
Xian-xian masih berusaha untuk mencari cara untuk melenyapkan Tania.
" Nona, kami tidak berani, untuk mencari lebih lanjut di Zona itu, karna itu bukan negara kita!"
Sial, benar-benar tidak bisa membuatnya lenyap jika dia di sana...
dalam hati Xian-xian.
" Ya sudahlah, berhenti mencari tahu!"
Baiklah akan ku beri kau kesempatan hidup , jika sampai kau kembali ke sini maka aku tidak akan memberikan kesempatan ke dua.
Xian-xian sudah sangat marah.
*******
satu minggu berlalu, Panglima mengambil Cuti cukup lama, dia berencana untuk pergi ke ke negara F untuk menemani Tania sampai benar-benar pulih.
" Jika sudah sampai ,jangan lupa mengabari kami!" Ujar Maya yang mengantar Leon ke bandara.
" Ya ibu, Leon berangkat dulu ,baik-baik bersama Sammy di rumah!"
" Tentu, kau juga Hati-hati ya...!"
Leon segera terbang menuju negara F , setelah menempuh perjalanan yang panjang.
sampailah Leon di Negara F, Gress dan bibi Chu datang menjemputnya di bandara.
Gress segera langsung mengantarkan Leon ke rumah sakit Militer di negara F.
karna tak sembarangan orang bisa masuk ke sana,
" Julius kenalkan ini adalah Leon, !" Gress memperkenalkan pada Julius.
orang ini yang datang dipemakaman saat kakek Tania meninggal bukan?"
dalam hati Leon bertanya-tanya.
" Senang berkenalan dengan perwira muda!" ujar Leon tersenyum ramah.
"Julius dimana Tania?, benarkah dia sudah lancar berbicara?"
tanya Gress.
" Ya tante Tania sudah lancar berbicara, dia hanya tinggal berusaha keras untuk berjalan saja,tapi memang memakan waktu yang cukup lama!"
" Benarkah itu?, apa aku bisa menemuinya sekarang?"
" Ya, aku akan mengantarkan kalian bertemu dengan Tania, Tania pasti akan sangat senang!"
Julius berjalan mendahului,...
" Tania, aku ada sebuah kejutan untukmu!" Ujar Julius yang bersandar di pinggiran pintu.
" apa kakak?"
" tutup matamu, jangan membukanya, tanpa ada ijin dariku!"
" Baik, baik, !" Tania segera menutup matanya .
Julius memberikan kode masuk pada Panglima, dengan berjalan perlahan Leon menghampiri Tania yang duduk di tempat tidur.
"Kakak, kenapa lama sekali?" Tania masih menutup mata dengan kedua tanganya.
" mmmm, bukalah perlahan!" perintah Julius.
Tania membuka perlahan,....
" Sayang, aku kembali!" Ujar Leon yang sudah berkaca-kaca melihat wanitanya sudah bangun dari tidur panjang nya.
"Panglima!" Tania segera memeluk Leon .
" Hmmm ini aku, mulai hari ini aku akan bersamamu, slalu menemanimu!"
" Hiks hiks hiks, Panglima aku takut tidak bisa melihatmu kembali, hiks hiks!"
" mana bisa begitu, kau bisa melihatku bukan?"
" mmm, iya Terimaksih Panglima tidak meninggalkan ku!"
Julius tersenyum...
" Tante, kita berikan waktu untuk mereka dulu!" Ujar Julius .
" Ya, bawa kami ke paviliunmu!" Ujar Gress.
Julius membawa Gress dan bibi Chu ke paviliun nya.
kini tinggal Tania dan Panglima yang saling mengobati rindunya.
" Mmmm, sudah cukup jangan menangis...kenapa kau sekarang cengeng sekali?"
__ADS_1
" mana ada aku Cengeng, aku cuma kemasukan debu!"
" Hahahahah, debu mana yang nakal?"
" Debunya di depanku!"
" Kau bilang aku debu?"
" tidak!"
" Tapi aku kan didepanmu!"
" Tapi kan debunya juga di depanku dan depanmu, hanya saja dia kecil jadi Tidak terlihat, kenapa Panglima perasaan sendiri?"
" Hissss dasar anak nakal!!!" mencubit pipi Tania gemas.
" Panglima, aku tidak bisa berjalan, apa Panglima masih mau dengan orang cacat ?"
" aku tidak mau! " Jawab Leon.
" Hiks hiks hiks ,ya Sudah kau bisa pergi dan cari yang lain!"
" Tidak mau!"
" Katanya Panglima tidak mau dengan orang cacat?"
" siapa bilang, aku belum selesai bicara sudah kau potong! "
" Lalu apa?"
" Aku tidak mau kau menyerah, dengan keadaan mu sekarang, aku akan menemanimu sampai kau benar-benar bisa berjalan!"
" huhuhuhu, bagaimana jika aku tetap tidak bisa berjalan? "
" Maka aku akan menjadi kakimu untuk berjalan!"
