
" Saya akan bantu menyingkirkan mereka!"
" Tidak, aku akan melenyapkan mereka dengan tanganku sendiri!"
tegas Jendral Petter.
" Aku sudah melenyapkan mereka!" Jimmie yang tiba - tiba datang.
" oh Jimiie!"
" Bos??"
" Lakukan sesuai rencana Kalian!" Pinta Jimmie.
" Menyebarkan rumor gugurnya Jendral Petter?"
" Tapi bos, ini akan tersiar ke seluruh media !!, bagaimana dengan keluarga Jendral?"
" Oh Jendral, pasukanmu tidak ada yang mengepung, kirim 2 pasukanmu pada keluargamu dan keluarga Panglima tentang hal ini!"
Jendral Petter menyuruh 2 anak buahnya menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi, agar mereka tidak melakukan sesuatu yang Salah karna khawatir, karna keadaan semakin kacau.
Setelah itu kabar gugurnya Jendral mulai tersiar,
" lepas seragammu dan bertukarlah baju pada mayat prajuritmu!, aku sudah merusak wajahnya kirim anak buahmu kembali mengiring Jenazah palsu!"
Setelah bertukar pakaian, pasukan Jendral membawa pulang Jenazah itu.
"Bos apa yang harus kita lakukan sekarang?"
" kita ketempat Panglima!"
mereka pun segera berangkat ke markas Panglima.
setelah mendengar kabar Jendral gugur, 12 jam kemudiam tersiar Panglima pun gugur di medan perang, seluruh media menyiarkan berita ini, dan kekacauan semakin menjadi jadi, pihak musuh pun sudah mulai beraksi, terutama Luxian, dia mulai mendeklarasi, semua rencananya ke publik dan membuat pihak - pihak lain merasa pro dan kontra, mereka yang merasa diuntungkan. mendukung keras Luxian dan yang kontra, pun tidak bisa apa - apa.
Luxian sudah banyak memanfaatkan sumber daya manusia dan alam dengan skala besar, dan itu menjadi kepentingan pribadinya.
namun, rakyat hanya tahu itu semua aturan pemerintah, mereka akan mendapat hak terbaik ketika mereka masih bernilai, dan meninggalkan mereka saat sudah tidak ada yang dapat di peras lagi, banyak dari rakyat yang terbuang karna sudah Tidak memiliki nilai guna, maka dari itu rakyat yang merasa terhiyanati oleh pemerintah , dan mulai memberontak.
" Bagaimana pun seorang penghianat akan dihiyanati!" Gumam Panglima.
" apakah cukup kita hanya bertiga saja?" Tanya Jack.
"abang kita kan sedang menyamar menjadi lawan, kita akan menyebarkan berita bahwa panglima masih hidup!"
" hmmm, mereka datang!"
terlihat ribuan orang datang dengan penuh semangat membara, mereka meneriakan kata - kata bunuh - bunuh dengan sangat lantang.
" Bunuh ,bunuh bunuh!!!"
Langkah kaki mereka terhenti, Karna melihat 3 orang berdiri menghadang mereka.
Jarak mereka sekitar 5 meter berhadapan.
" Hei siapa kalian?"
teriak pemimpin mereka.
Panglima ,Tania dan Jack melempar plankat silver.
" Luxio...haiiiii!" Sapa Tania dengan ramah.
mereka saling memandang satu sama lain, karna merasa curiga.
" Kenapa kalian terpisah dari kami?"
" kami memberi informasi untuk kalian!"
" Apa?, kami sedang terburu- buru, jangan menghalangi!, informasimu tidak lebih penting dari tugas kami menghabisi pasukan Panglima!"
__ADS_1
" Benar, jika itu informasi penting, pemimpin kami pasti lebih dulu tahu dari pada orang lain!"
" kami, beritahu, rumor itu palsu Panglima masih hidup!"
" Apa???" semua pasukan lawan terkejut Beberapa orang yang sudah mendengar kekejaman panglima mulai gelisah, mental Meraka down seketika.
mereka ribut sendiri antara ingin lari namun tinggal satu langkah lagi
" Jangan, dengarkan orang ini!, siapa tahu dia hanya membuat kita goyah, jangan takut senjata kita lebih canggih!"
" Haiiih, kelebihan warga +62 ini sungguh suka mengandalkan sesuatu yang bahkan bisa membunuh dirinya sendiri!"
" Serang...,mereka hanya Berti-....!"
" Panglimaaaaa kami datang,....!" Terdengar teriakan dari arah lain yang membuat pemimpin lawan berhenti mengomando.
" Bocah sialan, kenapa dia muncul di saat yang tidak tepat....!" Panglima sangat geram dengan kemuculan Jimmie, Jendral, dan Dex.
" Astaga, ini kenapa jadi begini!" Jack menepuk jidatnya.
