
" Seon apa kau belajar dengan nak??"
" Iya bu ... lihat nilai ulangan hari ini" Seon menunjukkan lembaran pada Maya.
" Oh anak baik memang anak ibu, ayo cepat ganti baju dan makan ya!"
" ya bu .." Seon segera masuk ke dalam kamar dan Maya segera ke dapur menyiapkan makan untuk putra angkatnya itu.
" Panglima, kau melupakan Seon" ujar Tantan.
" Hahhhhh... sekarang aku bukan satu-satunya, ..." gumam Panglima menghela nafas panjang.
" Semua ada masanya panglima, kita tidak akan pernah bisa menjadi satu-satunya seterusnya..." Tantan menahan tawanya
" ah, kau benar, sekarang Manggala adalah prioritasmu..."
" Jelas jika aku tidak memprioritaskan Gala, lalu siapa lagi??, aku tidak akan membiarkan orang lain menjadikannya umpan lagi ...!!"
Tantan pun segera masuk ke dalam kamarnya, Tantan sebenarnya masih sangat kesal, tapi dia juga tidak bisa egois.
Wanita kenapa sangat pendendam??
padahal aku sudah minta maaf dengan sepenuh hati.
Ceklek...
Panglima melihat ke arah Kamar Suzy...
terlihat Petter nampak segar keluar dari kamarnya.
**Dasar, pasti dia sudah makan kenyang istrinya, tampak sekali wajahnya begitu segar dan berseri - seri.
dalam hati Panglima.
" Oh panglima, kau juga sudah berhasil membujuk Tantan?" melihat Manggala sudah ada di gendongannya.
"Ya, memangnya kau saja yang bisa??"
__ADS_1
" Baguslah, Panglima aku akan kembali ke kediaman istriku untuk sementara..."
"sebaiknya kau minta anak buahmu melihat kediaman itu dengan teliti, takutnya masih ada makhluk tak tau diri menunggu di sana!"
" Benar Panglima, aku akan menyuruh orang ku melihat keadaan tempat tinggal istriku...!"
" Ehmm...baiklah... mertuamu juga sudah akan tiba bukan 2 hari lagi...?"
" ya benar, panglima terimakasih atas bantuannya....!"
" Yoi...aku mau istirahat dulu Jenderal..."
" Siap Panglima...!"
Leon pun segera menyusul istrinya masuk ke dalam kamar.
terlihat istrinya sudah terlelap di ranjang.
Dia sangat kelelahan bukan?, maafkan aku sayang, lain kali aku tidak akan melibatkan kalian, dan aku akan mengupayakan tidak akan ada hal seperti ini lain kali.
" Gala, biarkan ibu istirahat...ibu sangat kelelahan, apa kau sering mengajaknya begadang semalaman??"
Panglima puj mengajak Gala keluar kamar, dan menuju teras rumah, Gala di tidurkan di kursi goyang bayi, semilir angin sepoi-sepoi menyegarkan pikiran Panglima, tak lama Petter juga keluar dengan putranya Baratha.
"hay Boy...Petter letakan Bara di samping Gala!" pinta Panglima.
mereka para penjuang kedamaian yang biasa memegang senjata, kini memegang bayi mereka terlihat sangat kaku, mereka menenteng anaknya seperti menenteng senjata di depannya.
" Bagaimana meletakkannya Panglima, aku takut kepalanya kecengklak!"
" Kecengklak itu apa??"
" aku juga tidak tahu, Istriku slalu bilang awas kepalanya nanti Kecengklak!!"
" Ya sudah tidak usah, tadi aku menggendong Gala tidak menghadap depan seperti itu, jadi mudah meletakkannya...!"
" Dia kalau tidak begini menangis...aku juga heran dia ini kenapa sudah banyak minta!"
__ADS_1
" hahahaha...ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, kecuali hanyut!!"
" tapi coba sini aku gendong dulu, aku ingin mengambil potret kedua bayi kita...akankah mereka besar nanti bisa berteman baik seperti kita??"
Panglima mengambil Barata dan meletakkan di samping Gala.
" astaga anak kita menuruni ketampanan kita Jendral...hahahah"
" oh itu sudah pasti,Jika mereka tumbuh bersama pasti akan menjadi teman baik...ya benar juga...apa kau ada rencana memiliki Second Child??"
" Tidak satu saja... bagaimana denganmu Panglima??"
" Aku ingin anak perempuan juga... biarkan Istriku istirahat satu atau dua tahun lalu buatkan Gala adik perempuan...!"
" Panglima, kasihan Tantan... memangnya mengurus bayi tidak capek?, paling tidak juga biarkan Gala itu masuk TK dulu...dia juga sudah mengerti kewajibannya menjadi seorang kakak...sudah sedikit bisa mengurus diri sendiri, jika belum Tantan akan kerepotan, Karena kita tidak bisa slalu ada membantu menjaga anak-anak kita dengan profesi kita!!"
" ohya kau benar,...kau memang suami yang baik Petter...!"
" Bagaimana pun saat istri kita mengandung dan melahirkan semua masih dalam keadaan kacau, kita tidak tahu batin dan pikiran mereka, yang terkuras karena ketakutan, dan kekhawatiran yang menumpuk sudah pasti menyita seluruh tenaganya, aku melihat istriku mudah lelah Panglima, pasti Tantan juga sama, dia malah ikut turun menyelesaikan peperangan dengan berusaha melindungi orang -orang sekitarnya, sekarang aku menyadari, sekuat apapun kita seorang pria ,kita tidak akan ada apa-apanya tanpa seorang wanita di sisi kita...aku akan memperlakukan istriku dengan baik mulai sekarang, memanjakannya seperti seorang ratu..."
" Benar, yang kau katakan Jendral, semuanya sangat benar,...!"
" oooghh oggghhhh oggggh..." terlihat Mikel muncul dan berlari dari samping rumah, membawa sesuatu di mulutnya.
" oh apakah mikel ramah dengan anak-anak??" Jenderal sudah siap siaga ingin menggendong putranya.
" Dia sangat sayang pada anak-anak Petter tidak perlu khawatir..." Mikel pun datang dan meletakkan sesuatu di antara Baratha dan Manggala.
" oggggh ogggghhhh..."
" apa kau memberi hadiah untuk Bara dan Gala??"
" oggghhh oggggh...."
" Apa ini??" Panglima membuka kain yang membungkusnya.
betapa terkejut keduanya, karena mikel membuah sebuah tangan untuk mereka.
__ADS_1