DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
161. Macan di mainin Kucing


__ADS_3

"Dex makanmu kurang lama kita sudah hampir tertinggal pesawat!" ujar Jack dan Jimmie yang sudah menunggu.


" Maaf bosz ah gawat!"


" Why?" Jimmie melihat raut wajah dex yang tidak beres.


" anu, Tantan di culik di saat pernikahan Ria!"


" Whattttt?"


" Dex, jangan bercanda!, itu sudah pasti aman, suami Ria juga bukan orang sembarangan!"


ujar Jack tak percaya.


" apa ini bukan prank ulah Tania?" Tanya Jimmie.


" Tidak tahu, tapi Panglima dan Jendral memintaku melacak keberadaan Tania!"


" Ke sana!" ujar Jimmie segera berjalan keluar bandara.


" Tapi bos kita sudah...!"


" Dex lacak ponsel Ria!"


perintah Jimmie mengabaikan Jack


( Nah mulai, lacak - lacakan lagi toh?)


kedua anak buahnya mau tidak mau mengikuti perintah Jimmie.


" Jendral kau telphone Yulius, berbagi lokasi dengannya, siapa tahu dia sudah lebih dekat!"


ujar Panglima sambil fokus pada kemudi.


" oke!" Jenderal Petter pun memberitahu lokasi Tania pada Yulius.


" sudah?"


" sudah, aku sangat gemas pada istrimu, bagaimana bisa dia seperti ini di acara penting!'


" kau menyalahkan istriku?"


" Ulah istrimu di luar nalar!"


" Jenderal tolong rasionalnya dong, kita tidak tahu saat itu posisi istri ku bagaimana, siapa tahu memang dia tidak ada cara untuk kabur, atau meminta bantuan!"


" kau sangat memanjakan istrimu Panglima, aku takut itu akan menjadi masalah untukmu!"


" aih, kau menceramahiku?"


" Tidak aku sangat khawatir pada kalian!"


" ini kesalahanku karna meremehkan pihak musuh karna aku pikir, mereka akan waspada untuk sementara waktu!"


" tapi yang aneh adalah bagian keamanan, bukankah Yulius membawa banyak anak buahnya?"


" Justru keramaian, begini orang tidak terlalu waspada mereka terfokus pada acara dan pengantin!"


" iya masalahnya dalam keramaian begini bagaimana dia bisa di culik?"


" Jenderal kenapa memojokan istriku terus?, apa kau membenci istriku?"


" Bukan, aku sangat menyayanginya!"


" Apa?"


" Tentu saja dia sahabat istriku, dan istrimu dia juga bagian dari keluarga ku!"


" Oh???, jenderal aku hampir ingin memukul mu!"


" Lihat, kau terlalu sangat tergila-gila pada istrimu!"


" Iya wajarlah, dari pada istri orang!"


" Panglima...aku mengkhawatirkan kalian loe!"


" Jendral, kau ini kenapa kau seharusnya berpikir, Yulius bukan orang biasa, penjagaan pasti sangat ketat, kau pikir bagaimana bisa orang - orang itu masuk dan menculik Istriku?"


" Ah, benar...ini ada mix campur tangan, oleh orang - orang Yulius!"


" iya, benar... sepertinya!"


" Sasaran aslinya bukan Tania, melainkan Yulius???"


" Wah brengzek...hentikan Yulius...aih, mereka sepertinya bersatu dengan motif dan tujuan masing-masing!"

__ADS_1


" Aih, ini akan berakhir perang besar!"


" Sialan, kita sedang di permainkan, jadi negara yang mendanai Luxian itu dari negara Yulius!" Jenderal Petter sangat kesal.


" Tentu saja, mereka telah gagal dengan meminjam tangan orang kita, aih mereka malah ingin mengorbankan Yulius untuk alasan berperang dengan kita!"


" Kau yakin Yulius tidak terlibat kan, Panglima?"


" Aku yakin, jika Yulius tidak terlibat namun jika Yulius tahu atau tidak jawabannya adalah Tahu!"


" Apa??"


" Dia menikah dengan Ria pasti, karna dia ingin membenahi ini, tapi dia tidak tahu jika nyawanya sedang terancam!"


" Ah, dia pikir jika dia menikah dengan orang dari Negara kita, maka dia akan bisa melindungi negera kita?"


" Iya...!"


" Ah, otaknya apa tidak apa - apa Yulius ini?"


" iya otaknya memang bermasalah Yulius ini, jadi kita harus ke sana sebelum semuanya terlambat!"


" Sialan kenapa kau memilih jalanan macet!" ujar Jendral kesal.


" Oh???, Tuhan aku yakin Istriku akan baik - baik saja !, tapi dengan orang asing ini dia sungguh kasihan!"


" Cepatlah potong jalan cari jalur lain!" Jenderal Petter sudah tidak bisa bersabar.


" Jenderal tenanglah, jangan membuatku jadi ikutan Panik!"


" Ini masalah besar Panglima, kau juga akan terancam!"


" Aku tak masalah, yang terpenting kita harus menyelamatkan Yulius ini!"


