
Zieee slalu memantau pergerakan Xian-Xian.
Nona Xian-Xian sangat banyak kenalan yang tidak baik, bagaimana bisa Nona berhubungan dengan orang ini, yang terkenal dengan kecabulannya,
" paman, apa mau coba kue?, biar Tantan ambilkan sekalian?"
" Aku tidak suka makanan manis!"
Halah rubah tua ini sangat kaku sekali, menyebalkan!
dalam hati Maya kesal.
" Oh, paman suka ya asin ya?, aku akan ambilkan yang asin kalau mau"
" Sudah, terima kasih aku tidak terbiasa makan di acara seperti ini!"
" Kalau begitu mau minum?"
" Tidak juga...!"
" Oh paman hanya akan datang dan mengobrol saja di sini ya?"
" Ya terserah aku dong!"
" Sudah kita makan aja yuk, biarkan orang tua ini sendiri di sini, lagian Julius dan Ria sibuk menyapa tamu yang lain, kita nikmati saja semua hidangan di sini!"
Maya menarik Tania menuju meja yang di penuhi dengan berbagai macam makanan.
" permisi, apa mau minum jus?"
seorang pelayan pria menawarkan minuman di nampaknya pada Tania dan Maya.
" Boleh!" sambil menerima gelas yang berisi jus
" Ibu tidak minum?" Tanya Tantan.
" Ibu kalau minum akan sering buang air kecil,itu akan tidak nyaman!, kau minum saja !"
" Baik bu...!"
aku tidak akan membiarkan nona meminumnya
dalam hati Ziii..
Pyarrrrrrrrrrr
" Oh maaf, maaf maaf saya tidak sengaja nona maafkan saya!"
" Bagaimana bisa kau ini jalan menabrak orang!" Maya mengomel.
" Maafkan saya Nona, dan nyonya maaf saya akan mengganti pakaian anda!"
" Tak apa, tidak sengaja juga...lain kali hati-hati ya!"
" Baik Nona saya permisi!"
bergegas pergi.
" Tantan gaunmu kotor, kita pulang saja ya?,tapi ibu akan membawamu ke kediaman Zang untuk mengganti pakaianmu, kau tidak bisa pulang seperti ini!"
" Baik ibu!"
"Ya kita pamit dulu pada Julius dan Ria !"
Tania menuruti Maya, mereka pun segera pergi meninggalkan tempat acara itu.
" Loe??? bagaimana bisa istriku melupakan aku?, dia hanya membawa gadis itu dan meninggalkan ku?" Huan zang yang terlupakan.
__ADS_1
" Tuan, apa mau ikut pulang?"
" Oke...!"
Dalam perjalanan pulang...
" Jadi apa yang terjadi pada gadis itu?, kenapa membuat keributan?"
"Nona Xian-Xian sepertinya sudah mempersiapkannya , untuk menaruh sesuatu ke dalam minuman dan memberikan pada nona Tania!"
" Apa kau melihat dan mendengarnya sendiri?"
" Ya, tuan!"
" Oh, hatinya mengerikan!, apa gadis itu meminumnya?"
" Tidak, saat saya ingin menghentikan nona, seorang wanita menabrak nona tania dan membuat gelasnya tumpah dan terjatuh!"
" Apa itu kebetulan?"
" Tidak, setelah saya ikuti dia orang bagian militer!"
" Dia orang putraku?, atau orang ayahnya?"
" Itu saya juga kurang tahu tuan, namun saat saya memperhatikan sekeliling, ternyata banyak mata mengawasi nona Tania!"
" Hmmm...dia orang yang penting untuk putraku, sepertinya aku yang salah selama ini, Ziie bantu aku mencari bukti-bukti kejahatan Xian-Xian, orang yang memiliki hati kotor tidak layak menjadi bagian keluarga Zang!"
" Baik Tuan, apa tuan akan menuntut nya?, dan membatalkan pertunangannya?"
" Pelan-pelan Zii, aku akan pura-pura tidak tahu apa-apa sampai bukti itu ada!"
" Saya terima perintah lanjutan Tuan!"
" Ya ... terimakasih!"
" Nah, untung ibu slalu membuat pakaian banyak seukuranmu!"
" Ah, ibu terimakasih!"
" Ya sama-sama, ibu akan memasak untukmu kau belum makan kan tadi?, kau menginap di sini saja ya!"
" Ah, tapi bu...aku tidak enak dengan paman, dan juga aku belum memberitahu ayah, aku takut membuat ayah khawatir!"
