
" Maaf sedikit mengganggu di pagi hari, kami ingin bertemu dengab Tuan Latif!"
" Baik, silahkan masuk!"
" Tantan....!" Suzy berlari memeluk sahabatnya
" Suzy kau di sini? "
" Bukan hanya aku, tapi juga Jendral dan Ayah Anton!"
" kalian kenapa ke sini?"
" Anak nakal, tentu saja ingin menjelaskan ke salah pahaman ini!" sahut Anton.
" Ada urusan apa datang sepagi ini Jendral dan tuan?"
" Tuan Latif bolehkah kami berbincang sebentar?" Ujar Jendral Petter.
" bagaimana aku tidak bisa memberi muka pada Jendral, silahkan duduk!"
mereka pun segera duduk bersama, di ruang tamu.
" langsung saja Tuan Latif , untuk mengenai apa yang terjadi sebelumnya, bahwa saya selaku Ayah dari Jendral meluruskan kesalah pahaman yang ada, Tania tidak memiliki hubungan dengan putra saya!"
" tapi putriku tinggal bersamannya!"
" Benar itu saya tidak menyangkal, namun tidak hanya Tania namun juga Suzy juga tinggal dikediaman Putra saya!"
" Benar paman, ini salah Suzy karna sudah mengajak Tantan untuk tinggal bersama di rumah Jendral! "
" Suzy ... jangan melindungi Tania , jangan berbohong untuknya!" Hatta Latif masih tak percaya.
" Perwira , Suzy adalah calon istri saya, sebentar lagi kami akan menikah!' tegas Jendral Petter.
dag dig dug deg dog
jantung Suzy berdetak sangat kencang.
" Ya benar , Tuan Latif karna Jendral terluka aku meminta Suzy untuk menjaga nya ...dan rupanya Tania juga ikut menemani!"
Hatta Latif terdiam berpikir,
" Hmmm lalu kenapa kalian mengikuti pelatihan?"
" Ayah. untuk itu memang Tantan yang mau, Tapi tidak mendaftar sungguhan hanya mengikuti pelatihan Kecil"
" siapa yang percaya dengan omong kodongmu?"
" Tuanku, Nona saat itu sangat terpukul atas mrninggalnya Tuan besar, mohon Tuan memaklumi tindakan nona!"
" Hmmmm, Sudah jika itu memang kebenaranya, aku tidak jadi mengirimu ke tempat bibimu!"
" sungguh ayah sungguh!"
" Ya, ingatlah tidak untuk mengulangi lagi!"
" Baik ayah!"
" kalau begitu saya hanya bisa mendoakan Untuk kelancaran niat Jendral untuk menikah! "
" Trimaksih Perwira, kami langsung saja undur diri!"
" Tantan nanti aku akan menelponmu!"
" Ya , Jendral tolong jaga Suzy!'
" tenang saja Tantan anakku akan menjaga calon istri nya dengan baik!, kalau begitu kami permisi!"
mereka bertiga pun meninggalkan kediaman Hatta Latif.
" Haaaah. kasihan sekali Tantan dan Leon itu kenapa memiliki ayah yang sangat kejam dan kolot!"
" Ayah apa kau ini tidak kejam?'
" mana ada, Ayahmu ini adalah ayah yang terbaik di dunia, bukan begitu Suzy?"
" iya ayah yang terbaik!"
" Anak manis, sepertinya kau harus segera memberi tahu orangtuamu tentang rencana pernikahan kalian!"
" ayah jangan memaksanya!" Jendral Petter memperingati.
" Baik ayah, aku akan pulang dulu ke rumah!"
" Di mana rumahmu, kami akan mengantar sekarang! "
" Di Jalam gardan dua!"
__ADS_1
" Baik pak sopir tolong ke jalan gardan Dua!"
" Ayah aku sudah dengar aku tidak tuli, memangnya siapa yang ayah panggil sopir?"
" siapa lagi, tentu saja yang memegang kemudi hohoho!" Anton mengejek putranya.
" Hihihi" Suzy terkikik.
sampailah mereka di kediaman Suzy.
ting tong ting tong...
tak lama pintu pun terbuka,
" Nona, nona sudah kembali?"
" Bibi aku rindu padamu!"
" Hehe, baru saja nyonya menelpon menanyakan kabar nona,...!"
" oh, ya bibi ini ayah anton dan Jendral petter !"
" oh rupanya nona membawa tamu besar maafkan saya tuan mari masuk dan duduk!"
" Ayah ,Jendral duduk dulu Suzy mau menelphone orang tua Suzy dulu!"
" Okey nak ... santai saja!"
" Bibi pinjam ponselnya!"
" ini nona, apa ponsel nona hilang lagi?" sambil menyerah kan ponselnya.
" iya,...!' segera mengambil dan menghubungi ibunya.
" mama, mama, ini aku Suzy!"
" Aduh sayang kenapa ponselmu tidak aktiv membuat mama khawatir! "
" mama Suzy sangat baik. mama Suzy ingin menyampaikan hal penting! "
" Apa sayang katakanlah!"
