DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
279.Kembali Satu persatu


__ADS_3

" Panglima, tolong jangan hukum Mikel..."


Tantan masih memohon pada Panglima.


" Istriku sayang, aku bukanlah orang yang bertoleransi, aku akan memaafkanmu kali ini, aku tidak menghukummu, kau seharusnya berterimakasih, kau tidak bisa mengerjai ku seperti itu... sebenarnya aku sangat marah, ...tapi aku tidak bisa marah padamu..."


" Aku salah aku minta maaf..."


" Kau tahu Manggala dan Barata masih kecil, Mikel meletakkan tangan itu di antara Bara dan Gala, itu tangan orang mati, bisa membawa bakteri bagaimana bisa kau tidak berpikir panjang seperti itu...??"


" Aku sudah membersihkannya dan itu juga bukan darah tapi pewarna merah..."


" Hahdeh..." Panglima memeluk istrinya untuk menghilangkan amarahnya, bagaimana pun istrinya masih sangat muda, Panglima menaik turunkan emosinya.


" Baik, aku tidak akan menghukum Mikel tapi dia harus di kurung di sana selama satu bulan!"


" tidak lama sekali..."


" itu hukuman paling ringan, jika tidak biarkan para pelatih itu menghajar Mikel selama 2 hari..."


" tidak jangan ,biarkan dia dikurung...jangan di siksa..."


" Lain kali jangan membawa anak-anak dalam candaan seperti ini!"


" kau malah membawa anak-anak dalam bahaya dan itu tidak bercanda, siapa yang lebih parah aku hanya membalas saja...!"


" hah, istriku sangat pendendam, baiklah...katakan di mana tubuh mayat itu sayang??"


" ada di gudang...aku tahu kau memerlukannya aku mengawetkannya di gudang sana..."


" Istriku ini memang tidak pernah takut pada apapun..." menggosok hidung Tantan dengan gemas.


" Jika aku penakut aku tidak akan menghajar seorang Panglima dan Jendral...!"


" hahah benar juga, karena keberanianmu itulah yang membuatku jatuh hati dan tidak bisa melupakanmu...!" Panglima menggendong istrinya dan membawanya ke ranjang.


" Apa yang kau lakukan??"


" bukankah kau tidak takut apapun??, bagaimana jika kita bergulat di ranjang sayang..??"


" tidak... pergi..."


" jika kau bisa melepaskan dirimu aku akan melepaskanmu, jika tidak , salahkan dirimu karena terlalu lemah..."


Panglima menurunkan Zipper pada baju sang istri.


" Wah...tubuh istriku ini sangat luar biasa!"


" lepaskan..."


Tanta masih meronta mencoba melepaskan diri.


hehehehe, giliran aku yang akan menghukummu...

__ADS_1


dalam hati Panglima sangat bahagia.


" oeeeeekkk oeeeeekkk oeeeeekkk" Manggala tiba-tiba menangis keras.


" Lepaskan, Gala menangis..." terpaksa Panglima melepaskan istrinya.


Putraku sangat memihak ibunya


dalam hati Panglima.


Tantan segera menggendong Manggala menimangnya perlahan.


" Panglima tolong, buatan susu untuk Gala..."


Pinta Tantan.


" Siap ndan!" Panglima bergegas ke dapur untuk membuatkan susu Manggala.


Maya hanya terkekeh melihat putranya yang sangat gagah itu membawa botol susu anaknya, membuat susu, mengecek suhu susu anaknya.


" Bagaimana garangnya seorang singa dia akan menjadi lembut saat bersama orang - orang tercinta nya" Gumam Maya.


" Kau sedang menertawakan putramu sayang??"


" Hihihihi...dia sangat mirip denganmu bukan??" ujar Maya terkikik.


" Hah, sedikit...aku harap dia tidak merasakan seperti aku, dia sangat tidak patuh dan berani memusuhiku...!"


" itu itu...kau dan dia sangat mirip...!"


" dia putraku jelas mirip denganku, jika mirip tetanggamu, kau pasti sudah menguliti ku hidup - hidup...!"


" Tidak hanya ku kuliti tapi juga ku tulangi...!"


" hah...itu tidak lucu...menyebalkan" Maya pun bergegas pergi karena kesal dengan Huan.


" Hah, begitu itu jika kau kalah debat...kalian ini memang begitu..." Huan kembali membaca koran.


sudah lama dia tidak menikmati hari yang tenang, akhirnya dia juga bisa memulai kembali aktivitasnya, Huan membangun sebuah home stay untuk memulai bisnisnya , dia memulai semua dari bawah lagi.


Huan tidak menyangka menantunya memberikan modal yang begitu besar untuk melanjutkan pembangunan homestay yang sempat terhenti karena kekacauan global.


tapi dengan modal dari sang menantu, Huan tidak ingin mengecewakan menantunya.


Maya juga mulai membuka butiknya kembali, meski hanya melayani pelanggan- pelanggan khusus saja.


****************


Keesokan harinya,


Anton juga sudah tiba bersama Bibi Chu...


" Ayah Anton, bibi Chu..." Tantan sangat senang bertemu dengan keduanya.

__ADS_1


" nyonya Tantan, akhirnya saya bisa melihat anda lagi..."


" bibi lihat, ini adalah anakku ..." menunjukkan Manggala yang berada di gendongan Panglima.


" Wah, tampannya, ...nyonya saya boleh menggendong tuan muda??"


" tentu saja, ..." Panglima memberikan Manggala pada bibi Chu.


" Ahahahah, kau ternyata pria sejati Leon...!" ujar Anton.


" tentu saja paman, lihat putraku tidak kalah tampan dari cucumu..."


" Hey, bukan hanya Bara, Manggala juga cucuku..."


" Oh ya, kalau dia mau mengakui paman..."


dueeeengggggg...


Anton menempeleng kepala Leon karena kesal.


" Ah paman, kau masih suka main tangan!"


" Anak tidak tahu diri seperti kau memang harus di hajar!"


" Haisss...aku ini seorang Panglima, bagaimana bisa kalian berbuat semaunya padaku...!"


" Hahahahahaha" Tantan dan Anton tertawa puas.


" Bibi Chu, pinjamkan Gala padaku,..."


Anton menggedong Gala dengan sangat senang.


" Hai, Bara dan Gala sangat mirip dengan ayah mereka...aku harap kalian tidak mengkhawatirkan seperti ayah kalian...!"


" Kita sangat membanggakan, mereka pasti akan lebih membanggakan...!"


" Ya benar, tapi kenapa kita tidak memiliki cucu perempuan??, hah...kalian harus memberikan Gala adik perempuan, aku juga akan menuntut Petter untuk memberikan aku cucu perempuan..."


" Paman laki dan perempuan itu sama... yang penting mereka sehat..."


" Ah, ya...benar...kau benar tantan anakku yang cantik, oh ya di mana anak dan menantuku??"


" Dia di kediaman Suzy paman, ..."


" oh baiklah, aku akan ke sana..., baiklah Bibi Chu terimakasih atas bantuan bibi Chu selama ini, sekarang bibi bisa kembali di sisi Tantan..."


" Ya tuan, saya juga terimakasih..."


" Ya, Gala...kakek pulang dulu, nanti kakek akan sering mengujungi Gala dengan Bara..." Anton mencium Gala dan mengembalikan pada Tantan.


" Baiklah, salam untuk kedua orang tua kalian, aku kembali dulu" Anton pun segera kembali.


Karena Anton juga sudah sangat merindukan Cucu, menantu dan anak angkatnya.

__ADS_1


__ADS_2