DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
28. Terkejut


__ADS_3

" hmmmm semoga saja cepat bertemu lalu kalian bisa bersatu! sekali!"


" Aamiin"


mereka pun sampai di paviliun Panglima.


" Mikel persediaan 2 minggu aman untukmu!"


ujar Tania lega.


"lalu kita mau ngapain sekarang? bingung..."


"Entahlah,...!"


" Aku ingin perawatan, kulitku sudah kusam, aduh cepat sekali menggelapkan kulit, perawatanku berbulan-bulan, sehari di sini aku sudah gosong, apa kabar sampai 3 bulan"


" astaga...kau ini masih sempat memikirkan penampilan!"


" tentu saja ,orantuaku tidak akan mengenaliku jika bertemu dengan aku yang seperti ini!"


" hahahah, lalu kenapa kau mau mrngikutiku, sudah tahu di sini sangat membosankan!"


" aku kira bisa keluar masuk sesuka hati, ternyata tidak!"


" jadi kau menyesal, jika menyesal kau bisa pulang Suzy! "


" Mana mungkin, aku akan bertahan denganmu!"


" Yakin?"


" tentu saja, ayo kau bantu aku memakai lulur!" Suzy melempar lulur yang di bawanya dari rumah.


Tania membantu Suzy untuk perawatan, sambil bercerita sana sini.


pukul 15.00


" Suz, aku kembalikan motor dulu ya!"


" oke, oke siap!"


Tania segera mengendarai motor kakak seniornya menuju tempat pelatihan anjing.


" kakak, apa aku terlambat?"


" Tentu saja tidak, aku baru selesai!"


" oh, oke trimkasih kakak untuk armadanya yang kau pinjamkan!"


" ayo ku antar kembali ke asrama!"


" Eh asrama?" Tania bingung


" lah, memang kau tinggal dimana?"


" oh iya iya, astaga aku sedikit tidak fokus, baik kakak Terimakasih! "


Tania segera membonceng Leon wang menuju asrama, padahala jarak asrama ke paviliun Panglima lebih jauh dari paviliun ke pelatihan anjingg.


"Di sini bukan?" ujar Leon wang menghentikan motornya.


Tania pun segera turun


" Terimakasih kakak, eh kakak kalau boleh tahu kakak kelahiran berapa? "


" ah? kenapa tiba-tiba menanyakan kelahiran?"


" kakak terlihat mirip dengan seseorang, untuk memastikan saja!"


" oh, begitu...aku saat ini menginjak 24tahun, jadi kau hitung sendiri aku kelahiran berapa!"


" oh aku mengerti,terimakasih kakak,sepertinya Tania salah orang,heheh kalau begitu Tania masuk dulu!"


" astaga, ahahaha baiklah aku juga harus kembali, selamat sore Tania!"


" Sore kakak!"


Leon wang pun segera melaju pergi.


" astaga aku harus berjalan 5kg untuk kembali ke paviliun, sial sekali aku ini!" gumam Tania berbalik arah berjalan menuju paviliun panglima.


saat tiba di dekat paviliun Jendral Petter.


" Tania,...!"


Tania menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


terlihat seseorang berlari dengan memakai seragam putih menghampirinya.


" oh dokter Donie...dokter di sini?"

__ADS_1


" aku juga terkejut melihatmu di sini, aku kira itu bukan kau!"


" hehehe, ini aku Tania, dokter kenapa ada di paviliun Jendral? "


" aku adalah dokter pribadi Jendral, hari ini jadwal untuk memeriksa kesehatan Jendral! "


" oh...seperti itu, apa sudah selesai?"


" aku baru datang dan melihatmu!, kau benar-benar mencari kekasih masalalumu itu?"


" hehehe iya dokter, aku yakin aku bisa menemukannya!"


" ah, baik jika kau meyakini itu, apa kau juga ingin ku periksa?"


" Boleh, apa temanku juga boleh di periksa? "


" Boleh saja, aku tunggu di kediaman Jendral ya, oh ya kenapa kau ada di sini?"


" aku tinggal di paviliun Panglima! "


" apa?, panglima??" Donie terkejut dengan jawaban Tania.


apa hubungan panglima dan Tania, kenapa Panglima mengijinkan orang lain tinggal di paviliun nya.


dalam hati Donie merasa heran.


" heheheh iya, dokter, kalau begitu aku mandi dan segera menyusul kekediaman Jendral! "


"oh, baiklah aku menunggu di sana ya!" sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" aku harus bertanya dengan jelas pada Jendral Petter! " gumam Donie segera kembali ke paviliun Jendral Petter.


setelah sudah memeriksa dengan menyeluruh, Donie menanyakan hal yang di rasa mengganjal dipikirannya.


" Jendral, anda mengenal Tania?"


" oh, Tania tentu saja, apa kau juga mengenalnya?"


" Ya, kita mengenal baik saat kakeknya aku yang menangani saat di rumah sakit militer!"


" ah, iya apa yang ingin kau tahu ? kenapa dia bisa ada disini?"


" Ya, ayahnya sangat keras padanya,bagaimana dia bisa di sini? dan tinggal di paviliun Panglima!"


" Dokter kau sangat mengenal anak nakal itu?"


" heheheh, ya kepribadiannya sangat menarik, dan kita cukup dekat!"


