DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
68. Cuti mendadak


__ADS_3

Tania pun dibawa ke negara F...oleh Bibi dan pamannya beserts bibi Chu.


" Leon, percayalah Tania akan segera sadar dan kembali padamu! " Maya menenangkan hati putranya.


"Ya ibu...Leon akan mengatur waktu Cuti untuk ke sana nanti!"


" Ya ibu ikut ya!"


" tentu saja ibu harus ikut,...!"


"Ya, saat ini apa yang kau rencanakan untuk Xian-xian dan Ayahmu?, ibu juga akan memberi pelajaran pada mereka!"


" Dia pasti tahu, Tania di bawa keluar Negeri, pasti dia akan sering ke sini !, aku juga sudah ada tameng ada Meimei yang bisa membantuku!"


" Meimei siapa?, kenapa kau sudah mencari orang lain saat Tania masih belum sadar?"


" Ibu, bukan seperti itu maksudnya, Meimei adik angkat Jendral ibu!"


" Wah. Jendral mengangkat adik?"


" mmmm, ...hatinya sudah agak lunak semenjak bersama Suzy !"


" hilih, kau pun juga sama,semenjak ada Tantan, kau baru mau menerima ibu!"


" Karna ibu mau menerima Tania, kalau tidak mana Leon peduli pada Ibu!"


" Dasar kau anak durhalek, ya!"


" Bu, hatiku benar-benar sakit...aku tak bisa berbuat apa-apa untuk Tania saat Tantan membutuhkanku!"


" Karna sudah terjadi, kita doakan saja yang terbaik, kau harus kuat untuknya, dan fokus pada apa yang harus kau lakukan sekarang! "


" Ya bu!"


" kalau begitu ibu kembali dulu ya!"


Maya baru akan melanngkah keluar...terlihat mobil datang berderetan.


" Aih, tidak sabaran sekali wanita jahat ini!"


gumam Maya yang bisa menebak siapa yang datang.


"hmmmm, dia berlebihan sekali, presiden saja tidak seheboh itu kemana-mana!" sambung Leon.


" Dia terlalu membanggakan jabatan Ayahnya!"


" Ya, kita lihat saja nanti , sampai kapan dia bisa membanggakan Ayahnya itu!"


" sepertinya putraku, mengetahui suatu rahasia ya!"


" Hanya Lalat kecil bu...!"


" oke, ibu tunggu perfoma mu nak!"


" Tunggu saat itu tiba, ayah akan melunak pada Leon!" penuh kepercayaan diri.


" Tante, tente di sini juga?" sapa Xian-xian.


" aku rindu pada putraku, apa tidak boleh aku di sini?"


" tentu saja boleh, Xian-xian juga rindu pada Panglima! "


" Kau kenapa terlalu agresif , Leon tidak menyukai wanita seperti itu!" Ujar Maya kesal, Maya sudah tidak mau berpura-pura baik lagi di depan Xian-xian.


" Tapi tante, Xian-xian kan tunangan Panglima!"


" Kapan kalian bertunangan?"


" belum, tapi kan kami sudah dijodohkan!"


" Tapi putraku tidak mau padamu!"


ada apa ini?, kenapa tante tiba-tiba menjadi sinis pada Xian-xian?, apa ada yang salah?


Xian-xian bingung


" Tante, apa Xian-xian ada salah pada tante?"


" Salah?, hanya dirimu sendiri yang tahu kau berbuat salah atau tidak!, Leon ibu pulang dulu, mata ibu sakit melihat sesuatu yang menjijikan!"


" Hati-hati dijalan ibu!"


Maya pun bergegas pergi dengan kesal.


" Leon, ada apa dengan tante?, kenapa tante terlihat membenci Xian-xian? "


" hanya dirimu yang tahu jawabanya, sudah kau pulanglah, aku lelah mau istirahat! "


" tapi Leon, aku baru datang! "


" Aku juga tidak menyuruhmu datang! " masuk dan menutup pintu dengan keras.

__ADS_1


" sial, kenapa aku diperlakukan seperti ini?, ayahku juga bukan orang biasa, kenapa dia tidak memperlakukanku seperti gadis murahan itu?"


merasa sangat kesal.


Kenapa tante juga ikut membeciku, gadis sialan itu sudah hampir mati bukan?


sebenarnya apa yang terjadi.


Xian-xian segera kembali dengan hati bertanya-tanya.


*******


" Panglima, apa kau yakin jika ayah Xian-xian juga masuk dalam penyuapan itu?"


" Cari tahu semua bukti sedetailnya, sebelum menangani Xian-xian, kita harus menghancurkan pilar yang menopangnya terlebih dahulu, baru kita balas berkali - lipat!"


" Kasus ini sangat rumit Panglima, butuh waktu yang tidak sedikit untuk mengumpulkan bukti kuat!"


" Tak masalah, kita bisa mulai dari proyek yang ada di sini, seharusnya di sini tidak ada ijin untuk membangun apartement, namun di sana ada proyek pembangunan tertutup!, aku serahkan padamu karna ini bukan keahlianku!" ujar Panglima kepada rekanya yang bekerja di bagian penyelidikan.


" Baik Panglima, sebenarnya ada apa dengan Panglima, ini bukan seperti dirimu, dan kau menyelidiki calon mertuamu sendiri!"


" Sen, aku bahkan tidak menyetujui pertunangan ini, jadi kau tak bisa mengatakan dia calon mertuaku!"


" beritanya sudah kemana-mana, bukan?"


" Biarkan saja, yang penting aku tidak akan menikahinya!"


" Oke Panglima, aku tidak akan mengatakan hal itu lagi ok fix!"


" Ya sudah, aku tunggu kabar baik darimu Sen!"


