
selama 3 bulan tugas Jimmie , Dex, Jack sudah selesai..
dan tugas Ria dan Doney dan rekan yang lain juga selesai.
" Terimakasih untuk bantuan kalian semua!"
" Hemmmz sama - sama!, akhirnya aku bisa istirahat!" ujar Ria girang
" Ria aku antar pulang yuk!" Jimmie menawari tumpangan.
" Jimmie, apa kau tidak melihatku?"
" Melihat, kenapa?"
" Kenapa kau hanya menawari tumpangan pada Ria?"
" Kenapa memangnya?"
" Aisshhh...!" Doney tidak bisa berkata-kata lagi.
" Don, naik mobil kami!" Jack menawarkan tumpangan
" Huuuu....baiklah!" Doney segera masuk kemobil Jack.
" ayo Ria...!" Jimmie membukakan pintu mobil.
" Aku akan bersama rekan - rekan saja!"
" kau tidak lihat itu sudah penuh??"
" Ah, baiklah!" Ria pun masuk ke dalam mobil Jimmie.
" Setelah tugas ini selesai kau mau kemana?" tanya Ria.
" Ke mana saja, yang penting Happy!, apa kau mau ikut?"
" Tidak, hari pernikahan ku sudah dekat, aku akan mengambil libur!"
" Hmmm, semoga lancar, maaf aku tidak bisa datang!"
" Kenapa?"
" Ada urusan yang harus aku selesaikan di luar!"
" Oh, baiklah kau harus hati - hati!"
" Terimakasih!"
" oh ya kakak, terimakasih juga untuk kakak, Karena selama di tempat pengungsian kakak slalu menjaga Ria!"
" santai Ria, kita bukan orang yang baru kenal!"
" Heheheh, baiklah!, aku mengantuk bolehkah aku tidur?"
" tidurlah, ...!"
Ria pun memejamkan matanya karena memang benar-benar sangat lelah, dan perjalanan masih panjang.
Jimmie sangat menikmati waktunya bersama Ria karena setelah ini dia tidak akan bisa sedekat ini lagi dengan Ria, sambil sesekali melihat wajah cantik keponakan Panglima itu.
Kenapa orang seperti aku ini, jika sudah menyukai satu wanita, sulit sekali untuk berpindah hati, meskipun banyak wanita silih berganti menemani, tidak ada yang bisa menyentuh hatiku...hmmmmmm...lemah sekali jika sudah berhadapan dengan wanita yang kita sukai.
dalam hati Jimmie.
...----------------...
" Tuan, ampun ..tolong ampuni kami benar-benar lalai!"
" Aku membayar kalian untuk menjaga tempat itu, kenapa malah bisa kecolongan?"
" Kami benar-benar terkelabui, saat itu...kami melihat dokumen itu masih ada ditempatnya!"
" Bagaimana cara mereka, membobol keamanan setinggi ini, kenapa kalian tidak bisa melacaknya?"
" Untung, aku sudah berantisipasi, meracuni Luxian jika tidak, aku sudah pasti masuk penjara!"
__ADS_1
" kami akan menemukan orang nya!"
"aku yakin jika orang Panglima yang menyusup ke sana!"
" Benarkah?"
" Kita harus membuat perhitungan pada Panglima, dan mengajaknya berngosiasi!"
" Maksudnya?"
" ku dengar dia sangat memanjakan istrinya, culik saja istrinya!"
" Tuan, apa anda tidak terlalu gegabah?, Luxian saja masuk dalam perangkapnya!"
" Ya itu Luxian yang terlalu bodoh, dan anaknya yang juga bodoh,...!"
" Lalu bagaimana Tuan?"
" Ya, jika kita memegang kelemahannya, pasti Panglima akan tunduk!"
" hmmm, jadi apa kita akan segera menculik istrinya?"
" Ya, wanita ini memang kelemahan laki - laki!"
" Jadi kapan kita akan bertindak?"
" Secepatnya, pasti mereka akan mengira kita sedang waspada dan tidak berulah, ini kesempatan yang tepat bukan?"
" Tuan, memang sangat brilian!"
" hahahah, baiklah awasi saja pergerakan panglima sementara, aku juga tidak tahu tampang istri Panglima ini!"
" Hmmm, mereka tidak pernah membagikan kebersamaan mereka!"
" Oh, berarti memang panglima benar - benar melindungi istrinya ,hehehehe...!"
" Ya, mereka juga tidak mengekspos pernikahan mereka!"
" Tapi kan di sana banyak orang luar datang bukan, itu moment di mana keluarga bisa menemui!"
