DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
210. Black Sheep


__ADS_3

" Dex, bagaimana?? apa kau menemukan ibuku??"


" Panglima, saya sudah melacak mobil yang mereka tumpangi, tenanglah...saya akan segera menjemput keluarga anda!"


" Jangan sampai terlambat, karena situasinya benar - benar tidak baik saat ini...!"


" Baik, Panglima!"


" Oke...!"


...----------------...


" Wakil Presiden bagaimana ini??, kenapa orang -orang anda bisa tertangkap oleh orang Panglima??, semua bukti itu tidak akan bisa dibantah...kita semua akan mati...!"


" Tom, aku sudah membantu sesuai kemampuanku, maaf aku tidak bisa membantu terlalu jauh!"


" Apa maksud anda, anda juga terlibat, anda juga akan mati bersama kami...!"


" Benar Pak Bin, anda harus membantu dengan kewenangan anda, kami sudah membagi bagitu banyak keuntungan pada anda!"


"Jangan mengajakku mati , karena aku adalah wapres, wewenangku akan aku gunakan untuk keamananku sendiri...jadi kalian , aku hanya bisa membantu kalian untuk kabur...dengan catatan bunuh semua anak buahmu yang mengetahui tentang kerja sama kita!"


" Apa??, tidak...mereka sudah sangat lama bekerja dan setia denganku Pak Bin anda tidak bisa seperti ini!"


" Jika begitu, kau bisa memilih untuk di eksekusi, aku tidak akan tertangkap!" tegas Bin .


" Bos, apa anda akan membunuhku??" Tanya tangan kanan tom yang slalu setia padanya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Maafkan aku ,.aku juga ingin hidup...!"


" dorrrr dorrrr dorrrrrr!" Tom menembaki semua anak buahnya yang sudah seperti keluarganya sendiri.


Teman Tom sangat terkejut,


" Hahahahahah, bagus... keluarga kalian akan aku lindungi, aku akan memberikan jalur laut untuk kalian kabur...!"


Tom.dan temannya, yang tadinya sangat angkuh, mereka kini terlihat seperti ikan asap, yang di gantung .


" Cepat kalian pergilah...aku tidak bisa menjamin lebih lama lagi karena Orang -orang Panglima tidak bisa di remehkan...!"


" Baiklah... kita tidak sempat membawa apapu n pak Bin, lalu bagaimana kami akan melanjutkan hidup??"


" Tenanglah, nanti akan ada yang membantu kalian...!"


" Terimakasih Pak Bin...!"


" Ya, sama-sama!"


Tom dan rekannya segera pergi sesuai dengan arahan Bin.


Bin pun tersenyum kecut,


" Hehehe...kalian pikir kalian itu siapa?, hanya keuntungan sedikit yang kalian bagi, sudah menuntut banyak padaku...tidak tahu diri...!"


drrrrr drrrttt..


" Halo Tuan Kim...semua sudah sesuai dengan apa yang anda perintahkan...!"


" Bagus Pak wakil Presiden, kita harus pura-pura berada di pihak Panglima sekarang, aku sudah tidak bisa mengandalkan Tom dan rekannya, jadi tolong beri petunjuk pada Orang Panglima tentang pelarian Tom dan Rekannya...!"


" Tentu saja...tenanglah...tapi Tuan bagaimana dengan bukti itu??"


" Tak masalah, anda hanya perlu mengkambing hitamkan seseorang untuk menjadi perisai anda...kabarnya keluarga Panglima sedang dalam perjalanan ke kota, aku sudah melacak dan mengintai mereka, anda akan pura - pura menjadi korban penculikan, di sebuah gudang, dan keluarga Panglima akan kita antar ke sana bersamamu, berpura-puralah menjadi korban kau punya banyak anak buah untuk dijadikan perisai...!"


" Tuan, apa maksud anda akan menghabisi keluarga Panglima??"


" Ya, tenang saja anda akan keluar lebih dulu sebelum tempat itu diledakkan!"


" Siap Tuan, dan terimakasih sudah memberikan keamanan untuk keluarga saya...!"

__ADS_1


" Jangan mengecewakan, maka kau dan keluargamu akan ku jamin keamanan, dan hidup mapan!"


" Baik...!"


" Nanti akan ada orang ku menjemputmu!, siapkan perisaimu...!"


" Baik Tuan...!"


Bin segera mengakhiri teleponnya....


kemudian, Bin melihat - lihat para ajudannya, matanya tertuju pada Jendral bintang 3,


yang baru saja di naikan pangkatnya dari Mayjen menjadi Letjen itu...yang biasa di panggilnya Letjen Pra.


" Letjen Pra, ...!"


" Ya Bapak...!"


" Apa kau sungguh setia padaku??"


" Siap setia menjaga dan menjalankan perintah Bapak!"


" Jadi jika ku minta mati kau juga tidak keberatan??"


" Siap!"


" Aku anggap kau setuju, karena aku sedang ada ancaman besar, jika kau menjalankan perintah ku dengan baik, ibumu yang sedang sakit akan aku kirim ke luar negeri untuk perawatan terbaik!, anak dan istri mu akan ku jaga dan Mendapatkan kehidupan yang layak, sampai menjadi orang!"