" Baik Panglima, kalau begitu saya pamit!"


Sen pun bergegas pergi.


Hmmm baru beberapa hari aku sudah sangat merindukanya...


sebaiknya aku menelphone bibi Chu.


" Halo, bibi bagaimana kabar Tantanku? "


" Tuan Panglima, besok Nona akan menjalani oprasi pukul 9. malam!"


" Oprasi?, Bibi aku akan meminta ijin untuk Cuti dan ke sana!"


" Baik Panglima!"


Panglima segera mengatur waktu cutinya,...


setelah sudah beres Panglima bersiap-siap berangkat ke Negara F.


mendengar anaknya mengambil cuti, Maya buru-buru mendatangi putranya,


" Kau mengambil cuti?"


" Ya, bu,,, Tantan Besok oprasi, Leon harus ada di sampingnya!" sambil merapikan pakaian yang akan di bawanya.


" Kau mengambil cuti apa?"


" Cuti istimewa, Leon kan sudah menyelesaikan tugas dengan baik tahun ini!"


" Kau ambil berapa lama?"


" Maunya juga 6 bulan, tapi Terpotong tugas, yang sudah ada jadi hanya 2 minggu setelah itu Leon harus berangkat lagi bertugas!"


" Ibu ikut!"


" Ya Leon tahu, ibu sudah membawa koper sebesar itu untuk apa jika tidak ikut!"


" Bagaimana bisa ibu tenang, ibu juga ingin berada di samping Tania, semoga semuanya akan baik-baik saja!"


" Aamiin, ibu sudah mengurus paspor?"


" Ini sudah jadi!" menunjukan pada Leon.


" Ya sudah kita berangkat ke bandara!"


" Tunggu di mana Micel?, bukankah kau sudah mrngambilnya?"


" Dia ada di pelatihan Anjing ibu, tak apa!"


" Oh baik, ayo kita berangkat!"


ibu dan anak pun segera menuju dan bandara dan terbang menuju Kota F dengan jadwal penerbangan yang ada.


sampailah Leon dan ibunya di Negara F....


" Leon, apa kita harus mencari hotel dulu?"


" tidak, bibi Tantan sudah menyuruh orang untuk menjemput kita !"

__ADS_1


" Bibi Chu?"


" Bukan ,bibi dan pamannya! "


" Kau sudah mengenalnya?"


" Belum, ...!"


" kenapa mereka menjemputmu?"


" Tuan Panglima ,Nyonya!" Teriak Bibi Chu dari sudut pintu.


" Bibi Chu, bibi cepat sekali menemukan kita?" Ujar Leon.


" Ya, Bibi suda menunggu 1 jam sebelum tuan dan nyonya tiba!"


" wah, bibi kau baik sekali!" sahut Maya girang.


" Ini Nyonya Gress yang menyuruh!, Bibi sudah menceritakan semuanya pada paman dan bibi Nona!"


" Apa paman dan bibi tantan juga kolot?"


" Tidak Nyonya, mereka sangat menyayangi Nona saya!"


" Oh, bagus sekali jika begitu!"


" Iya nyonya mari, saya antar tuan dan nyonya beristirahat dulu di kediaman Bibi Tantan!"


mereka pun segera menuju kediaman Gress Latif, kakak dari Hatta Latif.


" Bukankah, bibi yang dimaksud ada di Jepang?" ujar Maya bertanya.


" itu adalah kakak dari almarhum nyonya saya Nyonya!"


" Oh jadi yang di jepang itu saudara dari ibunya dan ini saudara dari ayahnya!"


" Ya benar nyonya!, mari silahkan masuk!"


Maya dan Leon pun segera memasuki kediaman Gress Latif.


" Bibi, setelah ini Leon bisa minta di antar ke rumah sakit?"


" Ah, kalian sudah datang, Ayoo duduk dulu! dan beristirahat!"


" Ini adalah nyonya Gress bibi nona Tantan!"


bibi Chu memperkenalkan.


" Ah, nyonya maaf kami datang merepotkan!" ujar Maya.


" Aih... tidak, kalian tamu kehormatan, Bibi Chu sudah menceritakan semuanya, maafkan adik saya yang sangat kolot dan konyol itu!"


ujar Gress.


" Tuan perwira bermaksud menjaga putrinya dengan baik nyonya!"


" Mana ada seperti itu, dia sudah membuat keponakanku sengsara, ayah macam apa itu?, aduh inikah kekasih Tantan, tampan dan gagah seperti ini awas saja jika dia tidak merestui kalian nanti!"


" Terimakasih bibi!" ujar Leon.


" Bibi Chu antar tamu kita untuk beristirahat! " ujar Gress.


" Baik nyonya!"


"Bibi, bolehkah saya ke rumah sakit sekarang?"


" kau baru saja tiba, istirahatlah dulu, ada pamanya yang berjaga di sana,kau tenang saja ponakanku itu pasti akan segera bangun setelah operasi nanti!" ujar Gress santai.


" Tapi Leon ingin melihat Tantan Bibi!"


" Aduh, baiklah...kau bisa minta antar supir di depan!"


" Leon ibu ikut!" Maya juga tak sabar ingin melihat Tantan.


" Aduh, kaliana ini sangat menyayangi keponakanku ya, ya sudah kalian ke rumah sakit dulu, setelah itu istirahat ya!"


" Terimaksih nyonya!"


Leon dan ibunya diantar kerumah sakit di mana Tantan dirawat.


bersambung....


Author


like dan komen jangan lupa...


oh ya nanti Crazy upnya seminggu sekali saja ya


nanti author atur dulu jadwalnya.


jangan lupa gift nya untuk author biar makin.rajin up....

__ADS_1


trimaksih


__ADS_2