itu kami orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan kebahagian kalian!"
Gila putriku yang tidak bisa di andalkan itu Bagaimana bisa menggait Jendral Petter ini, bahkan aku sempat khawatir bahwa tidak akan ada yang mau menikahinya,...tenang-tenang aku harus jaga image di depan Jendral ini.
dalam hati Luis.
" Terimakasih tuan Luis!"
"lalu di mana orang tua Jendral apa tidak menginap di sini?"
" Ah, saya hanya tinggal punya Ayah, ayah nanti akan kembali! "
***Kenapa aku melupakan orang tua menyebalkan itu, ....Ayah jika kau tidak kembali secepatnya aku akan minta membakar dapurmu.
dalam hati Jendral Petter kesal karna ayahnya meninggalkan dirinya sendiri di kediaman Suzy***.
" aduh, maaf jika begitu, mulai sekarang panggil aku papa dan istriku mama!"
Aduh dia pasti terharu dengan ke kebaikan hatiku ini...
Luis membanggakan diri.
" ah baik pah terimakasih!, tapi apa mama baik-baik saja?"
" iya dia baik-baik saja, jika bangun dia pasti akan memanggilku!"
" Ooooh syukurlah! "
" Luiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiizzzssssssssssss" Volume level 200 up ...
Astaga istriku sungguh tidak ada akhlak sama sekali, aku sudah menjaga image baik di depan Jendral Petter kau merusaknya.
dalam hati Luis kesal.
__ADS_1
" heheh istriku selalu bersemangat Jendral, saya kesana dulu!"
pergi secepat kilat
Seperti yang di bayangkan keluarga Suzy sangat unik...
haiiissss...sudah terlanjur tidak ada kata mundur untuk seorang Jendral.
" tutup mulutmu sayang, kau menganggetkan menantu kita,sekarang sudah ada yang mau menikahi putri kita, jangan membuatnya berubah pikiran!"
" oh, maaf aku sungguh terlalu bersemangat, sayang apa menantu kita benar-benar seorang Jendral? "
" dari cara berbicaranya dia bukan orang sembarangan, dia benar-benar berwibawa, ternyata putri kita masih ada harganya sayang!' meneteskan air mata bahagia.
" kau ini laki-laki kenapa menangis?"
" aku sudah menjaga sikap ku agar terlihat tenang dan berwibawa dihadapanya, dia benar-benar memiliki aura yang sangat dingin dan menakutkan, tidak seperti relasi-relasi bisnis yang biasa ku temui!"
" aku ingin segera menemuinya!" segera bangkit dan berjalan menghampiri Jendral yang masih tenang menikmati Teh nya.
" Hallo menantuku, maaf maaf sambutan kali ini kurang baik!"
" Tidak apa Nyonya apa nyonya sudah lebih baik?"
" Ya aku sangat baik menantuku, aduh kau sungguh tampan dan sangat gagah bagaimana bisa kau menikahi putriku itu apa kau tidak menyesal?"
Apa suzy benar-benar seburuk itu di mata orang tuanya sendiri. sepertinya nasib kita sama Suzy soal orang tua.
" Tidak!"
" wah.... mantap!"
" istriku panggil dia Jendral dan, Jendral panggil saja mama untuk istriku!"
" Baik. jika begitu panggi juga saya Petter saja!"
Suzy pun keluar dari kamar, masih dalam keadaan setengah sadar.
" Hei anak pemalas suamimu sudah bangun pagi , kau baru bangun!, tidak tahu malu!"
" Istriku jaga sikapmu" bisik Luis.
" Tak apa mama ... Suzy pasti kelelahan!"
" mama papa kalian sudah datang? "
berlari memeluk kedua orang tuanya karna rindu.
" Ya,nak kami juga tidak Rindu!" ujar Jesica.
" astaga mama bagaimana bisa kau tidak rindu padaku?"
" nyatanya bisa!"
" mama memang tidak sayang padaku!"
" aduh-aduh sayang kau suka sekali menggoda putrimu ini!"
Astaga keluaga ini sangat penuh dengan Drama.
dalam hati Jendral Petter.
"Nyonya tuan sarapan sudah siap!"
" Wah ya terimaksih bibi. ayo Petter kita sarapan dulu!" ujar Luis.
Mereka sarapan sambil mengakrapkan diri.
Ting tong ting tong....
Bersambung...
Author
__ADS_1
Like dan komen jangan lupa