DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
91 Mengalah saja


__ADS_3

Suzzy menyiapkan pakaian suaminya,


sambil berpikir keras, bagaimana nanti setelah suaminya keluar dari kamar mandi.


Suzzy masih terhanyut dalam pikiranya yang dalam.


"Istriku...apa yang kau kamu kan sayang?"


Jendral petter melambaikan tangannya


" Oh ,Jendral sudah selesai?" Suzzy terkejut dengan sesosok dihadapanya.


" Apa kau memikirkan hal yang berat?"


Suzzy hanya menggeleng kepalanya.


Jendral petter segera berganti pakaian, kemudian duduk di samping istrinya, sambil membelai lembut rambut sang istri perlahan.


" Pelan-pelan saja, Kita pacaran dulu saja sayang!"


Suzzy tak habis pikir dengan perkataan sang suami.


"Apa ? pacaran dulu?, kita kan sudah menikah Jendral?"


" Hahahaha, bagaimana lagi istriku masih belum siap, padahal kita sudah dekat juga kan?, tapi tak masalah aku masih bisa bersabar, dan aku sudah sangat tenang karna kau sudah menjadi istriku!" Jendral Petter meraih tangan Suzzy dan mencium punggung tangan istrinya.


"Maafkan Suzzy Jenderal!" merasa bersalah.


" untuk apa minta maaf sayang, mandi dan ayo tidur sayang pasti sangat lelah kan?"


" Baik..." Suzzy segera pergi ke kamar mandi.


Di paviliun Panglima


" Sayang, kan kita bisa mengobrol sebentar dengan mereka!" ujar Tania sedikit kecewa.


"Mereka butuh waktu dan aku juga butuh waktuku denganmu!" Panglima memeluk erat gadis mungil yang amat sangat dia cintai itu.


"Padahal, kita setiap hari bersama!"


" Aku sangat lega sayang,setelah semuanya yang terjadi, meski rintangan kita tak akan habis sampai di sini!"


" Sayang,Aku akan slalu berdiri tegak untuk menghadapi semua rintangan bersamamu!"


Panglima semakin mengeratkan pelukannya


"Uhuk-uhuk...!" Tania sampai tak bisa bernafas.


"Ah ,maaf maaf aku tidak sengaja sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Panglima khawatir.


" uhukkk...Panglima apa kau yakin jika mencintaiku?, baru saja aku hampir mati di pelukanmu!" Dengan nada kesalnya.


"Heeeee, apa yang kau bicarakan ,aku sungguh tidak sengaja, karna sangat gemas denganmu, rasanya ingin aku bagaimana kan dirimu itu!" sambil mencubit gemas kedua pipi Tania, yang terlihat tirus setelah sakit.


" kau sangat kurus, lihat lah...kau harus banyak makan agar pipimu mengembang lagi, supaya aku enak untuk mencubit nya!"


" kalau begitu Panglima ini tidak mencintai aku apa adanya!" Sambil meruncingkan bibirnya


" Hahah, jika aku tidak mencintaimu apa adanya aku sudah meninggalkanmu sejak kemarin-kemarin bukan?"


" Huhu...Panglima yang terbaik!" Tania memeluk panglima dengan girang.


" Oh,itu pun sudah sangat jelas, kau tidak salah memilihku saat itu sayang!"


Tania tersenyum tipis, mendengar kata-kata Panglima.


Sejak kapan, panglima ku ini sangat percaya diri dan tidak tahu malu seperti ini?


dalam hati Tania.


Tania mengeratkan pelukannya


meskipun dia tahu ke depannya pasti tak semudah yang dibayangkan, namun hatinya sudah bertekad pada pilihanya, apapun resikonya dia akan menerimanya.


" Aku harap kau tidak pernah menyesali pilihanmu sayangku!"

__ADS_1


mendengar perkataan panglima Tania melepas pelukannya.


kedua tangan Tania meraih wajah Garang, yang hanya memberi garis tipis senyuman pada dirinya.


" Dengarkan baik-baik Panglima, aku berjanji padamu, selama ragaku ini masih bernafas, aku tidak akan meninggalkanmu dengan alasan apapun, aku berjanji, jika aku mengingkari nya maka aku akan berubah menjadi sapi Liar!" Berbicara dengan tegas dan sungguh-sungguh.


Senyum Panglima langsung mengembang mendengar kata-kata gadis mungil dihadapannya itu.


" Auuuuuuuwaaaaaaahhhhhhh, Panglima sangat tampan sekali saat tersenyum seperti ini?" menikmati pemandangan indah di hadapannya.


Panglima semakin mengembangkan senyumanya


Tania segera meraih wajah Panglima dan mencium bibir panglima yang menurutnya sangat sexy itu.


Tidak membuang kesempatan,saat Tania melepas ciumanya Panglima menahannya dan membalas Ciuman gadis mungil nya dengan lebih panas.


"Uhh..."


mata Tania terbelalak karna tidak bisa bernafas.


Tania mendorong tubuh panglima sekuat tenaga.


"Ahhhh...Panglima sudah 2x panglima ingin membunuhku!" ujar Tania sambil terengah-engah.


"Hahaha, mana ada?"


menyangkal.


" Tadi panglima hampir membunuhku dengan pelukan ,sekarang dengan ciuman!"