" Konyol ini seperti perang komedi, rencana gagal!" Gumam Tantan.
" Apa dia Panglima?"
Pihak lawan terkejut, mereka sangat kebingungan
" Sialan Jimmie, ...Micle...serang!" Micle muncul dari atas pepohonan, dan keluarlah beberapa pasukan bayangan Panglima.
pasukan bayangan menyerang dengan kecepatan belatinya dari jarak dekat.
Set set set set...
terdengar sayatan belati yang menyerang pihak lawan dengan kilat, pertumpahan darah pun mulai terjadi.
pihak lawan kocar kacir dengan sendirinya,
"Sayang ,pegang tanganku jangan sampai lepas!" Panglima menggenggam erat tangan Tantan.
" Eh, mereka sedang perangkah??" Jimmie kebingungan.
ujar Jendral Petter.
" Tapi mereka memakai baju yang sama Jendral, aku kira Panglima sedang memberi arahan pada pasukannya, kau tidak lihat posisi mereka 3 vs ribuan, itu seperti sedang memimpin!"
" mereka sedang menyamar bos!!"sahut Dex.
" Aisss Hajar rrrr!" Jimmie segera maju dengan motor trail yang dibawanya dan disusul dengan Jendral dan Dex.
" Panglima, maaf...!" ujar Jimmie merenges tanpa bersalah Jimmie melempar geranatnya ke pihak lawan.
Bommmmmmm..
segerombolan pasukan itu langsung terpecah kesegala Arah dan terpental .
" Anjiir masih sempat kau mendapat kendaraan!'
" Semua aaman Panglima, ...!"
" dooor dorrrr doorrrr!" Panglima menembakan pistol kecil ke arah langit guna memberi signal pada pasukannya untuk segera mengepung lawan, pasukan panglima pun segera maju menyerbu, sehingga tidak ada celah bagi musuh untuk melarikan diri.
" Oh, itu pistolku!" ujar Tantan mengenali pistol yang diberikan pada panglima saat di sandra dulu.
" Hehe, ayo kita habiskan bangsa tidak berguna ini bersama!" Panglima mengeratkan genggamanya.
" Tentu!" Tania mengeluarkan Shotgun hadiah dari mertuanya itu, yang sudah diganti dengan peluru sungguhan.
Mereka semua bertempur sangat sengit,
pihak musuh sudah kalah telak, mereka tidak bisa kemana pun, dan mati adalah satu jalan untuk mereka.
dan kedua sejoli itu membantai semua lawan tanpa ragu, wajah mereka berdua berlumur banyak darah.
__ADS_1
" Kau sudah membunuh orang sayang!" Ujar Panglima .
" Orang yang berkhianat dan menyakiti bangsanya sendiri adalah Serigala berbulu kambing, mereka tidak bisa dikatakan manusia!" Ujar Tantan serius.
" Berbulu domba sayang!"
" Oh itu terlalu bagus!"
" Sebalah kananmu!" ujar Panglima
"Dorrr!!" Tantan menembak slalu tepat di bagian dada.
" arah belakang 30°!"
" Dooorrrrr!"
" Ayo membungkuk !"
" wooo...ada panah lewat!, ini jaman apa mereka masih pakai panah?"
" Depanmu!"
" Hei, mati kau!"
" Dorrr!!"
" Panglima itu Bold dan rekan - rakan!"
" Aku tahu!"
" Mereka berpihak pada kita!" ujar Tantan senang.
" Kalian, ini kenapa tidak bisa melihat Sikon?"
Jendral Petter menggeleng kepala.
" Oiii Jendral kau masih hidup?"
ujar Tantan merenges.
" Aih Anak nakal kau!, awas!!!"
Jendral mendorong Tania pada Panglima agar terhindar dari tembakan dar jarak jauh.
" Seriuslah! , musuh kita tidak hanya didekat saja!" Jendral mengingatkan.
"apa mereka memiliki penembak jitu?"
" Tentu saja!, biarkan micel mengurusnya!" Panglima memberi arahan pada Micel.
micel pun keluar dari ke kacauan dia menggongong sangat keras, dan sangat lama.
" Fokus lah, musuh kita didepan mata masih!"
" apa yang dilakukan Micle!"
" Abaikan!, dia memiliki kemampuan yang tidak dimiliki anjing lain!"
Beberapa saat kemudian munculah hewan ber gerombol dari berbagai arah.
" What???, serigala?' Tantan terkejut
" itu anjing Hutan, memang hampir mirip dengan serigala!"
" Wow...bagaimana Micle melakukannya?"
" Entahlah!, aku juga tidak tahu!"
" Tidak tahu??, oh tidak peluruku habis!" Tania kebingungan.
Tania melepas genggaman panglima, dan berlari ke arah musuhnya.
__ADS_1
" Awas!!!"
Bersambung...