DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
260. Imbal balik


__ADS_3

" Istriku, ...."


" Jenderal...kau sudah kembali??!" terlihat Mata Susy sangat sembam


" Apa kau menangis terus??"


" Hiks hiks hiyaaaaaaaaa..."


tangis Suzy pecah dalam pelukan hangat suaminya.


" Sudah tenang, nanti Bara terbangun...!"


" Bagaimana dengan Tantan, kenapa hidupnya selalu menderita???, kenapa dia suka sekali tidur lama....!"


" Dia sangat lelah, biarkan dia beristirahat, dia akan segera bangun..."


" Kapan kita bisa hidup tenang suamiku??"


" Aku tahu kau pasti sangat lelah, tunggu sebentar lagi, semuanya akan baik-baik saja"


" Hiks hiks..."


" Barata dan Manggala membutuhkanmu sayang...kau harus kuat, Tantan dan Panglima butuh bantuanmu untuk Manggala"


" tentu saja aku juga menganggap Manggala seperti anakku sendiri...."


" terimakasih istriku... terimakasih...."


" Tantan adalah sahabatku, ini sudah seharusnya..."


...----------------...


Di Ibukota...


Jimmie dan juga anak buahnya bekerja keras untuk membuat perekonomian tetap stabil,


Masyarakat sudah mulai di pulangkan ke tempat mereka masing-masing, sudah bisa beraktivitas seperti biasa, dengan syarat mereka sudah melakukan Vaksin dan juga cek kesehatan.


jika sudah mendapatkan sertifikat kesehatan mereka baru di pulangkan ke tempat tinggal mereka.


mereka sudah bisa menjalankan pekerjaan mereka lagi, dan untuk masalah pangan pemerintah juga memberi bantuan menyeluruh tanpa pandang bulu.


seluruh penjuru sudah mulai terkena dampaknya, beberapa negara mulai resah karena penyebaran virus itu sangat cepat,

__ADS_1


namun hanya +62 saja yang masih tenang tanpa kecemasan, mulai banyak kecurigaan tentang senjata biologi itu adalah senjata +62.


" Beberapa negara mulai mencurigai negara kita sebagai sumbernya, lalu bagaimana kita menanganinya??"


" Paman, biarkan saja mereka tidak ada bukti, hanya sebuah dugaan mereka tidak akan bisa membuktikannya, Panglima sudah mengambil jalan aman untuk menyebarkannya , hanya melempar beberapa senjata ke sumber air yang mereka gunakan sehari - hari ..."


" Apa itu sungguh aman??, tidak meninggalkan jejak sedikit pun??"


" Aaman paman, tenanglah... kita hanya perlu menunjukkan kinerja kita dalam menjaga masyarakat, menjaga sumbernya alam dan juga sumber daya manusianya, mereka yang sudah bisa kembali pulang pasti sudah diajari para dokter untuk membiasakan hidup sehat...jadi seakan kita hanya bergerak cepat dalam pencegahan ekstra, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati..."


" Bos negara V dan P meminta bantuan pada kita soal penanganan wabah kulit... karena negara kita terlihat masih aman...!" ujar Jack melapor.


" katakan kami tidak bisa banyak membantu, karena kita sedang menjaga kestabilan negara kita..."


" apa kita tidak membantu??" tanya Hatta.


" Bisa saja paman, tapi biarkan mereka menawarkan sesuatu yang setimpal pada kita terlebih dahulu... hari gini bantuan kok cuma-cuma" ujar Jimmie.


Tak lama Jack melapor lagi,


" Bos,jika anda mau membantu mereka akan ada imbal baliknya, negara V akan membantu dalam mengamankan negara kita, jika terjadi ancaman, dan untuk negara P mereka akan memberikan banyak bantuan persenjataan baru mereka ,dan pasukan elite jika dibutuhkan kapanpun!"


