
" Mereka sudah menemukan keluarga Panglima dan membawanya ke tempat yang sudah di siapkan!"
" Hahahahahah...sudah berakhir ceritanya akan segera happy ending untuk kita!"
" Yayayaya...aku ingin segera melihat sekumpulan keluarga bodoh ini...!"
" Baiklah biarkan mereka beristirahat lebih dulu kita urusi masalah tuntutan itu, kita balikkan keadaan lebih dulu...jika Keadaan sudah baik, kita akan melihat Live eksekusi bersama keluarga bodoh ini...!"
" Ya baiklah, aku akan meminta wakil presiden segera membantu... menyingkirkan para penuntut ini...!"
" Okey...!"
......................
Pesisir Selatan.
Jimmi dan Zero bekerja sama untuk mengepung orang -orang yang sedang berusaha memindahkan beberapa barang ke darat, di tangah malam.
Saat mereka bergerak berbondong - bondong membawa beberapa barang yang akan di bawa masuk ke dalam kapal selam, anak buah Zero dan Jimmie menyerbu mereka dengan tembakan jarum bius, sebagian menggunakan jalur udara dan sebagian bersiap untuk mengamanan, ketika mereka sudah jatuh berserakan anak buah Zero segera mengamankan orang - orang dan bawaan barang mereka secara terpisah, orang -orangnya di ikat dan dilempar masuk ke dalam box pengangkut yang sangat besar yang berjumlah puluhan , sementara barang mereka angkut melalui jalur udara.
Semuanya tertangkap dan tak tersisa, dan segera semua itu di bawa ke Kota dengan pengawalan yang sangat ketat, berlapis - lapis.
...----------------...
Markas
" Semua pasukan Panglima dan Jendral, di perintahkan untuk kembali Ke Kota!"
" Siap Laksanakan!"
Dengan hitungan menit semua pasukan Jendral dan Panglima yang ditugaskan berpura-pura menjadi korban senjata biologis itu diperintahkan untuk ke kota.
mereka segera mengenakan seragamnya lagi, berbaris dan memasuki Truk-truk pengangkut dan segera menuju ke Kota.
...----------------...
"Semua sudah di kerahkan sesuai rencanamu Tantan, apalagi yang ingin kau lakukan??" tanya Dex
" Aku ingin menemui Panglima...!"
" aku akan menghubungi Jack terlebih dahulu!"
Dex segera menghubungi Jack
Setelah selesai menghubungi Jack, Dex menghampiri Tantan dengan muka tak wajarnya.
" Apa kenapa??"
" Itu...Jack akan menjemputmu nanti, kau harus menutup identitas mu saat keluar!" Ujar Dex Lirih.
" Baiklah...!" Tantan menurut dia tersenyum karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan suaminya itu.
Tak lama Jack pun tiba bersama beberapa orangnya,
" Jack...kau sudah datang??"
" Iya, apa di sini tidak ada Cctv??, dan penjaga??" Tanya Jack
" Sudah kami sabotase semua...!"
" Kenapa aku mendengar suara hewan - hewan, apa kalian juga membawanya ke kota??"
" Benar...menuruti perintah ibu negara!"
"Tantan pakailah, ini lalu kita akan menemui Panglima" memberi sebuah bingkisan.
Tantan menerimanya lalu segera menuju ruangan untuk berganti.
" Nyonya aku ikut ya??"
ujar Yesa.
" Tidak kau tetap di sini, Dony kau ikut kami ya...!"
" Aku??" Dony menunjuk dirinya sendiri...
__ADS_1
" Ya...!"
" Okelah....!"
Setelah Tantan selesai berganti mereka segara menuju tempat panglima.
" Loeh kenapa ke rumah sakit??" Tanya Tantan
" Nanti kau akan tahu, jangan banyak bertanya ya!"
" Abang katakan padaku siapa yang di rumah sakit.?"
" Ayo jalan!" Jack berjalan lebih dulu.
Tantan merasa tak tenang, tanganya menggenggam erat.
" Tantan tenanglah...jangan berpikir berlebihan!" Doney menenangkan
" Tuan,...!"
" Biarkan nyonya masuk!" ujar Jack.
2 orang penjaga itu segera mempersilahkan Tantan masuk ke dalam.
" Masuklah, kau akan tahu!" pinta Jack.
Tantan pun perlahan memasuki ruangan Itu dengan gemetaran.
" Apa yang terjadi pada Panglima??" Doney bertanyalah pada Jack yang masih berdiri di luar.
" aku terlambat datang, Panglima sudah menerima 3 peluru...di dadanya!"
" Apa??, bagaimana dengan yang lain??"
" Mereka selamat, !'
" Apa keadaannya parah??'
" Operasinya sudah berhasil, namun Panglima belum juga sadar...!"
Terlihat Tantan sudah sesenggukan berada di samping Panglima yang seperti orang yang tertidur lelap.
" Huhuhuhu...sayang, bangun ayo...kita sudah diujung kemenangan, namamu, , Jenderal dan Ayahku akan bersih, nama keluarga kita akan bersih, ayo ku mohon bangunlah sayang, aku sudah datang menyambut kemenangan bersamamu!" Tantan tak kuasa menahan air matanya.
