DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
49 Konyol


__ADS_3

" Panglima apa kau tidak apa-apa?"


Tania segera menghampiri Panglima yang sudah keringat dingin.


"panggil, Ria !" Menyerah kan ponselnya


tidak membuang waktu Tania segera menelphon Ria.


setelah itu Tania memapah Panglima ke kamarnya.


" Panglima apa kau baik-baik saja?"


"mmmm" sambil menahan rasa sakit nya.


" aduh apa yang harus ku lakukan?, kenapa lama sekali? " Tania kebingungan sendiri.


" Panglima minum air putih hangat ya!"


Tania segera berlari ke dapur.


" Panglima ayo minum dulu!"


tok tok tok


" kakak, kakak aku datang!"


" itu suara adik ipar!" Tania segera membukakan pintu dan menarik Ria segera masuk ke kamar Panglima.


Ria dengan segera memeriksa Leon...


" Kakak apa yang kau makan?, kakak ipar kak eon. makan apa?"


" mmmm, dia hanya memakan masakanku saja, apa masakanku bermasalah?"


" apa kakak menggunakan bubuk Cabe?"


" iya, ...!"


" kakak lambung kakak ku alergi dengan bubuk cabe!"


" apa?,aku tidak tahu itu!"


" ini berbahaya, kakak jangan kau ulangi lagi, kakakku hampir mati karna bubuk cabe saat kecil, untuk hanya sedikit yang termakan!"


" apa bubuk merica dia alergi?"


" tidak kakak hanya alergi bubuk cabe saja !"


" apa dia akan segera pulih, dia besok harus berangkat bertugas!"


"aku sudah menetralkannya, nanti akan ada yang datang mengantarkan obat, tolong bantu kakakku untuk meminumnya, biarkan dia istirahat!"


" maaf Ria aku tidak bermaksud mencelakainya!"


" aku tahu kakak ipar, tolong jaga dia dengan baik, Dia seorang Panglima, dia tidak boleh jatuh sakit,banyak yang tidak menyukainya dan mencari kesempatan untuk menjatuhkannya!"


" Ria aku akan menjaganya, tak ada satu orang pun yang bisa menyakitinya!"


" pufffft, kakakku memang tidak salah memilihmu, baiklah sisanya ku serahkan pada kakak ipar aku kembali!"


"Panglima maafkan aku, aku salah kau harus menghukumku kau harus cepat pulih!" merengek tak karuan di samping Panglima selama 2 jam sampai tertidur.


Panglima terbangun tengah malam karna merasa tanganya sangat berat.


" aiiis anak ini, ...!' membelai lembut pipi Tania.


" Panglima kau sudah bangun?, aku ambilkan minum apa panglima lapar aku pesan makanan antar!" berlari sana sini untuk mengambil air dan memesan makanan.


" tenanglah aku baik-baik saja!"


" aku tidak percaya padamu!"


" Ya sudah jika kau tak percaya!" menahan tawa.


apa yang dikatakan Ria, padanya kenapa dia tampak sangat khawatir, tunggu matanya?


Leon menarik dengan segera Tania duduk di sampingnya.


" apa kau habis menangis?"


" bagaimana aku tidak menangis aku sudah membahayakan nyawamu, kenapa kau tidak mengatakannya jika memiliki alergi pada makanan tertentu?, aku minta maaf Panglima, sungguh kau bisa menghukumku sesuka hatimu!"


dengan mata yang berkunang - kunang.


Gadis kecil ini benarkah mengkhawatirkanku?"

__ADS_1


" Jangan menangis lagi aku tidak tahan melihat air matamu, aku sudah tidak apa-apa...kamu menangis sampai matamu bengkak!"


Tania memeluk Leon dengan erat,


" Panglima besok sudah berangkat bertugas, bagaimana keadaanmu?"


" aku baik. jangan khawatir!"


Tok tok tok...


" Panglima apa anda memesan makanan?"


" Iya...!" Tania berlari dan segera membuka pintu.


" nona, ini makanan yang di pesan atas nama Panglima! "


" baik trimaksih kakak!" Tania segera kembali ke kamar Panglima.


" Panglima apa orang yang barusan mengantar makanan ini adalah orang mu?"


" mmm dia akan stay di bagian informasi untuk memberitahu segala urusan tentang ku dsn juga kau, mereka akan mengawasimu dan menjagamu!"


" apa saat kau bertugas mereka masih bisa mrnghubungimu?"


" masih...!"


" wah aku akan meminta mereka menghubungimu saat aku rindu!"


" mana bisa, kita memiliki cara sendiri untuk saling memberi kabar, tidak seperti apa yang kau bayangkan!"


" seperti apa?"


" ada deh, hehe!, tunggu sampai kau menjadi nyonya Panglima aku akan memberitahu mu!"


"menyebalkan!, aku akan menyuapimu makan patuhlah!"


" mmmm, baiklah !"