" Rubah tua ini tidak usah kau pedulikan, dan aku akan menelpon ayahmu untuk meminta izin untukmu tinggal!"
" aah,...baik ibu!"
Tania tidak bisa menolak permintaan ibu panglima karna memang sudah lama tidak bertemu.
setelah mengijinkan Tania pada ayahnya, untuk menginap, Maya dan Tania pun memasak untuk makan malam mereka.
" Ibu, apa paman masih tinggal di pesta?"
" Dia tidak akan nyaman di sana terlalu lama!"
" haruskah kita menunggu paman untuk makan malam?"
" Memang siapa dia?, kita harus menunggu, kita makan saja, jangan mempedulikan nya!"
" Tapi sepertinya paman juga belum makan apa- apa di sana tadi"
" Siapa suruh tidak makan apa - apa, sudah ayo makan, abaikan saja!"
" Wah eah wah, istriku kejam sekali ya?, memangnya aku tidak boleh gabung makan?"
" Aku hanya membuatnya 2 porsi, kau pesan saja gofood!"
__ADS_1
" Ah ibu, biarkan pakan bergabung makan!"
" sudah makan saja, dia tidak akan mati jika tidak makan satu malam!"
" Ibu... Tania jadi tidak enak jika paman tidak ikut makan!"
" Makan kau makan!!" mengucapkan dengan wajah bertaring.
Ibu, kenapa sangat galak jika berhadapan dengan panglima dan paman, haduh...mengerikan ...dalam hati Tania
" Sayang kau menakuti orangmu!"ujar Hujan Zang sambil melirik ke arah Tania.
" Haduh Tantanku apa kau terkejut. maaf kan ibu ya sayang" seketika menjadi lemah gemulai.
" Istriku, sudah lama aku tidak merasakan masakanmu, ketrampilanmu tidak berkurang sedikit pun!" sambil menikmati makanan ya.
" Paman suka makanan pedas?"
" Ya!, apa kau mau membuatkan untukku?"
" Apa paman mau memakannya?"
" Tergantung bagaimana keterampilanmu!"
" Kalau begitu besok aku akan mengantar makan siang untuk paman!"
" Boleh, jangan mengecewakan !!, aku sudah selesai makan aku akan ke ruang baca!" bergegas pergi.
" Apa - apaan kau ini Tantan, dia orang yang memiliki lidah pemilih, dia hanya mempesulitmu!"
" Ibu, beritahu makanan kesukaan paman!"
" Aj, kau ini memang keras kepala, baiklah aku akan beritahu, Rubah tua itu suka, makanan pedas, selera nya sederhana tapi lidahnya pemilih soal rasa!"
" Contohnya apa ibu?"
" untuk yang sederhana dia suks dengan sambal terong, terus dia suka tahu isi pedas, kerupuknya juga harus pedas!"
" Ibu, apa lambung paman tidak masalah untuk itu?"
" Ibu juga heran, dia maniak pedas... tapi sejauh ibu dengan rubah tua itu, dia tidak pernah punya riwayat lambung!"
" Wah, paman pasti menjaga pola makan dengan baik, atau paman punya tips untuk makan pedas agar tidak sakit lambung!"
" Entahlah, kau besok masakan saja ikan pindang bumbu pedas, dan tahu isi pedas ibu akan membatumu!"
" Terimakasih ibu!"
" Iya, karna sekarang kau sudah selesai makan bersiaplah untuk tidur!"
" aku ingin jalan-jalan sebentar ibu di pekarangan ini boleh?, tidak nyaman tidur setelah makan!"
"Boleh banget, anggap saja rumah sendiri!"
" Heheheh iya ibu, sebelum itu aku akan membantu ibu membereskan semua ini!"
" Tak perlu, itu nanti akan ada yang membereskan ya, ibu ingin membuatkan kopi untuk rubah tua itu, dan kau bisa jalan-jalan dengan leluasa!"
" Ah baiklah ibu!"
**Hehehe si rubah tua itu sepertinya tidak buta,
dia memberi kesempatan Tania untuk membuatkannya makan siang, dan itu tidak pernah dia berikan pada Xian-Xian,menantu ku itu memang tidak pernah mengecewkan, hehehe aduh lalu apa kabar dengan menantumu itu?
aku ingin mengejeknya kali ini hohoho, sudah lama aku tidak merasa semerdeka ini semenjak perjodohan konyol itu.
dalam hati Maya berbahagia...
__ADS_1
Bersambung**...