" Tantan, biarkan Panglima beristirahat...kita yang akan menyelesaikan semuanya, saat dia terbangun nanti, semua sudah baik - baik saja!" Ujar Doney menenangkan.
" Huhuhu...semua karena aku terlambat bertindak Panglima harus menanggungnya!"
" Tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri, ayo kita segera kembali dan kita balas perbuatan mereka!"
" Benar , Sayang tunggu aku ya...aku akan membalas semua kejahatan untuk mereka, ayo kak kita pergi!" Tantan sudah sangat berapi-api dengan amarahnya.
" Tantan, ...!" Dex sangat khawatir.
" Abang ayo kita hancurkan mereka semua...!"
" Iya, semua pasukan Jendral dan Panglima sudah menuju kota begitu juga semua orang - orang dan barang bukti juga sudah dalam perjalanan!"
" Abang, aku mau semua keluarga mereka juga di tangkap ,jangan sampai ada yang tersisa!"
" Tantan, mereka tidak bersalah, jangan membunuh mereka!"
" Kita tidak boleh menyisakan akarnya sekecil apapun aku mau mereka semua mati mengenaskan, jika kita tidak bisa membalikan keadaan, pasti kitalah yang akan dibantai habis Sekarang, bahkan Panglima dan Jendral tidak bersalah, menjadi tersangka dan kami keluarga juga menjadi buronan, mereka sangat bersalah dan kejam, apa layak untuk hidup ???" Tantan tidak bisa mengontrol emosinya yang menumpuk
Tantan pun jatuh pingsan,
Jack yang tepat di belakangnya segera menangkap Tantan.
" Tantan..." semua panik
" Bawa ke IGD cepat!" teriak doney sambil memeriksa denyut nadi Tantan.
Jack membopong Tantan dengan wajah yang sangat panik menuju ruangan Igd.
Doney segera menangani Tania,
__ADS_1
" Tuan anda siapa??"
" Diamlah, ini darurat!"
" Tapi siapa Dia...semua harus dengan prosedur!"
" Sebaiknya kau diam!!" tegas Jack
" Tidak, tidak denyut anaknya melemah...!" Doney bercucuran keringat begitu banyak.
Doney segera memasang selang oksigen dan Oximeter pada jari tengah Tantan.
" panggilan dokter spesialis Kandungan cepat!!" teriak Doney.
" cepat panggil dokter cepat!!!!" Jack mengancam petugas medis yang berjaga.
" ini rumah sakit militer, kami tidak ada specialis kandungan!!"
" Tidak bisa di andalkan, aku akan cari !"
Jack segera berlari keluar.
" Doney, apa yang terjadi...??"
" Tantan mengalami stress berat, berdampak pada janinnya!" Doney melihat ke monitor tanpa menoleh sedikitpun.
Dex sudah berkaca - kaca melihat penderitaan yang di alami oleh adiknya itu.
"Siapa yang tidak khawatir, streess,Suaminya terbaring tak berdaya, dan Ayahnya berada di dalam penjara, dia menanggung semua beban itu dalam keadaan mengandung, dia juga harus bertanggung jawab untuk janinnya, bebannya tidak ringan, dia masih harus berdiri kokoh untuk membela ayah , suami dan sahabat suaminya, dia menghabiskan tenaganya untuk tetap kokoh namun tubuhnya tidak mampu...!'
" Wanita lebih kuat dari pada 100 pasukan elite di garda terdepan, semoga segera membaik!" Doney masih tetap mengawasi monitor di depannya.
Jack pun kembali dengan menyeret seseorang masuk ke dalam IGD.
" Lepaskan tuan, tolong....!" Pria berbaju putih itu meronta-ronta.
Jack segera melempar orang itu pada Doney
" Cepat selamatkan adikku!" tegas Jack dengan wajah menakutkannya.
" Jack kau dapat dari mana??"
" Dari klinik spesialis kandungan, aku membawanya!"
" Dokter tolong coba, beri penanganan pada adik saya, saya akan membayar 10x lipat jasamu!" ujar Dex lembut.
Yang tadinya dokter itu seperti akan menolak, namun dokter itu segera meriksa Tantan dengan ekspresi ceria.
" Usia kandungannya berepa??"
" sudah memasuki 6 bulan dok!" jawab Doney
" Ehmmm sepertinya pasien sedang menagalami guncangan besar..!"
Dokter itu segera menulis resep dan memberikan pada Doney
" Dia juga mengalami dehidrasi, tebus cairan ini, sudah saya tulis semuanya , sudah saya catat aturan dan kadarnya, jika dia sadar usahakan untuk banyak berpikir, itu sangat mempengaruhi perkembangan janinnya!"
" terimakasih Dokter, tolong tulis noreknya saya akan kirim!"
" Tidak, aku harus segera kembali ,aku di seret paksa saat banyak pasien mengantri!"
Dokter itu segera pergi begitu saja.
" Oh...Jack tidak begitu juga caramu!" Ujar Dex menggeleng kepala.
" tolong tebuskan ini, aku akan mengawasi Tantan!" Doney memberikan lembaran pada Dex.
" Oh baiklah!"
Dex pun segera pergi.
sementara Jack tetap tinggal menemani adiknya.
"Maaf para petugas medis, sudah membuat kekacauan, bisakah kalian kembali pada pekerjaan kalian??"
__ADS_1
ujar Doney merasa bersalah.