
" Para penjaga itu segera keluar dari dalam mobil...!"
" Apa yang kalian inginkan??"
" Cepat tangkap mereka jangan sampai ada yang tersisa!"
Para penjaga itu melawan, hingga meraka terluka dan tak berdaya
" Aagggghhhh...tidak jangan ....!"teriak Maya
" tuan ampuni kami!" Ria pun merengek ketakutan.
" Ayo cepat jalan!" Mereka pun mengikuti perintah orang - orang itu mereka di bawa ke tempat yang sangat jauh dari keramaian.
" Tuan ke mana kalian akan membawa kami??"
" Diam!"
Setelah cukup lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai ke Gubuk tua dan reot.
" Cepat masuk!" mereka mendorong rombongan Dex masuk ke dalam gubuk.
" Ikat mereka agar tidak kabur!!"
" Ehhmmmm emmmm....!" Terlihat ada seorang parubaya yang tersekap di dalam di ikat pada kursi tangan kaki dan tubuhnya, di mulutnya di sumpal kain agar tidak bisa berbicara.
" Bibi siapa dia??"
" Aku juga tidak tahu...kita diam saja dari pada bernasib sama seperti dia!"
" Wajahnya mirip wakil presiden bukan sih???" Sahut Huan Zang.
" Oh benar paman itu sangat mirip!" ujar Ria membenarkan.
" Hei mana ada wakil presiden di sekap di sini memangnya dia tidak ada ajudan apa??, kalian ini terlalu berkhayal jauh!"
" Diammmm!" penjaga itu membentak dengan sangat lantang dan membuat keluarga Panglima itu diam.
" Bibi paman, nyawa kita sudah diujung tanduk tolong fokus saja pada diri kita sendiri!". Bisik Dex lirih
" Iya, iya...!" Maya mengangguk mengerti namun matanya tertuju pada orang yang di sekap di kursi ,Maya mengamati dari ujung rambut sampai kaki penampilan orang yang fi sekap itu.
" Tapi Dex, lihatlah sepatu yang digunakan orang itu sangat bermerk, itu paling tidak harganya 2 Milyar loe!" Maya yang sangat mengerti Fashion.
" lihat jam tangan itu...Jam tangan bermerk Louise Moinet ini setahu bibi dibanderol seharga 4,6 juta Dollar US atau setara dengan 64 miliar jika di rupiah kan!"
" Hah, sayang itu KW nya banyak beredar di pasar gelap...!".
" Bagaimana kau tahu suamiku??"
" Aku punya Kw nya!"
" Apa jadi selama ini kau memakai barang KW??"
" Hanya jam tangan saja, lagian Kw atau asli kan sama saja muternya, ...sama fungsinya kenapa harus pakai yang mahal!"
" Alasanmu masuk akal juga ya, tapi memalukan sekali jika orang tahu style ayah Panglima selama ini adalah barang tiruan!"
" Yah, orang juga percaya itu asli jika ayah Panglima yang memakainya!"
" Sialan sudah menikah berapa tahun aku baru tahu jika suamiku sepercaya diri ini!"
" Lagian saat masih mendirikan perusahaan memang harus stylish untuk lebih meyakinkan client kita bukan??!"
" Terserah Kau!" Maya yang kaki dan tangnya di ikat mencoba mendekati orang yang di sekap di kursi itu dengan cara menjadi suster ngesot.
" Tuan, maaf saya penasaran dengan jam tangan anda apa ini asli??" karena tangan maya di ikat ke depan jadi mudah untuknya memegang jam tangan milik wakil presiden itu.
dengan mulut tersumpal itu, tidak tahu apa yang sedang di bicarakan
" Aghhh ehhhmmm ehmmm....aghhhhhh....!"
" Hei jangan menyentuhnya!!!" teriak penjaga itu berlari menghampiri Maya.
__ADS_1
"Apa??"
" Kalian akan mati dalam hitungan detik jika menyentuhnya!"
" Apa???"
Dex mengamati dengan jelas jam tangan itu,
" Bibi jangan sentuh!" teriak Dex.
" Iya iya bibi tidak sentuh, kalian ini kenapa sih??, tuan kau pelit sekali sih???, baiklah aku tidak sentuh!"
" Bibi itu adalah Bom... jika bibi menyentuhnya maka janga pernah bibi mengangkatnya karena itu akan meledak!"
" Apa???"
semua terkejut, Maya yang tadinya terlihat tidak takut tiba-tiba syok dan berubah menjadi pendiam seketika.
Sialan ibu Panglima ini mau mengajak kita mati bersama, sungguh keluarga yang meresahkan dalam hati Bin.
...----------------...
Keesokan harinya tersiar kabar jika wapres telah di sekap oleh ajudannya sendiri.
" Wah, itu Drama yang dimaksud Panglima...!"
Ujar Tantan menyimak berita yang sedang tranding topik.
" Wah, kenapa bisa begitu??" Yesa keheranan.
" Yesa, ini Drama buruk, bagaimana bisa seorang ajudan menculik atasannya sendiri...!"
" Oh, dia sedang membersihkan namanya, karena bukti yang ditemukan oleh Jimmy dan Zero pasti menyangkut namanya...!"
" Ehnmm begitu, jadi dia melakukan semua itu karena keterpaksaan wah, dia adalah wakil pemimpin yang buruk, bagaimana bisa dia naik ke kursi pemerintahan dengan orang bawah saja kalah!"
