DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
197. Pedang Tajam.


__ADS_3

Sementara itu Maya dan Suzy bertemu dengan keluarganya.


" Suamiku, lama sekali kita pisah ranjang ya??" Ujar Maya menggoda.


" Kau masih bisa bercanda anak kita sedang dalam masalah!"


" kata Tantan kita tidak boleh panik karena itu tidak akan menyelesaikan permasalah, oh Seon apa kau ketakutan nak?"


" Tidak ibu, seon menikmati perjalanan masuk ke dalam hutan!"


" Bibi bibi...kakak ipar...!" Teriak dari kejauhan Mei bersama Anton.


" oh Mei...anak manis...!"


" Kalian sudah sampai?" Ujar Anton.


" Sudah...eh pak tua...kau juga bersembunyi?"


" Aku hanya ahli memanggang roti, dan tidak ahli dalam urusan politik dan konspirasi , untuk meringankan beban putraku aku hanya bisa bersembunyi!"ujar Anton.


" Ya itu lebih baik Tuan Anton, kita tidak boleh menjadi beban putra kita...!"


" Ya Tuan Zang, lalu bagaimana dengan proyek anda ?, terbengkalai dong??"


" Ya, tidak bisa di lanjutkan dulu...!"


" Hmmm, sama tokoku malah di hancurkan, padahal itu adalah sumber kehidupan kami dari sebelum aku menikahi ibu Jendral!"


" Kenapa di hancurkan ayah mertua?"


" Aku adalah ayah seorang penghianat, dan kalian juga tahu warga +62 sangat mudah diprovokasi apalagi ada buktinya... untunglah anak buah Jimmie datang menjemput kami tepat waktu!"


" Hemmm...jadi bagaimana nasib panglima dan Jendral ayah?"


" Ya pasti di ek...!"


" Tuan, belum tahu itu benar atau tidak..kita tunggu Tantan untuk kebenarannya!" Huan Zang mengehentikan perkataan Anton, karena memikirkan psikologi Suzy karena sudah hamil besar.


Anton pun mengerti maksud Zang,


" Oh yaya benar, menantuku...kita tidak usah panik, sekarang kita istirahat saja yuk!"


" Oh??...ya Ayah!"


Mereka semua pun segera beristirahat


tak lama datang seseorang menyampaikan pesan dari Tantan bahwa semua baik - baik saja.


" Yesa, tolong kau ke tempat Informasi jaga menantuku!" Pinta Maya


" Baik Nyonya besar...!"


" Terimakasih Yesa...!"


" Sama-sama!" Yesa pun meminta salah seorang penjaga untuk mengantarkannya ke tempat Informasi itu.


terlihat Dex dan Tantan sangat fokus pada layar, yang memperlihatkan titik kordinat yang terus berjalan.


" Nyonya...!"


" Oh Yesa, duduklah siapa yang meminta mu datang?"


" Nyonya besar!"


" Oh, apa mereka sudah beristirahat dengan baik?"


" Sudah nyonyaku...eh di mana Zero?"


" Dia menuju pesisir selatan untuk mengambil gambar perairan,di sana kami sedang mencari pulau yang ada di perairan!"


" oh...mereka ada di pulau??"


"belum tahu pasti sih...!"


" Tapi nyonya, perairan di sana sangat luas!"


" Jangan khawatir, kita sudah sampai di sini, Tuhan tidak akan menuntun kita setengah jalan!"


" ah, benar!"

__ADS_1


" Kita hanya tinggal menunggu kabar dari Jimmie dan Zero saja, kau istirahatlah Yesa pasti sangat lelah...!"


" benar nyonya saya butuh sedikit tidur,...!"


" Tidurlah!"


" Bagaimana dengan Nyonya??"


" Aku baru bangun...jangan memikirkan ku!"


...----------------...


Tahanan Militer.


" Masuk...cepat!!, kalian para penghianat masih mau diperlakukan dengan baik!"


Brukkkk...


terjatuh karna di tendang masuk


" Cepat bangun, kau sudah berkumpul dengan menantumu , lihat menantumu itu, kalian akan mati jadi nikmati pertemuan terakhir kalinya!"


" ayah mertua...!"


Hatta Latif hanya tersenyum...


" Kalian menantu dan mertua silahkan menikmati hari terakhir kalian!"


petugas itu mendorong Hatta Latif dengan keras masuk ke dalam sel yang sama dengan Panglima.


Panglima melihat jelas wajah orang yang mendorong mertuanya dengan sangat tidak manusiawi itu.


" Apa lihat - lihat??, sebentar lagi juga menjadi mayat, mau berlagak??mau mati saja banyak gaya!, penghianat tidak tahu diri!, Cuiiiih...!"


meludah di depan Panglima dan Mertuanya.


" Hei kau manusia terkutuk, berani sekali dihadapan panglima berbuat seperti itu!"


" Kau juga sama, lebih baik diam saja...ratapi nasibmu yang tidak baik, hahaha kalian sudah bukan orang yang ditakuti lagi di negara ini!"


" Bajiiingan ingatlah, kau akan mati mengenaskan di bawah kakiku!" Teriak Jenderal Petter kesal setengah mati.