"Aih...maaf sayang kau Tahu lelakimu ini sangat perkasa, kalau begitu kita ulangi dengan kelembutan!"


" Tidak cukup, aku masih belum mau mati!"


segera berdiri


namun panglima menariknya duduk dipangkuanya.


"Hmmmm...kau tidak akan bisa kabur sayang!"


"Ya sudah aku tidak akan kabur!" menyandarkan tubuhnya pada dada lapang Panglima.


Panglima tersenyum gemas melihat tingkah wanitanya yang selalu sangat menggemaskan itu.


panglima mencium kening Tania dengan sangat lembut.


Tania langsung melingkarkan tangannya ke pinggang panglima dengan manja.


"Kita istirahat yuk sayang!" Panglima segera mengangkat Tania dan membawanya masuk ke kamar.


Tania mengangguk, sambil memandangi wajah pria yang menggendongnya.


" Apa ada kotoran di wajahku?, sampai kau tidak berkedip memandangi ku!"


"Tidak, aku hanya tidak menyangka jika panglima akan melamarmu di depan umum!" berbicara dengan sangat girang.


"Sudah saatnya semua orang Tahu bahwa Panglima memiliki wanita hebat di sampingnya!"


"aaaaa....Gombal sekali panglima, tapi sangat receh hihihi.."


"terserah apapun itu, yang jelas aku hanya ingin semua orang tahu wanita pilihan panglima!"


"Termasuk ayahmu pasti juga akan tahu kan Panglima?"


" Iya jelas, biarkan orang tua itu juga tahu!"


" Lalu bagaimana nanti jika dia tetap tidak setuju dengan hubungan kita panglima?"


" Bukankah kau sudah siap menerima resikonya sayang,Maka tunjukanlah pada orang tua itu, bahwa kau yang paling layak berdiri mendampingiku!"


" Ya aku siap, aku siap!, akan aku tunjukan pada Ayah mertua jika hanya akulah satu-satunya wanita yang pantas mendampingi putranya, dan hanya akulah satu-satunya wanita yang layak melahirkan keturunan di keluarga Zang!" Penuh semangat membara.


"Uhuk-uhuk!" Panglima terkejut dengan kata-kata terakhir dari Tania, yang membuatnya seperti tertantang.


"Eh panglima kenapa?, apa sakit?" segera memeriksa tubuh panglima.

__ADS_1


panglima hanya tersenyum


Bagaimana dia bisa berbicara seperti itu, sedangkan waktu itu dia menyetuh senjata rahasiaku saja tidak tahu itu pistol apa?


dasar gadis nakal, berani sekali membual.


dalam hati panglima yang merasa konyol.


"tidak sayang, ayo segera tidur!" Panglima menyelimuti Tania lalu mencium kening Tania.


"Berdoa sebelum tidur, selamat malam, mimpi indah!"


" Panglima mau kemana?"


" tidur di kamar ku lah!"


" Panglima,tidur bersamaku lah!"


" mana bisalah!"


"bisalah..."


Panglima menggaruk kepalanya, bukannya panglima ini tidak mau, tapi dia ini laki-laki normal, dia slalu menahan diri setiap Tania memintanya untuk menemaninya tidur, Panglima sebenarnya sangat takut, jika suatu saat pertahanan nya roboh, maka yang akan dirugikan pasti wanitanya


"Panglima tidak mau menemaniku tidur lagi?"


panglima tersadar dari lamunannya.


"Sepertinya aku harus mengajarkan pelajaran biologi padanya mulai sekarang, agar dia mengerti betapa tersiksanya diri ini saat menemaninya tidur"


dalam hati Panglima.


"Sayang bukanya aku tidak mau...!"


"Lalu apa?"


Panglima duduk kembali di tepi ranjang Tania.


"Apa kau tidak pernah mendapatkan pelajaran biologi sayang?"


" Pernah panglima!"


"Bagus, Jadi aku ini adalah pria sejati, dan kamu adalah wanita yang aku cintai, selanjutnya kau pasti tahu, maksudku kan sayang?"


" Mmmmm...apa hubunganya dengan Pria sejati dan wanita yang dicintai?" berpikir keras.


Panglima menggaruk lagi kepalanya yang tak gatal.


"Baiklah, begini setiap kali aku menemanimu tidur, aku slalu menahan diri agar tidak menyentuhmu sayang, aku takut aku tidak bisa menahan diri!"


" Panglima bukankah setiap hari kita saling bersentuhan?, kenapa alasan panglima ini tidak masuk akal?,Bilang saja jika panglima ini ingin menjauhiku!"


" Astaga, bukan sentuhan seperti itu sayang!"


" lalu yang seperti apa?, Ya sudah jika panglima tidak ingin menemaniku juga tidak papa, bilang saja sudah mulai bosan padaku!"


" Baik-baik aku temani!"


panglima segera masuk di dalam selimut Tania.


karna tidak ingin membuat gadisnya salah paham dengan pemahamannya yang salah kaprah.


bersambung...


Author


silahkan mengomel, pada Author yang nakal ini karna tidak rutin update ini


hohoho...


maaf ya kakak2 cantik because im bussy...


insya Allah di lanjutan lagi seminggu 2x yea


hehehe...

__ADS_1


__ADS_2