
" Panglima, kapan ini berakhir...jika mengeluh dan menangis bisa menyelesaikan semuanya aku akan menangis setiap hari, aku akan mengeluh tiada henti, tapi keduanya tidak mampu menyelesaikan segala kesulitan yang ada...ini melelahkan, aku sebenarnya juga lelah berpura-pura baik-baik saja, aku hanya tidak ingin kau mengkhawatirkanku, dan anak kita, agar kau bisa fokus dalam perkara yang tidak ada akhirnya ini, kau tidak tahu seberapa aku ingin turun langsung, tapi aku memiliki kehidupan lain di perutku, jika terjadi sesuatu pada anak kita, aku harus bagaimana menanggungnya?, aku akan menjadi ibu yang paling buruk di muka bumi ini, huhuhuhuhu...aku sangat lelah, aku ingin semuanya cepat berakhir huhuhuhu...aku takut sejujurnya aku sangat takut...huhuhuhu!" Tantan sangat terbawa emosinya dia meluapkan segala keresahan hati yang dia tutupi dengan tingkah dan senyum palsunya selama ini, bagaimana pun dia seorang wanita dan sedang mengandung yang mudah membuatnya cemas .
" Sayang aku belum mati apa yang kau tangisi...??" Panglima yang sudah sadar.
" Suamiku, kenapa kau keras kepala??, sekarang kita harus bagaimana??, aku lelah ,aku lelah....huhuhuhu!" Tantan merengek pada suaminya.
Panglima menggenggam tangan istrinya dengan erat.
" Bi merencanakan pembunuhan terhadap Josh...!"
" Apa??, bagaimana bisa..?"
" Dia hanya dijadikan simbol pemimpin, pemegang kekuasaan sepenuhnya ada pada Bi...!"
" Dari mana kau tahu itu??,jika Bi berencana membunuh Josh?"
" Aku sedang mengintai mereka, Sopir dan penjaganya melompat keluar dari mobil dengan kecepatan tinggi...dan mobil Josh menabrak pagar dan masuk ke sungai!"
" Apa kelemahan Josh sampai dia tidak bisa berkutik??"
" Jika kita menelusuri alur yang terjadi, dan bukti yang di berikan Ajudan prass, sudah pasti Keluarga adalah titik lemah pada manusia!"
" Jika mereka tahu keluarga adalah harta berharga, kenapa mereka masih tergiur uang yang bahkan tidak sebanding dengan satu nyawa!"
" Ya begitulah kehidupan jika semua dituntut tidak sesuai kapasitasnya...jangan sekali-kali memelihara keserakahan walau itu hanya sebiji wijen!"
" Lalu bagaimana kita melanjutkan rencana kita jika begini??"
" Semoga saja Josh masih hidup, aku berharap Zero dan anak buahnya lebih dulu menemukan Josh!"
" memangnya mereka benar - benar mencari Josh??, bukankah mereka berencana membunuhnya?"
" Tentu saja, mereka harus menemukan mayat Josh untuk memastikan jika Josh sudah tiada!"
" Lalu bukankah di sana ada Cctv??, maka itu akan membuktikan jika penjaganya membunuh Josh, Dari situ apakah tidak ketahuan dalangnya, dan lagi dia baru pulang dari rumah Bi kan??"
" Hehehe...!" Panglima tertawa karena istrinya mencecarnya dengan pertanyaan yang tiada henti.
" mungkin CCTV itu bisa saja tiba-tiba rusak...!"
" Ha??"
" Mana ada?, itu Cctv di jalan yang harus di pantau setiap hari...jika rusak juga pasti cepat diperbaiki...!"
" Makanya kita lihat beritanya saja!"
" Tapi sayang, presiden kita mengalami kecelakaan, itu artinya kursi pemimpin tiba-tiba kosong, itu juga akan menjadi berita hot dunia, ini bukannya akan membuat negara' kita menjadi lebih rawan??"
" wakilnya masih hidup sayang, dia akan lebih mudah bergeser ke atas...!"
" Ohya benar juga...lalu dia akan memegang kendali sepenuhnya, dan jika ada masalah dia mudah membuang kesalahan pada presiden, dia bisa membersihkan namanya dengan melempar kotoran pada Josh...!"
" Apa kau mau menggantikan Josh??, istriku lebih pintar dari Josh kenapa dia tidak menjadi pemimpin??"
" Hahahahahah... sebaiknya tidak karna aku sangat menyukai uang, aku akan menjual negara ini beserta penduduknya , dan aku akan mengklaim 1 pulau jawa ini sebagai rumahku...!"
" Sungguh Tamak, untung kau hanya seorang istri Panglima...!"
__ADS_1
" Hihihi....ah aku merasa lebih baik sekarang...!" Tantan menghela nafas lega karena dia berhasil keluar dari kecemasannya.
Tok tok tok...
" Nyonya dokter Dimas datang!"
" Suruh masuk!"
" Selamat malam Nyonya...!"
" Malam...!"
" Oh Panglima sudah sadar??"
" Tentu saja, apa kau berharap aku tidak sadar?"
" Heheh bukan, Kalau begitu saya akan periksa keadaan Panglima lebih dulu baru nyonya...!"
Dokter Dimas segera memeriksa tubuh Panglima.
" Dokter Dimas , katanya kau yang mengobati Jenderal dan Ayahku??" Tanya Tantan.
" Benar Nyonya Panglima...!"
" Apa mereka baik-baik saja??"
" Saya sudah memberikan beberapa obat pemulihan dari dalam... karena saya tidak di ijinkan mengobati mereka..tapi saya yakin keduanya baik, karena luka - luka itu pasti hal biasa bagi mereka!"