" Iya jelas dia adalah bibit masalahnya!"


" Hubungi Jimmie, bagaimana pun dia harus datang lebih awal!"


" He???, bagaimana dia mau???"


" Katakan saja jika Ria juga terlibat!"


" Oh, panglima kau membohongi Jimmie!"


" Demi kebaikan!"


" Kenapa??"


" Wah, Jimmie sudah hampir sampai katanya!"


" Anak itu memang memiliki insting kuat!"


"panglima itu berarti Ria juga sungguh menyusul Yulius!"


" Ah, sialan memang, kau cepat cari rute lain dari map!!"


" Ok!"


...----------------...


" Bos, kenapa anda malah memukul istri Panglima terus?"


" agar dia menurut, ternyata di sangat keras kepala!"


" kami akan memegangi nya, Bos tinggal menikmati saja, waktu kita tidak banyak bos!"


" Tunggu, kita juga harus menunggu target utama datang, karna dia hanya umpan!"


" siapa target utama kalian?"


" hehehehe....kau ingin tahu?, heheheh makanya menurut saja, nanti aku akan memberitahumu!"


" bunuh saja aku!, baru lakukan sesukamu!"


" Hahahahah, apa enaknya bercinta dengan mayat, kau kira aku gila?"


" memang kau gila!"


" Bos, target utama sudah tiba!"


" apa dia sendiri?"


" Ya!"


" Bagus, saatnya bermain!, ingat untuk membunuhnya sekali tembakan!"

__ADS_1


" Siapa??"


" Kau ingin tahu?"


Devance menghidupkan Tv dan terlihat Yulius sedang menaiki tangga mencari di setiap bangunan apartemen yang tidak luas itu.


" Kak Yulius?" Tania terkejut dan mulai gelisah.


" Hahahah, dia adalah target kami!"


" Tidak, kakak cepat pergiiii, pergiiiii,pergiii!" Tania mencoba melepaskan diri dengan berusaha keras.


" Hahahahah, kau baru mulai ketakutan?, hahahaha lihat lucu sekali ekspresi mu!, hahahaha!"


" Pergii kumohon pergiii!" teriak Tantan yang sudah sangat panik.


Ini diluar dugaanku, mereka sangat kejam, dalam hati Tania yang mencoba untuk mencari cara,


tidak bisa aku harus bergerak sebelum kakak tiba


" Tenang dia akan melihatmu mati terlebih dahulu, baru dia mati..!"


" Kau mau bernegosiasi dengan panglima bukan, a a aku bisa bantu!"


" Kau kira itu tujuan utamaku, mana ada berngosiasi dengan panglima, itu sama saja aku bunuh diri!"


" Apa???"


" Hahahaha, hahahaha, lihat mukanya!"


semua anak buah Devance tertawa melihat ekspresi Tania yang kebingungan.


Tania mengamati semua, tubuh musuhnya,


Tania meronta-ronta melepaskan diris sekuat Tenaga.


" Buahahahahhahahahahah!" Semua menertawakannya.


" Eh, kau bukanya bos besar?, kenapa kau harus turun tangan untuk masalah seperti ini?" ujar Tania


" Hahahha, kau masih tidak menyerah?, tentu saja aku harus turun tangan sendiri, dari pada melibatkan orang -orang tidak berguna!, dengan begitu aku bisa memastikan sendiri bahwa aku sudah menang , ahahhahahahahahha!"


" waduh, Bos apa kami tidak berguna?"


" Kecuali kalian!"


" Hahahahahahahahhah, hhhahaha!"


Tania yang duduk dalam keadaan kaki dan tangan yang di ikat, segera berdiri kemudia memukulkan kepalanya pada kepala Devance sangat keras, sampai Devance terbentur sudut meja.


" Dooookkkkkk!"


" Bosssss!!!!!" satu anak buah menolong Devance satu lagi memegangi Tania, dengan merangkul leher Tania agar tidak bisa kabur.


dengan sigap Tania mengambil pisau kecil di pingggang orang yang memeganginya, tidak butuh waktu lama, tali yang mengikatnya terlepas, tanpa basa basi Tania langsung menusuk orang yang memegangnya di bagian perut


" ogghhhh.....!"


"Jlep "


" Kau...!"


" Jleppppppp!"


"Jleeep!"


sreet...


Tania segera memotong tali yang mengikatnya.


" Tembak dia!" perintah Devance yang memegangi kepalanya yang berdarah


" duaaaaakkkkkkk!" Tania menendang pistol musuh hingga terlempar.


" sial, dia bukan wanita biasa!"


Tania menendang kepala Devance hingga terbentur lagi ke sudut meja dan membuat Devance tak berdaya


Dan segera lari.


" kau kenapa diam, cepat bunuh dia, jangan sampai kabur!"


" Baik!"


.

__ADS_1


Wanita Panglima ini sangat Gila, sebenarnya kita yang menjebak apa yang terjebak, jadi sapanjang ini dia hanya berpura-pura lemah, bos kau salah memilih lawan, dan bahkan kau meremehkan musuhmu, kita hanya berlima.


dalam hati anak Buah Devance.


__ADS_2