DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
92 Tak menyerah


__ADS_3

" Ayoo...sudah jangan mengomel terus, tidur sayang!" ujar panglima yang merasa kuping nya panas mendengar omelan Tania.


Tania langsung menempel pada tubuh panglima dan segera memejamkan matanya.


hmmm...dasar anak nakal


dalam hati panglima.


Panglima merasa sangat lega untuk hari ini, namun juga sedikit khawatir untuk masalah yang akan datang selanjutnya, karna pasti akan lebih merepotkan lagi.


Namun panglima percaya,bahwa wanitanya mampu untuk melewatinya bersama.


Kembali ke Paviliun Pengantin baru


( hihihi)


Suzzy selesai membersihkan diri, matanya tertuju pada sudut ranjang.


terlihat Jendral Letter sudah memejamkan mata, namun mata Suzy tertuju pada baju tidur di samping Jendral, rupanya Jendral Petter menyiapkan baju tidur untuknya.


Suzzy tersenyum sambil berjalan untuk mengambil baju yang sudah di siapkan suaminya itu,Suzzy tersenyum mengembang,


Ya Tuhan, apakah aku sedang mendapat anugrah terindah?, terimakasih Tuhan sudah memberikan ku suami yang begitu sabar dan pengertian, meskipun awal perkenalan kita sangat konyol, dan tak pernah terpikir bahwa hal konyol itu akan menjadi hal berharga dan terindah yang aku miliki.


dalam hati Suzzy merasa sangat bahagia.


Suzzy segera memakai bajunya dan kemudian tanpa ragu segera naik ke ranjang menarik selimut perlahan agar Suaminya tidak terbangun.


"Aaaahhhh...!"


Suzzy terkejut karna tiba-tiba ada tangan yang menariknya


" Jendral rupanya kau belum tidur?"


" hmmm, aku menunggu istriku, sekarang aku akan tidur!" ujar Jendral Petter tetap dengan mata yang terpejam.


" Baik Jendral aku juga akan tidur, kita sama-sama lelah!" Suzzy pun ikut memejamkan matanya dalam pelukan sang suami.


mereka pun terlelap, karna memang hari yang membahagiakan itu cukup menguras tenaga.


********


Kediaman Zang


" Apa yang kau katakan itu benar Xian-Xian ?, apa putraku sungguh mempermalukanmu di depan umum?" Huan Zang mengepalkan tanganya.


" Paman aku menyerah untuk panglima, Xian-Xian juga punya harga diri, hiks hiks, meskipun Xian-Xian sangat tulus mencintai Panglima, namun bagaimana lagi Xian-Xian kalah dengan wanita jahat itu!"


" Apa latar belakang wanita itu, sampai berani menyinggung putri pejabat hebat seperti tuan Ming Xian ?, aku akan menyelidiki latar belakang wanita itu!"


Tidak bisa dibiarkan, jika Paman tahu latar belakang wanita ****** itu, maka aku akan kehilangan dukungan.


dalam hati Xian-Xian.


" Paman, Xian-Xian sudah menyelidiki latar belakang wanita itu, dia hanya orang biasa, hanya saja entah dengan. cara apa dia bisa mendapatkan hati Panglima dan juga hati bibi, hiks hiks , sebenarnya Xian-Xian lah yang kurang berani sehingga panglima lebih memilihnya!"


" Tenanglah, aku akan membantumu menyingkirkan wanita itu, sehingga kau bisa bersama dengan putraku, ini sudah menjadi kesepakatan antara aku dan ayahmu untuk menjodohkan kalian berdua!"


" Paman Xian-Xian hanya bisa mengandalkan paman saja hiks hiks...!"


" Ya nak, kau pulang dan istirahatlah, aku akan mengurusnya!"

__ADS_1


" Baik paman, kalau begitu Xian-Xian pulang dulu, terimakasih paman!"


" Ya hati-hati!"


Xian-Xian pun pergi meninggalkan kediaman Zang dengan tersenyum puas.


Huuan zang masih berpikir keras, bagaimana bisa anak dan istrinya tidak mau memilih Xia-Xian yang di mata nya begitu sempurna.


" Sebenarnya seperti apa wanita itu!, Boni...aku ingin tahu rupa wanita yang bisa meluluhkan istri dan anakku itu !" ujar Huan Zang memerintahkan anak buahnya.


" Baik tuan!" Anak buah Huan Zang segera melaksanakan perintah tuannya.


*******


" Oh jadi musuh anakku adalah putri dari pejabat di kota H?"


" Benar tuan, Karna Tuan Hujan dan pejabat itu sudah sepakat menjodohkan anaknya!"


" ini jaman apa main , Jodoh - jodohan?, kekanakan sekali, dan itu membuat putri ku satu-satunya harus menderita!" geram.


bukankah tuan juga hampir menjodohkan nona muda?


dalam hati anak buah hatta latif


"Kita ikuti permainan mereka saja, tapi ingat jaga ke selamatan putriku, jangan sampai lengah, bagaimana bisa pejabat itu mengajari putrinya sebuah kejahatan besar ,ini sangat Tabu, dan lagi bagaimana bisa panglima itu memiliki ayah yang bodoh, bagaimana bisa putri ku ini dibandingkan dengan putri pejabat itu, sangat buta!" bergumam kesal.