" Huaaaaaa, mana boleh aku bergantung terus , aku akan berusaha keras untuk bisa berjalan lagi!" ujar Tania bersemangat.
" Bagus itu baru wanitaku!"
" iya aku adalah wanita Panglima mana mungkin mudah menyerah!"
" Hmmmm kau tahu itu, maka jangan mudah menyerah!"
" Ya....!"
" Oh sayang apa kau sudah mandi sore?"
" siapa yang membantumu mandi?"
" perawatlah...!"
" Ya sudah mulai sekarang aku yang membantumu mandi!"
" apa?"
" Ya bantu kamu mandilah!"
"eiiittttttsss....!"
" bagian mana yang belum aku lihat?"
" Panglima kau tidak boleh memngambil kesempatan dalam kesempitan!"
" aku hanya membantumu saja ,itu kan sudah menjadi kewajibanku sayang!"
" tidak perlu untuk yang satu itu!"
" aku hanya membantumu masuk kamar mandi saja, kau berpikir terlalu jauh!"
" apa?"
" Iya, apa kau ingin aku yang memandikanmu sampai selesai?"
"tidakkkk!"
" hahahahha, sudah ayo aku bawa ke kamar mandi , apa yang perlu di siapkan?"
" pakaianku, handuk...!"
" Di Lemari ini kah?, Kau mendapatkan perlakuan istimewa di sini, bukankah ini kamar pasien Vip?"
" Ya, itu semua karna kak Julius!"
" siapa dia untukmu?,sambil membongkar isi lemari!"
" Dia yang merawatku dan menjagaku saat aku tinggal bersama kakek!"
" Oh, begitu?, kau menganggapnya siapa?"
" Kakak,lah...memang siapa lagi?"
__ADS_1
" barangkali ada yang lebih dari itu, karna saat kau membutuhkanku malah dia yang menjagamu!"
" mana ada!"
" kau tidak ada tapi dia belum tentu juga tidak!"
" mmmm...dia benar-benar menganggapku adik saja!"
" Okey, aku percaya aku hanya takut jika kau lebih mengandalkannya dari pada aku!"
" Aku tidak akan mengandalkan siapa pun karna wanitanya Panglima harus bisa apapun sendiri! "
"Baiklah, sekarang kau mandi!" Panglima menggendong Tania ke kamar mandi.
" Kau bisa melakukan sisanya sendiri kan?"
" Ya...!"
.
Panglima segera keluar dari kamar mandi,
Tania pun berusaha melakukan sisanya sendiri.
setelah selesai dia memanggil Leon untuk membantunya.
" Sayang, jika kau di sini bagaimana dengan tugasmu?"
" aku ambil Cuti lama!"
" Tak apakah?, bukankah kau harus tetap stay sewaktu-waktu! "
" aman sayang, tenanglah....!"
" Yooooo. apa kami mengganggu?" Ujar Gress yang datang bersama julius dsn bibi Chu.
" Bibi....!"
" Oh Tania ku sayang akhirnya kau bisa berbicara, Syukurlah nak!"
" Bibi terimaksih! "
" untuk apa?"
" karna bibi sudah menjaga dan merawat Tania! "
" aku bukanlah orang lain Tania, ...kau harus lebih bersemangat lagi, sekarang Panglima juga ada di sisimu bukan?"
" Bibi, bagaiamana dengan ayah?"
" jangan membicarakan ayahmu yang bodoh itu ,dia benar-benar tidak menengokmu sama sekali setelah bibi marah saat itu!"
" Baik, Bibi tapi apa ayah benar-benar sudah menyerah?"
" tunggu beberapa waktu dia pasti akan datang menemui bibi dan memintamu kembali!"
" Tidak mau, ayah pasti akan melarang hubungan kami!"
" Tenanglah Tania, ayahmu akan berubah seiringnya waktu, kau hanya perlu fokus pada pemulihamu ini!"
" tapi jika ayah, menentang hubungan kami bagamana Bibi? "
" Tidak ,Bibi sangat mengenal ayahmu!"
" Mmmm, baiklah semoga sesuai dengan harapan kami bibi!"
" Ya, karna kau sudah ada panglima, aku dan bibi Chu lebih tenang, Ada Julius pun Bibi juga tenang dan sekarang pun lebih tenang!"
" Nona bibi Chu akan sering mengunjungi nona di sini !"
" Bibi terimakasih! "
" Sama-sama nona, semangat!"
" Ya sudah Julius, Panglima, kami titip Tania di sini ,kalau begitu kami permisi ya!"
" Baik bibi, hati-hati dijalan, jangan khawatir kan Tania! " ujar Leon.
Gres dan bibi Chu pun pergi meninggalkan tempat tersebut .
Bersambung...
Author
maaf ya karna banyak kerjaan sekali
terus lagi kurang enak body,
otaknya gak bisa diajak kerja sama
jadi gak konsisten update.
__ADS_1