
" Apa yang kau lakukan dengan anjing ku cepat lepaskan!" dengan wajah yang penuh amarah.
" Maafkan aku Leon, aku hanya mengurungnya sebentar, aku ingin berbicara denganmu, tapi siapa gadis kecil ini?"
Tania Langsung mengalungkan tanganya pada leher Leon.
Beraninya gadis kecil ini, ...
xian-xian mulai kesal.
" katakan apa yang ingin kau katakan?"
masuk meletakan Tantan di sofa, tapi Tania masih bergelantung pada Leon.
" kenapa?" tanya Leon lembut.
" pangku...!" dangan wajah imut tak berdaya.
astaga, wanitaku imut sekali...
Leon segera duduk dan memangku Tania, Tania semakin menempel erat pada Leon, seakan anak yang tidak ingin lepas dari gendongan Ayahnya.
Dari mana datangnya gadis kecil ini?, sabar aku belum tahu gadis ini siapa? jangan sampai salah sangka.
dalam hati xian-xian mencoba menenangkan diri.
"Leon siapa gadis kecil ini?, apa dia keponakanmu?"
Sial, keponakan kepalamu itu, menyebalkan sekali.
Tania kesal dengan pertanyaan Xian-xian.
" tanyakan sendiri pada dirinya! "
" Gadis kecil kau siapa?, perkenalkan aku Xian-xian. aku adalah tunangan Panglima!" memperkenalkan diri dengan bangga.
" Lancang!!, Siapa tunanganmu?" Leon mulai kesal.
" Bukankah kita sudah di jadohkan?, hanya menunggu waktu untuk pertunangan kita, atau langsung menikah saja!"
" kau menikah saja dengan ayahku!"
" mana mungkin!"
" Jangan berharap bisa masuk dalam keluaga Zang!"
" Baik, mungkin Leon belum mengenal Xian-xian dengan baik, xian-xian akan berusaha bersabar!"
" Percuma, kau bisa pergi sekarang! "
" Tidak aku masih belum tahu gadis kecil di pangkuanmu ini siapa?"
" kau tanya saja sendiri! " sambil memandang Tania.
"Tante, apa tante ingin tahu aku ini siapa?"
" Tantantante?, aku belum setua itu ,jawab kau ini siapa?"
" Panglima sayang, perutku masih sakit...aku ingin istirahat, mereka sangat mengganggu!"
" Aku akan menyingkirkan mereka, kau istirahat lah dulu ,aku akan membawamu ke kamar!" Leon membawa Tania ke kamarnya.
Hati Xian-xian sudah sangat panas, ingin marah namun masih menahan karna belum mendapatkan jawaban yang pasti.
" Xian-xian, kau membawa kegaduhan ke sini dengan beberapa bodyguardmu itu, dan mereka berani menyakiti wanita ku!!!"
" wa,wa,wanitamu?"
"Ya, dia yang akan menjadi istri panglima di masa depan!"
" Bagaimana mungkin, dia seperti masih sangat kecil, apa kau sedang bercanda?"
__ADS_1
" Ya, aku sedang bercanda!, pulanglah katakan pada ayahku, jika kita tidak seharusnya menikah!"
Tidak, tidak, hanya aku yang bisa mendapatkan gelar istri Panglima.
" aku tahu kau ingin bermain-main dengan gadis kecil ini, tak masalah Panglima, Xian-xian akan sabar menunggu!" masih keras kepala.
" Aku tidak ingin melihatmu lagi!!!, pulanglah, dan ingat jangan sampai kau menyentuh wanitaku sehelai pun, jika sampai kau berani menyentuhnya, tak peduli kau siapa maka aku akan menghabisimu!"
" aku masih belum percaya kau menjalin hubungan yang serius dengan gadis kecil ini, mungkin ini hanya rencanamu untuk membuatku menyerah, tapi aku tidak akan menyerah!, aku akan menunggu dengan sabar, kalau begitu aku pergi!"
Xian-xian pun pergi dengan kekesalanya.
Bagaimana bisa, Leon memperlakukanku seperti ini menyebalkan sekali, tapi siapa sebenarnya gadis kecil itu?
" Nona Xian, 4 orang kita dihabisi Panglima! " lapor orang kepercayaan Xian-xian.
" apa?" Terkejut bukan main.
" Ya, sepertinya gadis yang di gendong Panglima tadi adalah kekasih Panglima!"
Leon benar-benar menjalin hubungan dengan. gadis kecil ini?
" Selidiki latar belakang gadis itu secepatnya!!"
Siapa gadis ini?, kenapa bisa membuat Leon takhluk?
" Baik, nona!"
di paviliun Panglima.
" Sayang apa masih sakit, aku lihat sini!"
" ouuug ouuuug" Micel berlari menghampiri Tania karna juga merasa khawatir.
" tidak, tidak sakit kok ,apa tante itu sudah keluar?"
" kau ini, kenapa pandai memprovokasi orang?, kau memanggilnya tante itu tamparan keras untuk nya!"
" wajah dia, dan ibu panglima, masih terlihat muda ibu panglima, dia terlalu banyak memakai riasan, untuk menutupi kerutan di wajahnya!"