" lalu bagaimana selanjutnya Tuan?"


" utamakan keselamatan putriku dulu, kita tidak bisa bertindak gegabah, biarkan musuh merasa aman dulu ,jangan sampai waspada itu akan sulit untuk kita tangani!"


" Baik tuan!"


" hmmm kau boleh pergi...!" sambil mengibas kan tangan memberi isyarat.


dalam hati Hatta Latif***.


****


" kau sudah bangun?"


" Panglima, kenapa tidak membangunkanku lebih awal?"


sambil meregangkan ototnya.


" Kau pasti lelah bukan, ayo sekarang makanlah!"


" wah panglima sangat hebat,uuuhhhhh ini banyak sekali!,Panglima seharusnya membangunkan ku aku yang akan memasakan untukmu, aku masih punya janji memasak untukmu!"


" kau masih mengingatnya?"


" Tentu saja , aku setiap hari belajar dengan bibi Chu,sampai aku hampir membakar dapur semua demi dirimu panglima!"


" Hahahahah, iya bibi Chu juga menceritakan semuanya padaku saat di negara F, kau sangat hebat sayang, tapi itu bukan hal penting lagi, yang terpenting adalah kebahagiaan mu dan keamananmu sayang!"


" Panglima kau sangat murah hati, aku sungguh tidak salah pilih, lagian aku juga sudah lupa cara merebus air apalagi memasak heheh!"


"Cetukkk!" memukul kepala Tania dengan sendok sayur


" Ohhh sakit!"


" Aisssh, kau ini sungguh payah sayang!"

__ADS_1


" tapi panglima, aku tidak lupa satu hal!" sambil meraba pucuk kepalanya yang masih sakit.


" apa?"


" itu, aku tidak pernah lupa jika aku ini milikmu panglima!" sambil mengedipkan satu matanya .


Panglima hanya tersenyum tipis meski dalam hati sangat berbunga-bunga.


" Selamat pagiiiii, aduh suasana yang sangat harmonis....!" Maya yang datang dengan Sammy dan Mei-mei


" Pagi ibuu,mei dan Sam...!" sapa Tania sangat gembira.


" Menantuku sepertinya putraku sangat baik terhadapmu, lihatlah betapa bahagianya dirimu di pagi hari!"


" Putra Ibu, memang yang terbaik!" mengacungkan kedua ibu jarinya.


" itu karna memang menantu ku yang sangat menawan sehingga membuat kutukupret ini tak berdaya !" sambil menyenggol panglima


" Ibu, sepagi ini sudah datang mengacau, apa ayah tidak mencari ibu untuk sebuah penjelasan?"


" Hahahah, pria tidak berguna itu sudah tahu jika aku di pihakmu, mana mungkin dia mencari ibu!"


" Apa itu akan menjadi masalah besar?" tanya Tania.


" Lihat saja jika dia berani menyentuh sehelai rambutmu akan ku rontokan seluruh bulu yang ada pada tubuhnya!"


" ibu kau terlalu kejam pada ayah, bagaimana pun ayah itu suamimu!" sambil menahan tawa.


Maya memukul punggung Leon keras, sangking kesalnya sehingga Makanannya menyembur ke arah mei mei.


"Brrrrrrrrrrbbbbbbb"


"Ah..." memei terkejut


"oh...!" Sammy segera mengambilkan tisu untuk memei.


" Ibu kau keterlaluan!" ujar panglima marah


" aduh duh mei Mein maafkan bibi!" Maya segera meraih tisu Dari tangan Sammy dan membersihkan wajah memei.


Tania segera mengambilkan air minum untuk panglima.


" Bibi, menjijikan sekali memei mau mandi hiks hiks!" merengek.


" Ayo- ayo mandi...!" segera membawanya ke kamar mandi.


" Sammy ayo duduk ikut sarapan!" ujar Panglima


" Baik!" Sammy segera duduk


"Sammy kau suka yang mana. biar kakak ambilkan!" Tania menawarkan bantuan.


" Biar aku yang ambilkan kau makan saja sayang!, Sammy katakan kau mau pakai lauk apa?"


Sammy bingung melihat menu makanan yang terlihat asing di matanya.


" Kenapa diam?"


" Mungkin ibu, tidak biasa memberikan makanan seperti ini pada Sammy panglima!"


" Oh, apa kau belum pernah makan makanan seperti ini, kalau begitu kau harus coba ini, ini ayam kecap kesukaanku, pasti suka!" mengambilkan

__ADS_1


" Thanks you brother!" Sammy segera menerima dan menyantap makanan yang diambilkan panglima.


panglima dan Tania saling memandang melihat Sammy makan dengan lahapnya.


__ADS_2