" Syukurlah!"
" Panglima, anda memiliki ketahanan fisik yang luar biasa, tapi jangan membuat lukanya terbuka lagi...itu akan fatal!" Ujar Dimas.
Tanpa banyak bicarakan dokter Dimas segera memeriksa Tantan dan bayinya.
" Nyonya, ....anda luar biasa dalam mengontrol emosi anda ...dalam keadaan segenting ini, semuanya aman....!"
Panglima tersenyum puas dengan keadaan istri dan anaknya.
" Panglima saya akan memasang Beberapa cairan ini untuk anda...agar lebih cepat dalam pemulihan!"
" Jangan campur bius...!" tegas panglima
" Tidak saya tidak seberani dokter Doney!"
" Aku harus memantau situasinya!"
" Baik....!" Dimas segera memasang infus pada Panglima.
" Dan ini beberapa obat untuk membuat jahitan nya mengering... semua sudah saya tulis berapa kalinya...nyonya!"
" Baik!" Jawab Tantan.
" Ini vitamin untuk kandungan anda, ...!"
" Ya dokter!"
" Tugas saya selesai!"
__ADS_1
" Tunggu Dokter, anda adalah dokter spesialis kandungan, anda sangat mengerti bagaimana menenangkan ibu yang sedang mengandung dan mungkin dari mereka mengalami problem dalam kehamilannya, peran anda sangat penting bagi ibu - ibu hamil, dan mungkin anda sangat memahami tentang seorang wanita...!"
" Ya benar Panglima!"
"Oh mungkin aku boleh meminta bantuanmu??'
" Dengan senang hati...!"
" Apakah anda bisa mendoktrin ibu - ibu ini tentang permasalahan yang ada, Dokter Dimas kurang lebih mengentahui situasi yang sebenarnya kan?, di negara kita??"
" Benar Panglima!"
" Sebelum ada konfrensi pers yang membagongkan nanti, tolong anda segera mendoktrin para ibu - ibu hamil ini tentang wapres yang akan mengambil alih kursi presiden!"
" Oh??"
" Rakyat tahu sebagian dari negaranya sedang mengalami krisis, memang tidak semua mengalami dampak yang sama dengan apa yang terjadi, masih ada sebagian dari kita masih bisa melanjutkan hidup mereka tanpa pengaruh, dan ada juga yang sudah mulai mengalami dampaknya, anda dokter, ajak teman-teman seprofesi anda yang berada di jalan yang sama untuk mendoktrin semua ibu - ibu dengan embel-embel, mereka harus menegakkan semua keadilan untuk anak-anaknya di masa mendatang dengan pemimpin yang lebih baik...!"
" saya mengerti, saya akan mulai besok Panglima!"
" Oke terima kasih Dokter Dimas, silahkan istirahat!"
" Yesa kau bisa Carikan kamar untuk dokter, dan tempat kan penjaga di sisinya!"
" Tolong jauhkan hewan-hewan itu dari dekat ruangan saya nyonya!" Ujar Dimas.
" Pffftttt... Yesa kau dengar permintaan Dokter!"
" Baik!" Yesa pun mengantar dokter Dimas ke salah satu kamar yang kosong.
...----------------...
Berita kecelakaan itu pun tersiar, ...
dan keadaan negara yang kehilangan kepemimpinan itu sempat memanas, dan dibukalah konferensi pers Bi untuk menenangkan hati Rakyatnya yang mulai ketar ketir.
" Saya sebagai wakil pemimpin di negara ini, sangat turut berduka atas apa yang menimpa pada pemimpin kita, saya berharap penuh jika beliau segera di temukan dengan selamat, sebagai wakil saya akan mengambil tanggung jawab penuh, untuk memimpin negeri kita saya akan berusaha menjadikan negara kita lebih baik lagi...!"
Namun saat yang sama, banyak warga terutama para ibu - ibu berkerumun untuk menentang semua keputusan yang di ambil bi.
Para wartawan pun mendapatkan bahan cukup banyak untuk di masak, beberapa dari mereka pun di wawancarai perihal ketidak setujuannya pada pengalihan kursi pada wapres.
" Ibu bisa jelaskan alasannya , kenapa anda menolak wapres sebagai presiden, jelas-jelas hanya wapreslah yang bisa mengambil kursi itu!"
" ibaratnya nie ya mas...mas mau nitipin barang berharga mas pada orang yang barangnya mudah di curi, kira-kira mas percaya nitipin ke dia?" ujar salah satu ibu yang di wawancarai.
" Benar, dia saja sama ajudan sendiri kalah...lah mau ambil kursi presiden? mimpi...!"
"tapi Wapres kan di culik juga karena ancaman...!"
" Kami baru sadar mas...kalau tidak ada api tidak ada asap, pasti ada yang tidak beres sama kasus penculiknya!"
Semua menolak pengalihan kursi pada Bi, namun semua juga menanyakan lalu siapa yang pantas, menduduki kursi kepemimpinan itu, kursi itu juga harus segera di isi untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan.
" Di mana Panglima, Jendral dan perwira yang di nyatakan tidak bersalah?" salah seorang yang di wawancarai itu menyinggung tentang kasus perwira tinggi yang hampir di eksekusi.
" Ya kami bertanya, di mana para petinggi itu??, mereka tidak bersalah kan ? mereka adalah korban pengambing hitaman...!"
__ADS_1
" Ya mana ini?? kami jadi curiga jika ajudan wapres itu juga korban kambing hitam!"
Rupanya para Rakyat sudah terdoktrin oleh isu dari mulut ke mulut, untuk menegakkan kebenaran dengan mata dan pikiran terbuka lebar.