
" Ibu, tenang saja...aku slalu membuka ruangan ini jika aku rindu ibuku, masuk dan lihatlah ibu, sahabatmu banyak meninggalkan barang- barang kesayangannya, aku tidak sempat membongkar semuanya!"
" Hmmmmmmmm... sungguh aku sangat rindu pada ibumu Tantan...!"
" Begitu juga dengan Tantan...!"
" aku belum pernah bertemu dengan ibu Tantan, tapi melihat Tantan Aku bisa tahu seperti apa ibu Tantan!" Ujar Suzy.
" Dia sangat mirip dengan Tantan ,sungguh copy paste banget lah...tidak ada yang berbeda, pemberani, pintar, periang, keras kepala, dan sangat humoris!"
" Aku justru tidak mengenal ibuku sendiri, ayah tidak pernah menceritakan perihal ibu ,dia hanya mengatakan, ibumu adalah wanita terbaik!, hanya itu!"
" Memang benar, nyatanya Ayahmu tidak menikah lagi setelah kepergian ibumu, betapa setianya ayahmu kepada ibumu?"
" Benar sekali nyonya...Nyonya pergi di usianya yang masih muda, Banyak sekali yang mendekati Tuan dengan berniat merawat nona yang masih sangat kecil saat itu, namun Tuanlah yang merawat nona kecil sendiri, sampai nona dewasa!"
" Ibu Tantan mencintai orang yang tepat, melihat putrinya tumbuh sangat mirip dengan ibunya, pantas saja ayahmu terlalu ketat dalam mendidik mu , hanya saja terlalu sih, tapi tidak apa - apa sekarang semua sudah baik - baik saja!"
" Benar ibu, aku sangat bahagia sekarang!"
" harus, harus bahagia!"
" Nyonya, ...lihat ini adalah mesin jahit yang ditinggalkan Nyonyaku!" Bibi Chu membuka kain putih yang menutupi mesin Jahit itu.
" aduh masih sangat bagus, ... Tantan boleh kah ibu memakainya??"
" Pakai saja ibu, apakah mesinya masih berfungsi??"
" Jika mendapat ijin, ibu akan coba lihat!"
" Hmmm, di sana juga banyak gulungan kain nyonya!"
" Oh sungguh???"
" Benar nyonya slalu membeli satu roll warna kesukaannya!"
" Aku akan menebak warna apa yang dia suka, hitam, army, dan juga warna biru muda!"
" benar, benar...lihat ini nyonya semuanya seperti yang anda tebak!" Bibi Chu terkesan dengan Maya Karna sangat mengerti semua tetap ibu Tantan.
" Heheh, aku benar...aku memang sahabat sejati ibumu kan??" berbangga diri.
Tantan dan Suzy tertawa karena merasa sangat senang.
" Seakan-akan ibumu sudah menyiapkan ini untuk mertuamu ya??" Ujar Maya.
" Heheheh...ibu minta tolong buatkan Tantan Daster dan Suzy jika mesinnya bisa di pakai!, kami kan tidak membawa banyak pakaian!"
" Tentu saja, ibu akan coba dulu mengeceknya!"
Maya mencoba, mengoperasikan mesinya setelah di otak atik dan di colokan,
" uwahhhh mesinnya masih jrengggg, padahal sudah puluhan tahun kan bi??"
" Ya Nyonya...!"
" Tantan, di mana ibu bisa menjahit??, di sini terlalu berdebu, ibu tidak kuat debu!"
" Terserah ibu mau pakai mesin ini di mana saja, yang penting ibu nyaman!"
__ADS_1
" Ehmmm tapi sebaiknya ibu meminta ijin dulu pada ayahmu, tidak enak jika lancang, ...!'
" Aku yang akan meminta ijin, ibu tenanglah, ibu bisa pilih di mana ibu ingin berkreasi!"
" Ya terimakasih Tantanku... sebenarnya ibu masih ingin melihat - lihat barang lain, tapi inu sudah sangat ingin menjahit, bisakah lain kali kita masuk lagi??"
" Bisa ibu, nanti aku minta ijin ayah untuk membukanya saja!"
" Jika tidak boleh juga tidak apa-apa Tantan, jangan sampai membantah ayahmu ya!"
" Tantan mengerti ibu!"
" Ya sudah kita keluar dulu, kalian terlalu lama di ruangan ini, banyak sekali debu, ayo kita keluar dulu, sambil menunggu ijin dari Ayah Tantan ibu akan mendesign dulu hehehe!"
mereka pun segera keluar ruangan itu.
dan berjalan menuju ruang tamu,
" Loh Ria...!"
" Heheh bibi, kak Tantan ,kak Suzy...kalian dari mana, aku dari tadi panggil - panggil tidak ada yang menyahut, padahal kata penjaga kalian tidak keluar??"
" Memang kami tidak keluar Ria...!"
" Lah??"
" Kami ada di gudang jadi tidak mendengarnya, maafkan kami ya Ria!" Ujar Tantan.