" aku akan mencicipinya dulu takut ada bubuk cabe di dalam!"


memakan 5 suap tanpa sadar.


astaga anak ini, dia mau mencicipi apa mau menghabiskan makanan itu?


" Panglima bubur ini enak sekali aku juga belum makan seharian!, aku menyesal hanya memberi satu!"


" hahaha hahaha ya sudah kau habiskan saja, aku akan memesan makanan yang lain!"


" tidak ,tidak ayo aggggg! kau adalah pasien ayo buka mulutmu Panglima! "


Panglima meraih tangan Tania dan menyodorkan ke mulut Tania


" Belikan beberapa makanan yang tidak berat , dan antar kemari !"


segera menutup telponnya.


" panglima ayo makan!" menyodorkan sendok pada Panglima.


Panglima pun ikut makan.


" setelah selesai makan Panglima minum obat, dan kembali istirahat!"


" kita makan bersama dulu aku memesan banyak makanan!"


" baik! " menjawab dengan girang.


tengah malam mereka makan bersama,


" panglima perutku sudah tak muat!"


" ya sudah jangan dipaksa!"


" iya, Panglima ayo minum obatmu dan tidur!"


memberikan obat dan segelas air putih pada Panglima


" bagus ayo tidur! "


" mmmm aku besok akan pergi, aku berikan ini untukmu, aku belum tahu dengan rencana Xian-xian, tapi feelingku dia akan menggunkan ayahmu, aku tahu kau tidak mudah ditindas, aku percaya kau mampu melindungi dirimu sendiri, namun saat kau dalam ke adaan mendesak, tekan gelang ini, anak buah ku akan datang membantumu!"


" apa ini?"


"Lakukan saja apa yang aku minta!" sambil memakaikan pada pergelangan tangan.


" Baik, terimaksih Panglima! "

__ADS_1


" Tidak perlu ini sudah tugasku melindungimu!"


" tapi apa Panglima benar-benar tidak apa-apa? "


" aku panglima mana bisa kenapa- kenapa, ayo tidur sini aku akan memelukmu sampai pagi!"


" Panglima aku akan menunggumu kembali!"


" aku percaya! "


" Tania, kenapa kau tidak tinggal dengan ibuku saja?, kenapa masih mau di sini?"


" mmm awal nya aku masih ingin bermain-main di sini!"


" di sini bukan untuk bermain-main sayang, kau sebaiknya tinggal bersama ibu ,aku akan lebih tenang!"


" aku sempat berfikir begitu,ingin lebih dekat lagi dengan ibu, namun saat ini keadaannya adalah soal Suzy dan Jendral, kita sedang berusaha menjodohkanya bukan?, jika aku tidak di sini Suzy juga akan ikut pergi!"


" astaga kalian benar-benar tak terpisahkan, ya sudah tak apa, tapi kau tak usah mengikuti pelatihan lagi, mengerti?, sibuklah menjodohkan mereka berdua, saat aku kembali pulang, itu adalah hari pernikahan mereka!"


" aku akan berusaha!"


" baik sekarang tidur!"


mereka pun terlelap sampai terdengar sirine panggilan berbunyi


" Panglima kau berangkat di pagi buta?"


" mmm, kau kembali lah tidur! "


" peluk aku!" merentangkan tangannya.


Leon segera menggapai Tania dan memeluknya.


" ingatlah saat aku kembali, kau harus sudah bisa memasakan beberapa masakan untukku!'


" mmmm aku pasti bisa! "


" oh ya aku punya ide, kau tinggalah di tempat jendral dan katakan kau sedih tinggal sendirian fan bagaimana pun caranya kau harus bisa membuat mereka tidur satu ruangan!"


" apa itu akam baik-baik saja?, jangan mereka belum menikah!'


" tenang sayang Jendral orang yang bisa menahan diri!".


" Baiklah aku percaya ... serahkan urusan ini padaku heheheh!"


" aku tahu kau memang bisa di andalkan!"


mengusap kepala Tania lembut.


" muuuachhh, ingat jangan genit dengan wanita mana pun meskipun itu adalah babi betina kau tidak boleh meliriknya!"


" hey, apa seleraku seburuk itu? kau kejam sekali!"


" mana ku tahu!"


" katakan sekali lagi!"


mencubit ke dua pipi Tania dengan gemas.


" ampun ampun tidak lagi!'


"cup"


mencium kening dengan lembut, dan akan mrncium bibir Tania.


" Tunggu Panglima! " tanganya menutup i mulut panglima untuk menghentikan.


" apa?"


" aku gosok gigi dulu sebentar!" Tania segera lari kekamar mandi dengan kilat.


" ahahahahahah, ada saja tingkahnya!" menepuk jidatnya.


***anak ini benar-benar membuat ku konyol.


sudah dapat moment tepat kenapa dia masih sempat untuk menggosok gigi.


panglima masih tertawa.


bersambung...


author


aduh Tania kau ini kenapa? apa takut bau jigong***?

__ADS_1


__ADS_2