" Ba, ba, bagaimana mungkin?, bagaimana bisa?, dia di sini sedang mencari seseorang yang dia cari!"


" aku sudah memperingatkanmu,dengan baik Donie! "


" aku tahu jelas, Tania dan panglima bertemu di rumah sakit saat itu!, tunggu maksud Jendral panglima lah yang di carinya saat ini?"


" kau memang dokter yang sangat cerdas!, jadi jangan pernah katakan bahwa aku tidak memperingatkanmu!"


Donie sangat terkejut dengan jawaban yang dia dapatkan,


jadi sudah tidak ada jalan untukku mengejar Tania,


sainganku Panglima...


dalam hati Donie masih terkejut.


" Panglima sudah menantinya selama 5 tahun,dan dia sudah datang, namun anak nakal ini ternyata terlalu polos, atau bodoh hahah!" Jendral Petter merasa konyol dengan 2 orang yang terikat janji itu.


" Tapi semua orang tahu jika panglima akan bertunangan dengan Xian-xian!, itu akan menyakiti Tania!"


" Siapa yang bisa mengatur orang kejam ini?"


" jadi panglima menolak pertunangannya dengan model itu?"


"benar, tapi semua orang juga tahu bahwa ayah panglima sama kerasnya dengan panglima, ini adalah rintangan untuknya!"


" lalu kenapa Panglima tidak memberitahu pada Tania jika itu dia?"


" seorang pria sejati akan memudahkan jalan untuk wanitanya!"


" aku mengerti, panglima tidak ingin membuat Tania terluka dengan kerumitan keluarga panglima bukan?"


" mmmmm"


" tapi itu juga akan menjadi boom waktu untuk panglima, karna tidak semua orang bisa dibohongi!, Tania bukan wanita lemah dan dia tidak akan mudah tertindas!"


" kau bisa mengatakan sendiri pada panglima saat pulang nanti!"


" aku tidak ingin mati muda Jendral! "


" ahahahah, ya sudah , dia seorang panglima dia bisa mengatasi semua kesulitan!"

__ADS_1


" hmmmm, aku rasa Tania adalah kelemahan pang lima!"


" Ya, maka dari itu ini adalah cara untuk melindungi Tania bagi Panglima! "


" Rumit sekali!"


" hahaha, kau juga menyukai orang yang tidak tepat Donie, jangan kau lanjutkan! "


" mmm, aku hanya bisa mengangguminya dari jauh saja! "


Donie sudah mengerti meskipun itu bukan panglima, dia juga tidak akan mudah mendapatkan Tania.


Tok tok tok


" ah, yang kita bicarakan datang!"ujar Donie


" apa kau mengundangnya ke sini?"


" Ya, aku akan memeriksanya, begitu juga dengan temannya!"


"kenapa kau tidak ke sana saja!"


" siapa yang berani menginjakan kakinya di paviliun Panglima Perang, Jendral! "


" hahahah, sudah suruh mereka masuk!"


Donie segera membuka pintu,


" oug ouggg, ouuug"


Donie segera menarik Tania dan Suzy masuk dan


menutup kembali pintu dengan kilat


" Hei, kenapa anjingg panglima di sini?"


Donie sangat terkejut.


" ahahahahahah!" Jendral Petter tertawa lepas melihat ekspresi Donie Yea .


" Mikel sekarang adalah anjingg Tania!, hahahaha " ujar Jendral yang masih tertawa pingkal.


Tania dan Suzy justru terkejut dengan tawa panglima yang baru mereka lihat.


" apa itu jendral Petter? " tanya Suzy tidak percaya.


" sepertinya bukan!"jawab Tania yakin.


" lalu kita di paviliun siapa?"


" mungkin ini paviliun Jendral yang lain!"


Jendral Petter tersadar dengan pandangan 2 trouble maker yang sedang menatap dirinya tanpa mengedipkan mata.


"Donie segera periksa mereka, aku mau ke atas dulu!" ujar Jendral kembali memasang wajah datarnya .


" oh sepertinya itu baru Jendral...!" ujar Suzy


" Benar kita tidak salah masuk kan?"


" apa yang membuat kalian terkejut?" tanya Donie yea yang bingung dengan ekspresi keduanya.


" oh dokter, apa itu tadi jendral Petter? " tanya tania meyakinkan.


" Ya itu Jendral!, ada apa?"


" itu tadi Jendral tertawa dokter? " sambung Suzy.


" tidak, dia tadi menangis!, ah baiklah aku mengerti sepertinya Jendral tidak murah hati dengan kalian!"


" ah, dokter kau juga tahu jika Jendral itu sangat galak ya?" tanya Suzy


" puffffttt,apa kau dibuat sulit oleh Jendral? "


" ssssst dokter jangan keras-keras aku tidak ingin mendapat masalah lagi!"


" Okey, okey, oh ya bagaimana bisa anjing panglima menjadi milikmu?" Donie bertanya pada Tania.


" diberikan sendiri oleh panglima!" jawab Tania


"anjing ini tidak pernah terpisah dari Panglima, saat bertugas pun Mikel slalu mendampingi panglima!"


Jadi mikel adalah anjing tentara?


kenapa Panglima memberikan begitu saja padaku?


Tania terkejut.


Bersambung

__ADS_1


Author


like dan komen jangan lupa ya


__ADS_2