" Saya terima perintah!"


" Baik, kau memang setia ,tidak salah aku memilihmu...!"


" Sebelum itu bolehkah saya meminta ijin pada anda untuk menemui Keluarga saya untuk yang terakhir kali...!"


" Tentu saja, orang ku akan mengantarmu sampai ke tempat mu!"


" Terimakasih Pak, saya akan pergi sekarang !"


" Suamiku, akhirnya kau pulang?? "


" Istriku waktuku tidak banyak, bisakah kau membantuku??, apapun yang terjadi padaku nanti...bawa ini dan cari dia, berikan ini padanya!" berbisik lirih saat memeluk istrinya dan memberikan sebuah barang kotak perhiasan pada istrinya.


"Apa ini perhiasan??"


" Ya untukmu, buka nanti saat aku sudah pergi!" Letjen Pras segera memeluk dan mencium putranya yang baru berumur 3tahun, dan satu putrinya yang sudah duduk di bangku Smp.


" Apa kau baik-baik saja ayah...?"


Letjen Pras menangis, memeluk erat kedua anaknya.


" Ayah baik, ayah hanya sangat rindu pada kalian...!"


" Yaz ayah Jarang pulang, kami juga sangat rindu Ayah!" Ujar Anak gadisnya.


" Suamiku apa kau tidak tinggal lebih lama??"


" Aku ada tugas , dan aku tidak bisa menolaknya!"


" Apa kau baik-baik saja suamiku??"


" Aku tidak apa-apa...aku harus menemui ibu sebelum berangkat!"


" kenapa kau tidak seperti biasanya??"


" Jangan banyak berpikir ingatlah pesanku,untuk berbakti padaku...!"


" Aku pergi...!" Letjen pun dengan mata berkaca-kaca meninggalkan anak dan istrinya, kemudian dia menjenguk ibunya yang berada di rumah sakit.


" Letjen, Bapak sudah meminta kita untuk kembali...!"

__ADS_1


" Baik...!" mereka pun segera kembali .


...----------------...


" Jack di mana putriku?? lalu bagaimana dengan Panglima??"


" Tantan aman , dan Panglima harus kembali ke rumah sakit, ....!"


" Hmmm Coba kau ambil kertas di saku ku...!"


" apa tidak ada yang mengobati luka anda??"


" Tidak ada... Jenderal Petter lebih parah lagi dariku, ...!" mereka mendapatkan beberapa siksaan kejam saat diinterogasi.


"saya akan berusaha membawa dokter untuk kalian, apa Ini surat??"


tanya Jack mengambil kertas kecil


" Aku belum membacanya, orang dari kepresidenan yang memberikan ini...!"


Jack membuka kertas itu,


" apa isinya??"


" Pelabuhan priuk, kapal 450917l@l1700...!"


" Apa ini aku akan memberitahu Panglima untuk hal ini ...!"


" ya, Sudah kau urusi saja yang di luar, kami masih bisa menahannya...!"


" Paman, jangan seperti itu...aku akan usahakan anda mendapat penanganan, bagaimana perasaan Tantan melihat anda seperti ini!"


" Kalau begitu kau harus cepat!"


" Baik!" Jack segera menemui Panglima.


" Jack apa Tantan aman??"


" Aman bersama Yesa...!"


" Ya...!"


" Panglima, ini dari mertua anda, tolong kirimkan dokter ke sana, karena luka mereka akan menjadi lebih serius jika tidak diobati!"


" Apa ini??"


Membuka...


" Panglima itu kode nomer kapal lalu yang belakang apa??"


" Itu jam keberangkatan, kapal itu...!"


" Jack, kau minta Doney atau Dimas salah satu berbaring di sini dan satu ke Penjara, tikus kita akan kabur lewat Jalur Laut!"


" Tapi Panglima apa tidak takut ketahuan??"


" Mari menyamar...bawa beberapa orang untuk memantau dari pintu masuk pelabuhan! ini bisa jadi petunjuk, bisa jadi jebakan...kita ikuti saja! tetap hati-hati!"


" Baik...saya pergi menemui Doney dan Dimas lebih dulu, Panglima tunggu di pintu selatan lebih dulu!"


Setelah Jack memberitahu perintah Panglima, maka keduanya segera membagi tugas, karena Doney terluka maka dia yang berganti menggantikan Panglima, dan Dimas pergi ke penjara untuk mengobati Hatta dan Petter.


Dan Jack pun segera menjemput Panglima,


di pintu selatan.


" Panglima bergantilah baju di di belakang!" Panglima segera memakai pakaian yang biasa di pakai untuk Jack untuk menutupi identitasnya, dengan pakaian serba hitam masker hitam dan hudi yang menutup kepala.


" Ke pelabuhan sekarang!"

__ADS_1


Mereka pun segera menuju pelabuhan dan di ikuti oleh beberapa orang yang di bawa Jack.


__ADS_2