" Wapres ini adalah budak Mafia, makanya hal bodoh ini dia lakukan .... rakyat biasa akan percaya dengan rekayasa ini, tapi tidak dengan mereka yang memiliki IQ di atas rata-rata!"
" Belum, ini hanya awal untuk melihat pola pandang masyarakat terlebih dahulu, jika mereka berpihak pada wapres mereka akan melanjutkan berita keluarga Panglima!"
" Apa-apaan?? mereka mau membuat masyarakat menggiring opini jika Panglima juga sama terlibat dengan wapres??" Ujar Yesa salah paham.
" Tidak bukan seperti itu Yesa...ini ada pada ajudannya, jika percaya setelah ini ajudanya akan terekpost...!"
" Oh ini soal mengambing hitamkan??"
" Ya, masalah menculik keluarga Panglima itu memang niat mereka adalah menghabisi kita semua!"
" Nyonya, itu artinya anda mengirim keluarga Panglima dalam bahaya!"
" Tenang Yesa kami sudah siaga di luar dengan cukup banyak personil bayangan!"
" Apa kabar presiden kita?? kenapa tidak ada berita apapun tentangnya?, bukankah dia harus turun tangan soal urusan ini??, bagaimana bisa di hanya diam saja tidak ada upaya apapun untuk memberikan keadilan!"
" Dia hanya boneka saja, semua itu dibawah kendali wapres Yesa....nyatanya kasus sebelumnya yang belum menyangkut Panglima dia juga tidak tergerak sedikit pun!"
" Jika dia bergerak malah terungkap lebih awal, itu memang benar bahwa diam itu selamat!" sahut Jack.
Sementara di perairan
" Tuan memangnya kita akan di bawa kemana ini kenapa cepat sekali berkabuh dan ini adalah tempat yang cukup ramai, mungkin kalian salah tempat tuan!" Ujar Tom
" Benar kami salah tempat tuan, mohon maaf...!"
" Bagaimana sih kalian itu di perintahkan oleh wapres kenapa bekerja sembarangan!" Ujar sahabat Tom sangat kesal.
" Maaf tuan, tapi ini memang perintah wapres untuk menangkap anda dan memasukan penjara!"
" Apa???" Tom dan rekannya sangat Terkejut.
" Hahaha jangan bercanda, ayolah...kita lanjutkan perjalanan!"
Tiba-tiba datang beberapa orang dari kepolisian menangkap Tom dan rekannya.
__ADS_1
" Apa ini ada apa ini??"
" Diam atau aku tembak kalian!"
mau tidak mau Tom dan rekannya pun menyerah karena mereka tidak membawa apa pun untuk membela diri.
Tom dan rekannya pun segera dijebloskan ke penjara.
anak buah Jack segera menghubungi Jack.
" Tuan bagaimana sisa awak kapal ini??"
" Tahan dulu !, dan kalian ikuti mereka amati semua dengan jelas bila perlu rekam secara diam-diam!"
" Baik!"
" Nanti akan aku kabari jika Panglima sudah bangun!"
" Apa??, aku sudah bangun jack!"
" Panglima...!"
" Katakan apa yang terjadi??"
" Ternyata rencananya adalah Tom dan Rekannya memang tidak dibantu untuk kabur tapi meman di jebloskan dalam penjara entah bagaimana itu, sisa awak kapal sudah aku minta untuk di tahan!"
" Ya kita lihat kemana jalan ceritanya!"
" Baik Panglima...!"
" Bagaimana dengan keluargaku...?"
" Sesuai yang anda tebak, drama ikan terbang sudah muncul, wapres di sekap oleh ajudannya sendiri...dan keluarga anda juga di sana !"
" Oh terburu-buru sekali, apakah sudah menjamin keamanan keluarga ku??"
" Sudah Tantan sudah mengatur semua dengan baik, Panglima...!"
" Oh ya??, Di mana lagi istriku???"
" Tantan sedang belajar membuat kue Panglima!"
" Hahahah baiklah biarkan saja, tolong Jimmie dan Zero suruh mereka datang ke sini sekarang!"
" Baik saya pergi dulu!"
" Loe abang kau mau kemana?, cobalah dulu kue buatanku ini anti gagal!"
" Sisakan saja untukku, oh ya Panglima sudah bangun !"
" Oh benarkah,?? firasat ku ini memang tidak salah...!"
Tantan segera membawa kue buatannya itu masuk ke kamar.
" Suamiku lihat, aku berhasil membuat kue , tidak bantat ,tidak gosong dan empuk!"
Panglima hanya tersenyum melihat senyum istrinya yang sangat indah itu.
" Apa kau mau ??"
" Boleh!"
Tantan pun menyuapi Suaminya itu perlahan.
" Aku sebenarnya kepikiran soal ibu Ayah dan Ria... mereka saat ini pasti lapar!" ujar Tantan berkaca-kaca.
" tenanglah, itu tidak akan lama, seseorang yang sedang dalam keadaan Genting itu lupa rasanya lapar...semua akan segera membaik, kau yang aman di sini pikir kan saja dirimu dan juga anak kita, agar dia tidak menjadi anak yang panikan nanti"
" Heheh ya benar, Panglima juga harus makan yang banyak, karena harus lebih kuat dari para hama-hama raksasa itu!"
" Iya tenanglah!"
Tak lama Zero dan Jimmie pun tiba, mereka pun membicarakan semua rencana dan langkah yang akan mereka ambil untuk menghabisi mafia yang bersembunyi di balik para petinggi itu.
__ADS_1