" mana ada, aku tidak pernah berias kulitku belum terkontaminasi dengan riasan wajah! "
" dasar gadis nakal, hmmm kau tak perlu memakai riasan wajah, aku sangat menyukai kecantikan naturalmu!" menyatukan kepalanya pada Tantan karna sangat menyayanginya.
" Panglima, pasti tante itu akan melapor pada ayahmu!"
" hmmm dia akan mencari identitasmu dulu, dia orang yang banyak perhitungan dalam tindakan,karna dia sangat menjaga reputasinya,dia akan berusaha menyingkirkanmu menggunakan ayahmu nanti pastinya!"
" apa??, Panglima bisa tahu? apa Panglima ini cenayang!"
" Tenang, saja aku slalu mengawasi pergerakannya, setelah ini kita akan bertempur, apa kau sudah siap?"
" mmmm, siap aku siap!" penuh semangat.
" Gadis baik, ayo tidurlah sudah malam tapi sebelum tidur aku harus memastikan sesuatu!"
menaikan pakaian Tania.
" Panglima apa yang kau lakukan?" menghalangi.
"Diam menurutlah!" Tania pun menuruti perkataan Leon.
" kau ini apa bodoh kenapa melawan 4 orang sendiri?, apa kau ingin terlihat seperti Jendral? "
" mana ada?" dengan wajah tersipu malu
" wajahmu seperti kepiting rebus apa kau malu?"
" Tidak!" masih menyangkal.
" hahaha, aku hanya mengoles obat aku sudah melihat semuanya, kenapa masih malu?"
__ADS_1
" Panglima, saraf maluku belum putus!"
" ahahahahha iya aku tahu ayo tidur!"
" Panglima, temani aku tidur!"
" apa kau ini yakin?"
" mmmm,aku takut kehilanganmu!"
" Dasar anak nakal!" Panglima pun tidur di samping. Tania dan memeluknya.
" mmm, Panglima aku saat ini merasa takut, jika nanti Panglima pergi dan tidak suka pada Tania lagi!"
" kau ini slalu seperti itu!, siapa pun tidak ada yang bisa dibandingkan denganmu, kau mengerti? "
" mmm, Panglima apa kau sungguh sudah jatuh cinta padaku?, aku takut jika kau hanya menepati janji dan tidak mencintaiku!"
" apa kepalamu tadi terpukul?, kenapa otakmu agak tidak benar?"
" Tidak, kepalaku baik-baik saja!, Panglima saat ini Tantan dalam situasi cemas!"
Leon langsung mencium bibir mungil gadis dihadapanya dengan hasrat membara karna kesal dengan pertanyaan bodoh wanitanya.
"Panglima aku tidak bisa bernafas!"
" Biarkan, kau ini sangat bodoh!, kau tidak bisa memahami hatiku, dan kau menjanjikan pernikahan padaku!, kau sangat berani !"
" Panglima, apapun yang terjadi kau harus jujur padaku, jangan menyembunyikan hal sekecil apa pun padaku, Jangan membiarkan dirimu menghadapi apapun sendiri, aku akan slalu menemanimu!"
" hehehe, Anak nakal kau tahu kau sudah membangkitkan gairahku, bagaimana kau akan bertanggung jawab?"
" apa?"
" apa kau tidak merasakan sesuatu di bawah sana?"
" sesuatu?, apa itu?" Tania mencoba mencari tahu.
Astaga, anak ini sangat bodoh dan polos...menggemaskan sekali, setiap kali di dekat nya aku harus menahan diri.
" oh, apa ini hangat-hangat dan keras?"
mencoba meraba.
" Hei jangan menyentuhnya!!"
" Panglima, apa kau menyimpan senjatamu di sini!" meraba lagi.
" Jangan menyentuhnya lagi!!!"
" Ah, kenapa berteriak kencang sekali?, benda apa itu?"
" astaga,ini senjata pribadiku kau jangan asal menyentuhnya, kau ini berbahaya sekali!"
"Panglima, senjata seperti apa itu, apa aku tidak boleh melihatnya?, kau tahu aku suka bermain senjata kenapa tidak memperlihatkan kepadaku, aku juga ingin meminjamnya!"
Astaga, wanitaku ini sungguh luar biasa,meskipun bukan itu maksudnya tapi pria dewasa selalu berpikiran lain.
Leon segera bangkit,
" Kau tidak boleh melihatnya sekarang, kau mungkin akan pingsan melihatnya sekarang, kau tidurlah dulu, aku mau mandi!"
kembali ke kamar Panglima.
" Hiis Panglima kau pelit sekali!"menyelimuti dirinya dengan penuh.
Panglima harus mandi malam-malam untuk menjernihkan pikirannya, karna Tania.
...sabar Leon kau harus bisa menahan diri sampai waktunya tiba, jangan merusak masa depan wanita yang kau cintai, Tania kau ini benar-benar slalu membuatku bergairah, jika seperti ini terus mungkin aku tidak bisa menahanya suatu hari nanti, aku harus segera merubah keputusan ayah dan segera menikahi gadis kecilku....
Bersambung...
__ADS_1
Author
Like dan komen jangan lupa guys...