" Tidak apa, aku harus mengecek kesehatan kalian para ibu hamil....!"
" Lah kemarin baru di periksa??"
" Kami sehat dan baik - baik saja!"
" ya aku harus memastikan kalian meminum vitamin dan suplemen dengan teratur!"
" Hahahah Ria, kau ini menggemaskan, kau perlu menjelaskan beberapa hal yang harus dan tidak harus dilakukan oleh ibu hamil!"
" heheheh, Ria juga tidak mendalami, tapi Ria akan mempelajari lebih dalam lagi untuk kakak - kakak ipar dan calon. - calon keponakan ku!"
" Segera lah menikah, dan susul kami!" Ujar Tantan.
Wajah Ria langsung memerah mendengar hal itu.
" Ria apa kau demam?,kenapa wajahmu sangat merah!"
" Tidak ibu!" Menutupi wajahnya karena salah tingkah.
" Ibu, dia itu baru saja menerima perasaan Jimmie!"
" Oh God??, sungguh??" Maya seakan tak percaya.
" Kakak ipar, bicara apa sih??"
malu - malu.
" Oh jika itu benar, bibi akan mendukung 1000% Ria, Jimmie ini memang anak liar, tapi dia itu sama saja seperti Panglima dan Jendral, yang bisa meluruskan dan menjinakkannya hanya orang - orang tertentu...memang dia diluar terlihat sangat brutal, tapi ketahuilah dia hanya seorang anak yang sangat kesepian!"
" oh benarkah seperti itu ibu???" tanya Tantan.
__ADS_1
" Tentu saja benar... ibu sangat memperhatikan 3 anak itu, mereka laki - laki keras kepala yang suka seenak jidat sendiri, menyebalkan dan tidak berhati nurani!"
" Ibu, ibu terlihat tidak membela mereka bertiga?" sahut Suzy menahan tawa.
" Loh, memang begitu ibu tidak menjelekkan tapi ibu mengatakan apa adanya sayang, kalian pertama kali bertemu 3 orang ini apa memiliki kesan baik di awal??"
" aku aku terkesan baik!" Sahut Tantan.
" Ya karena Panglima menyelamatkanmu, pada saat kau bertemu kembali dan tidak mengenalinya apa kesan pertama mu tantan??"
" Mesum ibu!' jawab Tantan jujur.
" mesum?????" Ketiga orang lainya heboh.
" Kenapa mesum??,.apa yang di lakukan kak Eon??"
" Ya dia menerobos masuk ruangan begitu saja saat aku tidak memakai apa-apa!"
" Buakakakakkakaka hahahhahaha!" Semua tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Tantan.
"Wah, saat bertemu dengan Tantan kembali Panglima langsung mendapat Jekpot ya, hahaha!" Maya tak habis pikir dengan pertemuan anak dan menantunya yang kedua kalinya.
" Hahahaha, benar kesan pertama kita sangat buruk, aku saat masuk Yonif sudah terkencing - kencing karena di bentak - bentak Jenderal, dan merengek ingin pulang!"
" Hahajaha, ...!"semua tertawa.
" Aku penasaran, bagaimana dengan Ria bertemu dengan Jimmie pertama kali??"
tanya Tantan.
" Oh ya??, bibi juga ingin tahu Ria!" sambung Maya.
" Pertama bertemu, saat itu aku masih SMA, saat dan berniat pergi memberi hadiah dan kue pada kak Eon saat ulang tahun, namun aku bertemu kak Jimmie di depan gerbang yang sedang mendorong perempuan!, aku menolong perempuan itu, dan melemparkan kue ke wajahnya, situlah aku tidak menyukainya!"
" Lalu kenapa kau bisa menolaknya 17x??"
" Oh aku tidak tahu juga sejak kejadian itu dia mengejarku terus menerus!"
" hahahahz karena lemparan kuemu itu dia jatuh cinta padamu Ria"
sahut Tantan
" Aduh, Ria...kau tidak tahukah jika ketampanan Jimmie sangat populer di sekolah, setiap hari wanita - wanita itu slalu menempel padanya, dan dia sangat membenci wanita yang mengejar - ngejarnya, mungkin kau berbeda dari wanita lain makanya dia jatuh hati!"
" Bisa jadi sih!" Sahut Suzy terkikik.
" Heheheh, tidak terasa sudah dia menunggu ku sangat lama!" Ujar Ria
" Cinta pandangan pertama itu sih, jangan ditolak lagi ya!" Ujar Suzy.
" benar, kemarin aku mengobrol denganya, dan merekamnya aku akan putar jika Ria ingin mendengar!"
" Apa itu??"
" Ya barang kali, Ria masih bimbang ini bisa membulatkan tekadmu!"
" Boleh kakak ipar!"
" Putar -putar ibu juga mai dengar loe...!"
__ADS_1
" Baiklah!" Tantan segera memutar kan rekamannya mereka semua menyimak dengan telinga lebar.