DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
245.Kenyataanya


__ADS_3

" Apa Zero di dalam??, bisakah aku menemuinya sebentar??"


" Silahkan nona!" mempersilahkan masuk.


Yessa pun memasuki ruangan itu, terlihat Zero sangat gagah dan tampan memakai setelan jas hitam yang membuatnya terlihat sangat maskulin sekali.


" Zeeroo...!"


Zeroo terkejut melihat sosok yang memanggilnya dari kaca di hadapannya, Zero segera menoleh.


" Ye..Yesa...!"


" Kau menikah dengan siapa??" dengan wajah yang sangat kecewa.


Zero melupakan sesosok Yesa yang lebih dulu dia kenal dan dekat sebagai seorang wanita untuk pertama kalinya, Zero tiba - tiba merasa bersalah, dia sangat dekat dengan Yesa, tapi sekarang dia malah akan menikahi Nisa bahkan dia tidak dekat dengan Nisa seperti dengan Yesa, tapi entah kenapa meskipun Zero tidak dekat dengan Nisa, Zero diam-diam slalu mengawasi Nisa, diam-diam juga peduli sampai akhirnya dia memutuskan untuk membawa Nisa satu team dengannya saat menjalankan misi.


" Aku kira kita itu lebih dari teman Zero!" ujar Yesa tak kuasa menahan air mata.


tentu saja, Zero tak kalah tampan dengan Panglima, dan dia sangat baik hati, wanita mana yang tidak jatuh hati padanya Zero juga selalu perhatian dengan Yesa selama ini, berbeda dengan Nisa Zero tidak pernah menunjukkan perhatiannya langsung, malah slalu cuek, Zero sendiri juga tidak mengerti, tapi hatinya sendiri yang memilih Nisa, terlepas dari kesalahannya yang tidak bisa melindungi Nisa saat menjalankan Misi.


"Kita kan sahabat!"


" Jadi hanya itu??, kau seperti memberi harapan padaku, ternyata itu hanya sebatas sahabat??"


Zero terdiam tidak bisa menjawab, dia sedang berpikir keras, bagaimana menjelaskannya pada Yesaa, dia juga tidak bisa memahami perasaannya sendiri saat ini.


" Kau itu buaya!, sial sekali wanita yang kau nikahi itu, siapa dia??"


" Dia..."


" Ah sudahlah, aku tidak mau mendengarnya!" Yesa segera berlari pergi meninggalkan Zero yang masih terpaku tenggelam dalam pikirannya.


" Wah, Ro...kau sangat populer, wanita sekeras Yesa, bahkan takhluk padamu!" Ujar Jimmie yang ikut mendengar dan melihat drama sad di hadapannya.


" Bos, Zero diam-diam buaya!" sahut Dex


" Ro, tapi kau yakin mencintai Nisa?, sudah ku katakan jika kau hanya merasa bersalah urungkan niatmu!" sambung Jack


" Ya, itu benar...jika Panglima tahu kau memiliki konflik perhareman seperti ini mungkin akan ada pernikahan kedua!" Jimmie masih meledek Zero.


" Kalian diamlah, aku sudah mantap menikahi Nisa, Yesa di luar kampuanku!"


" Kejam sekali...kalau begitu Yesa akan ku kejar!" sahut Jack.


" Kau seorang Bajiingan tidak pantas untuknya, jangan mengganggunya, dia tidak pantas di permainkan!" Zero memperingati Ja ck , Jack dan Dex sama mereka bukan pria setia, mereka hanya suka bermain dengan wanita.


" Kau kenapa tidak terima, katanya di luar batas kemampuanmu!"


" Ya benar, tapi biarkan dia mendapatkan pria yang baik!"


" Wah Zero aku tersinggung dengan ucapanmu!"

__ADS_1


" Sudah-sudah Jack kau merusak hari bahagia Zero, kau ini buaya kelas kakap jangan memainkan hati Yesa, dia gadis yang baik meski galak!"


" Oh, Bos.. tapi kan aku juga ingin memiliki keluarga, baru terpikir olehku saat Zero menanyakan padaku tentang arti pernikahan, sepertinya menikah dan mencintai lalu setia pada satu wanita itu juga tidak buruk!"


" Woooo aktingmu bagus Jack!" puji Dex


" Akting kepalamu, aku serius... seorang buaya itu kalau berkomitmen itu justru sangat bisa diandalkan!" sambil membelai rambutnya dengan jemarinya.


" Hentikan itu kau membuatku mual jack! , aku iri pada Zero kenapa aku juga tidak dinikahkan mendadak sepertimu itu kan lebih menantang!, dia sangat tidak adil dengan calon adik iparnya ini!"


" Jimmie tapi nona Ria tidak cocok untukmu!" balas Zero.


" His mulutmu, aku sudah bersabar bertahun-tahun menunggunya, kau bilang tidaj cocok, mau ku hancurkan pernikahanmu??"


" hancurkan saja, jika kau ingin tidak menikah!"


