
" Mikel ini tangan siapa??"
" Oggggg..."
" Panglima, tolong jaga anak - anak biar saya yang melihat, siapa yang berani datang !" Petter segera berjalan ke arah dari mana Mikel muncul tadi.
Petter mengikuti jejak darah yang berceceran, yang menuju ke arah pintu belakang, ceceran darah itu menuju keluar
tapi Petter melihat sekelibat bayangan dari Jendela kamar Tantan
Petter pun segera kembali,
" Dia berhasil lolos Panglima, apa tidak ada penjaga bayanganmu di sini??"
sambil memberi kode pada Panglima, panglima pun mengerti.
" Tidak ada... mereka aku tempatkan ke distrik militer..."
" Kalau begitu panggil team forensik untuk mengidentifikasi tangan siapa ini!"
" Ya, mari kita simpan dulu...aku ingin tahu tikus mana yang berani masuk ke kandang singa...!"
Panglima segera membungkus tangan itu dan memanggil orangnya untuk mencari tahu milik siapa tangan itu.
" Hai..., Mikel...kenapa kau tidak menggigit kepalanya??" ujar Petter.
" tidak tahu ini sebuah teror atau memang ada orang masuk ke sini... aku akan menarik pasukan bayanganku sebagian untuk berjaga sepertinya masih belum bisa bernafas lega..."
" hem...aku juga akan melakukan hal sama di kediaman istriku ..."
" Ya baiknya begitu...dari pada kita dihajar lagi bukan??"
" itu kan karena rencanamu Panglima!"
" sudahlah kenapa kita mengingatnya lagi??"
" kalau begitu aku masuk Panglima, untuk melihat istriku ..."
Petter segera membawa Bara masuk ke kamar untuk melihat istrinya apa dalam keadaan baik.
Panglima pun melakukan hal yang sama, segera masuk ke dalam kamar,
__ADS_1
ternyata istrinya masih terlelap, panglima menidurkan Gala di dalam ranjang bayi, lalu melihat di setiap celah dan sudut.
memastikan apakah ada yang mencurigakan atau tidak.
setelah dipastikan tidak ada hal yang mencurigakan Panglima menyusul istrinya yang terlelap, memeluknya dengan erat dan mengecup keningnya.
" maafkan aku sudah membuatmu menderita, tapi kau tahu aku adalah seorang Panglima, aku tidak bisa hanya menyelamatkan keluargaku saja, tapi juga semua orang dan negara ini juga harus ku perjuangkan,ku harap kau benar - benar mengerti keadaanku..."
" aku akan memperkuat keamanan di sekitarmu... keluarga kita akan baik-baik saja..." Panglima mengecup berkali-kali kening istrinya.
betapa dia sangat mencintai istrinya itu, Panglima pun perlahan melepaskan pelukannya dan segera pergi.
Tantan segera bangun,lalu membuka jendela.
"ooogggg oooggggg" mikel nongol dari luar jendela dan melompat masuk.
" oh mikel kerja yang bagus, kita buat Panglima agak repot sedikit..."
ujar Tantan merasa puas karena bisa mengerjai suaminya.
" oooggg oggg...."
"Tenang saja mikel, jika Panglima tahu dia tidak akan bisa menghukummu..."
" oh baiklah, aku akan memberikanmu daging 2 kilo untukmu sesuai janjiku...kau memang benar - benar binatang, mengkhianati majikanmu untuk 2 kilo daging...hahahaha"
Tantan memukul ringan paha Mikel dengan gemas.
" ogggg ogggg..."
plok plok plok plok...
" Bagus nyonya Panglima..."
" ommmo... Panglima bukankah kau pergi??"
" Aku hanya sedang menemani istriku bermain saja...apakah sangat menyenangkan sayang, aku dan Petter hampir tertipu, lumayanlah ..."
" jadi kau sudah tahu??" Tantan dan Mikel mundur bersama.
" Ada apa dengan kalian, tadi baru saja tertawa bahagia??, kenapa sekarang malah diam saja??"
__ADS_1
" Mikel, beraninya kau bekerja sama mengerjaiku, kau kira aku mudah di tipu...lihat bagaimana aku menghukummu!!" tegas Panglima.
" Oggg..."
" sekarang kau baru tahu salah??"
" jangan ,jangan hukum mikel...ini rencanaku, mikel hanya mengikuti perintahku...!"
" tidak bisa dia harus di hukum!!!"
" Panglima kau tidak bisa menghukumnya, jika kau mau menghukum mikel kau juga harus menghukumku!!"
" sayang, dia berani mengkhianati ku, biar dia tahu kesalahannya!"
" bukankah kau sudah memberikan mikel padaku??, dia sangat setia padaku"
" itu karena kau menjanjika 2 kilo daging,.dia melakukan hal sama padamu jika ada orang memberikan dia daging yang lebih banyak!!"
" tidak ..."
" Penjaga bawa. mikel ke tempat hukuman, biar tahu dia salah, aku mendidiknya bukan untuk menjadi anjjing serakah!"
" jangan , jangan bawa mikel, panglima aku minta maaf aku hanya sedikit mengerjaimu kenapa kau harus menghukum Mikel, dia hanya seeokor anjingg saja...!"
" Mikel akan menjadi anjinng serakah seperti para pemberontak itu, dia adalah anjing militer, dia sangat mudah di sogok, maka dia harus di disiplinkan apalagi dia adalah kapten dari semua anjinng didistrik militer..."
" Mikel, maafkan aku sudah menyeretmu dalam masalah kau bisa menggigitku karna aku membuatmu di hukum!" ujar Tantan merasa sangat bersalah pada Mikel.
" Bawa Mikel!!" perintah Panglima.
beberapa penjaga segera membawa kandang besi, kali ini Mikel tidak menyerang dia masuk sendiri ke dalam kandang besi.
seakan dia mengerti bahwa dia salah dan akan menerima hukuman dengan suka rela.
" Panglima tolong lepaskan Mikel ku mohon, panglima tolong...,tolong jangan hukum mikel... Mikel tidak bersalah!"
Tapi Panglima mengabaikan permohonan Tantan meskipun merengek berderai air mata.
Mikel di bawa ke tempat hukuman untuk di disiplinkan.
" Panglima kenapa kau sangat kejam, bukankah Mikel anjing kesayanganmu???"
__ADS_1
Panglima memapah istrinya untuk berdiri,
" Sayang, kau seharusnya memikirkan dirimu sendiri, bukan Mikel...aku tahu aku salah, bukankah kau sudah menghukumku??"