
Leon selesai mandi dan segera mengenakan pakainya, dan kembali ke kamar Tantan untuk melihat sudah tidur atau belum.
" sayang apa kau sudah tidur?"
Tak ada jawaban,
Leon membuka selimut yang menutupi kepalanya.
" Baaaaaaaaaaa!" ternyata Tania belum tidur.
" hahahah,Dasar anak kecil, masih belum tidur?" Leon Tertawa dengan tingkah konyol Tania.
" Belum, aku masih menunggu Panglima!" bangkit dan merangkul Panglima dengan manja.
" Dasar anak manja!" membalas dengan pelukan hangat.
" Biar saja, Panglima kau harum sekali heheh Panglima kau tampan sekali!, Panglima blablabla"
memuji tiada habisnya.
" Berhenti berbicara, kau mau membuatku mandi lagi?"
" Tidak, Panglima aku mencintaimu, muac muach muach" mencium pipi Panglima berkali-kali.
"hnmmm, apa kau ingin sesuatu?"
" Panglima, aku ingin berkunjung ke makam kakek, besok antarkan ya!" masih bermanja.
" haiiiis sudah ku duga!, Iya aku akan mengantarmu, tapi sekarang tidurlah lebih awal!"
" Ya, tapi panglima kau harus tetap di sini!"
" Iya, aku tetap disini!" dengan nada lembut
" mmmm, jangan kemana-mana ya!"memeluk dengan erat
" Iya, ayo cepat pejamkan matamu, kau sudah memeluku erat, aku bisa kemana?"
"Selamat malam selamat beristirahat!" Tania pun segera memejamkan matanya.
Panglima memandangi paras gadis di depanya,
kau sudah memegang kendali hatiku, yang tak bisa ku lakukan pada orang lain ,bisa kulakukan padamu, sihir apa yang kau berikan padaku, aku sudah mulai terbiasa dengan kebersamaan ini, semua hal tentang dirimu, aku sangat menyukainya, tawamu, manjamu, suaramu,keberanianmu, bahkan saat kau marah pun aku menyukainya, kau membuatku terasa sempurna, semoga kita bisa melewati semuanya.
mencium kening Tania dengan lembut.
********
"Jadi latar belakang gadis kecil ini luar biasa, tapi bagaimana pun Leon tidak akan menikahinya!"
gumam Xian-xian sambil meremas kertas yang di pegangnya.
" iya nona!"
"Cari tahu informasi detail aturan keluarganya!"
" baik nona!"
...Bagaimana pun latar belakangmu, kau tidak pantas bersanding dengan Leonku, Latar belakang keluarga ku juga tidak kalah denganmu, selama paman Huan berada di pihakku, kau bukan apa-apa....
" Nona mobil sudah siap, apa kita akan ke tempat panglima lagi?"
" kita temui dulu ibu panglima di butiknya!"
" Baik!"
__ADS_1
sampailah Xian-xian ke butik Maya.
" Nyonya itu nona Xian-xian datang!"
"Haissss...merepotkan sekali!"
menghela nafas.
" pagi tante, lama sekali Xian-xian tidak datang kemari!"
" Ya, Tente juga sibuk akhir-akhir ini, Xian-xian pasti juga memiliki jadwal padat bukan?"
" mmm, iya. tante, tapi akhir-akhir ini Xian-xian sedikit mengurangi kegiatan, Xian-xian mencoba ingin lebih memahami Panglima! "
...***memahami?, cihhhh......
...putraku tidak akan mau dipahami olehmu, karna sudah ada yang bisa memahaminya***...
" ah?, putraku orang yang sangat sulit, kau mungkin tidak akan sabar !"
"justru karna itu, Xian-xian merasa sangat tertantang!"
...***tertantang gundulmu itu, isss aku kesal sekali mendengar kata-kata munafik ini...
...maya sangat kesal, namun menahan diri***...
" Xian-xian memiliki kesabaran tingkat epic rupanya!"
" tentu saja tante, semua karna panglima hehehe"
" hehehe heheh eh " tertawa tidak ikhlas.
" tapi tante, saat aku mengunjungi Panglima di paviliunnya, ..."
" iya kenapa?"
air mata buaya ini tidak bisa mempengaruhiku sekarang, kau adalah wanita munafik yang paling hebat yang pernah ku temui, tenang saja aku tidak kalah munafik darimu untuk menemanimu bermain peran.