" Ha... menyebalkan kau Ro, sudahlah aku tak mau berdebat lagi!"


semuanya pun tertawa melihat Jimmie tak bisa membalas Zero.


Sementara di tempat lain Nisa juga sudah selesai di rias.


" Nisa kau tampak sangat cantik, luar biasa aku sampai tidak mengenalimu Nisa!"


" Nyonya... jangan seperti itu, Nisa malu!"


" Jangan malu, Zero pasti akan semakin jatuh cinta padamu!"


" Hemm, aku tak menyangka jika Panglima sekilat ini menikahkan mereka!, rupanya dia juga punya keahlian sampingan, menjadi WO! wedding Organizer...!" gumam Doney keheranan.


" Heheh, kakak bisa saja, oh kak kenapa aku dari tadi tidak melihat Yesa??"


" Yesa??, anak itu tadi ingin menemui seseorang katanya!"


" Siapa?"


" Ya mana ku tahu!, coba aku akan mencarinya!"


" Oke, dia pasti sangat kaget Zero menikah!"


" Ah, dia dekat denga Zero?"


" Ehmmm, ...!"


mengangguk, tentu saja Tantan tahu karena Yessa sering menceritakan tentang Zero padanya, Tantan juga baru tahu saat Panglima mengatakan akan menikahkan Zero dengan Nisa, karena Zero juga mencintai Nisa jadi Tantan hanya bisa mendukung saja keputusan suaminya.


Doney mencari Sisa ke tempat latihan, namun tidak menemukannya.


" Don..kau mencari siapa??" tanya Ria yang kebetulan bertemu karena Ria akan menemui Tantan dan juga Nisa.


" Ria, apa kau melihat Yesa??"

__ADS_1


" Yesa, tadi aku lihat dia berlari ke arah hutan dalam, aku menyapanya tapi dia tidak mendengar!"


" Oh baiklah, lanjutkan urusanmu, aku akan menyusulnya!"


" Don, bawa satu penjaga ya kalau ke hutan dalam, banyak hewan liar!"


" Oke... terimakasih!" Doney segera mencari satu penjaga dan dia pun segera menuju hutan dalam, tentu saja Doney membutuhkan penjaga, meskipun dia pernah dilatih militer tapi dia hanya memiliki pengetahuan terbatas dalam berkelahi, karena dia hanya dilatih keras untuk melindungi diri dari serangan musuh agar tetap bisa bertahan untuk menjadi dokter militer.


Doney bersama seorang penjaga memasuki hutan dalam untuk mencari Yesa.


Sementara itu pernikahan antara Zero dan Nisa pun telah berlangsung, acara itu berjalan dengan lancar tanpa kendala, dan keduanya sudah sah menjadi sepasang suami-istri.


Dibilang hari bahagia, juga tidak begitu bahagia karena keduanya akan segera berpisah setelah menikah.


Panglima memberikan waktu 5 jam untuk orang - orang nya untuk istirahat dan bersiap-siap untuk keberangkatan mereka menuju kota, setelah hari ini tidak akan ada waktu bersantai untuk mereka, karena pertempuran yang sebenarnya akan di mulai secara terang-terangan oleh Panglima.


Di Hutan Dalam.


setelah lama mencari akhirnya Doney menemukan Yesa.


Ternyata Yesa sedang berlatih dengan hewan -hewan buas di hutan, Doney merasakan kekecewaan yang terlihat dari wajah Yesa .


" Yes, Tantan mencarimu!"


Yesa segera menyelesaikan latihannya dan menghampiri Doney.


" Tuan dokter kenapa anda ke sini?"


" Tantan mengkhawatirkanmu!"


sambil memberikan sapu tanganya untuk mengelap darah hewan menempel pada tubuhnya.


Yesa menerima dan membersihkan wajahnya.


" Kau tidak perlu pura-pura tersenyum di depanku!"


" Kenapa?, siapa pura-pura?"


" Jadi pria yang sering kau bicarakan itu adalah Zero??"


" Bagaimana tuan dokter tau!"


" Tahulah, Zero memang pria yang hangat saat, kadang dia bisa kejam kadang juga sangat baik hati dan perhatian, dia seperti itu pada semua orang yang dianggapnya dekat, mungkin kau salah mengartikannya Yesa!"


" Aku tahu tuan Dokter...untuk pertama kalinya ada pria lain yang sangat hangat selain mendiang kakakku, itu Zero...aku terlalu percaya diri... ternyata dia menyukai wanita lain aku penasaran dengan wanita yang sangat beruntung itu!"


" Dia gadis cantik yang malang, Keluarganya kau bantai dan Zero menyelamatkannya...dan dia menjadi korban saat menjalankan misi dibawah tanggung jawab Zero!"


" A...aapa??"


Yesa teringat jika Zero juga sering membicarakan gadis yang dia selamatkan itu, dan gadis itu menaruh dendam padanya, tapi Zero tidak pernah mengatakan pada Nisa bahwa Yesalah yang telah membantai keluarganya dibawah perintah Tom.

__ADS_1


__ADS_2