" Langsung buat surat perjanjian, dan bawa perwakilan dari masing-masing negera untuk datang ke perbatasan untuk mendapatkan kesepakatan, setelah itu bawa team medis ke negara mereka untuk menangani"


2 negara itu akhirnya membuat kesepakatan, masing-masing negera mendapatkan bantuan team medis untuk menangani wabah yang sudah menyebar disebagian negera mereka.


sekarang +62 sudah bisa bernafas lega karena mendapatkan dukungan 2 negara, setelah 2 negera itu mulai stabil.... berbagai bantuan pun tak henti diberikan pada 2 negara itu, dan membuat negara lain mengikuti jalan yang sama dengan 2 negara itu.


namun tidak semua negara mendapatkan kesempatan itu, tentu saja negara yang betentangan di tolak oleh Jimmie, ya kali masak bantuin musuh sendiri, Jimmie hanya membantu beberapa negara berkembang, dan juga Negara yang menawarkan sesuatu yang menguntungkan bagi +62.


termasuk negara tetangga adalah daftar teratas negara yang masuk dalam blacklist, Jimmie akan menolak dengan keterbatasan team medis dan obat-obatan yang sangat menipis.


" kau menolak mereka??, bukankah tawaran mereka cukup besar dan menguntungkan??dengan begini mereka akan tahu jika kitalah yang menyebar senjata biologis itu bukan ??"


" memang begitu paman rencananya!"


" Itu berarti kita akan mulai peperangan sungguhan??, padahal masyarakat sudah tenang dan beraktivitas seperti biasa!"


" Tunggu Paman, Jimmie hanya menunggu tawaran yang lebih menjanjikan di masa depan...jika mereka menangkap kita, kita sudah punya cukup bukti tentang kejahatan mereka secara tersembunyi, sebenarnya ini adalah rencana utama Panglima, jika dia gagal menyebar senjata biologis itu maka perang besar tidak bisa di hindari tapi karena berhasil, seharusnya ada peluang besar untuk menghentikan peperangan..."


" Aku sudah malas, berada di kursi ini, kapan selesainya??, aku ingin pensiun saja dan hidup damai dengan anak cucuku!" gumam Hatta Latif.


" Belum tahu juga paman, aku juga heran kenapa Panglima belum juga kembali bersama Jenderal???, mereka sangat curang sekali, pulang bertemu anak istri, lalu bagaimana denganku??" Jimmie terlihat sangat kesal

__ADS_1


" Aku juga ingin segera melihat cucuku Jimmie..."


mereka yang tidak tahu keadaan yang sebenarnya di sana.


" Mungkin panglima Sedang menenangkan Tantan bos, bagaimana pun Tantan sangat dekat dengan Yesa, Zero dan Doney saja sangat terpuruk apalagi Tantan pasti sangat sedih..."


" ah, benar saja...tapi juga jangan terlalu lama bagaimana pun kita harus segera menyelesaikan konflik kita kan Jack...??"


" Kalau begitu biar saya ke sana!" ujar Dex menawarkan diri.


" Lebih baik aku sendiri yang ke sana...enak saja kau mau curi kesempatan kan Dex??, kau mau bertemu siapa??"


" Siapa??, Panglima lah bos, sekalian lihat ponakan, ya kalau bos kan jelas mau ketmu siapa,..."


" Haduh kalian ini, ribut saja...cobalah kirim pesan saja kalian ini kan alatnya canggih-canggih, dari pada ribut siapa yang ke sana, jangan harap kalian bisa ke sana, aku juga mau melihat cucuku!!!" tambah Hatta kesal.


" Paman kan bonekah kita jangan harap bisa beranjak dari kursi ini, hahahah..."


" sialan kalian, berani sekali mengatakan aku boneka, memangnya aku Josh...ingat ya tanpa tanda tanganku itu juga tidak akan jalan, kau berani sebut aku boneka???"


" Iya paman iya paman, karena paman sangat luar biasa, bagaimana jika mengangkatku menjadi kakak Tantan??"


" Seteres sekali aku punya anak sepertimu!!"


" Paman jika kau mengangkat bos menjadi anak maka kami juga harus!" sambung Dex.


" Benar paman, karena Tantan lebih dulu mengakui kami sebagai abangnya" sahut Jack.


" Haii ..tidak ada...aku hanya mempunyai seorang putri saja titik!!!"


" Ya paman, kau akan menyesal menolak kami"


" hah ..itu tidak akan terjadi... bagaimana apakah sudah menghubungi Panglima??'


" Sudah tapi belum di terima!"


" sebenarnya ada apa, sudah beberapa hari ini aku merasa sangat gelisah..."


" tenang paman, bukankah sudah aman dan beres urusan di sana, panglima hanya sedang sibuk dengan putra mahkotanya, begitu juga Jenderal Petter!"


Tapi memang rasa-rasanya ada yang mengganjal, kenapa Panglima begitu tidak profesional?


dalam hati Jimmie.

__ADS_1


__ADS_2