" apa????, siapa gadis itu? berani sekali dia menggoda putraku? " akting yang luar biasa aktris terbaik pun kalah .
" iya tente, dia berani sekali memanggilku tante, aku padahal tidak setua itu dan dia sangat tidak tahu malu duduk di pangkuan Panglima!"
Hehehe, aku akan menjelekannya, agar ibu panglima memihakku, tante sangat menjaga nama baik keluarga, mana mungkin menerima menantu yang buruk seperti gadis kecil yang sombong itu .
" Wah, itu memang benar!" Maya berbicara tidak sadar
" Apa tante?"
" Eh, itu memang kurang ajar sekali, maksud tante begitu Xian-xian , tante akan memberikan pelajaran pada gadis itu!"
maksudku kau yang akan aku berikan pelajaran Xian-xian, berani-beraninya kau menjelekan mantuku yang imut dan baik itu.
" tidak usah tante, biarkan saja mungkin Panglima hanya sedang bermain-main saja dengan gadis kecil itu, Xian-xian akan bersabar!"
Main-main kepalamu, bagaimana kau bisa mengatakan hal buruk pada putraku, mana ada main-main, putraku tidak suka bermain-main, rasanya ingin menampar mulutnya sampai rata.
" Aduh, kau memang yang terbaik Xian-xian, suamimu memang tidak buta memilihmu menjadi menantu!"
suamiku sangat buta,
dalam hati kesal.
" Terimaksih tante, hehehe...kalau begitu Xian-xian mau mengunjungi panglima dulu tante, Xian-xian pasti akan sering main ke sini juga!"
" ah, iya iya jangan dipaksakan Xian-xian, kau orang yang sibuk!"
__ADS_1
" Tidak tante, kalau begitu Xian-xian pamit dulu/"
" yayaya hati-hati!"
Xian-xian pun berlalu pergi....
"Sudah, bereskah rencananya?" tanya Maya pada orang kepercayaannya.
" Sudah nona, beres dia tidak akan bisa menemui Panglima hari ini!"
" Hmmm, awas saja kau berani menyentuh Tantan kecilku, aku tidak akan melepaskanmu!"
Maya sangat kesal.
Di distrik Militer...
aktivitas berjalan seperti biasanya, Karna Jendral sedang tahap pemulihan, mau tidak mau Panglima yang turu tangan dalam latihan anak didiknya.
" Salah push up!"
" Konsetrasi!"
" Kamu kenapa salah terus?,lari 100 putaran!"
Leon masih fokus dalam melatih.
Datanglah mobil Xian-xian,
" Maaf, apa ada keperluan?" tanya petugas jaga.
" Saya orangnya Panglima!" Jawab Xian-xian.
" Ah, baik nona ,tapi mobil tidak boleh masuk harus parkir di depan!"
" Apa?, aku harus berjalan kaki masuk?"
" iya nona, kami hanya menjalabkan perintah!"
Xian-xian pun turun dari mobil,
Sial, aku harus jalan kaki ke lapangan dengan sepatu heels ini, Ya sudah lah yang penting aku bertemu Panglima.
Xian-xian berjalan masuk menuju lapangan,
" awas - awas...!"
Soooooooorrrrrrr
" waaaaaaaaaaaaaa" Teriak Xian-xian.
" Nona apa yang kau lakukan di sini?, kita sedang membersihkan selokan!"
" Sialan, di mana matamu, bagaimana bisa kau menyiram air menjijikan ini ke arahku, kau pasti sengaja kan?"
" nona, lihatlah tanda itu, seharusnya nona tidak lewat sini, apa nona tidak bisa membaca?"
" Penjaga di depan menyuruhku untuk lewat sini!, aku adalah Tunangan Panglima, kau akan tahu akibatnya karna sudah membuatku jadi seperti ini!"
"Nona sebaiknya kau pulang mandi, Panglima tidak akan mengenalimu dengan seperti ini, jangan mengaku-ngaku nona, sudah ratusan wanita yang bernasib sial karna mengaku sebagai wanita nya panglima!"
hisssss sialan orang-orang rendahan ini berani-beraninya menghinaku, tapi aku juga tidak bisa bertemu Panglima seperti ini.
akhirnya Xian-xian memutuskan kembali pulang dengan penuh amarah yang membara dalam hatinya.
bersambung...
__ADS_1
Author
wah kasihan sekali kau Xian-xian...