" Ya, sebaiknya Jenderal Petter kau suruh diam Panglima!"


" Jenderal, tidak perlu menjelaskan sesuatu yang anjiing tidak mengerti!"


" Benar, Anjiing bodoh memang tidak berotak!"


"Kalian mengatakan aku apa??"


" anjiiiing, lihatlah nanti bagaimana rasanya lidahmu tergigit oleh gigimu sendiri!"


" jika kau sudah selesai dengan tugasmu pergilah!" pinta panglima pada petugas.


" Siapa kau memerintahku?" petugas itu pun bergegas pergi.


" Komandan senior, kenapa anda bisa ke sini??"


ijar Jenderal bertanya.


" Hmmm bagaimana bisa orang tua ini membiarkan anak muda seperti kalian menanggungnya sendiri?"


" Ayah, kita akan bebas... jangan khawatir!"


" Menantuku, aku seorang abdi negara, jika aku bersembunyi maka aku merendahkan diriku sendiri, dan jika aku bersembunyi untuk hidup, apa kata mendiang ibu mertuamu nak, yang berperang membela negara sampai titik darah penghabisan!"


" Tapi ayah...Tantan akan sangat sedih...!"


" Tenanglah, bukankah kau mempercayai putriku, bukti itu seharusnya sudah ada ditangannya!"


" Komandan Senior...kita semua pasti akan bebas!" tegas jendral menghibur semuanya.


" Hem...ya!"


" Ayah istirahatlah, tenang saja putrimu bisa di andalkan!"


" Hehehe...dulu aku melarangnya untuk semua yang berhubungan dengan militer agar dia selamat, sekarang justru dia yang berusaha menyelamatkan ku....huft aku sangat malu!'


" Seharusnya anda bangga komandan Senior!"

__ADS_1


" Ya tapi aku malu dengan diriku, yang dulu!"


" Jika bukan karena didikkan keras anda, putrimu juga tidak akan seperti ini Ayah!, pedang terbaik, akan mengalami proses yang sangat berat, dibakar di pukul, di asah, sehingga menjadi pedang yang tajam!"


" Benar, benar...!"


" kita tunggu saja seseorang datang memberi kabar!"


...----------------...


Pesisir selatan,


" Keluarga Panglima dan Jendral sudah lolos, bagaimana kita melaporkan pada Tuan??"


" Tapi Perwira tua itu sudah di tangkap!"


" Ya tapi katanya istri Panglima tidak bisa di sepelekan!"


" hemmm...ya dia membunuh anak buah yang dikirim oleh Tom, padahal mereka berlima perempuan semua!'


" Apakah kita sudah berdiri dikubu yang benar?"


" Hmmm... memangnya kenapa jika kabur, mereka hanya kebetulan saja bisa lolos karna orang -orang yang di kirim oleh Tom orang yang lemah!"


"Bisa juga sih...Tom terlalu meremehkan, aku takut langkahnya akan membuat kita dalam masalah!"


" Tapi apa kau tidak lihat wajah Panglima dan Jendral tadi??"


" Kenapa??"


" Ehmm...mereka sungguh tidak takut...!"


" Lagian menjadi seorang Prajurit itu memang sudah di didik untuk mati kan?"


" Oh benar, jadi itu tidak akan membuat mereka ketakutan ya??"


" Ya...Jiwa raganya sudah diberikan untuk negara, jika harus mati ya mati, kematian tidak akan membuat mereka takut, hanya saja titik lemah mereka pada keluarga mereka!"


" Tapi ini semua sudah selesai, sebentar lagi mereka akan matikan??, jadi keluarga itu biarkan saja!"


" bos tidak akan membiarkannya!"


"Mereka tidak akan bisa mengancam kita, bisa apa mereka tanpa 3 orang di dalam Penjara itu!"


" Benar juga, ...!"


" setelah ini apa tugas kita ya??"


" Kita masih menunggu 3 orang itu di eksekusi terlebih dulu!'


" Oh, benar...untung saja semuanya tersimpan di pulau itu, mereka tidak akan bisa menemukan bukti, siapa yang mengira di pulau itu kita jadi kan markas !'


" Benar, belajar dari pemilik hotel yang bodoh itu, jika bukan karena dia kita juga tidak akan serepot ini kan?'


" Ehmmmm dia ditinggal istrinya, dan masih beruntung dia masih bisa kabur, jika pun muncul dia juga akan mati!"


" Hahahahaahah...dia dan Luxian sama bodohnya!"


" ya istri Luxian juga pergi membawa cukup banyak harta!"


" Benar, anak perempuannya juga mati , keluarga itu sangat menjijikan...!'


" Sudah jangan membahas orang mati, itu tidak baik!"


" Oh, yah baik aku diam!'


...----------------...


" Mereka sudah memasuki perairan...!'


"ke arah mana??"


"ini arah utara!"


" putus signalnya!"


" katakan pada Jimmie jika mereka ke arah Utara!"


Dex pun segera mengirim pesan pada Jimmie sesuai dengan perintah Tantan.

__ADS_1


__ADS_2