" mama Suzy meminta izin pada mama dan papah untuk menikah, Suzy sudah mendapatkan pendamping yang baik!"
" Apa?" mama Suzy sangat terkejut.
" tunggu nak, bahkan ayah terkejut, kenapa menantuku menyampaikan hal besar ini seperti itu?"
Jendral Petter hanya menggeleng kepala dan mengangkat bahunya.
" Kita lihat saja dulu ayah, bagaimana tanggapana orang tuanya"
Bagaimana bisa dia mengatakan menemukan pendamping yang baik?
wajah Jendral memerah.
" Ya ya ya semoga orang tua Suzy tidak sekolot ayah Panglima dan Tantan!"
" Mama, hallo?"
" Suzy apa kau tidak sedang bercanda?" Teriak dengan lantang, Suzy menjauhkan ponselnya dari telinga.
" mama jangan berteriak telingaku hampir pecah!"
" Heeeeii kau menngejutkan mama bagaimana mama tidak heboh , secara kau ini anak yang kuper tidak banyak teman, temanmu hanya satu saja itu juga sama seperti mu kalian itu sangat mau membosankan, bagaimana bisa kau mengatakan pada mamamu kau menemukan pendamping terbaik, kau terlalu banyak menonton serial drama korea. jadi otakmu ini agak bermasalah!"
Astaga ibunya sangat blak-blakan mengatai anaknya. sungguh dia dan ayahku sangat sama.
dalam hati Jendral Petter melirik ayahnya.
" jangan mengumpatku dalam hati!" bisik Anton pada Jendral.
Aduh sepertinya calon besanku adalah orang yang terbuka...
syukurlah jika begitu
" mama Suzy serius mama!"
" Jika serius buktika sekarang! "
" Baik ayah mertuaku dan pendamping ku juga ada di sini! "
Segera memberikan ponselnya pada Jendral.
Jendral ragu-ragu menerimanya,
Anton segera meraih ponsel ditangan Suzy.
__ADS_1
" Besan. putrimu ini mengatakan yang sebenarnya, aku sangat bahagia putraku membawa nya pulang dan mengatakan jika mereka akan menikah, awalnya aku juga tidak percaya, takutnya anakku terlalu banyak membaca komik, membawa wanita yang diaturnya untuk perjanjian pernikahan kontrak untuk menenangkan ayahnya ini, tapi sekarang aku percaya mereka benar-benar saling mencintai, melihat dari tindakan putrimu yang terburu-buru menyampaikan nya padamu, hehehe"
Ayah, sepertinya ayah yang terlalu banyak membaca komik ,bukankah ini rencanamu membuat anak orang, terpaksa menikahi putramu? jika ini di jadikan novel mungkin judulnya Terpaksa menikahi Jendral.
" Benarkah???" dengan volume tinggi.
Anton menjauhkan ponselnya...
" Iya besan!"
" Astaga putriku sudah tidak polos lagi?, di mana putamu, aku mau bicara!"
Anton segera menyerah kan poselnya.
Sial. apa dia berbicara pakai Toa, aduh telingaku.
" hallo, nyonya menjelang pagi!" dengan kaku.
" apa kau sungguh mau menikahi putriku yang cupu itu?"
Cupu?
memperhatikan dari atas sampai bawah,
Cupu dari mana?
dalam hati Jendral.
" Benar nyonya, ...!"
" Apa pekerjaanmu?'
" Saya hanya seorang abdi negara nyonya!"
" Apa? kau tentara atau polisi?'
" Saya tentara nyonya!"
" apa kau benar-benar serius dengan si cupu?'
" Ya serius!" dengan Tegas.
" Jika serius panggil aku mama jangan nyonya tunggu di sana jangan ke mana-mana, aku dan suami ku akan pulang! "
" Apa?" Suzy , anton dan Jendral terkejut.
" Apa cepat panggil!"
" siap mama!"
" menantuku sangat penurut tunggu kami akan segera datang!"
tutttttttttt....
***apa ini gila? bagaimana bisa mengiyakan begitu saja.
Jendral Petter seakan tak percaya***.
" Ah. ayah sungguh lega, kalau begitu kau tunggulah di sini ayah akan mempersiapkan untuk lamaran suzy dengan segera!"
" ayah, apa tidak terlalu cepat?'
" itu lebih baik!" pergi begitu saja.
" nona sungguh akan menikah?"
" iya bi....heheh!"
" astaga nona ku sudag besar!"
" heheheh iya bi, tolong siapkan makan siang ya bi untuk kami!"
" Siap nona!"
" Jendral maafkan saya!"
" Tidak perlu, bukankah itu sudah kesepakatan kita!"
" ah terimaksih atas pengertiannya Jendral! "
Gadis ini sangat polos, bahaya sekali jika di tipu orang. tidak sekarang dia sudah ditipu ayah.
bersambung...
author
aduh mama Suzy tidak kalah barbar lalu bagaimana kelanjutanya?
__ADS_1