" Ya, entah... bagaimana cara panglima bisa mengendalikan orang tidak mempublik pernikahannya!"
" Biar saya cari tahu tuan!"
" Okey, aku tunggu kabar baikmu!"
" Siap tuan!"
Hmmmm... seperti apa wajah istrinya, saat dipersidangan juga memakai masker, jadi aku juga tidak bisa melihat wajah istrinya.
dalam hati Devance yang sangat penasaran.
...----------------...
Satu bulan kemudian,
Dan tibalah hari kebahagiaan Ria dan Yulius.
" Cepat, ayo kita sudah terlambat!" ujar Panglima yang menunggu istrinya berdandan sangat lama.
" Ya, tinggal pakai anting!"
Tania segera memakai anting lalu berlari keluar kamar.
" Ayo sayang, berangkat!" Ujar Tantan buru - buru.
" sayang lihat kakimu!"
ujar panglima menunjuk kaki Tantan.
Tania pun melihat ke arah kakinya.
" Ya Tuhan, kenapa masih pakai sandal bulu!" Tania segera melepas sandalnya dan berlari ke rak sepatunya mengambil sepatu hak tinggi yang tidak terlalu tinggi, karna Tantan tidak pandai pakai sepatu tinggi ya.
" Yok ayok!!"
__ADS_1
mereka berdua segera tancap gas melaju ke tempat acara.
Sampailah mereka di tempat acara, ternyata acaranya sudah di berjalan di pertengahan acara.
" Hih, telatkan!" Tania memukul dada Panglima kesal sambil cemberut.
" Ya, kan kamu yang lama dandan!"
"ih, kalau kamu tidak mengajak olahraga ranjang, kan aku ada waktu cukup!"
" Ya sudah, tak apa... yang penting kita bisa hadir , mereka pasti memakhlumi!"
" Hissst...!"
Tania sangat kesal.
" Panglima, ...bisa bicara sebentar?"
" Panglima saya juga ingin bicara!"
Panglima melihat ke arah istrinya.
" Kau bicaralah, aku akan menemui mereka, selagi mereka berganti baju!"
" Okey!" Panglima pun berbincang dengan orang - orang penting yang hadir.
Tania mencari di mana tempat rias pengantinnya.
" Tania ,kenapa kau baru datang?" ujar Suzy yang sudah datang lebih dulu.
" Iya, ada sedikit kendala tadi suz...kau dari mana?"
" Dari kamar mandi!, ayo gabung...ibu Keluarga Panglima duduk dengan keluarga kami!"
" Okey, tunggu di sana!, aku ingin menemui kakaku dan Ria dulu!, ingin meminta maaf karena datang terlambat!"
" Ya sudah, aku akan menunggu!"
" okey!"
Suzy segera kembali ke tempat duduknya.
Dan Tania sibuk mencari ruangan Rias.
" Maaf kak...ruang rias pengantin di sebelah mana ya?"
"mari saya antar!"
Tania pun mengikuti orang tersebut,
" Kenapa, Ruang riasnya sangat jauh?" tanya Tantan yang masih mengikuti.
namun orang itu tiba-tiba menghentikan jalannya,...
orang itu berbalik badan,
" Tangkap!" ucap orang itu memberikan perintah.
Dan muncullah, seseorang yang langsung menyekap hidung Tania dari belakang dengan obat bius, dan Tania pun tak sadar kan diri.
orang itu segera membawa Tania, melewati pintu belakang, yang mereka sudah rencanakan alurnya.
namun, kebetulan Yulius yang baru saja keluar dari kamar mandi belakang melihat,
" Siapa mereka??" Yulius segera mengendap perlahan mengikuti dari belakang.
namun Yulius, teringat jika dia harus segera kembali, Yulius pun memutuskan kembali, namun saat melangkah, Yulius meras menginjak sesuatu.
" Handphone??" Yulius mengambil ponsel tersebut dan menekan tombol on off, seketika terlihat jelas wallpaper wajah panglima dan Tantan.
" Ponsel Tania?, jangan - jangan???" Yulius segera mengejar kembali orang yang membawa Tania tadi, namun orang - orang itu berhasil pergi membawa Tania.
" AB 7856 K "
Yulius terus menghafal plat nomernya, dan melihat ke sekeliling adakah yang bisa dia lakukan, karena dia sangat di lema, bagaimana tidak Tania adalah orang terpenting juga untuknya, dan acara ini pun juga sangat penting.
__ADS_1
Bagaimana ini???
Yulius mencoba tenang untuk berpikir